Articles

Found 7 Documents
Search

Pembangunan Berbasis Kelembagaan Adat: Sebuah Alternatif Pembelajaran dari Kasus Kinerja Kelembagaan Nagari dalam Perencanaan Wilayah di Propinsi Sumatera Barat Noer, Melinda
MIMBAR (Jurnal Sosial dan Pembangunan) Volume 22, No. 2, Tahun 2006 (Terakreditasi)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja dari lembaga lokal yang seringkali diberi label lembaga informal sudah banyak digunakan sebagai pendekatan efektif di dalam studi – studi pembangunan. Namun demikian, dalam kontes perencanaan pemerintah desentralistis - yang secara formal didelegasikan oleh pemerintah nasional kepada pemerintahan yang lebih rendah - kinerja dari kelembagaan adat sebagai salah satu kelembagaan lokal dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan publik masih sedikit dijelaskan. Untuk mengisi kekurangan tersebut, sebuah penelitian dilakukan dengan menggunakan metoda studi kasus di Propinsi Sumatera Barat. Lembaga adat pada tingkat pemerintah terendah di Propinsi Sumatera Barat yang dinamakan Kerapatan Adat Nagari (KAN) berhasil memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan dan perencanaan desentralistis. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya penjelasan realisasi konsep pengembangan wilayah berbasis lokal yang datang dari bawah.
Dominant Factor Affecting PHBS at Household in Padang Rahmi Prima, Ringga; Noer, Melinda; Hidayat, Benny
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.415 KB) | DOI: 10.24893/jkma.11.2.67-74.2017

Abstract

Healthy and clean behaviour are behaviors that made family contribute in pursuing a healthy living environment. Based on City Health Office Padang data in 2015, the implementation of healthy and clean behavior at Andalas Public Health Center work area only 3,18 %. The Purpose of this study to determine the factors associated with the implementation of Healthy and clean behaviour among household  who live in Padang. This research use mixed method design with sequential explanatory approach. Samples were choosen using cluster sampling technique amount 99 unit of Household. The quantitative data were collected by interview with questionare and analyzed using multivariate, logistic regression with 95% CI (p= 0.05). The qualitative data were collected by depth interview and analyzed using content analysis. The result of multivariate analysis showed the dominant factor is basic sanitation. Basic sanitation eligible households will increase by 5.8 times. The research suggest Public Health Center should build cooperation cross-sectors with Public Work Service Office to fulfill of basic sanitation, like the fulfill of clean water needs and adding healthy sewerage system
RENCANA AKSI PEREMAJAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT KELOMPOK TANI DAN KUD BUKIT JAYA DI KABUPATEN DHARMASRAYA PROVINSI SUMATERA BARAT Noer, Melinda; Syarfi, Ira Wahyuni; Azhari, Rafnel
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 1 No 4b (2018): Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.604 KB) | DOI: 10.25077/hilirisasi.1.4b.339-346.2018

Abstract

Perkebunan kelapa sawit di Propinsi Sumatera Barat sudah memasuki umur tanaman yang tidak ekonomis lagi untuk terus diusahakan, sehingga perlu diremajakan untuk mewujudkan pembangunan perkebunan berkelanjutan. Penanaman kembali (replanting) untuk tanaman yang berumur >25 tahun sudah harus dilakukan. Kabupaten Dharmasraya sedang mempersiapkan masyarakat pekebun kelapa sawit untuk program replanting tanaman kelapa sawit. Namun pada banyak kondisi perkebunan rakyat, koperasi petani yakni KUD menjadi penting untuk dikembalikan fungsi dan perannya dalam replanting, sehingga KUD perlu diberdayakan. KUD Bukit Jaya adalah satu-satunya KUD Perkebunan Plasma PIR-Trans di Kab. Dharmasraya yang masih aktif dan antusias untuk melakukan replanting, namun anggotanya belum melaksanakan replanting. Permasalahan KUD Bukit Jaya adalah belum mendapatkan akses bantuan hibah dana replanting, memiliki dana Idapertabun sebagai modal awal replanting namun belum diterima, dan KUD belum memiliki rencana aksi untuk replanting. Kegiatan ini membantu KUD Bukit Jaya untuk menyusun rencana aksi replanting tanaman kelapa sawit di wilayah kerjanya, memfasilitasi akses bantuan hibah dana replanting dan Idapertabun. Hasil kegiatan ini, telah membuat KUD Bukit Jaya memiliki rencana aksi replanting, terbukanya akses untuk pendanaan melalui hibah dana replanting dan bantuan bibit unggul.
TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM PENYELAMATAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN DANAU MANINJAU Nanda, Luce Dwi; Tan, Firwan; Noer, Melinda
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 8, No 2 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.174 KB) | DOI: 10.15578/jksekp.v8i2.7432

