Sigit Pamungkas
Prodi Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, FKIP – UNS

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK DAN TALKING BREAD PADA POKOK BAHASAN GEOMETRI DAN PENGUKURAN DITINJAU DARI KECERDASAN MAJEMUK SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE-KABUPATEN KARANGANYAR

Jurnal Pembelajaran Matematika Vol 3, No 8 (2015): Pembelajaran Matematika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The objective of this research was to know the effect of the learning models on the learning achievement of quadrangle viewed from the multiple intellegences of the students. The learning models compared were the cooperative learning model type Talking Stick, the cooperative learning model type Talking Bread, and the direct learning models. The type of research was quasi-experimental research with factorial design 3×3. Population of this research was all students of State Junior High Schools in Karanganyar. The sampling was done by stratified cluster random sampling. The total samples in this research were 271 students (91 students for Talking Bread class, 90 students for talking stick class, and 90 students for direct learning class). The hypothesis test used two ways analysis of variance with unbalanced cells. Based on the hyotesis test, the research finding were : (1) learning activity using cooperative learning model type talking bread produced better echievement than using cooperative learning model type talking stick or direct learning. Learning activity using cooperative learning model type Talking Stick produced better than direct learning. (2) student with linguistic intelligence, space intelligence, and interpersonal intelligence produced the same achievement. (3) the usage of cooperative learning model type Talking Bread, cooperative learning model type Talking Stick, and direct learning produced the same achievement among the students with linguistic intelligence, space intelligence, and interpersonal intelligence. (4) toward students with linguistic intelligence, space intelligence, and interpersonal intelligence, cooperative learning model type Talking Bread produced better achievement than cooperative learning model type Talking Stick or direct learning, while cooperative learning model type Talking Stick produced the same achievement with direct learning model.Keywords: cooperative learning model, Talking Bread, Talking Stick, direct learning, student multiple intelligence, mathematic learning achievement.

ANALISIS SWOT SEBAGAI DASAR PERUMUSAN DAN IMPLEMENTASI STRATEGI PADA RESTORAN MIE COBEK MALANG

Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Restoran Mie Cobek Malang adalah restoran yang berdiri di Kota Malang. Persaingan bisnis dibidang penyediaan makanan dan minuman semakin ketat karena banyaknya pesaing baru yang terus bermunculan. Hal ini menyebabkan perlunya analisis SWOT untuk mengetahui peluang, ancaman, kekuatan, dan kelemahan untuk dapat merumuskan dan mengimplementasikan strategi yang sesuai.  Dalam perumusan strategi ini melalui tiga tahap. Tahap pertama adalah tahap masukan dengan melakukan analisis EFE dan IFE. Kemudian tahap yang kedua adalah tahap pencocokan dengan menggunakan alat analisis matriks IE dan matriks grand strategy. Tahap yang ketiga adalah tahap keputusan dengan menggunakan matriks QSPM. Pada tahap masukan hasil analisis EFE menunjukkan total skor bobot kekuatan 3,30 dengan nilai peluang sebesar 2,12 dan nilai ancaman sebesar 1,18. Analisis IFE menghasilkan total skor bobot sebesar 2,89 dengan nilai kekuatan sebesar 2,17 dan kelemahan sebesar 0,72. Pada tahap pencocokan hasil analisis IE berada pada sel II dan strategi yang dapat diterapkan adalah strategi intensif dan integrasi. Hasil analisis matriks grand strategy berada pada kuadran I yaitu strategi yang dapat diterapkan adalah strategi intensif, integrasi, dan diversifikasi. Pada tahap keputusan hasil analisis matriks QSPM menunjukkan bahwa Restoran Mie Cobek Malang lebih cocok untuk menggunakan strategi integrasi pasar.Kata kunci: SWOT, Matriks EFE, Matriks IFE, Matriks IE, Matriks Grand Strategy, dan QSPM.

