Herlan Setiawan
Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) BATAN Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Indonesia.

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Permanent Seed Implant Dosimetry (PSID)TM Versi 4.5 Sebagai Program Isodosis dan Treatment Planning System (TPS) Untuk Brakiterapi Subechi, Moch.; Pujianto, Anung; Lubis, Hotman; Setiawan, Herlan
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 17, No 1 (2014): Jurnal PTRR 2014
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.453 KB)

Abstract

Pengobatan kanker menggunakan radiasi terapi semakin berkembang. Salah satu metode radiasi terapi yang digunakan di bidang radioterapi adalah Brakiterapi. Brakiterapi merupakan metode radiasi terapi  dimana ditempatkan pada sel kanker secara langsung sumber radiasi sehingga dosis yang diterima sel kanker mendapatkan dosis maksimal dan daerah yang normal mendapatkan dosis minimal.  Seed I-125 telah berhasil dibuat untuk Brakiterapi di dalam negeri. Dalam rangka mendukung penanaman seed I-125 untuk Brakiterapi, diperlukan program komputer untuk perhitungan isodosis dan Treatment Planning System (TPS). Permanent Seed Implant Dosimetry (PSID) 4.5 merupakan salah satu program untuk perhitungan isodosis dan TPS yang dimiliki Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka-BATAN. Dalam perhitungan isodosis, PSID 4.5 menggunakan formula 1D dan 2D berdasarkan AAPM-TG43 (Association of American Physicist in Medicine- Task Group No.43). Fungsi Anisotropi pada formula 1D hanya bergantung pada fungsi jarak sedangkan pada formula 2D bergantung pada fungsi jarak dan sudut sehingga formula 2D memiliki perhitungan isodosis yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan formula 1D. PSID 4.5 dapat menampilkan kontur isodosis dari sumber radiasi seed I-125 secara 2 dimensi (2D) dan 3 dimensi (3D). Program komputer isodosis dan TPS menggunakan PSID 4.5 diharapkan dapat membantu dalam proses perencanaan penanaman seed I-125 untuk Brakiterapi yang dilakukan oleh paramedis dan dapat mendukung pemakaian seed I-125 produksi dalam negeri. The medical treatment using radiation therapy for cancer diseases is increasingly developed. One of the method used in radiotherapy is brachyterapy. Brachytherapy is radiation therapy method in which a radiation source is implanted in  implanted in cancer cell directly so the dose accepted by cancer cell is the highest dose and the dose accepted by nonnal cell is the lowest dose. 1-125 Seed have been made successfully in domestic. To supp0l1the implant of 1-125 seed for brachytherapy needs computer programme for the isodose calculation andTreatment Planning System (TPS). Pennanent Seed Implant Dosimetry (PSID) 4.5 is one of the isodoE calculation and Treatment Planning System (TPS) programme that is owned by Center for Radioisotope and Radiophannaceutical - BA TAN. In  isodose  calculation, PSID  4.5 uses 10 fonnalism and  20  onnalism  basedon AAPM- TG43 (Association of American Physicist in Medicine- Task Group No.43). Anisotropic function on 10 fonnalism depend on distance function while on 20 fonnalism count on distance and angle function therefore 20 fonnalism has isodose calculation better than 10 fonnalism usage. PSID 4.5 can display the isodose contour of the seed 1-125 radiation source in 2 dimension (20) and 3 dimension (3D). The computer programme of isodose calculation and TPS uses PSID 4.5 is expected able to help planning for seed 1-125 implantation process for brachytherapy that used by paramedis and to support the usage of seed 1-125 as domestic product.Keywords: Brachytherapy, Seed, PSID 4.5, 1-125, Isodose
THE STOPPING POWER AND RANGE OF ENERGETIC PROTON BEAMS IN NICKEL TARGET RELEVANT FOR COPPER-64 PRODUCTION Kambali, Imam; Suryanto, Hari; Setiawan, Herlan
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 17, No 1 (2014): Jurnal PTRR 2014
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.944 KB)

Abstract

Distribusienergi yang hilang dari sejumlah berkas proton berenergi tinggi telah disimulasikan menggunakan program Stopping and Range of Ion in Matter (SRIM 2013). Hasil data perhitungan jangkauan proton tersebut selanjutnya akan digunakan untuk menentukan ketebalan optimum target Ni untuk produksi radioisotop 64Cu di masa yang akan datang. Secara umum, daya henti dan jangkauan proton sangat tergantung pada energy dan sudut datang berkas proton. Untuk sudut datang 0o (tegak lurus terhadap permukaan target), ketebalan optimum target nikel direkomendasikan sebesar 260 – 350 μm jika target tersebut diiradiasi dengan berkas proton berenergi antara 10 – 12 MeV. Selain itu, ketebalan tersebut hendaknya dikurangi jika berkas proton ditembakkan dengan sudut yang lebih besar dari 0o untuk optimasi hasil radioaktivitas 64Cu. Studi kasus terhadap produksi 64Cu dengan proton berenergi 15,5 MeV menunjukkan bahwa hasil radioaktivitas yang lebih rendah dari perhitungan teori kemungkinan besar disebabkan oleh target Ni yang terlalu tipis.
OPTIMASI PENYERAPAN MOLlBDENUM-99 PADA MATERIAL BERBASIS ZIRKONIUM (MBZ) Saptiama, Indra; Herlina, Herlina; Sarmini, Endang; Sriyono, Sriyono; Lubis, Hotman; Setiawan, Herlan; Marlina, Marlina; Muthalib, Abdul
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 18, No 1 (2015): JURNAL PTRR 2015
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2770.884 KB)

