Heru Pramono
Department of Marine, Faculty of Fisheries and Marine, Kampus C Universitas Airlangga, Jl. Mulyorejo, Surabaya. 60115 Indonesia

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

KAJIAN KARAKTERISTIK DAN POTENSI KAWASAN KARST UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA DI KECAMATAN PONJONG KABUPATEN GUNUNGKIDUL

GEOMEDIA Vol 11, No 1 (2013): Geomedia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Ponjong dengan tujuan: (1) mengetahui karakteristik dan potensi kawasan karst untuk ekowisata, (2) merencanakan pengembangan ekowisata sebagai alternatif pengelolaan potensi dan pelestarian kawasan karst.Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Populasi meliputi seluruh lahan karst (8.226 ha) dan seluruh kepala keluarga (13.787 KK). Sampel diambil pada empat zona yaitu utara, timur, tengah, dan selatan berdasarkan variasi bentuklahan karst. Pengambilan sampel fisik dengan teknik gugus dan purposif, sedangkan sampel masyarakat dengan kuota random. Data dikumpulkan dengan observasi dan wawancara serta dianalisis dengan analisis deskriptif, matching, dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Karst Ponjong terbagi dalam kelas I dan II. Kelas I meliputi zona utara dengan nilai lanskap A dan kenampakan didominasi gua dan luweng, serta zona timur dengan nilai lanskap B dan kenampakan didominasi bukit karst tipe kubah. Kelas II meliputi zona tengah dengan nilai lanskap A dan kenampakan didominasi pemunculan air dan polje; serta zona selatan dengan nilai lanskap B dan kenampakan didominasi bukit tipe menara dan dolin. Karakteristik dan potensi non fisik Karst Ponjong antara lain:pada zona utara terdapat petilasan dan atraksi seni budaya;zona tengah berupa nilai sejarah; zona selatan berupa hasil pertanian dan kerajianan; sertazona timur berupa gua bernilai budaya dan pola kehidupan masyarakat tradisional. (2) desain ekowisata diawali dengan perencanaan pembangunan infrastruktur alami, konservasi bekas lahan tambang, perencanaan partisipasi masyarakat, dan ekowisata berkelanjutan. Selanjutnya kegiatan ekowisata diarahkan untuk wisata alam-pengetahuan di zona utara, wisata sejarah-budaya di zona tengah, wisata alam-konservasi di zona selatan, dan wisata rural-budaya di zona timur.Kata kunci: karst, ekowisata, pelestarian karst, pengelolaan karst

Isolation of Lactic Acid Bacteria That Produce Protease and Bacteriocin-Like Substance From Mud Crab (Scylla sp.) Digestive Tract (Isolasi Bakteri Asam Laktat yang Menghasilkan Protease dan Senyawa Bacteriocin-Like dari Saluran Pencernaan Kepiting

ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 20, No 1 (2015): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.417 KB)

Abstract

Saluran pencernaan merupakan lingkungan kompleks yang terdiri atas berbagai spesies bakteri. Saluran pencernaan biota perairan terdiri atas bakteri aerob dan anaerob yang mampu memproduksi senyawa antibakteri dan enzim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi bakteri asam laktat yang menghasilkan protease dan senyawa bakteriosin-like dari saluran pencernaan kepiting bakau. Isolasi dan karakterisasi isolat dilakukan menggunakan media MRS. Supernatan netral bebas sel isolat telah diuji dengan menggunakan disc difusi agar terhadap bakteri patogen dan pembusuk. Uji produksi enzim protease telah diuji dengan metode disc diffusion agar menggunakan media kasein agar. Di antara seratus isolat, terdapat 96 isolat menunjukkan zona bening di MRS + CaCO3,, katalase negatif, dan bakteri Gram positif. Tiga puluh empat isolat bakteri asam laktat menghasilkkan protease dan hanya empat isolat (yaitu IKP29, IKP30, IKP52, dan IKP94) menunjukkan penghambatan yang kuat terhadap bakteri patogen dan pembusuk. Terdapat tiga pola inhibisi dari keempat isolate terhadap Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus, Eschericia coli, dan Salmonella sp. Empat isolat tersebut berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai starter pada produksi fermentasi produk hasil perikanan. Penelitian ini adalah penelitian pertama terkait isolasi bakteri asam laktat yang menghasilkan protease dan bakteriosin dari saluran pencernaan dari kepiting bakau.Kata kunci: Bakteri Asam Laktat, Bakteriosin-like substance, Protease, Scylla  sp. Digestive tract is complex environment consist of large amount of bacteria’s species. Fish intestine bacteria consist of aerobic or facultative anaerob bacteria which can produce antibacterial and enzym. The objectives of this research were to isolated lactic acid bacteria that produce bacteriocin-like and protease from mud crab digestive tract. Isolation and characterization of isolates were conducted employing media MRS.  Neutralized cell free supernatant of isolates were tested using disc diffusion agar of against pathogenic and spoilage bacteria to indicate bacteriocin-like-producing lactic acid bacteria. Protease-producing isolate was tested using disc diffusion method in casein agar. Among a hundred isolates, 96 isolates were showed clear zone in MRS+CaCO3,, catalase negative, and Gram positive bacteria. Thirty four isolates produced protease and only four isolates (i.e. IKP29, IKP30, IKP52, and IKP94) showed strong inhibition against pathogenic and spoilage bacteria. There were three patterns of inhibition among three isolates against Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus, Eschericia coli, and Salmonella sp. All three isolates showed potential uses for produce starter culture for fishery product fermentation purpose. This is the first report of isolation lactic acid bacteria that produced protease and bacteriocin-like from digestive tract of mud crab. Keywords: Lactic acid bacteria, Bacteriocin-like substance, Protease, Scylla  sp.

