Sholihatul Maghfirah
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

TINGKAT KECEMASAN KELUARGA SELAMA MERAWAT PASIEN DENGAN HEMODIALISIS Di Ruang Hemodialisa RSUD dr Hardjono Ponorogo

Health Sciences Journal Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Hemodialysis is one of the therapies performed on patients with chronic renal failure.Hemodialysis patients require treatment  a very long time so that will cause anxietyin the family. Anxiety over a long period of time will lead to fatigue and death. The purpose of the study was to determine the level of family anxiety during the care of patients with hemodialysisThe study design was descriptive with the entire population of families who treated the hemodialysis patients in hospital dr Hardjono Ponorogo amounted to 224. Sampling technique used is purposive sampling. The sample of this study is the family who treated the hemodialysis patiens in the hospital dr Hardjono Ponorogo with the amount of 45 respondents. Data collection using questionnairescale HARS in modification and data analysis using percentage.Research result obtained in this study is of 45 respondents of families who care for hemodialysis patiens are 2,22%  no anxiety, 26,67% mild  anxiety, 48,89% being anxiety, 17,78% severe anxiety and 4,44% panic anxiety.Concusion form the result of that research most families who treat hemodialysis patientsexperience being anxiety, so  needs to be done by providing health education on how to overcome anxiety in families who treat patienst hemodialysis. Keywords: Anxiety, Family, Hemodialysis Abstrak Hemodialisis merupakan salah satu terapi yang dilakukan pada penderita gagal ginjal kronik. Pasien hemodialisis membutuhkan perawatan dalam jangka waktu yang sangat lama sehingga akan menimbulkankecemasan pada keluarga Kecemasan yang berkelanjutan dengan waktu yang sangat lama akan menimbulkan kelelahan dan kematian.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan keluarga selama merawat pasien dengan hemodialisis.Desain penelitian adalah deskriptif dengan populasi seluruh keluarga yang merawat pasien hemodialisis di RSUD dr Hardjono Ponorogo berjumlah 224.Teknik sampling yang di gunakan adalah purposive sampling.Sampel penelitian ini adalah sebagaian keluarga yang merawat pasienhemodialisis di RSUD dr Hardjono Ponorogo dengan jumlah 45 responden.Pengumpulan data menggunakan kuisioner skala HARS yang di modikifasi dan analisa data menggunakan prosentase.Hasil penelitian yang di dapatkan adalah dari 45 responden keluarga yang merawat pasien hemodialisis terdapat 2,22% tidak cemas, 26,67% kecemasan ringan, 48,89% kecemasan sedang, 17,78% kecemasan berat dan 4,44% kecemasan panik.Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa sebagaian besar keluarga yang merawat pasien hemodialisis mengalami kecemasan sedang, sehingga perlu di lakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang cara mengatasi kecemasan pada keluarga yang merawat pasien hemodialisis.Kata Kunci: Kecemasan, Keluarga, Hemodialisis

