Articles

Found 24 Documents
Search

Manajemen Kendaraan Ground Handling di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda Hestuningrum, Hendra Annisa Putri Lintang; Ahyudanari, Ervina
WARTA ARDHIA Vol 44, No 2 (2018)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v44i2.333.99-106

Abstract

Ground handling melayani bagasi, penumpang, dan pelayanan pesawat saat didarat seperti pembersihan, bahan bakar, chatering, menarik pesawat hingga apron dan lain lain. Pelayanan pesawat tersebut dinamakan ground support equipment (GSE). GSE ini memiliki banyak persyaratan mengenai waktu dan kecepatan saat kendaraan tersebut berada di apron. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah ketersediaan ground support equipment cukup untuk kondisi eksisting. Dalam mencapai tujuan dari penelitian, dilakukan pengumpulan data sekunder yaitu waktu blok on dan blok off, penggunaan gate dan waktu estimasi pelayanan kandaraan ground handling setiap tipe pesawat. Dari data tersebut diperkirakan waktu yang diperlukan untuk melayani masing – masing tipe pesawat. Waktu ini merupakan waktu yang diperlukan untuk beroperasi dari masing – masing kendaraan ground handling. Data peak hour digunakan untuk mengukur kinerja dari kendaraan ground handling. Hasil dari waktu pelayanan kendaraan ground handling ini digunakan untuk memperhitungkan kebutuhan jumlah kendaraan ground handling untuk kondisi saat ini. Hasil penelitian ini menunjukkan kebutuhan kendaraan ground handling di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda. Kendaraan Catering 5 kendaraan, ground power unit 10 kendaraan, fuel truck 6 kendaraan, lavatory service 5 kendaraan, baggage carts loading/unloading 5 kendaran, belt loader 9 kendaraan, dan passangers boarding stairs 2 kendaraan.
Evaluasi Kekuatan Perkerasan Sisi Udara (Runway,Taxiway,Apron) Bandara Juanda Dengan Metode Perbandingan ACN-PCN Seno, R. Haryo Triharso; Ahyudanari, Ervina
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.696 KB)

Abstract

Fasilitas sisi udara merupakan fasilitas pergerakan pesawat. Fasilitas ini harus memenuhi kekuatan struktur untuk melayani pergerakan pesawat-pesawat yang beroperasi sesuai dengan perencanaan. Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk menganalisis apakah perkerasan fasilitas sisi udara di Bandar Udara Juanda saat ini sudah memenuhi batas PCN yang dipersyaratkan atau belum. Analisis dilakukan dengan cara mengevaluasi kekuatan perkerasan runway, taxiway, dan apron eksisting menggunakan metode perbandingan PCN–ACN yang didapat dari pabrik pembuat pesawat, perhitungan dengan software COMFAA dan perhitungan dari Canadian Department of Transportation. Data yang digunakan adalah data pergerakan pesawat termasuk jumlah pergerakan tahunan dan tipe pesawat. Data kekuatan perkerasan sisi udara diperlukan untuk proses analisis. Hasil dari evaluasi menunjukkan B773 memiliki nilai ACN yang melebihi nilai PCN sebesar 50% untuk apron dan 25% untuk runway/taxiway. Besar kelebihan nilai ACN ini tidak mempengaruhi kekuatan struktural karena frekuensi pergerakan yang hanya 45 pergerakan per tahun. Dampak lain adalah pada fungsional perkerasan yang menunjukkan berkurangnya kekesatan runway dari hasil sand patch test.
Evaluasi Kesesuaian Jadwal Pemeliharaan Runway dengan Pertumbuhan Pergerakan Pesawat di Bandar Udara Juanda Kristiawan, Freedy; Ahyudanari, Ervina; Istiar, Istiar
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.689 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26130

