Articles

Found 11 Documents
Search

Kearifan Pembangunan Berbasis Sumber Daya Manusia Aw, Suranto
EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 1, Volume I, Agustus 2001
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2136.766 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v1i1.3740

Abstract

Program pembangunan merupakan salah satu alternatif untuk menciptakan peningkatan derajat kesejahteraan suatu bangsa. Diperlukan kemampuan untuk secara krif memilih strategi pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan keberdayaan masyarakat. Pilihan tersebut adalah pada kearifan pembangunan berbasis Sumber Daya Manusia (SDM), yakni program pembangunan yang dilaksanakan dengan mendasarkan diri pada logika human centered development. Dengan pola kearifan pembangunan ini, berarti SDM ditempatkan sebagai kunci utama keberhasilan pembangunan. Dengan demikian, pembangunan yang dilaksanakan menekankan pada inovasi, penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan dan teknologi, serta peningkatan daya kreasi.
Komunikasi Efektif untuk Mendukung Kinerja Perkantoran Aw, Suranto
EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 2 Volume V, Agustus 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7749.893 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i2.3849

Abstract

Komunikasi efektif merupakan salah satu faktor untuk mendukung peningkatan kinerja organisasi perkantoran. Komunikasi efektif dan tingkat kinerja perkantoran berhubungan secara positif dan signifikan. Memperbaiki komunikasi perkantoran berarti memperbaiki kinerja perkantoran. Argumentasi ini didasari oleh sebuah logika bahwa semua pekerjaan di dalam perkantoran pada kenyataannya saling berhubungan. Kurang baiknya kinerja sebuah devisi akan berpengaruh negatif pada devisi lain serta terhadap perkantoran itu sendiri.Komunikasi meningkatkan keharmonisan kerja dalam perkantoran. Sebaliknya apabila komunikasi tidak efektif. maka koordinasi akan terganggu. Akibatnya adalah disharmonisasi yang akan mengganggu proses pencapaian target dan tujuan perkantoran.Kata kunci : Komunikasi. Kinerja perkantoran
Peningkatan Mutu Pendidikan Kejuruan Berorientasi Pasar Kerja Melalui Uji Kompetensi Keahlian Aw, Suranto
EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi Volume XII, No. 1, Februari 2012
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4721.571 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v12i1.3862

Abstract

Fenomena pasar kerja pada era global sekarang ini, ditandai oleh semakin tingginya kompetisi untuk memperoleh kesempatan kerja. Dengan demikian lulusan sekolah kejuruan semakin dituntut untuk menguasai kompetensi yang unggul. Realitas tersebut perlu secara sungguh-sunggu diantisipasi dengan peningkatan mutu pendidikan. Dalam konteks initah siswa, khususnya siswa Sekolah Menangah Kejuruan (SMK) yang profesional.
Manajemen Aliran Informasi untuk Peningkatan Kinerja Organisasi Aw, Suranto
EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 2, Volume IV, Agustus 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1683.437 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v4i2.3900

Abstract

Aliran informasi merupakan suatu proses dinamis yang terjadi di dalam suatu organisasi, khususnya proses mendistribusikan pesan atau informasi. Seluruh informasi yang ada di dalam organisasi perlu dikeloladengan baik agar dapat meningkatkanefisiensi koordinasi dan giliran berikutnya adalah agar dapat meningkatkan kinerja organisasi.Agar arah aliran informasi itu dapat sesuai dengan kepentingan organisasi, maka harus ada sebuah lembaga yang diberi tanggung jawab untuk mengelola. Dalam budaya organisasi, lembaga yang seringkali dipercaya sebagai pengendali informasi ini misalnya Hubungan Masyarakat (Humas) atau Public Relations.Dengan pengelolaan aliran informasi dalam organisasi maka diharapkan berbagai informasi penting dapat segera ditindaklanjuti secara proporsional, dan giliran berikutnya diharapkan dapat  mengoptimalkankinerja organisasi.Kata Kunci: aliran informasi, kinerja
Implementasi Pendekatan Fenomenologis dalam Penelitian Pendidikan Aw, Suranto
EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 3 Volume VI, September 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7002.73 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v6i3.3908

Abstract

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan pada gradasi yang lebih tinggi, maka setiap upaya meningkatkan kualitas pendidikan perlu dilakukan melalui penelitinan. Supaya penelitian dapat memberikan informasi atau temuan yang akurat, maka perlu menggunakan metode penelitian yang tepat. Fenomenologi merupakan salah satu altematif pendekatan untuk diimplementasikan dalam rangka melakukan penelitian dan kajian keilmuan kependidikan. Dalam pandangan fenomenologi, gejala proses pendidikan itu bersifat holistik (menyeluruh, tidak dapat dipisah-pisahkan), sehingga peneliti tidak akan melaksanakan penelitiannya hanya berdasarkan variabel, tetapi keseluruhan geja1a empiris itu meliputi aspek tempat (place), pelaku (actor), dan aktivitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis. Implementasi pendekatan fenomenologis telah menambah variasi metodologi riset untuk memahami persoalan­persoalan pendidikan, sehingga pada akhirnya diperoleh temuan­ temuan aktual guna meningkatkan pembaharuan pelayanan publik termasuk pendidikan.Kata Kunci : Metode Penelitian, Fenomenologis
Kontribusi Evaluasi untuk Efisiensi Pengelolaan Program dan Kebijakan Pendidikan Aw, Suranto
EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 2 Volume VII, Agustus 2007
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7307.847 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v7i2.3923

