Adi Gunawan Muhammad
Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir – BATAN

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

IDENTIFIKASI DAN ESTIMASI KADAR MINERALISASI URANIUM SECARA KUANTITATIF BERDASARKAN LOG GROSS-COUNT GAMMARAY DI SEKTOR LEMAJUNG, KALIMANTAN BARAT Muhammad, Adi Gunawan
Eksplorium Buletin Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir Vol 35, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.551 KB)

Abstract

Sektor Lemajung, merupakan salah satu sektorpotensial uranium di daerah Kalan, Kalimantan Barat. Mineralisasi uranium dijumpai pada batuan metalanau dan metapelit sekistosan, dengan arah umum mineralisasi timur-barat miring ± 70⁰ ke utara sejajar dengan arah foliasinya (S1).Pemboran evaluasi telah dilaksanakan pada tahun 2013 di R-05 (LEML-40), dengan total kedalaman 300 meterdan telah dilakukan logging dengan menggunakan gross-count gamma ray pada lubang bor tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah menentukan kadar mineralisasi uranium dalam batuan secara kuantitatifdan mengetahui kondisi geologi di daerah sekitar pemboran. Metodologi penelitian meliputi penentuan nilai k-faktor, pemetaan geologi di sekitar lubang bor, penentuan ketebalan dan estimasi kadar mineralisasi uranium dengan gross-count gamma ray.Hasil estimasi kadar uranium dengan menggunakan loggross-count gamma ray dapat diketahui bahwa kadar eU3O8pada lubang bor R-05 (LEML-40) tertinggi mencapai 0,7493 ≈ 6354 ppm eU dijumpai pada interval kedalaman 30,10 – 34,96 m. Mineralisasiuranium hadir sebagai isian fraktur (urat) atau sebagai isian matrik breksi tektonik pada metalanau dengan ketebalan 0,1 – 2,4 m berasosiasi dengan sulfida (pirit) dan dicirikan dengan rasio U/Th yang tinggi. Kata kunci: identifikasi,estimasi, kadar mineralisasi U, log gross-count gamma ray
IDENTIFIKASI DAN ESTIMASI KADAR MINERALISASI URANIUM SECARA KUANTITATIF BERDASARKAN LOG GROSS-COUNT GAMMARAY DI SEKTOR LEMAJUNG, KALIMANTAN BARAT Muhammad, Adi Gunawan
Eksplorium Buletin Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir Vol 35, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor Lemajung, merupakan salah satu sektorpotensial uranium di daerah Kalan, Kalimantan Barat. Mineralisasi uranium dijumpai pada batuan metalanau dan metapelit sekistosan, dengan arah umum mineralisasi timur-barat miring ± 70⁰ ke utara sejajar dengan arah foliasinya (S1).Pemboran evaluasi telah dilaksanakan pada tahun 2013 di R-05 (LEML-40), dengan total kedalaman 300 meterdan telah dilakukan logging dengan menggunakan gross-count gamma ray pada lubang bor tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah menentukan kadar mineralisasi uranium dalam batuan secara kuantitatifdan mengetahui kondisi geologi di daerah sekitar pemboran. Metodologi penelitian meliputi penentuan nilai k-faktor, pemetaan geologi di sekitar lubang bor, penentuan ketebalan dan estimasi kadar mineralisasi uranium dengan gross-count gamma ray.Hasil estimasi kadar uranium dengan menggunakan loggross-count gamma ray dapat diketahui bahwa kadar eU3O8pada lubang bor R-05 (LEML-40) tertinggi mencapai 0,7493 ≈ 6354 ppm eU dijumpai pada interval kedalaman 30,10 – 34,96 m. Mineralisasiuranium hadir sebagai isian fraktur (urat) atau sebagai isian matrik breksi tektonik pada metalanau dengan ketebalan 0,1 – 2,4 m berasosiasi dengan sulfida (pirit) dan dicirikan dengan rasio U/Th yang tinggi. Kata kunci: identifikasi,estimasi, kadar mineralisasi U, log gross-count gamma ray
Pemodelan dan Estimasi Sumberdaya Uranium di Sektor Lembah Hitam, Kalan, Kalimantan Barat Muhammad, Adi Gunawan; Soetopo, Bambang
EKSPLORIUM Vol 37, No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1440.124 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2016.37.1.2668