DUKUNGAN KELUARGA BERHUBUNGAN POSITIF DENGAN KEAKTIFAN LANSIA DALAM MENGIKUTI POSYANDU LANSIA

Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractCurrently, it is widely known that the family supports for the elderly give significant influence to the presence of elderly for 1 year in posyandu lansia (Elderly Health Center, hereafter – information center and health care support for the elderly). This is due to the elderly active participation in this health care center can improve their healthy optimally. The objective of the study was to explain positive family support in relation to liveliness of elderly to follow posyandu elderlyCenter in Krajan, Grogol Village, SawooSubdistrict, Ponorogo.This is a correlation study in which the subject of the research is purposively chosen by using purposive sampling. The data are collected by using questionnaire, and then the data are analyzed by using T-score counting of 1 year and <6 months of inactivity. Finally, Fisher Exact statistic test is applied as the tabulation.From the result, it is known that among all 62 respondents, there are 8 respondents or approximately 12.9% respondents got good family support and have active participation, and there are 2 respondents or approximately 3.2% respondents got poor family support but have active participation. Whereas, there are 15 respondents or approximately 24.2% respondents got good family support but have passive participation, and there are 37 respondents or approximately 59.7% respondents got poor family support and have passive participation. The results showed that family support was positively associated with elderly leprosy in following posyandu elderly p = 0,004 with <α = 0,05.Finally, of this research support positive relation with elderly activeness participate in posyandu elderly expected elderlyIt is expected that the elderly can regularly participate and for the family members, it is expected that they can always give supports for the elderly in order to help them control their health. The weaknesses of this study are the range of responses to support provided by the family during folloe-up posyandu lansia(Elderly health Center) for 1 year because of the different respinden’s memory can trigger the data inaccuracy. Keywords: family support, activity, Elderly Health CenteAbstrakFenomena yang ada dukungan keluarga bagi para lansia mempengaruhi kehadiran lansia selama 1 tahun di posyandu lansia. Sebagaiaman keaktifan lansia dalam posyandu lansia sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan secara optimal. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan dukungan keluarga berhubungan positif dengan keaktifan lansia dalam mengikuti posyandu lansia di dukuh krajan, desa grogol, kecamatan sawoo, Kabupaten ponorogo.Desain penelitian menggunakan korelasional dengan mengunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data mengunakan instrument kuisioner dengan pengolahan data  mengunakan skor-T dan keaktifan posyandu dengan penghitungan selama 1 tahun <6 kali dalam 1 tahun tidak aktif dan pengolahan data  mengunakan uji statistik Fisher ExactHasil penelitian didapatkan dari 62  responden. 8 responden (12,9%) dengan dukungan keluarga baik dengan keaktifan aktif, terdapat 2 responden (3,2%) dengan dukungan keluarga buruk dengan keaktifan aktif. Sedangkan 15 responden (24,2%) dengan dukungan keluarga baik dengan keaktifan tidak aktif, dan terdapat 37 responden (59,7%) dengan dukungan keluarga buruk dengan keaktifan tidak aktif. Hasil menunjukan adanya dukungan keluarga berhubungan positif dengan keaktifan lansia dalam mengikuti posyandu lansia p=0,004 dengan < α=0,05.Kesimpulan dari penelitian ini dukungan keluarga berhubungan positif dengan keaktifan lansia dalam mengikuti posyandu lansia diharapkan lansia dapat memanfaatkan posyandu lansia dengan rutin, untuk keluarga lansia diharapkan keluarga lebih memberikan dukungan pada lansia agar kesehatan lansia terpantau dengan baik. Kelemahan penelitian ini adalah rentan terhadap kesalahan informasi dari respon terhadap dukungan yang diberikan keluarga selama mengikuti posyandu lansia selama 1 tahun karena daya ingat responden berbeda-beda  ini dapat memicu ketidak akuratan informasiKata Kunci: Dukungan Keluarga, Keaktifan, Posyandu lansia