Abstract

Kerusakan dan pencemaran yang terjadi di Danau Maninjau telah mengakibatkan kerugian ekonomi dan sosial. Banyak upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat partisipasi masyarakat dalam program penyelamatan dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan Danau Maninjau. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan metode survei. Tingkat partisipasi masyarakat dianalisis pada tahap perencanaan, pelaksanaan dan monitoring evaluasi program dengan menggunakan Tipologi Arnstein. Hasil penelitian menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat pada tahap perencanaan program termasuk pada tingkat informing, sementara pada tahap pelaksanaan termasuk tingkat consultation sedangkan pada tahap monitoring dan evaluasi hanya mencapai tingkat therapy. Permasalahan dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan Danau Maninjau antara lain disebabkan oleh keterbatasan lahan untuk berusaha, tingkat pendidikan yang relatif rendah dan keterbatasan lapangan pekerjaan, ketergantungan ekonomi yang tinggi terhadap keramba, kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan, kurangnya komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian danau, kurangnya koordinasi antar pemerintah serta belum adanya komitmen dan ketegasan pemerintah untuk menjalankan peraturan yang telah ditetapkan. Title; Community Participation Level InThe Sustainable  Management and Conservation Program of Maninjau Lake Damage and pollution in Lake Maninjau has resulted in economic and social losses. Government has made many efforts to overcome these problems. This study aims to review the community participation level in the restoration and management of sustainable environmental conservation program of Lake Maninjau. This is a descriptive qualitative research with survey method. Level of community participation was analyzed in planning, implementation, monitoring and evaluation of the program using Arnstein’s Typology. The results showed that community participation level at the planning phase is in informing level, while during application phase is in consultation level, and finally, during monitoring and evaluation phase is in therapy level. Problems in sustainable management of Lake Maninjau are caused by limited land for business, low level of education and limited employment, high level of economic dependence on “keramba”, lack of community knowledge on sustainable environmental management, lack of community commitment in preserving lakes, lack of inter-governmental coordination and lack of commitment and firmness from the government to enforce the established rules. 
Hubungan Ikatan Anggota Kelompok Tani dengan Partisipasinya pada Proses Perencanaan Penyuluhan Pertanian Tingkat Nagari di Kabupaten Lima Puluh Kota Reza, Muhamad; Noer, Melinda; Yonariza, Yonariza; Asmawi, Asmawi
Jurnal Penyuluhan Vol 15, No 1 (2019): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Program Pascasarjana Ilmu Penyuluhan Pembangunan, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.69 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v15i1.16355

Abstract

Belum maksimalnya partisipasi petani pada proses perencanaan penyuluhan pertanian, menjadi isu strategis yang harus dicarikan solusinya supaya prinsip partisipatif dapat diterapkan dengan baik. Melalui ikatan (bonding) antara anggota kelompok yang terbentuk oleh hubungan pertalian darah (kaum/suku, kekeluargaan) dan tidak bertali darah (pertemanan/persahabatan), diharapkan dapat menjadi alternatif solusi untuk permasalahan partisipasi petani. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan hubungan antara ikatan anggota kelompok tani dengan partisipasinya dalam proses perencanaan penyuluhan pertanian nagari. Penelitian ini menggunakan metode Mixed Methods Research yang menggunakan model Sequential Exploratory yaitu memadukan metode kualitatif dengan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan dari bulan April s/d Oktober 2016 di Nagari Balai Panjang, Tanjung Gadang dan Batu Balang. Data primer berasal dari hasil wawancara dengan informan sebanyak 14 orang yang dipilih secara purposif dan data sekunder didapatkan dengan teknik dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan metode skoring yang dimasukkan kedalam tangga partisipasi Arnstein dan alat analisis penafsiran data dengan bantuan kategori ?alasan X adalah alasan melakukan Y?. Penelitian ini membuktikan bahwa ada hubungan antara ikatan anggota kelompok tani dengan partisipasi petani. Petani yang berpatisipasi didorong oleh penerapan norma, budaya dan prilaku positif dalam kehidupan berkelompok sebagai unsur perekat ikatan anggota kelompok tani. Terbukti bahwa partisipasinya pada 5 kegiatan berada pada tingkat tokenism (skor 234 s/d 256), 1 kegiatan yaitu penyusunan RDK/RDKK berada pada tingkat citizen power (skor 374) dan terendahnya dengan skor 111 pada kegiatan  penyempurnaan draft dokumen perencanaan berada pada tingkat non participation.
Livelihood Study of the Second-Generation Households of Resettlement in Koto Panjang Hydropower Region, Riau Province Sofyani, Tince; Karimi, Syafruddin; Noer, Melinda; Tarumun, Suardi
International Journal of Agricultural Sciences Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.561 KB) | DOI: 10.25077/ijasc.2.2.54-59.2018