Abstract

Evaluasi adalah proses untuk menentukan seberapa jauh efisiensi pengelolaan program dan kebijakan pendidikan telah tercapai. Hal ini mengandung maksud bahwa dengan evaluasi, para pengambil kebijakan memperoleh informasi akurat sejauhmana efisiensi tersebut telah tercapai.Dengan informasi tersebut maka program pendidikan itu dapat ditinjau kembali untuk menyusun langkah-langkah dan kegiatan-kegiatan yang lebih efisien. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa evaluasi akan menghasilkan sejumlah informasi. dan berdasarkan lnformasi itu dapat dilakukan pengambilan keputusan secara komprehensif. Kontribusi evaluasi ialah sumbangsih evaluasi melalui temuan­temuan dan rekomendasinya untuk perbaikan program dan kebijakan pendidikan.Kata kunci: Kontribusi, Evaluasi, Efisiensi.
IMPLEMENTASI TEORI KOMUNIKASI SOSIAL BUDAYA DALAM PEMBANGUNAN INTEGRASI BANGSA Aw, Suranto
INFORMASI Vol 45, No 1 (2015): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.142 KB)

Abstract

AbstractDevelopment is a process that is carried out continuously in a region over time. Development leads the improvement of the lives and well-being, both in terms of material and nonmaterial. To Indonesia, the development process is a planned activity to achieve national goals as mandated in the 1945 Constitution, which among others, to promote the general welfare, united, sovereign, fair, and prosperous. Indicators of well-being are not just limited to the economic aspect and materialistic, but also concerning aspects of harmony, unity, and integration of national life in dignity characterized by solidarity excellence. So that it is needed to consider the implementation of the theories of social and cultural communication in the development process.AbstrakPembangunan adalah suatu proses yang dilakukan secara terus menerus pada suatu wilayah dari waktu ke waktu. Pembangunan bermuara para peningkatan kehidupan dan kesejahteraan, baik dari sisi material maupun nonmaterial. Bagi Bangsa Indonesia, proses pembangunan adalah aktivitas terencana untuk mencapai tujuan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu antara lain untuk memajukan kesejahteraan umum, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Indikator kesejahteraan tidak hanya terbatas pada aspek ekonomis dan materialistis, melainkan juga menyangkut aspek keharmonisan, kebersamaan, dan integrasi hidup berbangsa secara bermartabat yang ditandai oleh adanya solidaritas yang prima. Berkenaan dengan itu, perlu dipertimbangkan implementasi teori-teori komunikasi sosial budaya dalam proses pembangunan.Keywords: Socio-Cultural Communication, Growth, Integration
PEMETAAN KOMPETENSI, TUGAS, DAN PEKERJAAN SEKRETARIS DI DUNIA KERJA Aw, Suranto; Rosidah, Rosidah; Kumoro, Joko
EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi Vol. XIII No. 1 Februari 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.521 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v13i1.7858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai: (1) kompetensi kerja; (2) bidang tugas; dan (3) jenis-jenis pekerjaan profesi sekretaris di dunia kerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, memfokuskan pada usaha melacak informasi dari para praktisi administrasi perkantoran atau sekretaris, dan memetakan hasil pelacakan tersebut secara sistematis. Subjek penelitian ini adalah praktisi sekretaris di berbagai instansi pemerintah maupun swasta. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data secara deskriptif dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi dan histogram, serta dilengkapi penjelasan secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat tiga kategori kompetensi sekretaris yaitu: kompetensi umum, kompetensi inti, dan kompetensi khusus (tambahan); (2) Bidang tugas sekretaris mencakup: komunikasi, administrasi perkantoran, mengelola keuangan, dan legal (hukum); dan (3) Jenis-jenis pekerjaan yang secara rutin dikerjakan seorang sekretaris mencakup: bertelepon, berkomunikasi secara interpersonal, menggunakan media komunikasi, menerima tamu, mengelola keluhan pelanggan, mengoperasikan komputer, mengatur otomatisasi pekerjaan kantor, mencari informasi lewat internet, mengurus surat, mengelola arsip, mengatur perjalanan dinan pimpinan, mengatur penggunaan perlengkapan kantor, mengatur pertemuan/rapat, membuat laporan, mengelola kas kecil, dan mengurus pekerjaan di bidang legal (hukum). Kata kunci: Pemetaan, Tugas, Pekerjaan, Sekretaris
Agama dan Media Diskursus LGBT dalam Opini SKH Republika Aw, Suranto; S, Dyna Herlina; Setiawan, Benni
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 9 No 2, September 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v9i2.4294

