Rien Ritawidya
Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) BATAN Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Indonesia.

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PREPARATION OF 99mTc-TRICINE-EDDA-HYNIC-FOLATE, A POTENTIAL RADIOPHARMACEUTICAL FOR RADIODIAGNOSIS OF FOLATE RECEPTORS OVER EXPRESSED CANCER Ramli, Martalena; Ritawidya, Rien; Rustendi, Cecep Taufik; Humani, Titis Sekar; Widjaksana, Widyastuti
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 1: OKTOBER 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.26 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2013.15.1.4379

Abstract

PREPARATION OF 99mTc-TRICINE-EDDA-HYNIC-FOLATE, A POTENTIAL RADIOPHARMACEUTICAL FOR RADIODIAGNOSIS OF FOLATE RECEPTORS OVER EXPRESSED CANCER. Folate receptors (FRs) have been reported to be over expressed on various types of cancers. Therefore, it would be possible for its ligand in this case folic acid, also known as vitamin B9, to be used as delivery agent for diagnosis and therapy of FRs over expressed cancers. The aim of this projectwas to prepare 99mTc radiolabeled folic acid via 6-hydrazinonicotinamido-hydrazido (HYNIC) in the form of 99mTc-tricine-ethylenediamine diacetate-HYNIC-folate (99mTc-tricine-EDDA-HYNIC-folate), which was expected to be potential for radiodiagnosis of the FRs over expressed cancers. Preparation of 99mTc-tricine-EDDA-HYNIC-folate was initiated by preparation of HYNIC-folate by reacting of folate-γ- hydrazide with 6-chloronicotinic acid NHS ester which was then followed by addition of hydrazine-hydrate. The HYNIC-folate was recovered in its HCl salt-form which was then formulated to form a freeze dried kit which consisted of HYNIC-folate, tricine and EDDA (co-ligands) and Sn(II) as reducing agent. The formation of 99mTc-tricine-EDDA-HYNIC-folate was carried out by addition of 99mTc into tricine-EDDA-HYNIC-folate freeze dried kit which resulted in 99mTc-tricine-EDDA-HYNIC-folate with radiochemical purity of 97.0 ± 1.8% met with the requirement of a good radiopharmaceutical (≥ 90%). The stability test showed that the 99mTc-tricine-EDDA-HYNIC-folate was still intact (radiochemical purity ~ 95%) when stored at 37 °C for four hours.
VALIDASI METODE PENENTUAN KADAR GADOLINIUM (III) DAN LIGAN DIETHYL TETRAAMINE PENTAACETIC ACID (DTPA) DALAM CONTRAST AGENT Gd-DTPA Ritawidya, Rien; Ramli, Martalena; Rustendi, Cecep Taufik
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 17, No 1 (2014): Jurnal PTRR 2014
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.765 KB)

Abstract

Gd-DTPA merupakan salah satu contrast agent yang penting dalam Magnetic Resonance Imaging (MRI). Kadar ion Gd (III) dan ligan DTPA bebas dalam contrast agent yang terlalu besar akan bersifat toksik pada tubuh manusia. Oleh karena itu diperlukan suatu metode untuk penentuaan kadar ion Gd (III) dan ligan DTPA bebas sehingga contras agent dapat digunakan untuk tujuan klinis. Metode analisis yang dipilih pada penelitian ini adalah titrasi kompleksometri yang harus divalidasi sehingga diperoleh data-data perolehan kembali (recovery), koefisien variansi (CV) dan linearitas. Serangkaian percobaan yang telah dilakukan pada penentuan Gd (III) dengan DTPA menunjukkan hasil parameter akurasi % recovery antara 30,33 %-183,59 %, presisi dari % CV antara 2,34 %-35,25 %, dan linieritas dengan nilai R=0.9760. Sementara pada penentuan DTPA dengan Gd (III) menunjukkan hasil % recovery antara 105,15 %-139,12 %, nilai % CV antara 6,78 %-10,96 %, dan nilai R=0.9994. Hasil validasi menunjukkan bahwa metode penentuan ini tidak dapat digunakan sebagai salah satu metode alternatif penentuan ion Gd(III) bebas dan ligan DTPA bebas dalam contrast agent. Gd-DTPA is one of the contrast agent which is important in Magnetic Resonance Imaging (MRI) application. The presence of free Gd (III) ion and free DTP A ligand isextremely toxic in human body. Therefore, it needs a method in order to detennine free ion Gd (III) and freeDTP A ligand concentration which then MRI would be applicable for clinical purpose. The analyticalmethod  that selected for the research was complexometric titration. The research was carried out in order tomake validation methodJof free ion Gd (III) and free DTPA ligand detennination, then validation criteriasuch  as % recovery, % coefisien of variance and linierity could be obtained. Some experiments that had been done on detennination of free Gd (III) with DTPA resulted in % recovery between 30,33% - 183,59%, theprecision from %CY between 2,34% - 35,25% and linearity showed with value ofR = 0,9525. Meanwhile on detennination ofDTPA with Gd (III) resulted in % recovery between 105.15% - 139,12%, %CY between 6,78% - 10,96% and R = 0,9525. Yalidation result indicates that detennination method can not be used as a method to detennine free ion Gd(III) and free DTPA ligand in contrast agent. Keywords: Gd-DTPA, contrast agent, ion Gd (III), complexometric, validation 
Uji Preklinis 177Lu-DOTA-Trastuzumab: Radiofarmaseutika Potensial untuk Terapi Kanker Payudara HER-2 Positif RAMLI, MARTALENA; HIDAYAT, BASUKI; AGUSWARINI, SRI; KARYADI, KARYADI; ARDIYATNO, CAHYA NOVA; SUBUR, HAMMAD; HUMANI, TITIS SEKAR; RITAWIDYA, RIEN; MUTALIB, ABDUL; MASJHUR, JOHAN
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 11 No 2 (2013): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.916 KB)