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK DAN TALKING BREAD PADA POKOK BAHASAN GEOMETRI DAN PENGUKURAN DITINJAU DARI KECERDASAN MAJEMUK SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE-KABUPATEN KARANGANYAR

Jurnal Pembelajaran Matematika Vol 3, No 8 (2015): Pembelajaran Matematika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The objective of this research was to know the effect of the learning models on the learning achievement of quadrangle viewed from the multiple intellegences of the students. The learning models compared were the cooperative learning model type Talking Stick, the cooperative learning model type Talking Bread, and the direct learning models. The type of research was quasi-experimental research with factorial design 3×3. Population of this research was all students of State Junior High Schools in Karanganyar. The sampling was done by stratified cluster random sampling. The total samples in this research were 271 students (91 students for Talking Bread class, 90 students for talking stick class, and 90 students for direct learning class). The hypothesis test used two ways analysis of variance with unbalanced cells. Based on the hyotesis test, the research finding were : (1) learning activity using cooperative learning model type talking bread produced better echievement than using cooperative learning model type talking stick or direct learning. Learning activity using cooperative learning model type Talking Stick produced better than direct learning. (2) student with linguistic intelligence, space intelligence, and interpersonal intelligence produced the same achievement. (3) the usage of cooperative learning model type Talking Bread, cooperative learning model type Talking Stick, and direct learning produced the same achievement among the students with linguistic intelligence, space intelligence, and interpersonal intelligence. (4) toward students with linguistic intelligence, space intelligence, and interpersonal intelligence, cooperative learning model type Talking Bread produced better achievement than cooperative learning model type Talking Stick or direct learning, while cooperative learning model type Talking Stick produced the same achievement with direct learning model.Keywords: cooperative learning model, Talking Bread, Talking Stick, direct learning, student multiple intelligence, mathematic learning achievement.

KENTANG SEBAGAI BIO LISTRIK DENGAN PENAMBAHAN ENZIM PTIALIN SEBAGAI PENGOPTIMAL ARUS

PSEJ (Pancasakti Science Education Journal) Vol 2, No 1 (2017): APRIL 2017
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.95 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penambahan enzim ptyalin dalam pemecahan karbohidrat pada bio baterai kentang dan komposisi terbaik antara enzim ptyalin dan ekstrak kentang untuk menghasilkan arus optimum serta tingkat efektivitas bio baterai ini ditinjau dari nilai arusnya.Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penambahan enzim ptyalin terhadap arus yang dihasilkan maka terlebih dahulu dilakukan uji konduktivitas larutan. Setelah itu dilakukan serangkaian percobaan untuk menentukan komposisi terbaik antara ektrak kentang dan larutan enzim ptyalin untuk menghasilkan arus optimum dan efektivitasnya ditinjau dari kestabilan arus. Setiap sel bio baterai kentang berisi 80 ml larutan kentang yang dicampurkan 11 ml, 13 ml, 16 ml, 20 ml, dan 30 ml. untuk mengetahui hubungan antara besar arus listrik yang dihasilkan dan lama waktu arus tersebut dapat bertahan maka dibuatlah grafik hubungan antara dua variable tersebut. Dari grafik ini juga bisa diketahui nilai kestabilan arus.Hasil penelitin juga menunjukkan bahwa enzim mampu memecahkan karbohidrat (pati) kentang. Hal ini ditandai dengan berubahnya rasa larutan yang relative lebih manis. Pada penambahan larutan enzim ptyalin kedalam ekstrak terdapat hubungan yang negative antara arus yang dihasilkan dan waktu daya tahan arus. Komposisi terbaik antara enzim ptyalin dan ektrak kentang untuk hasil optimum ialah 1: 5  

POTENSI PENGEMBANGAN APLIKASI MULTIMEDIA SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PERSUASIF DI SOSIAL MEDIA

Jurnal Sosial Humaniora Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1237.315 KB)

Abstract

Salah satu pendekatan yang sering digunakan dalam berkomunikasi adalah Komunikasi Persuasif; yaitu suatu pendekatan komunikasi yang bertujuan mengajak atau mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu, tanpa adanya unsur-unsur paksaan. Pendekatan komunikasi persuasif sangat beragam. Salah satu di antaranya adalah Komunikasi Persuasif menurut Aristotle, yaitu: Argumen yang bersifat logis, argumen yang bersifat psikologis dan argumen berdasarkan kredibilitas si pemberi argumen. Setiap orang memiliki keunikan tersendiri untuk dipersuasi, serta cenderung bisa dipersuasi dengan salah satu pendekatan tersebut secara dominan. Praktek komunikasi persuasif melalui media sosial semakin tidak terbendung. Pesan komunikasi yang dikirim dalam format digital sangat mudah dimanipulasi, hal ini memicu kreatifitas para komunikatornya. Salah satu bentuk kreatifitas yang dikembangkan adalah game interaktif yang bisa dikategorikan sebagai produk multimedia. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan besarnya potensi dan peluang bagi praktisi industri kreatif dan multimedia di Indonesia. Selain karena banyaknya pengguna sosial media, kebutuhan untuk terus memberikan persuasi (promosi ataupun kampanye)melalui media online terus meningkat. Tulisan ini juga berisi paparan usulan dari penulis tentang aplikasi multimedia edukatif hasil dari penelitian penulis yang didanai oleh DIKTI pada bulan Juli – Desember 2013 lalu.