Abstract

Sektor Lembah Hitam merupakan bagian dari Pegunungan Schwaner dan stratigrafi bagian atas Cekungan Kalan. Lapisan pembawa uranium (U) berasosiasi dengan metabatulanau dan metapelit sekistosan berarah N 265° E/60° S. Pemboran evaluasi telah dilakukan dengan jarak 50 m dari titik yang sudah ada (FKL 14 dan FKL 13) untuk mengetahui model dan jumlah sumber daya U berkategori terukur. Untuk mencapai tujuan tersebut beberapa kegiatan perlu dilakukan, yaitu mengkaji hasil penelitian terdahulu, pendataan geologi dan pemineralan U, estimasi kadar secara kuantitatif menggunakan log gross-count gamma ray, pembuatan basis data, pemodelan dan estimasi sumber daya U. Berdasarkan pemodelan sepuluh titik pemboran dan didukung dengan data pengamatan inti pemboran, rata-rata kadar mineralisasi U di sektor Lembah Hitam dapat diketahui. Kadar rata-rata berkisar antara 0,0076 – 0,95 % eU3O8, dengan tebal mineralisasi berkisar antara 0,1 – 4,5 m. Mineralisasi U hadir sebagai isian fraktur (urat) atau kelompok urat dan sebagai isian matrik breksi tektonik, berasosiasi dengan mineral pirit, pirhotit, magnetit, molibdenit, turmalin, dan kuarsa dalam metabatulanau dan metapelit sekistosan. Penghitungan sumber daya U terhadap 26 tubuh bijih dengan radius pencarian 25 m didapatkan tonase bijih sebesar 655,65 ton. Menggunakan cut-off grade 0,01 % eU3O8 dihasilkan bijih sebanyak 546,72 ton dengan rata-rata kadar 0,101 % eU3O8. Sumber daya U dikategorikan sebagai sumber daya terukur berkadar rendah.Lembah Hitam Sector is part of Schwaner Mountains and Kalan Basin upper part stratigraphy. Uranium (U) mineralization layer is associated with metasiltstone and metapelites schistose heading to N 265° E/60° S. Evaluation drilling carried out with a distance of 50 m from an existing point (FKL 14 and FKL 13) to determine the model and the amount of U resources in measured category. To achieve these objectives some activities including reviewing the previous studies, geological and U mineralization data collecting, grades quantitative estimation using log gross-count gamma ray, database and modeling creation and resource estimation of U carried out. Based on modeling on ten drilling data and completed with drilled core observation, the average grade of U mineralization in Lembah Hitam Sector obtained. The average grade is ranging from 0.0076 - 0.95 % eU3O8, with a thickness of mineralization ranging from 0.1 - 4.5 m. Uranium mineralization present as fracture filling (veins) or groups of veins and as matrix filling in tectonic breccia, associated with pyrite, pyrrhotite, magnetite, molybdenite, tourmaline and quartz in metasiltstone and metapelites schistose. Calculation of U resources to 26 ores body using 25 m searching radius resulted in 655.65 tons ores. By using 0.01 % cut-off grade resulted in 546.72 tons ores with an average grade 0.101 % eU3O8. Uranium resource categorized as low-grade measured resources.
Inventarisasi Potensi Sumber Daya Uranium Daerah Kawat, Mahakam Hulu, Kalimantan Timur Tahapan Prospeksi Detil Ngadenin, Ngadenin; Sukadana, I Gde; Muhammad, Adi Gunawan; Suripto, Suripto
EKSPLORIUM Vol 32, No 2 (2011): November 2011
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.052 KB)