Abstract

SKH Republika menurunkan banyak tulisan mengenai isu lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) selama kurun waktu 24 Januari ? 31 Maret 2016. Pertanyaan penelitian yang diajukan : (1) bagaimana representasi ideologi dan (2) seksualitas dalam pemberitaan SKH Republika?Metode Penelitian yang dipilih adalah analisis wacana Van Dijk dengan pendekatan intensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum SKH Republika menawarkan wacana anti LGBT melalui pemilihan narasumber dan pendapat mereka yang dikutip. Representasi ideologi yang ditampilkan bahwa LGBT bersandar pada ideologi liberalisme dan universalisme yang bertentangan dengan nilai, norma, dan hukum nasional Indonesia. Sedangkan wacana seksualitas direpresentasikan melalui kuasa pengetahuan bersumber dari psikolog islam dan institusi otoritatif yaitu agama, negara dan pendidikan. Semua narasumber islam di tiga institusi tersebut menolak LGBT sedangkan narasumber negara non-islam bersifat moderat dengan membatasi penampilan mereka di ruang publik, selanjutnya peneliti sekuler menerima praktik LGBT sebagai salah satu jalan masuk membentuk pengetahuan dan kesetaraan hukum.Kata kunci :?Republika, wacana, LGBT, kuasa, seksualitas, pengetahuanThe Republika Daily published abundant articles about lesbian, gay, bisexual and transgender (LGBT) during the period January 24 to March 31, 2016. The research question: (1) how do the representation of ideology and (2) sexuality in the news SKH Republika? The Van Dijk?s discourse analysis with intentional approach was employed. In general The Republika Daily offers anti-LGBT discourse through the selection of speakers and their opinions are cited. According to The Republika Daily, ideology representation that is based on liberalism and universalism is against values, norms, and Indonesian national law. While the discourse of sexuality is represented by the power of knowledge comes from psychologists Islam and authoritative institution that is religion, state and education. All sources of Islam in the three institutions while the informant refused LGBT non-Islamic countries are moderate by limiting their appearance in the public space, the next secular researchers accept LGBT practices as one way in shaping the knowledge and legal equality.?Keywords: Republika, discourse, LGBT, power, sexuality, knowledge?
FAMILY’S COMMUNICATION PATTERN IN PREVENTING STUDENTS’ VIOLENCE IN YOGYAKARTA Hastasari, Chatia; Aw, Suranto; Hajaroh, Mami
INFORMASI Vol 48, No 2 (2018): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.602 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v48i2.22389

Abstract

This investigates the family’s communication pattern to avoid senior high school student violence in Yogyakarta. This study employs a qualitative method taking a sample of ten people consist of students’ parents (SMAN 6 Yogyakarta, SMAN 8 Yogyakarta, SMAN 9 Yogyakarta, SMA Bopkri 2 Yogyakarta, SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta, and SMA Tamansiswa Yogyakarta); teachers and society figure. The results are (1) Communication pattern which is used effectively to avoid students’ violence is one way communication. In this situation parents can give advice and become a role model for their children; and (2) Communication patterns which are used innefectively to avoid students’ violence are interaction and transaction communication. It is because parents’ knowledge about the importance of interaction communication in character education is very low and the transaction communication among parents-children-third party tends to not intensive.POLA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MENCEGAH KENAKALAN PELAJAR SMA DI KOTA YOGYAKARTATujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi keluarga dalam mencegah kenakalan pelajar SMA di Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan menggunakan 10 narasumber yang mencakup wali siswa (SMAN 6 Yogyakarta, SMAN 8 Yogyakarta, SMAN 9 Yogyakarta, SMA Bopkri 2 Yogyakarta, SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta, dan SMA Tamansiswa Yogyakarta); wali kelas dan tokoh masyarakat. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disebutkan bahwa (1) Pola komunikasi keluarga yang digunakan secara efektif sebagai upaya untuk mencegah kenakalan pelajar dalam penelitian ini adalah komunikasi sebagai aksi atau komunikasi satu arah dimana orang tua memberikan nasihat atau memberikan contoh secara langsung melalui perbuatan; dan (2) Pola komunikasi keluarga yang masih belum dapat dilakukan secara efektif untuk mencegah kenakalan pelajar adalah komunikasi sebagai interaksi dan komunikasi banyak arah. Hal ini disebabkan karena minimnya pengetahuan orang tua mengenai pentingnya komunikasi dua arah dalam proses penanaman pendidikan karakter seorang anak dan juga karena komunikasi banyak arah yang terjalin antara orang tua-anak-pihak ketiga cenderung tidak intens.