EFEKTIFITAS PENYULUHAN SEKS BEBAS MENGGUNAKAN VIDEO DAN GAMBAR TERHADAP PENGETAHUAN SEKS BEBAS PADA REMAJA

Health Sciences Journal Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractCounseling is done to improve the knowledge of respondents. Counseling using video media has a real picture and liked the target. This study aims to determine the effectiveness of counseling using video and images of free sex knowledge in adolescents. The research method used quasi experimental design with Pretest-posttest control design design in this study there are two groups selected by simple random sampling. The population in this study is students of class XI In Vocational High School 1 Nawangan country Nawangan which amounted to 178 person. The overall sample in this study were 54 respondents, for each treatment group 27 respondents. The data were processed using computter program with paired T-Test to see the significance difference between pretest-postest of each counseling medium and Independent T-test to see the effectiveness between video and image media, significance level (p) ≤ 0.05. The result of the research shows the counseling using video media with the highest value of pretest 75, average 60,65. Posttest the highest value of 100 averages 81.02. Counseling using image media pretest value score highest score 87,5 on average 60,19. While the highest posttest value of 93.75 averaged 70.14. Pursuant to result of independent T-test obtained p value = 0,005, which mean p value smaller than α = 0,05. So there is a significant difference between video and image media extension.The conclusion of this research is counseling using video media more effective than image media in increasing free sex knowledge in adolescent. It is expected to increase the knowledge of free sex in adolescent In Vocational High School 1 Nawangan country Nawangan institutions using video as a media counseling.Keywords: Video, image, knowledge, free sex, adolescents.AbstrakPenyuluhan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan responden. Penyuluhan menggunakan media video mempunyai gambaran yang nyata dan disukai sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penyuluhan menggunakan video dan gambar terhadap pengetahuan seks bebas pada remaja. Metode penelitian menggunakan rancangan quasi eksperimen dengan desain Pretest-postest control design dalam penelitian ini terdapat dua kelompok yang dipilih secara simplem random sampling. Populasi pada penelitian ini siswa siswi kelas XI SMK N 1 Nawangan yang berjumlah 178 orang. Sampel keseluruhan pada penelitian ini 54 responden, untuk setiap kelompok perlakuan 27 responden. Data diolah menggunakan Program komputer dengan uji paired T-Test untuk melihat perbedaan signifikas antara pretest-postest masing-masing media penyuluhan dan Independent T-test untuk melihat efektifitas antara media video dan gambar, tingkat kemaknaan (p) ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukan penyuluhan menggunakan media video iilai tertinggi pretest 75, rata-rata 60,65. Posttest nilai tertinggi 100 rata-rata 81,02. Penyuluhan menggunakan media gambar nilai pretest skor nilai tertinggi 87,5 rata-rata 60,19. Sedangkan posttest nilai tertinggi 93,75 rata-rata 70,14. Berdasarkan hasil uji T-test Independen diperoleh nilai p=0,005, yang berarti nilai p lebih kecil dari α=0,05. Sehingga Terdapat perbedaan yang signifikan yang antara penyuluhan media video dan gambar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penyuluhan menggunakan media video lebih efektif daripada media gambar dalam meningkatkan pengetahuan seks bebas pada remaja. Diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan seks bebas pada remaja instansi SMK N Nawangan menggunakan video sebagai media penyuluhan.Kata kunci: Video, gambar, pengetahuan,seks bebas, remaja.

EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN INDIVIDU DAN KELOMPOK DENGAN TINGKAT KEPATUHAN ASUPAN GIZI PADA PASIEN POST OPERASI DI POLI BEDAH RSUD DR HARJONO PONOROGO