Abstract

Hasil prospeksi pendahuluan di Kalimantan Timur menemukan beberapa lokasi anomali radioaktivitas batuan di hulu sungai Mahakam seluas 25 km2 pada batuan gunung api asam. Penelitian ini bertujuan mengetahui tatanan geologi dan karakter mineralisasi uranium secara rinci. Metoda yang digunakan adalah pemetaan geologi, radioaktivitas dan geokimia bersekala 1:10.000. Litologi daerah Kawat tersusun oleh satuan batulempung hitam, satuan batupasir feldspatik, satuan riolit Nyaan, satuan andesit bawah, satuan riolit Kawat, satuan andesit atas, dan satuan batupasir tufan. Sesar yang berkembang adalah sesar geser menganan dan sesar normal. Sesar geser menganan berarah barat-timur dan barat daya-timur laut, sementara sesar normal berarah barat-timur dan barat daya-timur laut. Pada daerah ini terdapat dua kali periode pembentukan uranium, yaitu yang berhubungan dengan terbentuknya riolit Nyaan dan yang berhubungan dengan riolit Kawat. Mineralisasi uranium dikelompokkan menjadi dua yaitu mineralisasi uranium kelompok Nyaan dan mineralisasi uranium kelompok Kawat. Mineralisasi U terbentuk pada tahap proses hidrotermal dan termasuk cebakan U vulkanogenik klas pneumatogenik. Diperoleh dua sektor potensial uranium yaitu sektor Nyaan dengan luas sekitar 6 km2 dan sektor Kawat dengan luas sekitar 10 km2. Result of the general prospecting in East Kalimantan has found several radioactivity outcrop anomalies at upper Mahakam in the acid volcanic rock area which is approximately 25 km2 in wide. The objective of the research is to know detailed geological information and characteristic of uranium mineralization. Method of this research are detailed geological, radiometric and geochemical mapping 1:10.000 on scale. The lithology of Kawat area is composed of seven units of rock. They are black clay unit, feldspatic sandstone unit, Nyaan rhyolite unit, lower andesite unit, Kawat rhyolite unit, upper andesite unit and tuffaceous sandstone unit. Evolving fault is dextral fault and normal fault. The trending of dextral fault is west-east and southwest-northeast, meanwhile the trending of normal faults is west-east and southwest - northeast. There are two period of uranium mineralization occurrences in the area, the first is connected with the eruption of Nyaan rhyolite magma and the second is connected with the eruption of Kawat rhyolite magma. Uranium mineralization occurred in the stage of hydrothermal process and including in the pneumatogenic class of volcanogenic uranium deposits. This investigation has yielded two sites of potential uranium sector are the Nyaan sector with an area of about 6 km2 and Kawat sector with an area of about 10 km2.
Interpretasi Lingkungan Pengendapan Formasi Batuan Menggunakan Analisis Elektrofasies di Lokasi Tapak Puspiptek Serpong Syaeful, Heri; Muhammad, Adi Gunawan
EKSPLORIUM Vol 38, No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1296.84 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2017.38.1.3538