Abstract

Radiofarmaka 177Lu-(1,4,7,10-tetraazacyclododecane-N,N’,N”,N”’-tetra acetic acid)-trastuzumab (177Lu-DOTA-trastuzumab), berbasis antihuman epithelial receptor type 2 (HER-2) antibodi monoklonal, yang diharapkan potensial untuk diagnosis dan terapi kanker payudara positif HER-2, dengan kemurnian radiokimia besar dari 99% telah berhasil dipreparasi. Uji preklinis yang dimaksudkan untuk mendapatkan data dasar sebelum pelaksanaan uji klinis dan khususnya untuk melihat efektifitas 177Lu-DOTA-trastuzumab dalam membunuh sel kanker yang mengekspresikan HER-2, telah berhasil dilakukan. Data dasar tersebut diantaranya adalah data clearance, citra dengan gamma kamera dan data hasil uji sitoksisitas. Hasil uji clearance memperlihatkan bahwa ekskresi radioaktif setelah pemberian 177Lu-DOTA-trastuzumab pada tikus sehat lebih cepat melalui urin dibandingkan dengan eksresi melalui feses. Hasil pencitraan dengan kamera gamma pada tikus normal 144 jam setelah pemberian 177Lu-DOTA-trastuzumab memperlihat adanya residu radioaktif di daerah hati (< 5%, berdasarkan hasil uji biodistribusi). Residu ini lebih rendah jika dibandingkan dengan residu radioaktif pada hati yang dilaporkan untuk 111In-NSL-trastuzumab. Walaupun residu radioaktif ini relatif rendah, tetapi harus tetap menjadi perhatian yang serius pada saat 177Lu-DOTA-trastuzumab akan digunakan pada pasien penderita kanker. Uji sitotoksisitas memperlihatkan 177Lu-DOTA-trastuzumab jauh lebih efektif dalam membunuh sel kanker positif HER-2 (SKOV-3 cell lines) dibandingkan dengan trastuzumab tidak bertanda.
Metoda Penyiapan Konjugat (DOTA)n-[Dendrimer PAMAM]-(Trastuzumab)m Sebagai Bahan Radiofarmaka Radioimunoterapi (177Lu-DOTA)n-[Dendrimer PAMAM]- (Trastuzumab)m RITAWIDYA, RIEN; SETYOWATI, SRI; RUSTENDI, CECEP TAUFIK; MASKUR, MASKUR; RAMLI, MARTALENA; HIDAYAT, BASUKI; SUBUR, MUHAMMAD; MUTALIB, ABDUL; MASHYUR, JOHAN
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 12 No 2 (2014): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.737 KB)

Abstract

Radioimunoterapi adalah terapi kanker yang memanfaatkan sifat spesifitas antibodi monoklonal dan efektivitas radionuklida pemancar radiasi alfa atau beta dalam menghancurkan sel kanker. Antibodi monoklonal humanized IgG1, trastuzumab, berinteraksi terarah secara selektif ke domain ekstraselular Human Epidermal Growth Factor Receptor-2 (HER-2). HER-2 merupakan reseptor target untuk terapi kanker payudara karena jenis kanker ini mengekspresikan berlebih HER-2. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metoda penyiapan konjugat (DOTA)n-[Dendrimer PAMAM]-(trastuzumab)m sebagai prekursor untuk pembuatan radioimukonjugat, (177 Lu-DOTA)n - PAMAM-(trastuzumab)m yang berpotensi untuk terapi kanker  payudara.  Sintesis  konjugat  (DOTA)n- [ Dendrimer PAMAM ]- (trastuzumab)m dilakukan dengan beberapa tahapan reaksi konjugasi. Karakterisasi hasil sintesis konjugat yang  dilakukan dengan sistem HPLC menggunakan kolom size exclusion (SE) dan detektor UV-Visible menunjukkan adanya serapan konjugat pada tR (waktu retensi) 10,53 menit, sehingga dapat dibedakan dari trastuzumab yang pada sistem tersebut menghasilkan serapan pada tR 10,70 menit. Kemurnian konjugat diuji dengan penandaan konjugat  tersebut menggunakan 177Lu dan kromatogram HPLC-nya diverifikasi dengan kromatogram 177Lu-EDTA, 177Lu-DOTA, dan 177Lu-DOTA-dendrimer- PAMAM sebagai uji non specific binding (NSB). Hasil menunjukkan bahwa kompleks 177Lu-konjugat pada Rf <0,3 sedangkan uji NSB menghasilkan kompleks 177Lu-EDTA,  177Lu-DOTA, dan 177Lu-EDTA pada Rf >0,6.