Abstract

The construction of dams in many cases has led to forced displacement and resettlement of about 40-80 million people worldwide. Several studies have reported that Development Induced Displacement and Ressettlement (DIDR) cause negative impacts on living standards and livelihood outcomes of the resettled communities. Koto Panjang Dam has been in operation for 20 years. The impact of settlement movement due to the construction of a long Koto Panjang dam is also experienced by second generation resettlers. The objectives of this study were: a) to assess the profile access and control on household farming livelihood of second generation of resettlers, and b) to assess the level of household welfare of the second generation in Koto Panjang hydropower region, Riau Province.  All second-generation households in Koto Mesjid and Pongkai Istiqamah were taken for samples (92 households).  Profile access and control on households farming at the site of this study showed that men still dominated in access and control on farm management such as: land, working, credit, means of production, breeding, pest and disease control, education, training, and agricultural extension. Women were more dominant in processing and selling the yields. The poverty experienced by households in Koto Masjid village was largely due to limited land ownership, while that experienced by households in Pongkai Istiqomah village was due to the dependence of livelihoods on the rubber plantation, in addition to the limited field of other businesses in the village.
Perubahan Penggunaan Tanah dan Faktor Pendorongnya di Kabupaten Karimun Olenka, Rangga; Adrimas, Adrimas; Noer, Melinda
Jurnal Planologi Vol 16, No 2 (2019): Oktober, 2019. Thema Pengelolaan Lahan dan Wisata
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpsa.v16i2.5048

Abstract

ABSTRACTEarly detection is important to looking at the phenomenon of massive land use changes. Karimun Regency is one of the areas designated as one of the National Strategic Areas (KSN) for the benefit of economic growth. In addition, parts of the Karimun Regency are also designated as Free Trade Zone (FTZ). This has led to changes in land use patterns. This study analyzes changes in land use in Karimun Regency and its driving factors. Analysis of land use changes was carried out using land use map  and socio-economic data in 2008 - 2017. Methods of data analysis using spatial analysis and analysis of driving factors. The results showed that there were significant changes that occurred in land use. The rate of forest conversion and the decline in the area of agricultural land are very alarming. Growth of the built up area continues to increase. Development pattern of built area only concentrates on center of economic activity that already exists and also on transportation routes. Meanwhile the drivers of change in land use vary. Economic factors such as GRDP Karimun Regency and Investment and social factors such as urbanization and residents working in the primary sector drives land use change in Karimun Regency in 2008 ? 2017. Key words: land use, land use change, driven factor ABSTRAKDeteksi dini penting dalam melihat fenomena perubahan penggunaan tanah yang masif. Kabupaten Karimun merupakan salah satu wilayah yang ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Strategis Nasional (KSN) untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi. Selain itu sebagian wilayah Kabupaten Karimun juga ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone). Hal tersebut mendorong perubahan pola penggunaan tanah. Studi ini menganalisis perubahan penggunaan tanah dan faktor pendorongnya yang terjadi di Kabupaten Karimun. Analisis perubahan penggunaan tanah dilakukan menggunakan peta penggunaan tanah dan data sosial ekonomi pada tahun 2008 - 2017. Metode analisis data menggunakan analisis spasial dan analisis faktor pendorong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perubahan signifikan yang terjadi pada penggunaan tanah. Laju konversi hutan sangat mengkhawatirkan. Pertumbuhan area terbangun terus meningkat. Pola pengembangan area terbangun hanya berkonsentrasi pada pusat kegiatan ekonomi yang sudah ada dan juga pada jalur transportasi. Sementara itu pendorong perubahan penggunaan tanah bervariasi. Faktor ekonomi seperti PDRB Kabupaten Karimun dan Investasi sedangkan faktor sosial seperti urbanisasi dan penduduk yang bekerja di sektor primer mendorong perubahan penggunaan tanah di Kabupaten Karimun tahun 2008 ? 2017.  Kata Kunci: penggunaan tanah, perubahan penggunaan tanah, faktor pendorong.