Articles

PENGARUH PENERAPAN PERBAIKAN PROSES BISNIS INTERNAL DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA BANK DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD (Sensus Pada Bank Umum di Wilayah Kota Banda Aceh) Zulkarnaini, Zulkarnaini
Jurnal Keuangan & Bisnis Program Studi Magister Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Harapan Vol 4, No 3 (2012): November
Publisher : Yayasan Pendidikan Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

      This reaserach aims to know the relationship and effect of implementation of internal business process improvement and corporate social responsibility toward bank performance based on balanced scorecard at Banks in Banda Aceh. The data collection method is obtained through questionaires for  23 Banks.  The respondents are 6 staffs who include for the middle to top management and influence the decision, so the respondents are 138. Test of hypothesis is used by using the statistic model of path analysis.      The result indicates that internal business process improvement has significantly effects  toward the corporate social responsibility, it means that the corporate social responsibility will be better when business process has been well done. Additionally, internal business process improvement has the indirectly relationship through  the corporate social responsibility to support the performance based on the balanced scorecard.      Simultaneously, internal business process improvement and corporate social responsibility has significantly effect  toward bank performance based on balanced scorecard at Banks in Banda Aceh. Partially, both internal business process improvement and corporate social responsibility has significantly effect toward bank performance based on balanced scorecard at Banks in Banda Aceh.
Perancangan Sms Gateway Pada Absensi Kehadiran Mahasiswa Jurusan Manajemen Informatika Politeknik Negeri Sriwijaya zulkarnaini, Zulkarnaini
2085 - 2576
Publisher : MANAJEMEN INFORMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehadiran mahasiswa merupakan komponen penilaian untuk nilai kelakuan yang nantinya akan merupakan indikator kedisiplinan mahasiswa tersebut selama menjalani kuliah pada Politeknik Negeri Sriwijaya. Ketidak hadiran mahasiswa baik yang memberi khabar maupun tidak tetap akan dicatat dan dapat mengakibatkan mahasiswa Drop Out atau pun dapat diusulkan Stop Out jika sudah sampai pada batas yang ditentukan oleh peraturan Politeknik Negeri Sriwijaya. Untuk itulah catatan kehadiran mahasiswa sangat menentukan penilaian kedisiplinannya. Dengan berkembangnya teknologi SMS (Short Message Service) yang tidak terikat dengan tempat dan waktu, maka dapat digunakan sebagai media untuk mengirimkan informasi sebagai pengganti dari cara konvensional menggunakan surat. Orang tua/wali mahasiswa dapat mengirimkan khabar ketidak hadiran anaknya sesegera mungkin walaupun dia berada dikampung dan dalam keadaan cuaca bagaimanapun asalkan didaerahnya tersebut mempunyai signal operator GSM. Namun sebelumnya nomor orang tua/wali mahasiswa tersebut harus didaftarkan dahulu ke jurusan Manajemen Informatika Polsri. Dari latar belakang itulah penulis merancang dan membangun aplikasi yang berbasis SMS yang dapat mencatat ketidak hadiran mahasiswa sesuai dengan waktunya dan membalas berita yang dikirimkan sehingga meyakinkan orang tua/wali bahwa informasinya telah diterima. Selain itu orang tua/wali dapat mengontrol ketidakhadiran anaknya ke kampus (kuliah) sesuai dengan jumlah berita yang dikirimkannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan suatu aplikasi yang dapat membantu mahasiswa dalam mengirimkan berita ketidakhadirannya dan melancarkan tugas administrasi dalam merekap kehadiran mahasiswa.
Pembangunan Perangkat Lunak Menggunakan Sistem Data Terdistribusi (Studi Kasus: Sistem Informasi Akademik Politeknik Negeri Sriwijaya) Zulkarnaini, Zulkarnaini
2085 - 2576
Publisher : MANAJEMEN INFORMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komponen pendukung suatu perangkat lunak kadang kala tidak tersedia pada suatu bahasa program. Untuk itu kita harus membuatnya sendiri sesuai dengan kebutuhan. Demikian juga pada pengembangan aplikasi pengolahan data nilai Polsri yang bernama SISAK, dari program yang hanya dapat diakses oleh satu komputer menjadi program yang dapat diakses oleh banyak komputer. Pada artikel ini komponen yang dibangun menggunakan aplikasi COM+ yang dikeluarkan oleh Microsoft. Dengan memanfaatkan kemampuan COM+ dalam mendistribusikan data, maka aplikasi SISAK dapat dikembangkan menjadi suatu aplikasi data terdistribusi yang dapat diakses oleh banyak komputer.