Abstract

Bandar udara Juanda menempati urutan kedua sebagai bandar udara tersibuk di Indonesia dengan data statistic jumlah penumpang yang mampu ditampung adalah 18 juta penumpang pada tahun 2015. Berdasarkan data kondisi saat ini dari PT Angkasa Pura I, pertumbuhan jumlah penumpang di bandar udara (bandara) Juanda pada triwulan I 2016 tercatat lebih besar 23.4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini mengakibatkan kerusakan yang terjadi pada runway semakin sering terjadi. Kerusakan yang terjadi biasanya hanya bersifat fungsional sehingga perbaikan yang dilakukan cukup dengan dilakukan pelapisan ulang (overlay) dan pemeliharaan lainnya. Permasalahan utama yang terjadi yaitu kesesuaian jadwal pemeliharaan dan pelapisan ulang terhadap pertumbuhan pergerakan pesawat.Pada studi ini dilakukan evaluasi kesesuaian antara jadwal pemeliharaan dengan pertumbuhan pergerakan pesawat. Tahap evaluasi dimulai dengan penyesuaian pola pertumbuhan pergerakan pesawat dengan kondisi perkerasan runway. Selanjutnya dilakukan jadwal pemeliharaan sesuai pola yang diterapkan oleh pihak bandara Juanda. Di samping itu, dilakukan perencanaan kebutuhan tebal pelapisan ulang yang dibutuhkan runway agar dapat melayani pertumbuhan pergerakan pesawat yang terjadi. Dalam evaluasi ini juga dibahas tentang pemeliharaan runway terhadap kontaminasi rubber deposit serta kesesuaian jadwal pemeliharaannya.Evaluasi dalam studi ini memberikan hasil untuk pertumbuhan pergerakan pesawat rata-rata total dalam 8 tahun terakhir (2009-2016) adalah 6.93%, 7.33% untuk penerbangan domestik dan 4.14% untuk penerbangan internasional. Peratingan kondisi perkerasan runway berdasarkan pengecekan visual maka dikategorikan rating 3 (fair) dimana dalam rating ini diperlukan tindakan pemeliharaan berupa overlay. Pemeliharaan kerusakan-kerusakan kecil masih mempertahankan pemeliharaan langsung seperti yang dilakukan pihak bandara Juanda.Adapun untuk kegiatan overlay yaitu dilakukan perataan dengan ketebalan menyesuaikan dengan tebal perkerasan tertinggi sebesar 1299 mm terhadap semua segmen. Untuk mencapai usia perencanaan hingga 20 tahun, perlu dilakukan pemeliharaan setiap 5 tahun dan pengawalan intensif agar usia pemeliharaan minimum dan usia rencana maksimum dapat terlaksana dengan baik. 
Evaluasi Kinerja Gate Assignment pada Terminal 1 Keberangkatan Domestik Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya Rahayu, Hersanti; Ahyudanari, Ervina
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gate sebagai pintu yang digunakan untuk proses pergerakan penumpang keluar dari ruang tunggu di terminal menuju ke bis ataupun langsung menuju ke pesawat memiliki pengaruh yang besar terhadap proses pemindahan penumpang dari terminal menuju ke sisi udara bandara. Untuk itu, pengaturan gate (gate assignment) sangat penting untuk mengoptimalkan waktu pemakaian gate yang dibutuhkan sejak pesawat mendarat hingga clearing aircraft untuk keberangkatan pesawat berikutnya. Beberapa kasus keterlambatan penerbangan yang terjadi juga bisa jadi disebabkan oleh gate assignment yang kurang optimal, sehingga pesawat harus mengantri untuk lepas landas atau untuk parkir di apron setelah mendarat. Untuk mengetahui apakah pengaturan penggunaan gate mempengaruhi keterlambatan yang terjadi saat ini, dilakukan studi untuk mengevaluasi kinerja gate assignment di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda. Evaluasi dilakukan dengan cara pengumpulan data penggunaan gate, lama waktu penggunaan gate, pemetaan dan analisis perbandingan waktu aktual dan yang tertulis pada jadwal penerbangan. Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa dari 111 turnaround flight hanya sekitar 28% diantaranya yang dapat melakukan pelayanan ground handling secara on time. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jumlah gate yang ada saat ini yaitu 12 gate belum memenuhi kebutuhan pergerakan pesawat yang beroperasi terutama pada peak hour.
Simulasi Perencanaan Ruang Henti Khusus Pada Simpang Bersinyal Jalan Dr.Ir.H. Soekarno-Jalan Kertajaya Indah Surabaya Ditinjau Dari Nilai Tundaan Putra, Youngky Riantara; Ahyudanari, Ervina
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.57 KB)