Abstract

Zirkonium merupakan unsur yang memiliki karakteristik yang khas dan sering digunakan dalam komponen material nuklir karena memiliki ketahanan terhadap korosi, keasaman serta memiliki tampang lintang absorpsi terhadap neutron termal yang rendah. Pada penelitian ini material berbasis zirkonium (MBZ) disintesis untuk penyerap molibdenum-99 (99Mo) pada generator radioisotop 99Mo/9mTc. MBZ disintesis melalui reaksi termal kondensasi antara ZrCl4 dan isopropyl alkohol. Variasi lama pemasanasan pada temperatur 150°C (waktu pemanasan selama 30 menit,MBZ-30; 60 menit,MBZ-60; 120 menit,MBZ-120 dan 240 menit, MBZ-240) setelah pelapisan MBZ dengan tetra etil orto silikat (TEOS) dilakukan untuk mendapatkan MBZ yang memiliki daya serap molibdenum-99 yang tinggi. Hasil uji MBZ-30, MBZ-60, MBZ-l20 dan MBZ-240 secara visual memperlihatkan bahwa penyerap ini memiliki warna yang kecoklatan dan tidak rapuh. Hasil uji luas permukaan spesifik penyerap MBZ-30, MBZ-60, MBZ-120 dan MBZ-240 dengan menggunakan  Brunauer, Emmett and Teller (BET) berturut-turut  adalah 22,45, 21,47, 19,5, 16,08 mm2/g. Hasil  BET ini memperlihatkan semakin lama waktu pemanasan maka semakin menurun luas permukaan spesifik penyerap MBZ. Karakterisasi penyerap MBZ-60 dengan fourier   transform  infra  red (FTIR)  menunjukkan  terdapat ikatan  Si-O-Si di 1080 – 1099  cm-l pad  a  MBZ  setelah  dilapis TEOS.  Pada MBZ-60 setelah penyerapan Mo sementara itu terlihat adanya serepan pad a 950cm-l yang mengindikasikan adanya ikatan Mo-O. Hasil uji serap penyerap  MBZ  terhadap  molibdenum-99  menunjukkan  bahwa  MBZ-30 ,MBZ-60, MBZ-120   dan  MBZ-240  memiliki  yield  penyerapan   sebesar 47,1 ;86,3; 82,1 dan 52,4 % dan kapasitas serap sebesar 107,2 ; 196,3; 186,7 dan 119,2 mg/g MBZ.Berdasarkan hasil uji ini dapat dilihat bahwa MBZ-60 dan MBZ-120 merupakan penyerap MBZ yang memiliki kapasitas serap molibdenum-99 yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan MBZ lainnya dan dinilai cocok sebagai penyerap untuk generator 99Mo/9"rc OPTIMATION ADSORPTION of 99Mo IN ZIRCONIUM-BASED MATERIAL (ZBM) . Zirconium is an element that has unique characteristic and often be used as component of nuclear material because it has the corrosion resistance, acidity and the absorption of cross-section has a low thermal neutron. In this study, zirconium-based materials (MBZ) was synthesized for adsorbent of molybdenum-99 on 99Mot9mTc radioisotope generator. MBZ was synthesized by termal condensation between ZrCI4and isopropyl alchohol. Variation of drying time at 150°C (30 minutes for MBZ-30; 60 minutes, MBZ-60; 120 minutes, MBZ-120; and 240 minutes, MBZ-240) after MBZ coated with tetra etil ortho silicate ( TEDS) was cunducted in order to obtain MBZ with high adsorption capacity towards Mo. The visual test results showed of MBZ-30, MBZ-60, MBZ-120, and MBZ-240 adsorbents had brownish color and not fragile. The spesific surface area test resulst of  MBZ-30, MBZ-60, MBZ-120, and MBZ-240 adsorbent by using Brunauer, Emmett and Teller (BET) were 22,45, 21,47, 19,5, 16,08 mm2/g, respectively. Based on the BET results, it can be seen that longer drying time resulted in lower the specific surface area of MBZ. The characterization of MBZ60 adsorbent using fourier transform infra red (FTIR) showed that there was Si-D-Si bond at 10801099 cm-l in MBZ after coated by TEDS. Mean while, MBZ-60 which had adsorbed Mo showed IR band at 950 cm-l that indicated the existence of Mo-Q bond. The Mo-99 adsorption test results