Abstract

ABSTRAKKegiatan karakterisasi material bawah permukaan penyusun pondasi tapak merupakan bagian dari studi tapak instalasi nuklir. Karakterisasi dilakukan dengan berbagai metode, diantaranya pemahaman tentang sistem pengendapan formasi batuan. Sebagai bagian dari metode interpretasi lingkungan pengendapan, analisis pemodelan fasies berdasarkan elektrofasies memberikan informasi yang cepat mengenai sistem pengendapan suatu formasi batuan. Metodologi yang digunakan adalah dengan interpretrasi log sinar gamma (log GR) menggunakan korelasi relatif antara variasi bentuk log dan fasies sedimentasi. Berdasarkan analisis diketahui Formasi Bojongmanik terbentuk pada lingkungan marine-lagoonal dengan pengaruh gelombang sangat rendah. Log GR yang menunjukan bentuk funnel, bergerigi dan simetris, mengindikasikan fasies shoreface, lagoon, dan tidal point bar. Arah sedimentasi, cekungan, dan suplai pada pengendapan sedimen Formasi Bojongmanik diinterpretasikan relatif ke utara. Formasi Serpong diendapkan pada sistem sungai bermeander dan tersusun atas endapan point bar, crevasse splay dan floodplain. Hasil analisis ini diharapkan dapat menjadi panduan dalam analisis lanjutan terkait karakterisasi material pondasi. ABSTRACTThe activity of subsurface material composing site foundation characterization is part of nuclear installation siting study. Characterization conducted by several methods, such as understanding the depositional environment of rock formations. As a segment of depositional environment interpretation method, facies model analysis based on electrofacies provides quicker information on depositional system of rock formation. Methodology applied is gamma ray log (log GR) interpretation using relative correlation between log shape variation and sedimentation facies. Based on the analysis, Bojongmanik Formation was deposited on marine-lagoonal environment with very low wave influence. Log GR that shows shape of funnel, serrated, and symmetry, indicate shoreface, lagoon, and tidal point bar facies. The direction of sedimentation, basin, and supply of Bojongmanik Formation interpreted relatively to the north. Serpong Formation deposited on meandering river system, and composed of point bar deposit, crevasse splay, and floodplain deposit. The result of analysis is expected to be guidance in further analysis related to the characterization of foundation materials.
Identifikasi dan Estimasi Kadar Mineralisasi Uranium Secara Kuantitatif Berdasarkan Log Gross-Count Gamma Ray di Sektor Lemajung, Kalimantan Barat Muhammad, Adi Gunawan
EKSPLORIUM Vol 35, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1141.412 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2014.35.2.2756

Abstract

Sektor Lemajung, merupakan salah satu sektorpotensial uranium di daerah Kalan, Kalimantan Barat. Mineralisasi uranium dijumpai pada batuan metalanau dan metapelit sekistosan, dengan arah umum mineralisasi timur-barat miring ± 70⁰ ke utara sejajar dengan arah foliasinya (S1). Pemboran evaluasi telah dilaksanakan pada tahun 2013 di R-05 (LEML-40), dengan total kedalaman 300 meter dan telah dilakukan logging dengan menggunakan gross-count gamma ray pada lubang bor tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah menentukan kadar mineralisasi uranium dalam batuan secara kuantitatif dan mengetahui kondisi geologi di daerah sekitar pemboran. Metodologi penelitian meliputi penentuan nilai k-faktor, pemetaan geologi di sekitar lubang bor, penentuan ketebalan dan estimasi kadar mineralisasi uranium dengan gross-count gamma ray. Hasil estimasi kadar uranium dengan menggunakan log gross-count gamma ray dapat diketahui bahwa kadar eU3O8 pada lubang bor R-05 (LEML-40) tertinggi mencapai 0,7493≈6354 ppm eU dijumpai pada interval kedalaman 30,10–34,96 m. Mineralisasi uranium hadir sebagai isian fraktur (urat) atau sebagai isian matrik breksi tektonik pada metalanau dengan ketebalan 0,1–2,4 m berasosiasi dengan sulfida (pirit) dan dicirikan dengan rasio U/Th yang tinggi.  Lemajung sector, is one of uranium potential sector in Kalan Area, West Kalimantan. Uranium mineralization is found in metasiltstone and schistose metapelite rock with general direction of mineralization east-west tilted ± 70⁰ to the north parallel with schistocity pattern (S1). Drilling evaluation has been implemented in 2013 in Lemajung sector at R-05 (LEML-40) with total depth of 300 meters and has been completly with well-logging by  gross-count gamma ray. The purpose of this activity is to determine uranium mineralization grade with quantitatively methode  in the rocks and also determine the geological conditions in sorounding of drilling area. The methodology  involves determining the value of k-factor, geological mapping for the sorounding of drill hole, determination of the thickness and grade estimation of uranium mineralization with gross-count gamma ray. Quantitatively from grade estimation of uranium using gross-count gamma ray log can be known that the highest % eU3O8 in the hole R-05 (LEML-40) reaches 0.7493≈6354  ppm eU found at depth interval from 30.1 to 34.96 m. Uranium  mineralization is present as fracture filling (vein) or tectonic breccia matrix filling in metasiltstone with thickness from 0.10 to 2.40 m associated with sulphide (pyrite) and characterized by high ratio of U/Th.
Pola Tahanan Jenis dan Konduktivitas Batuan Mengandung Mineral Radioaktif di Botteng dan Takandeang, Mamuju, Sulawesi Barat Muhammad, Adi Gunawan; Indrastomo, Frederikus Dian; Sukadana, I Gde
EKSPLORIUM Vol 38, No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.721 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2017.38.1.3540