Abstract

Abstrak - Salah satu upaya yang telah dikaji dalammengatasi masalah kemacetan di kota-kota besar di Indonesia adalah dengan penerapan Ruang Henti Khusus (RHK) untuk sepeda motor pada persimpangan bersinyal. Surabaya merupakan kota kedua terbesar di Indonesia yang sering mengalami kemacetan terutama pada persimpangan bersinyal. Oleh karena itu perlu dicari kinerja dari persimpangan bersinyal pada lokasi studi yang ditentukan baik sebelum maupun sesudah diterapkan RHK. Tugas Akhir ini melakukan analisis kinerja RHK pada simpang bersinyal Jalan Dr. Ir. H. Soekarno – Jalan Kertajaya Indah ditinjau dari nilai tundaan. Adapun metode yang digunakan menggunakan proses simulasi yang terdiri dari simulasi kedatangan, simulasi antrian, dan simulasi pelepasan. Parameter yang digunakan menggunakan acuan waktu, dimana hasil dari sebelum dan sesudah diterapkan RHK dibandingkan dengan pola grafik yang mengacu pada nilai durasi lepas dan durasi tunggu. Makin besar nilai dua durasi tersebut maka makin besar nilai tundaan yang terjadi pada antrian kendaraan. Hasil yang diperoleh untuk dimensi dan tipe RHK yang diterapkan pada lokasi studi adalah RHK tipe kotak dengan panjang 12 meter. Hasil kinerja yang diperoleh muncul tiga kondisi yang mana kondisi ini menggambarkan pola grafik yang berbeda tergantung dari perubahan komposisi antrian akibat adanya penerapan RHK. Simulasi Perencanaan Ruang Henti Khusus Pada Simpang Bersinyal Jalan Dr.Ir.H. Soekarno-Jalan Kertajaya Indah Surabaya Ditinjau Dari Nilai Tundaan Youngky Riantara Putra danErvina Ahyudanari Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia e-mail: ervina@ce.its.ac.id   Abstrak-Salah satu upaya yang telah dikaji dalammengatasi masalah kemacetan di kota-kota besar di Indonesia adalah dengan penerapan Ruang Henti Khusus (RHK) untuk sepeda motor pada persimpangan bersinyal. Surabaya merupakan kota kedua terbesar di Indonesia yang sering mengalami kemacetan terutama pada persimpangan bersinyal. Oleh karena itu perlu dicari kinerja dari persimpangan bersinyal pada lokasi studi yang ditentukan baik sebelum maupun sesudah diterapkan RHK. Tugas Akhir ini melakukan analisis kinerja RHK pada simpang bersinyal Jalan Dr. Ir. H. Soekarno – Jalan Kertajaya Indah ditinjau dari nilai tundaan. Adapun metode yang digunakan menggunakan proses simulasi yang terdiri dari simulasi kedatangan, simulasi antrian, dan simulasi pelepasan. Parameter yang digunakan menggunakan acuan waktu, dimana hasil dari sebelum dan sesudah diterapkan RHK dibandingkan dengan pola grafik yang mengacu pada nilai durasi lepas dan durasi tunggu. Makin besar nilai dua durasi tersebut maka makin besar nilai tundaan yang terjadi pada antrian kendaraan. Hasil yang diperoleh untuk dimensi dan tipe RHK yang diterapkan pada lokasi studi adalah RHK tipe kotak dengan panjang 12 meter. Hasil kinerja yang diperoleh muncul tiga kondisi yang mana kondisi ini menggambarkan pola grafik yang berbeda tergantung dari perubahan komposisi antrian akibat adanya penerapan RHK.
Analisis Perbandingan Material Slab Beton Pada Perkerasan Apron Dengan Menggunakan Program Bantu Elemen Hingga Warsito, Hendrawan Setyo; Ahyudanari, Ervina; Ekaputri, Januarti Jaya
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.973 KB)

Abstract

Kekuatan slab beton sangat dipengaruhi oleh jenis material yang dipakai. Jenis material yang dimaksud adalah material beton dengan menggunakan PC (Portland Cement) dan penggunaan geopolimer dalam komposisi campuran slab beton. Beton geopolimer merupakan beton yang ramah lingkungan. Permasalahan lain yang timbul adalah letak roda pesawat tidak selalu berada pada titik yang sama disuatu permukaan slab beton apron. Pada tugas akhir ini dimaksudkan untuk menganalisis suatu slab beton yang dibebani roda pesawat dengan campuran variasi material beton dan variasi letak roda pesawat pada slab beton dengan program bantu metode elemen hingga. Dengan data pergerakan pesawat, spesifikasi apron bandara Juanda kondisi eksisting. Dilakukan perhitungan tebal slab beton menggunakan software FAARFIELD dan diperoleh tebal slab beton sebesar 442,5 mm. Dari analisis program bantu elemen hingga dapat diperoleh tegangan pada slab beton yang ditimbulkan oleh pembebanan roda pesawat. Hasil validasi dari analisis tegangan menggunakan program bantu elemen hingga dengan analisis Westergaard yaitu memiliki nilai tegangan yang hampir sama pada ketebalan slab beton 450mm. Nilai tegangan tiap-tiap material beton menunjukan nilai tebal slab beton yang diijinkan untuk tipe pesawat tertentu. Dari analisis menggunakan program bantu elemen hingga tebal slab beton yang diijinkan untuk material slab beton PC yaitu sebesar 425mm. Sedangkan untuk material beton geopolimer yaitu sebesar  415 mm.
Analisis Pengaruh Pergeseran Runway Holding Position terhadap Runway Occupancy Time dan Runway Capacity (Studi Kasus: Bandar Udara Internasional Juanda) setyarini, cahyaning; Ahyudanari, Ervina
WARTA ARDHIA Vol 43, No 2 (2017)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v43i2.311.105-116