DESAIN MEDIA EDU-CHEM-INTERACTIVE UNTUK MEREDUKSI MISKONSEPSI PADA PEMBELAJARAN STRUKTUR ATOM SISWA KELAS X

Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 12, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran kimia dalam bentuk animasi dengan format Cassette Disc yang mengaitkan ketiga level representasi ilmu kimia, mengukur tingkat kelayakan dan keefektifannya, serta mengetahui tanggapan siswa terhadap penggunaannya pada proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan desain Research and Development (R & D) dengan model pendekatan 4D dari Thiagarajan dan Semmel. Media diujicobakan kepada 26 siswa di SMA N 2 Salatiga. Data yang diperoleh pada penelitian ini adalah hasil validasi ahli media dan ahli materi, validasi soal tes diagnostik, hasil pretest dan posttest siswa dan tanggapan siswa pada uji coba media. Hasil validasi oleh ahli menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan layak dengan rata-rata skor validasi ahli media mencapai skor 71 dan skor 53,67 oleh ahli materi. Hasil uji coba media dalam remediasi pembelajaran menunjukkan bahwa siswa memberi tanggapan positif terhadap media pembelajaran yang dikembangkan. Hasil pretest dan posttest siswa menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan efektif terhadap penurunan miskonsepsi siswa sebesar 24%. Selain itu, siswa juga memberikan tanggapan positif terhadap penggunaan media pembelajaran yang dikembangkan pada proses remediasi pembelajaran kimia materi struktur atom. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan layak dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran dan mendapat tanggapan positif dari siswa sebagai pengguna.

TRANSFORMASI BENTUK NAGA PADA RANCAKAN GAMELAN COKEKAN PAMOR

Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 3, No 1 (2014): MEI 2014
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1220.376 KB)

Abstract

Dragon is a mythological animal that most of the Java community trust as guardians ofthe earth and the universe. As a mythical animal that developed in the community, the dragonhas always been a source of inspiration in the creation of various works of art that hasdeveloped since centuries. The depiction of the dragon often appears on the temples,decorative ornaments, home furnishings, to the rancakan gamelan. Many depictions ofdragons are frequently encountered inspired to develop further into the creation of gamelancokekan pamor. Gamelan cokekan is an offshoot of the gamelan ageng. Gamelan cokekan hasfive ricikan ie gender, slenthem, gender penerus,gambang and kendhang. The creation of thisgamelan will be done with a variety of experimentation, among others, make wilahan withpamor materials. Pamor materials are materials used in the manufacture of a dagger or tosanaji. The next experiment is making rancakan the overall use of metallic materials.Keywords: dragon, gamelan cokekan, pamor Naga merupakan hewan mitologis yang sebagian besar masyarakat Jawa mempercayai sebagaipenjaga bumi dan alam semesta. Sebagai hewan mitos yang berkembang di masyarakat, nagaselalu menjadi sumber inspiratif dalam berbagai penciptaan karya seni yang sudahberkembang sejak berabad-abad lamanya. Penggambaran naga sering muncul pada candicandi,ornamen ragam hias, perabot rumah tangga, hingga pada rancakan gamelan. Banyaknyapenggambaran naga yang sering kita jumpai menginspirasi untuk mengembangkan lebih lanjutke dalam penciptaan gamelan cokekan pamor. Gamelan cokekan merupakan sempalan darigamelan ageng. Gamelan cokekan tersebut memiliki lima ricikan yaitu gender, slenthem,gender penerus, gambang, dan kendhang. Adapun penciptaan gamelan ini akan dilakukandengan berbagai eksperimentasi, antara lain yaitu membuat wilahan dengan bahan pamor.Bahan pamor merupakan bahan yang digunakan dalam pembuatan keris atau tosan aji.Eksperimen berikutnya yaitu pembuatan rancakan yang menggunakan keseluruhan bahan darilogam.Kata kunci: naga, gamelan cokekan, pamor

Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Fisika Materi Suhu dan Kalor Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