PETA DAN PERLENGKAPANNYA

Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1987,TH.VI
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak orang tidak mengira bahwa, ternyata terdapat bidang ilmu pengetahuan atau aktivitas yang perhatian utamanya ialah masalah perpetaan. Peta, meskipun sudah banyak dikenal orang, tetapi pengertian yang benar tentang peta belum banyak dimiliki. Peta bukan pula sekedar karya seni, tetapi lebih daripada itu ialah sebagai karya ilmiah. Agar maksud atau isi peta dapat dengan mudah dipahami dan dapat digunakan secara maksimal oleh pembacapeta, maka keterangan yang menyertai gambar peta perlu diberikan secara lengkap. Keterangan tersebut merupakan perlengkapan peta yang tidak boleh dilalaikan.

KARYAWISATA DI DAERAH PRANGTRITIS DAN SEKITARNYA

Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1988,TH.VII
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode belajar-mengajar karyawisata mempunyai arti penting bagi anak didik karena beberapa keuntungan dapat diperoleh melaluinya. Dalam rangka hal itu, maka seorang guru pembimbing perlu memahami tentang objek studi yang akan diajarkannya. Daerah Parangtritis dan sekitarnya menyediakan cukup banyak objek studi bagi karyawisata. Tulisan ini bermaksud memberikan deskripsi berbagai objek studi bentuk lahan dalam pengajaran Geografi

DAMPAK PEMBANGUNAN PARIVIISATA TERHADAP EKONOMI, SOSIAL, DAN ,BUDAYA

Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1993,TH.XIII
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata, pada mulanya sebagai aktivitas di kalanganmasyarakat tinggi, namun sekarang telah menjadi kebutuhanhampir setiap orang. Pembangunan pariwisata di berbagainegara telah menjadi andalan bagi perolehan devisa. Kecualiperolehan devisa tersebut, ternyata pembangunan pariwisatajuga mempunyai dampak ekonomi yang lain, seperti: menciptakanlapangan pekerjaan, sebagai alat pembangunan regional,memungkinkan terjadinya pelipatgandaan (multiplier) pariwisata,meningkatkan pendapatan negara, namun dapat pulamenimbulkan kerusakan pada sektor ekonomi lain atau menciptakanpersaingan dengannya, dan dapat menimbulkaninflasi umum.Pembangunan pariwisata ternyata pula mcnimbulkandampak di bidang sosial-budaya, seperti: pcrubahan strukturdemografi, perubahan jenis pekerjaan, perubahan nilai-nilai,peningkatan perhatian terhadap pelestarian seni-budayatradisional, penurunan nilai-nilai artistik, dan perubahankonsumsi harian.

Perbandingan Morfologi Kerang Darah di Perairan Kenjeran dan Perairan Sedati [ Comparative Morphology of Blood Cockles in Kenjeran and Sedati]

Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2015): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.402 KB)

Abstract

Abstract Blood cockles (Anadara antiquata, Anadara granosa) and Ark clams (Trisidos tortuosa) is one type of clams that is often consumed by people in Surabaya and Sidoarjo. The study was conducted in February-April 2014. The ratio of N/P on water conditions in Sedati of 3.3 / 1 it’s indicates that the sampling process is done in the rainy season which resulted in the case of stirring the sediment. On the condition of the ratio N/P is phytoplankton still able to grow optimally. While the study site in Kenjeran, Surabaya obtained ratio N/P by 5.56 / 1 this indicates the potential of phytoplankton at this location is more optimal than the region in Sedati. In morphology, clams from Kenjeran is relatively larger than the clams from Sedati.