Abstract

The number of passengers, cargo and aircraft movements at Juanda International Airport has increased over the past 5 years with the average of passenger growth 7.7% per year, 2.3% of cargo and 6.3% per year for aircraft movements. With this increase the airport operator is required to increase the capacity of the airport from both side of landside and air side. Capacity is an important parameter of an airports performance. Juanda International Airport has single runway with a capacity of 33 aircraft/hour (Airnav Indonesia, 2015). The defect of taxiway surface prompted the airport management to displace the runway holding position on the taxiway N1 to the taxiway NP2 with the distance of 275 m from threshold runway 10. This study aims to determine the effect of that displacement to runway occupancy time and runway capacity by using DORATASK Method. The result of study shows that the displacement of runway holding position has effected runway occupancy time. Mean Runway Occupancy Time (MROT) is obtained 105,35 second for runway 10 and 96,65 second for runway 28. From the calcuation obtained that Declared Runway Capacity (DCR) is 30 movement/hour, that is decreasing 3 movement/hour after the displacement. Bandara Internasional Juanda telah mengalami peningkatan jumlah  penumpang,  barang  dan  pergerakan  pesawat selama 5 tahun terakhir dengan rata-rata pertumbuhan untuk penumpang 7,7% per tahun, kargo 2,3% per tahun dan pergerakan pesawat 6,3% per tahun. Dengan adanya peningkatan ini pihak pengelola bandara dituntut untuk mengoptimalkan kapasitas bandara baik dari sisi darat maupun sisi udara. Bandara Juanda memiliki satu runway dengan kapasitas 33 pesawat/jam (Airnav Indonesia, 2015). Kondisi permukaan taxiway N1 yang mengalami kerusakan mendorong pihak pengelola bandara untuk mereposisi runway holding position di taxiway N1 ke taxiway NP2 sejauh 275 m dari threshold runway 10. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pergeseran tersebut terhadap runway occupancy time dan runway capacity dengan menggunakan Metode DORATASK. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pergeseran runway holding position mempengaruhi nilai runway occupancy time. Mean Runway Occupancy Time (MROT) runway 10 didapat 105,35 detik dan 96,65 detik untuk runway 28. Berdasarkan perhitungan diperoleh Declared Runway Capacity (DCR) adalah 30 pergerakan/jam, yang menunjukkan penurunan runway capacity sebesar 3 pergerakan/jam akibat adanya pergeseran runway holding position.
Perencanaan Kebutuhan Jumlah Gate Berdasarkan Jumlah Rute Penerbangan yang Dilayani pada Bandara Internasional New Yogyakart Suharso, Akbar Bayu Kresno; Ahyudanari, Ervina
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.423 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.34829