Health Sciences Journal Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe obedience of consuming nutritious food is very important for post surgery patients to accelerate effectiveness of individual and group healt education with compliance level of nutrition intake in patient post minor operation in sugery poly hospital Harjono Ponorogo.The design of this research is descriptive. population the whole patients of post surgery in the surgery poly of Harjono Ponorogo Hospital. The total sample in the research 20 respondent. The technique sampling used purposive sampling conducted on 10 April-14 July 2017. The data collection used questionnaire, data displayed of percentage. The research result obedience of the nutrition intake of minor post surgery patient who were given individual education there p= 0,025<0,05, who were given group education there p= 0,102>0,05. The effectiveness of individual end group health education whit adherence levels of nutrition intakein minor post operation patient was 0,353>0,05 adherence to nutrition intake given individual health education was on more effective than adherence to nutrition intake provided by group healt education.The research result need the promotive efforts from the healt workerssuch as do illumination, health education or spread the health leaflet containing about the intake of nutrition after surgery.Key words: Obedience, Nutrition Post Surgery, at Surgery Poly Hospital Harjono AbstrakKepatuhan mengkonsumsi makanan bergizi penting bagi pasien post operasi untuk mempercepat penyembuhan luka dan mencegah adanya komplikasi luka. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahuiefektivitas pendidikan kesehatan individu dan kelompok dengan tingkat kepatuhan asupan gizi pada pasien post operasi minor, di poli bedah RSUD Dr. Harjono Ponorogo.Desain penelitian deskriptif.Populasi penelitian adalah seluruh pasien post operasi minor di poli bedah RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Total sampel penelitian ini 20 responden. Tehnik sampling menggunakan Purposive Sampling dilakukan pada tanggal 10 April-14 Juli 2017.Pengumpulan data menggunakan kuesioner, data ditampilkan dengan prosentase. Hasil penelitian menunjukan kepatuhan asupan gizi pasien post operasi minor yang diberikan pendidikan secara individu terdapat p= 0,025<0,05, yang diberikan pendidikan secara kelompok terdapat p= 0,102>0,05. Efektivitas pendidikan kesehatan individu dan kelompok dengan tingkat kepatuhan asupan gizi pada pasien post operasi minor terdapat p= 0,353>0,05 kepatuhan asupan gizi yang diberikan pendidikan kesehatan secara individu tidak lebih efektif dibandingkan kepatuhan asupan gizi yang diberikan pendidikan kesehatan secara kelompok.Hasil penelitian perlu adanya upaya promotif dari petugas kesehatan seperti melakukan penyuluhan, pendidikan kesehatan maupun penyebaran leaflet yang berisi tentang asupan gizi setelah operasi.Kata kunci: Kepatuhan, Gizi post operasi, di Poli Bedah RSUD Dr. Harjono

Health Care Workers Communication on Diabetes Mellitus Management in Hospital and Community Health Center

KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.485 KB)

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) patients require DM management for life. Research proved that good quality self-care behavior of DM patients in dr. Harjono Regional Public Hospital Ponorogo and in North Ponorogo Community Health Center were still low (28,6% in dr. Harjono Regional Public Hospital Ponorogo and 50% in North Ponorogo Community Health Center). Health care worker communication is related to self-care behavior of DM patients. Differences in hospital and community health center self-care behavior in the previous study results triggered a question on the differences in hospital and community health center workers communication. This study was conducted in 2017 and aimed to explain the difference of health care workers communication regarding DM management in hospital and community health center. This study used comparative research design with 32 respondents from dr. Harjono Regional Public Hospital Ponorogo and 31 respondents from North Ponorogo Community Health Center. The results showed that 78.1% of respondents in hospitals and 93.5% of respondents in community health center stated good health care workers communication. The Fisher’s Exact test found p value of 0.148 which meant that there was no difference in communication of healthcare workers in hospital and community health center. Most patients in both places suffered from DM for 1-5 years and required the same health care workers communication, therefore there was no difference in the communication of health workers in both places.

RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP STRES PSIKOLOGIS DAN PERILAKU PERAWATAN DIRI PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2

KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita DM tipe 2 sering mengalami stres berkaitan dengan terapi yang harus dijalani. Pengalaman stres sebelum dan selama terapi berpengaruh terhadap perilaku perawatan diri. Relaksasi otot progresif merupakan salah satu manajemen stres. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh relaksasi otot progresif terhadap stres psikologis dan perilaku perawatan diri pada pasien DM Tipe 2 ang dilakukan pada tahun 2014. Desain penelitian ini kuasi eksperimen dengan pre-test dan post-test. Jumlah sampel 30 responden yang terdiri dari kelompok 14 orang kelompok perlakuan dan 16 orang kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan purpossive sampling. Analisa data khusus menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test. Berdasarkan Wilcoxon Signed Rank Test untuk menguji pre-test dan post-test pada kelompok perlakuan didapatkan hasil stres psikologis p=0,014 (p<0,05) dan perilaku perawatan diri p=0,003 (p<0,05). Mann-Whitney U Test pada post-test kelompok perlakuan dan kontrol didapatkan hasil stres psikologis p=0,035 (p<0,05) dan perilaku perawatan diri p=0,058 (p>0,05) Kesimpulan dari penelitian ini: ada pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan stres psikologis pada pasien DM tipe 2 dan tidak ada pengaruh relaksasi otot progresif terhadap perilaku perawatan diri pada pasien DM tipe 2. Penelitian lebih lanjut post-test perilaku perawatan diri perlu dilakukan dengan selang waktu yang lebih lama dibandingkan dengan stres psikologis.Patients with Type 2 Diabetes mellitus often have stress experience related to diabetes therapy. Stress experience before and during therapy affects self-care behaviors. Progressive muscle relaxation is one of stress management. The purpose of this study is to clarify the effect of progressive muscle relaxation on the psychological stress and self-care behavior in patients with Type 2 Diabetes mellitus in 2014. The research design was quasy-experiment with pre-test and post-test design. Total sample was 30 respondents consisting of 14 people in treatment group and 16 people in control group recruited by purpossive sampling. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test test and Mann-Whitney U Test. The result showed in the experimental group of psychological stress p=0.014 (p<0,05) and self-care behavior of p=0,003 (p<0,05). Mann-Whitney U test to post-test treatment and control groups showed psychological stress p=0,035 (p<0,05) and self-care behavior of p=0,058 (p>0,05). It is concluded that there was an effect of progressive muscle relaxation on reducing psychological stress in patients with type 2 diabetes and no effect of progressive muscle relaxation on self-care behavior in patients with type 2 diabetes mellitus. Further research about self-care behaviors post-test needs to be done at longer intervals than the psychological stress.

PENYULUHAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN IBU DALAM PENCEGAHAN KEJANG DEMAM BALITA di Dukuh Ngembel Desa Baosan Lor Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo

Health Sciences Journal Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejang demam adalah serangan kejang yang terjadi karena kenaikan suhu tubuh. Sifat bangkitan dapat membentuk tonik-klonik, tonik, klonik, fokal atau kinetik.Apabila anak sering mengalami kejang demam akan mengganggu kerja sel dengan mengakibatkan kerusakan pada neuron. Banyak upaya pencegahan yang dilakukan pihak kesehatan yaitu dengan penyuluhan, namun tidak sering yang menggunakan media video. Di Ngembel Ngrayun jarang adanya penyuluhan, dan belum ada yang menggunakan media video dalam pencegahan kejang demam balita. Fenomena penderita  kejang  demam pada anak balita 1-5 tahun masih tinggi. Di Ngrayun prevalensi balita demam sebesar 227.Sehubungan dengan hal tersebut maka perlu adanya penyuluhan kesehatan mengenai pengetahuan kejang demam pada balita. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan menggunakan media video terhadap pengetahuan ibu dalam pencegahan kejang demam balita.Penelitian ini menggunakan metode pra eksperimenone-group pretest-posttest design. Jumlah sampel sebanyak 70 responden ibu yang memiliki anak balita. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil statistik didapatkan, sebelum penyuluhan didapatkan hasil minimal 33, dan nilai maksimal 100, dengan nilai rata-rata 73,79. Sesudah penyuluhan didapatkan hasil minimal 73, dan nilai maksimal 100, dengan nilai rata-rata 90,73.Pada penelitian ini menggunakan uji Paired T-test. Dari uji tersebut diketahui p value 0,000 ≤ nilai α 0,05. Dapat dikatakan bahwa ada pengaruh signifikan berdasarkan hasil pre dan post penyuluhan kesehatan menggunakan media video. Diketahui pengetahuan responden meningkat sesudah diberi penyuluhan.Dapat disimpulkan bahwa media video ini dapat menjadi salah satu media yang efektif dalam melakukan penyuluhan. Bermanfaat bagi para ibu untuk meningkatkan pengetahuan terhadap penanganan demam yang benar pada anak balita mereka yang mengalami demam sehingga mencegah terjadinya kejang demam.