EFFECT OF CHITOSAN COATINGS ON PRESERVATION OF RED SNAPPER (Lutjanus argentimaculatus Forsskal, 1775 ) DURING LOW TEMPERATURE STORAGE

JFMR-Journal of Fisheries and Marine Research Vol 2, No 3 (2018): JFMR VOL 2 NO 3
Publisher : JFMR-Journal of Fisheries and Marine Research

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The effect of three different concentration of chitosan (0, 1.5 and  2 % w/v) on microbiological (aerobic plate count), chemicals (pH and total volatile basic nitrogen, TVB-N), and sensory properties of red snapper (Lutjanus argentimaculatus Forsskal, 1775) during cold storage (4-7oC) was evaluated periodically. The microbiological quality of red snapper coated with chitosan was lower compared to control, whereas pH and TVB-N were lower when treated with chitosan. The overall score of sensory evaluation of chitosan with concentration of 1% (w/v) was higher compared to remaining treatments. This study indicates that coating of chitosan prior to storage and distribution of red snapper prolong the shelf life of the fish but the microbial quality during storage is depend on initial quality of the fish. 

Aplikasi Teknologi Asap Cair dalam Pengolahan dan Pengawetan Produk Perikanan di Pulau Mandangin [ Technology Application of Liquid Smoke in Processing and Preservation of Fishery Products in The Mandangin Island]

Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2015): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.185 KB)

Abstract

Abstract The increase in value-added of fishery products is one of which can be done by processing. In addition to maintaining the value of the protein in the fish raw material, it would be easier if the product is stored and increase the sale value of the fish itself. The ability to perform in the fish processing in Mandangin island is still very limited. Community service activities that have been carried out by a team of the Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga was introduce smoked fish product processing with liquid smoke,because this method easier and faster so that the products can be marketed. Liquid smoke was developed because the location is very minimal in the supply of raw materials such as firewood and coconut, so the use of liquid smoke is very appropriate. The resulting refined products are expected to be a source of protein Mandangin Island community itself and is able to become an alternative source of income for the community to increase the sale value of fishery products. Mentoring process being conducted by a team from the Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga so that the products can be marketed outside Mandangin Island or even to other areas in East Java.

Isolasi dan Identifikasi Vibrio sp. pada Produk Seafood Tradisional Area Timur Kota Surabaya [Isolation and Identification of Vibrio sp. from Traditional Seafood Products of Eastern Surabaya City Area]

Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2015): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.387 KB)

Abstract

Abstrak Vibrio sp. adalah patogen oportunis yang terdapat pada ekosistem muara dan lingkungan laut. Vibrio sp. Dapat menyebabkan gastroenteritis dan septikemia sedangkan V. alginolyticus memiliki peran penting dalam pembusukan produk seafood. Keberadaan Vibrio sp. dalam produk olahan seafood perlu diperhatikan karena salah satu agen kausatif penyebab food-borne illness. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi Vibrio spp. Pada produk olahan seafood tradisional daerah Surabaya Timur. Total 24 sampel telah dibeli dari pasar ikan tradisional di seluruh wilayah Surabaya Timur, yang diolah dengan menggunakan sepuluh teknik yang berbeda. Dua belas isolat dengan ukuran koloni yang berbeda dan warna diisolasi dan didasarkan pada identifikasi sebelumnya, terdapat sembilan Vibrio sp. Hasil uji biokimia menunjukkan bahwa terdapat delapan isolat Vibrio alginolyticus dan satu V. parahaemolyticus. Keberadaan Vibrio sp. dalam produk olahan seafood tradisional harus menjadi perhatian sebelum karena produk tersebut siap untuk makan dan dapat sumber wabah penyakit yang disebabkan oleh makanan.

REDUCTION OF PATHOGENIC BACTERIA DURING FERMENTATION OF MASIN BY PROTEASE AND BACTERIOCIN-PRODUCING LACTIC ACID BACTERIA

AQUASAINS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Contamination of pathogenic and spoilage bacteria on fermentation process of seafood and fisheries product is a major concern on food safety. The aims of this study were isolating and applying the bacteriocin- and protease-producing lactic acid bacteria from the gastrointestinal tract of mud crab for starter culture of masin, a traditional fermented shrimp from East Java. This study consisted of characterization of lactic acid bacteria, the application on the fermentation process and microbial analysis. Ninety-four isolates were isolated from mud crab was screened for the bacteriocin and protease producing as well as characterized by pH, salinity and biochemical. Isolate IKP-29 was exhibited strong protease and bacteriocin activity. Application of Isolate IKP-29 on masin fermentation showed that sharp reduction of Escherichia coli, Vibrio sp. and lactic acid bacteria counted. This study suggested that the application of lactic acid bacteria which producing bacteriocin and protease improved the food safety of traditional fermented fish.