Abstract

Gate sebagai akses yang digunakan untuk proses perpindahan penumpang dari terminal menuju ke sisi udara bandara. Dalam suatu perencanaan kebutuhan jumlah gate terkadang hanya dipertuntukkan untuk maskapai tertentu terhadap rute. Hal ini mempengaruhi jumlah gate yang tersedia. Penggunaan serta ketersediaan gate harus mencukupi dalam pelayanan penumpang dan pelayanan dari jadwal penerbangan yang tersedia terkait dengan rute penerbangan yang dilayani. Lamanya waktu pemakaian gate ini berbeda beda tergantung dari pelayanan boarding oleh pihak airlines dan penumpang yang akan melakukan penerbangan. Bandara yang akan ditinjau dalam tugas akhir ini adalah bandara baru yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta yang akan diberi nama New Yoyakarta Internasional Airport (NYIA). Bandara NYIA ini diharapkan dapat menggantikan peran Bandara sebelumnya yang terdapat di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu Bandara Internasional Adi Sutjipto yang sudah dikatakan kelebihan kapasitas dengan jumlah penumpang mencapai 4 juta lebih per tahunnya dan tidak dapat dikembangkan lagi karena adanya ketebatasan lahan. Data – data yang akan diperoleh nantinya adalah data jenis pesawat yang beroperasi, data pola pergerakan pesawat, jadwal penerbangan bandara Adisutjipto, dan layout Bandara Internasional New Yogyakarta. selanjutnya dari data – data yang didapat akan dilakukan berbagai analisa yang menghasilkan bahwa tipe pesawat terbesar yang dapat beroperasi pada bandara nyia adalah boeing 747-400. dari hasil perhitungan jangkauan maksimum yang dapat ditempuh sebesar 10551 km.  berdasarkan hasil analisa lainnya, rute yang dapat dilayani bandara nyia ini  sebanyak 37 destinasi yang diantaranya terdapat 23 rute penerbangan domestik dan 14 rute penerbangan internasional. setelah itu dilakukan analisa terhadap jadwal penerbangan dan menghasilkan perencanaan jumlah gate pada bandara nyia sebanyak 14 buah gate dan seluruh gate ini akan dapat melayani hingga 234 penerbangan
Pengaruh Pola Jaringan Penerbangan di Kalimantan Selatan Terhadap Waktu dan Biaya Perjalanan Ulmi, Eriza Islakul; Ahyudanari, Ervina
WARTA ARDHIA Vol 44, No 1 (2018)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v44i1.322.65-80

Abstract

The Effect Of Flight Network Pattern in South Kalimantan on Travel Time And Travel Cost: According to the data of the Statistics Central Agency of South Kalimantan, air transport passengers departing from the airports in South Kalimantan during December 2016 were 163,715 passengers. On the other hand, the number of passengers traveling from Trisakti Banjarmasin Port in December 2016 were 1,833 passengers. These data indicate that air transport is preferable as a mode of transportation in South Kalimantan. The change of airport class according to the Minister of Transportation Regulation No. 69 Year 2013 makes possible changes in travel patterns that is an addition to a new route of TanjungKotabaru which has a distance of 82.2 km with a travel time of 11 minutes and the estimated tariff for this route of Rp. 863.900. Menurut data Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan, jumlahpenumpang angkutan udara yang berangkat melalui bandara di Kalimantan Selatan selama bulan Desember 2016 sebanyak 163.715 orang. Sedangkan jumlah penumpang angkutan laut yang berangkat melalui pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada bulan Desember 2016 sebanyak 1.833 orang. Dari data tersebut dapat diindikasi bahwa penduduk Kalimantan Selatan lebih banyak menggunakan pesawat sebagai moda transportasi. Perubahan kelas bandara menurut Peraturan Menteri Perhubungan No. 69 Tahun 2013 menyebabkan terjadinya perubahan pola perjalanan yaitu penambahan rute baru TanjungKotabaru yang memiliki jarak 82,2 km dengan waktu tempuh 11 menit dan perkiraan tarif untuk rute ini sebesar Rp. 863.900.
ANALISIS DAMPAK DELAY YANG TERJADI PADA RUNWAY, APRON DAN RUANG UDARA TERHADAP OPERASIONAL PESAWAT (STUDI KASUS: BANDARA INTERNASIONAL JUANDA) Fatchiyah, Laila; Ahyudanari, Ervina
Journal of Civil Engineering Vol 32, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.257 KB) | DOI: 10.12962/j20861206.v32i2.4549

Abstract

The Air transport demand still increasing continuously both of number passengers, cargo and aircraft movements will have a direct impact on the capacity of the airport. Juanda International Airport has one runway that serves about 35-40 aircraft per hour. The number of aircraft movements cause the problem of delay and wasting fuel. Delay can reduced the productivity airport services and airlines. This goal of this paper is to analyze the airport capacity, delay and effect of delay on the aircrafts fuel consumption. Calculations using simulation software arena with arrivals and departure modelling. The results showed that in the calculation of the existing runway capacity as much as 44 scheduled aircraft movements during peak hours there are only 33 aircraft for 1 hour with an average delay of 29 minutes. Simulations using the software arena, delay for arrival varied between 0.6 minutes to 4.2 minutes and delay for departure varied between 0.8 minutes to 19 minutes. Aircraft fuel consumption A320 for the queue 1 to 4 of aircraft varied between 67.56 lb to 270.26 lb. While fuel consumption B737-500 for the queue 1 to 4 of aircraft varied between 131.31 lb to 525.26 lb