Articles

Found 6 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Ikterus pada Neonatus Rohani, Siti; Wahyuni, Rini
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2017): June
Publisher : STIKes Aisyah Pringsewu Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.934 KB)

Abstract

Berdasarkan data SDKI tahun 2012 Kejadian ikterus  pada bayi baru lahir berkisar 50% pada bayi cukup bulan dan 75% pada bayi kurang bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Ikterus pada Neonatus. Jenis penelitian kuantitatif melalui rancangan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh neonatus lahir hidup 0-28 hari sebanyak 1041 neonatus, besar sampel 196 neonatus. Teknik sampel systematic random sampling. Analisa data menggunakan univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil uji chi square di dapat hasil ada hubungan berat badan lahir (p-value 0,000 < 0,05), OR= 3,084, ada hubungan masa gestasi ((p-value 0,000 < 0,05), OR= 4,721, ada hubungan infeksi (p-value 0,005 < 0,05), OR= 2,444, ada hubungan asfiksia(p-value 0,015 < 0,05), OR= 2,181 tidak ada hubungan jenis persalinan (p-value 0,607 > 0,05), OR= 0,821 dengan kejadian ikterus. Hasil uji regresi logistik berganda didapat variabel masa gestasi yang paling dominan berhubungan dengan kejadian ikterus pada neonatus (p-value 0,000), OR= 4,698. PUS diharapkan dapat memeriksakan kehamilannya minimal 4 kali kunjungan, kepada ibu hamil dapat menjaga kebersihan personal hygiene terutama vulva hygiene untuk mencegah terjadinya infeksi.Kata kunci: Asfiksia, Berat badan lahir, ikterus, infeksi, masa gestasiBased on the data of SDKI in 2012 The incidence of jaundice in newborns ranges from 50% in term infants and 75% in underweight infants. This study aims to determine the factors associated with the incidence of Ikterus in Neonates. This type of quantitative research through the design of analytical research with cross sectional approach. Population of this study all neonates born 0-28 days life as 1041 neonates, large sample 196 neonatus, sample technique used systematic random sampling. Data analysis using univariate, bivariate, and multivariate. The result of chi square test showed a correlation between neonatal jaundice with birth weight (p-value 0,000 <0,05), OR = 3.084, gestation period (p-value 0,000 <0.05), OR = 4,721, infection (p-value 0.005 <0.05), OR = 2.444, asphyxia (p-value 0.015 <0.05), OR = 2.181 there is no relation type of labor (p-value 0.607> 0.05), OR = 0.821 with the occurrence of jaundice. the results of multiple logistic regression test obtained variable gestation most dominant related to the incidence of jaundice in neonates (p-value 0.000), OR = 4.698, PUS is expected to checkups at least 4 visits, to pregnant women can maintain her personal hygiene especially vulva hygiene to prevent the occurrence of infectionKeywords: asphyxia, birth weight, jaundice, infection, gestation
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODELPEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBASISMACROMEDIA FLASH DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL Wahyuni, Rini; Siregar, Alkhafi Maas
Inovasi Pembelajaran Fisika (INPAFI) Vol 1, No 2 (2013): INPAFI
Publisher : Inovasi Pembelajaran Fisika (INPAFI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis Macromedia Flash dan model pembelajaran konvensional pada materi pokok impuls dan momentum di kelas X semester II SMK Negeri 1 Stabat tahun ajaran 2012/2013.Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian  adalah seluruh siswa kelas X Semester IISMKNegeri 1 Stabat yang terdiri dari 6 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling dengan mengambil 2 kelas dari 6 kelas secara acak yaitu kelas X-TKJ sebagai kelas eksperimen dan kelas X-AV sebagai kelas kontrol.Dari hasil pengolahan data postes diperoleh bahwa ada perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis Macromedia Flash dengan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok impuls dan momentum kelas X semester II SMK Negeri 1 Stabat T.P. 2012/2013.   Kata kunci : Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD,  Konvensional, Macromedia Flash
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persalinan Preterm Wahyuni, Rini; Rohani, Siti
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2017): June
Publisher : STIKes Aisyah Pringsewu Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.444 KB)