PSEJ (Pancasakti Science Education Journal) Vol 3, No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan motivasi dan hasil belajar fisika materi suhu dan kalor melalui proses pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas XI TITL 3 SMK N 1 Warureja. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan nontes. Teknik tes digunakan untuk mengetahui hasil serapan pengetahuan setelah tindakan. Sedangkan teknik nontes digunakan untuk mengumpulkan data perubahan minat dan aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kualitas dalam proses pembelajaran. Peningkatan kualitas tersebut dibuktikan dengan proses pembelajaran yang makin lancar pada siklus II dan suasana kelas yang makin kondusif.. Disiklus I tingkat aktifitas kelas dari 63,33 % meningkat menjadi 93,33 % pada siklus II.  Dari hasil angket menyatakan tujuh siswa (23%) setuju disiklus I dan meningkat menjadi 27 (90%) siswa menyatakan setuju disiklus II. Di siklus I tingkatan ketuntasan belajar sebesar 43,33 %  menigkat menjadi 80 % di siklus II.

GAJAH SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN BENTUK RANCAKAN GAMELAN GADHON BERBILAH PAMOR

Ornamen Jurnal Kriya Seni ISI Surakarta Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Ornamen Jurnal Kriya Seni ISI Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elephants are known as the most large-sized animals among the animals that live on land. With its large, forhumans are considered capable of representing the meaning of grandeur. This is evidenced by the many worksinspired by the elephant. In the creation of the artwork, the authors attempt stylized elephant shape in the form ofa set of rancakan gamelan gadhon, with the intention of adding value majesty of the gamelan instruments.Rancakan gamelan is part of the buffer strip, as well as a resonance tube that allows the blades gamelan aregenerally made of metal can cause a melodious voice. Rancakan form of gamelan gadhon the author createdcomes from the shape of elephants, with the intention to increase the strength of philosophical and aestheticquality is visually distinct from the common gamelan in the palace and in the community . Gamelan gadhon a termof simplifying the number of devices gamelan instruments with a practical purpose in mobility and performancegoals are simple tone composition. Generally gamelan gadhon meant to be played softly as accompanist anevent. Gamelan gadhon generally have five ricikan the form of gender, slenthem, kendang, gambang, and rebab.However, the author makes a set of gamelan gadhon consisting of: kendang ciblon, gender barung, gambang,slenthem, rebab, demung, saron, peking, and gongs kemodhong. It was intended for gamelan gadhon made tobe played more varied in character as well as working on the musical sound . Gamelan blades generally made ofiron, brass, or bronze . Each of the blade material will form its own tone shades. In this case, the authorsconducted an experiment to make blades gamelan using the prestige. Commonly found on the prestige of keris,spears, swords, blades and other traditional weapons. The prestige of a blend of iron and nickel through theprocess of forging and annealed complex. Making blades gamelan with prestige materials intended to add uniquevalue, so that a set of gamelan gadhon made into a unified work of creative and innovative, full of philosophicaland aesthetic values visually.Keywords: elephant, rancakan, gamelan, pamor

Hubungan Aktivitas Komunikasi dengan Tingkat Keberdayaan Kader Posdaya di Kota dan Kabupaten Bogor

Jurnal Komunikasi Pembangunan Vol 11, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.764 KB)

Abstract

Abstract Posdaya is an integrated forum of friendship, communication, advocacy, and family empowerment. Posdaya focuses on four fields, namely education, health, entrepreneurship and environment. The study was administered using a descriptive correlational research survey design by scrutinizing communication activities and level of empowerment. The purposes of this study were: 1) to describe the communication activities of Posdaya cadres in Bogor City and Bogor Regency; 2) to describe the empowerment level of Posdaya cadres in Bogor City and Bogor Regency; 3) to analyze the individual characteristics and environmental factors associated with communication activities of Posdaya cadres in Bogor City and Bogor Regency; 4) to analyze the individual characteristics and environmental factors associated with the level of empowerment of Posdaya cadres in Bogor City and Bogor Regency;  and 5) to analyze the relationship between the communication activities and level of empowerment of Posdaya cadres in Bogor City and Bogor Regency. The samples of this study were 92 Posdaya cadres. The data was processed and analyzed using t-test samples and rank Spearman Correlation Formula. The results showed that: 1) there is a difference in terms of level of education, level of experience, level of income, access to media, and the role as companion between the cadres in Bogor City and Bogor Regency; 2) there is a difference on the use of communication media such as radio and television between the cadres in Bogor City and Bogor Regency; 3) there is a relation in terms of cognitive, affective and behavior aspects between interpersonal activities, mediated communication, and communication in groups and level of empowerment of Posdaya cadres. Keywords: communication activities, posdaya cadres, empowerment