Abstract

AbstrakKegiatan penyelidikan umum mineral radioaktif di daerah Mamuju, Sulawesi Barat merupakan tindak lanjut dari hasil pengukuran radioaktivitas lingkungan yang menunjukkan adanya nilai radioaktivitas tinggi. Kandungan mineral radioaktif yang cukup tinggi ditemukan antara lain di Desa Botteng dan Desa Takandeang yang tersusun oleh batuan berkomposisi leusit-basal tetapi karakteristik bawah permukaan daerah ini belum diketahui. Untuk mengetahui karakteristik geologi bawah permukaan, terkait dengan mineralisasi Uranium dan Thorium di daerah Botteng dan Takandeang, pengukuran geofisika menggunakan metode tahanan jenis dan polarisasi terimbas (Induced Polarization/IP) dilakukan. Pengukuran tersebut dilakukan menggunakan konfigurasi Wenner dan dipole-dipole, dimulai dengan pembuatan enam jalur pengukuran, masing-masing tiga jalur: GF/BTGY-01, GF/BTGK-02, dan GF/BTGK-04 di Botteng, dan tiga jalur lainnya: GF/TKDK-01, GF/TKDK-07, dan GF/TKDY-06 di Takandeang. Pengukuran dilakukan dengan memotong arah kemenerusan anomali radiometri permukaan. Hasil pengukuran menunjukkan keterdapatan anomali berada pada sebaran batuan autobreksia yang terlihat jelas di lokasi GF/TKDY-6, GF/TKDK-07, dan GF/BTGK-04. Beberapa indikasi mineralisasi di permukaan teridentifikasi di penampang GF/BTGK-02 dan GF/TKDK-01, dicirikan dengan anomali-anomali chargeabilitas >25,14 ms di lintasan GF/BTGK-02 dan 81,4 ms di GF/TKDK-01. Anomali yang signifikan direkomendasikan sebagai lokasi pemboran. AbstractThe general investigation activities of radioactive minerals in Mamuju Area, West Sulawesi is a respon of the environmental radioactivity measurement result, which shows the existence of high radioactivity value. High radioactive mineral content found in Botteng and Takandeang Villages. From the outcrops, they composed of leucite-basalt rocks; meanwhile the subsurface characteristics of this area are unknown. To characterize the subsurface geology, related to uranium and thorium mineralization in Botteng and Takandeang area, geophysical measurement conducted using resistivity and Induced Polarization (IP) methods. The measurements carried out using Wenner and dipole-dipole configurations. The measurements started with the creation of six measurement paths where three lines: GF/BTGY-01, GF/BTGK-02, and GF/BTGK-04 are in Botteng and three other lines: GF/TKDK-01, GF/TKDK-07 and, GF/TKDY-06 are in Takandeang. Measurements conducted by crossing the surface radiometric anomaly distribution. The result showed anomaly occurences on autobreccia distribution in GF/TKDY-6, GF/TKDK-07, and GF/BTGK-04 locations. Several mineralization indication on surface identified in GF/BTGK-0, and GF/TKDK-01 sections, charaterized by chargeability anomalies more than 25.14 ms and 81.4 ms respectively. All significant anomalies are recomended as drilling location.