Abstract

Abstrak: Di Indonesia kematian bayi sekitar 56%  terjadi pada periode sangat dini yaitu di masa neonatal atau bayi baru lahir. Sebagian besar kematian neonatal terjadi pada usia 0-6 hari (78,5%) dan prematuritas merupakan penyebab utama kematian neonatal. Tujuan penelitian adalah untuk untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan preterm. Berdasarkan hasil rekam medis di Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Dr. H. Abdul Moeloek pada tahun 2016 menunjukkan adanya 77 persalinan preterm dari 391 persalinan. Penelitian menggunakan metode Case Control. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara persalinan preterm dengan usia ibu (p-value = 0,017) dan paritas (p-value = 0,049). Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa usia ibu menjadi faktor yang paling dominan terhadap terjadinya persalinan preterm. Penyuluhan dan konseling oleh tenaga kesehatan kepada ibu hamil dengan melakukan kunjungan antenatal care sesuai program pemerintah agar kelainan ataupun komplikasi dalam kehamilan dapat terdeteksi lebih awal.Kata kunci : Persalinan preterm, komplikasi kehamilan, paritas Abstract: In Indonesia, 56% of infant deaths occur in very early periods, ie in the neonatal or newborn period. Most neonatal deaths occur at 0-6 days (78.5%) and prematurity is the leading cause of neonatal death. The aim of this research is to know the factors that influence preterm labor. Based on the results of medical records at the Dr. H. Abdul Moeloek General Hospital (RSUD) in 2016 showed 77 preterm labor from 391 deliveries. The method of this study was case control. The result of bivariate analysis showed that there was a significant correlation between preterm labor and maternal age (p-value = 0,017) and parity (p-value = 0,049). The results of the research analysis indicated that maternal age was the most dominant factor in the occurrence of preterm labor. Socialization and counseling by health practitioners is important for women with risky age, primipara parity or multipara grande, preterm history, pregnant complication, and low education background. Antenatal care must be taught to them in order to have early detection of preterm risk.Keyword: Preterm Labor, Pregnant Complication, Parity
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODELPEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBASISMACROMEDIA FLASH DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL Wahyuni, Rini; Siregar, Alkhafi Maas
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 1, No 2 (2013): INPAFI
Publisher : INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.682 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis Macromedia Flash dan model pembelajaran konvensional pada materi pokok impuls dan momentum di kelas X semester II SMK Negeri 1 Stabat tahun ajaran 2012/2013.Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian  adalah seluruh siswa kelas X Semester IISMKNegeri 1 Stabat yang terdiri dari 6 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling dengan mengambil 2 kelas dari 6 kelas secara acak yaitu kelas X-TKJ sebagai kelas eksperimen dan kelas X-AV sebagai kelas kontrol.Dari hasil pengolahan data postes diperoleh bahwa ada perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis Macromedia Flash dengan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok impuls dan momentum kelas X semester II SMK Negeri 1 Stabat T.P. 2012/2013.   Kata kunci : Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD,  Konvensional, Macromedia Flash
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODELPEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBASISMACROMEDIA FLASH DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL Wahyuni, Rini; Siregar, Alkhafi Maas
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 1, No 2 (2013): INPAFI
Publisher : INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.682 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis Macromedia Flash dan model pembelajaran konvensional pada materi pokok impuls dan momentum di kelas X semester II SMK Negeri 1 Stabat tahun ajaran 2012/2013.Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian  adalah seluruh siswa kelas X Semester IISMKNegeri 1 Stabat yang terdiri dari 6 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling dengan mengambil 2 kelas dari 6 kelas secara acak yaitu kelas X-TKJ sebagai kelas eksperimen dan kelas X-AV sebagai kelas kontrol.Dari hasil pengolahan data postes diperoleh bahwa ada perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis Macromedia Flash dengan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok impuls dan momentum kelas X semester II SMK Negeri 1 Stabat T.P. 2012/2013.   Kata kunci : Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD,  Konvensional, Macromedia Flash
KETERAMPILAN SAINS ANAK USIA 4-5 TAHUN DALAM PEMBELAJARANBERBASIS SENTRA DAN LINGKARAN DI TK ANDIKA KOTA CILEGON BANTEN Wahyuni, Rini
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2016): JPP PAUD Untirta
Publisher : Early Childhood Teacher Education Department UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2122.459 KB)

Abstract

Learning in TK basically adopts learn while playing and playing while learning. Applying the method based learning centers and circles, the process of learning activities that children do become more purposeful and fun through 4 kinds foothold in the center so that put children in a position proportional to stimulate the development and skills of children properly. But in reality there are many institutions early childhood that still uses a classical system that is less oriented to the development and parenting skills, learning focused on the end result to be achieved without promoting the process through which the child when learning activities, so that learning look monotonous and development as well as parenting skills lacking stimulated properly. Science skills or the process of doing science for young children to play an important role in life for children, both in the present and for the future. With science skills are stimulated properly, the child will acquire skills in critical thinking, problem solving, gain knowledge and scientific information. In early childhood science skills can be stimulated through the learning is done every day in the center and a circle. This study aims to: 1) to find out how the teacher’s role in stimulating science skills of children, 2) to find out how the learning process of children in centers and circles, 3) to find out what science skills of children that occur during the process of learning activities in the center and circle, 4) to determine the factors supporting and inhibiting factors science skills of children in the center and a circle. This research uses descriptive method with qualitative approach. The subjects of this study are children aged 4-5 years in TK Andika. Data is collected using the method of observation, interviews, documentation, and field notes. The researcher is the main instrument for doing research assisted by guidelines for observation, interview, and documentation guidelines.