suwarto ,
Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (Bogor Agricultural University), Jl. Meranti Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Indonesia

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Permodelan Pertumbuhan dan Produksi Kelapa Sawit pada Berbagai Taraf Penunasan Pelepah Gromikora, Nope; Yahya, Sudirman; ,, suwarto
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 42, No 3 (2014): JURNAL AGRONOMI INDONESIA
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.027 KB)

Abstract

ABSTRACTThe numbers of leaf frond influence oil palm yield, especially fresh fruit bunch weight and fresh fruit bunch production. The objective of this research was to obtain oil palm growth and production model for different levels of frond pruning. The experiment was conducted at PT. Astra Agro Lestari, Pangkalan Bun, Central Kalimantan, from August 2010 to February 2012. The experiment was arranged in a randomized block design with two factors and three replications for each oil palm age. The first factor was numbers of unpruned frond and the second factors was pruning seasons. The frond treatment consisted of 41-48, 49-56, and 57-64 fronds. The pruning seasons consisted of first period (early to mid rainy season: September-December), second period (mid to end of rainy season: Januari-April), and third period (dry season: May-August). Stella production model was created based on pruning experiment and weather data. The constructed production model was able to estimate 75% variable of oil palm production and fresh fruit bunch weight at different levels of pruning. Keywords: oil palm, pruning management, Stella model
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI TENTANG BIOSFER MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 PATI TAHUN 2013 Rodliyah, Siti; ,, Suwarto; Soegiyanto, Heribertus
GeoEco Vol 1, No 2 (2015): Jurnal GeoEco Juli 2015
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.259 KB)

Abstract

Penelitian dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi/dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditentukan oleh sekolah yaitu 77. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) peningkatan hasil belajar geografi tentang biosfer melalui pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Pati Tahun 2013, 2) peningkatan aktivitas siswa belajar geografi tentang biosfer melalui pembelajaran dengan model kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Pati Tahun 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dengan dua siklus dan tiap siklus meliputi empat tahapan dimulai dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan merefleksi. Penelitian ini bersifat kolaboratif yang melibatkan seorang teman guru geografi mulai dari perencanaan, sebagai observer dan merefleksi. Analisis data yang digunakan adalah dengan teknik analisis statistik deskriptif dan deskri[ptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Pati tahun 2013. Pengumpulan data dengan metode observasi untuk mengetahui aktivitas siswa dalam proses pembelajaran geografi dan tes untuk mengetahui hasil belajar siswa. 1) Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini rata-rata nilai meningkat dari sebelum diberi tindakan (pretest ) sampai pada setelah diberi tindakan siklus I dan siklus II. Rata-rata pretest siklus I mencapai 56,55; rata-rata siklus I mencapai 70,59; rata-rata pretest siklus II mencapai 76,19 dan rata-rata siklus II mencapai 82,14. Peningkatan hasil belajar siswa ini diikuti pula peningkatan aktivitas siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Penilaian aktivitas siswa didapat dari: respon siswa dalam mengikuti pelajaran siklus I sebesar 57,5% naik menjadi 90% pada siklus II, interaksi siswa pada siklus I sebesar 62,5% naik menjadi 87,5% pada siklus II , kerjasama 67,5% pada siklus I naik menjadi 92,5% pada siklus II, dan tanggung jawab pada siklus I sebesar 62,5% naik menjadi 95% pada siklus II. Dari hasil penelitian tersebut, kesimpulan yang dapat diambil adalah penerapan model pembelajaran kooeratif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa belajar geografi tentang biosfer pada siswa kelas XI-IPS SMA Negeri 1 Pati tahun 2013.Kata Kunci: Pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw, Hasil Belajar
TRANSFORMASI MATA PENCAHARIAN DARI PETANI KE NELAYAN DI PANTAI DEPOK DESA PARANGTRITIS KABUPATEN BANTUL Sulistiyono, Dwi; ,, Suwarto; Rindarjono, Mohammad Gamal
GeoEco Vol 1, No 2 (2015): Jurnal GeoEco Juli 2015
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.538 KB)

Abstract

Penurunan produktivitas lahan pertanian yang secara langsung berdampak terhadap penurunan pendapatan petani mendorong masyarakat petani mencari alternatif lain sebagai mata pencaharian dan peningkatan pendapatan. Dikarenakan mereka tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Perubahan mata pencaharian tersebut tentunya melalui suatu proses, ada faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta akan berdampak terhadap kehidupan ekonomi, sosial dan budaya mereka. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian diskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Informasi diperoleh dari petani- nelayan dan beberapa individu yang secara tidak langsung terlibat dalam usaha penangkapan ikan di Pantai Depok. Hasil penelitian Ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan mata pencaharian, yaitu faktor internal meliputi: kondisi ekologis, kepemilikan lahan semakin sempit, tekanan ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan dan ketrampilan yang dimiliki oleh masyarakat serta adanya komunitas jaring eret. Sementara factor eksternal disebabkan oleh pengaruh-pengaruh dari luar melalui agen of change adanya nelayan pendatang, perhatian pemerintah, sector pariwisata yang berkembang. Perubahan mata pencaharian dari petani kenelayan ini berdampak terhadap kehidupan ekonomi, pendapatan mereka semakin meningkat. Kehidupan sosial, hubungan sosial terhadap keluarga dan masyarakat semakin melemah, Kehidupan berbudaya, masyarakat mengenal adanya upacara-upacara sedekahlaut. Perubahan ini juga berdampak terhadap sikap mental mereka, pada awalnya mereka memiliki pola pikir petani dengan konsep hidup hemat, tidak boros dan suka menabung. Setelah menjadi nelayan, pola pikir mereka berubah menjadi pola piker nelayan yang terkenal suka bergaya hidup konsumtif, boros dan suka berfoya-foya. Meskipun tidak semua nelayan melakukan hal yang sama, rumah tangga petani yang mengalami transformasi kenelayan masih memegang mekanisme internal tentang „pengendaliandiri‟ dalam bentuk menyisihkan sebagian pendapatan mereka untuk ditabung dan menginvestasikannya dalam bentuk barang.Kata Kunci: Petani, Nelayan, Transformasi, Ekonomi, Sosial dan Budaya.