Analisa Hubungan Singkat Satu Fasa Ketanah Untuk Koordinasi Setting Ground Fault Relay (GFR) Pada Penyulang Feeder 20 Kv (GI Batu Sangkar Feeder Tigo Jangko ) Zulkarnaini, Zulkarnaini; Bahri, Samsul
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 No 1 Februari 2012
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam setiap sistem tenaga listrik selalu digunakan sistem proteksi atau pengaman untuk mengantisipasi apabila terjadi gangguan. Sistem proteksi ini diperlukan untuk memisahkan bagian yang mengalami gangguan dengan yang tidak mengalami gangguan sehingga sistem dapat menjalankan operasinya. Apabila peralatan proteksi atau pengaman memberikan respon yang salah terhadap gangguan maka terjadi tripping ikutan/palsu yaitu peristiwa yang menggambarkan kejadian ketika suatu peralatan proteksi merespon/menanggapi secara salah atau tidak diharapkan pada suatu kondisi atau keadaan sistem tenaga listrik yang sedang mengalami gangguan. Tripping ikutan ini dapat terjadi pada peralatan pengaman atau proteksi yang dihubungkan seri pada penyulang yang sama, sehingga apabila terjadi gangguan pada penyulang tersebut maka dua atau lebih peralatan pengaman pada penyulang itu akan mengalami tripping. Tripping ikutan juga dapat terjadi pada penyulang penyulang lainnya pada bus yang sama. Hasil Penelitian ini dapat meminimalkan trip yang terjadi pada penylang yang disebabkan oleh gangguan Tripping ikutan dengan menggunakan rele gangguan tanah inverse time pada gangguan satu saluran ke tanah dengan settingan relay pada Gardu Induk (GI) Batu Sangkar pada express feeder untuk jarak 0% 0,6805 dt dan untuk feeder Tigo Jangko 0,3detik. Begitu juga pada jarak 100 % maka settingan waktu relay untuk Exspress feeder adalah 2,1367 dan untuk feeder Tigo Jangko adalah 0,9431 dt.
PEMETAAN TINGKAT DISTORSI HARMONIK PADA GEDUNG KAMPUS INSTITUT TEKNOLOGI PADANG Zulkarnaini, Zulkarnaini; Andres, Andres
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harmonik menyebabkan bentuk gelombang arus tidak Sinusoidal murni sebab sudah terdistorsi. Pada umumnya peralatan elektronik merupakan beban nonlinear seperti komputer, printer, scanner, inverter, konverter, dan lain sebagainnya. Beban non-linier adalah beban dimana hubungan antara arus dan tegangannya tidak linier. Keberadaan beban non-linier pada sistem tenaga listrik akan menimbulkan gangguan harmonisa. Tingkat harmonisa yang melewati standar dapat menyebabkan terjadinya peningkatan panas pada peralatan. Bahkan pada kondisi terburuk dapat terjadi gangguan bahkan kerusakan permanen pada beberapa peralatan elektronik yang sen sitif termasuk komputer. Selain itu juga dapat menyebabkan berkurangnya umur peralatan. Pada penelitian ini akan dilakukan pengukuran kandungan harmonisa tegangan dan arus listrik di gedung kampus ITP . Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat ukur Power Quality Analyzer Fluke 434. Hasil pengukuran selanjutnya akan dibandingkan dengan standar yang ada (dalam hal ini standar IEEE), sebagai evaluasi terhadap kualitas daya listrik di gedung kampus ITP . Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan harmonisa tegangan (%THDv) di Gedung kampus ITP berada pada rentang 1,9% – 3,4% sedangkan kandungan harmonisa arus (%THDi) adalah 7,2%-350,6% .
PENGARUH HARMONIK AKIBAT PENGGUNAAN VARIABLE SPEED DRIVE TERHADAP PIRANTI BRIDGE CRANE PLTU TELUK SIRIH (2X112MW) Zulkarnaini, Zulkarnaini
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PLTU Teluk Sirih (2X112MW) menggunakan Bridge Crane dengan Variable Speed Drive sebagai sistem kontrol. Variable Speed Drive merupakan beban non-linear dan dicurigai menjadi sumber distorsi harmonik pada tegangan dan arus yang mengalir pada piranti Bridge Crane. Dilakukan pengukuran pada sisi masukan dan keluaran sistem kontrol piranti masing-masing motor Bridge Crane. Dari hasil pengukuran diketahui jika terjadi distorsi pada arus, tegangan masukan dan keluaran. Hasil pengukuran yang dimasukkan dalam perhitungan kemudian dibandingkan dengan standar yang ada menunjukkan bahwa nilai Total Harmonic Distortion tegangan piranti Bridge Crane yang tertinggi yaitu sebesar 0.048% masih dalam batas aman sebesar 5%. yang ditetapkan standar IEEE 519-1992. Sementara nilai Individual Harmonic Distortion arus khususnya orde ke-5 piranti Motor Hoist pada Bridge Crane yang tertinggi sebesar 22A telah melewati ambang batas maksimum yang ditetapkan standar IEC 1000-3-2 sebesar 1.14A, nilai Total Demand Distortion tertinggi piranti Trolley Motor pada Bridge Crane sebesar 63% telah melewati standar nilai Total Demand Distortion IEEE 519-1992 sebesar 15%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Variable Speed Drive mengandung harmonik yang menyebabkan distorsi tegangan dan arus pada piranti-piranti Bridge Crane.
EVALUASI KOORDINASI RELAY PROTEKSI PADA FEEDER Zulkarnaini, Zulkarnaini; Saputra, Eko
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam setiap sistem tenaga listrik selalu digunakan sistem proteksi atau pengaman untuk mengantisipasi apabila terjadi gangguan. Sistem proteksi dan pengaman ini diperlukan untuk memisahkan bagian yang mengalami gangguan dengan yang tidak mengalami gangguan sehingga sistem dapat menjalankan operasinya. Apabila peralatan proteksi atau pengaman memberikan respon yang salah terhadap gangguan maka terjadi tripping ikutan/palsu yaitu peristiwa yang menggambarkan kejadian ketika suatu peralatan proteksi merespon/menanggapi secara salah atau tidak diharapkan pada suatu kondisi atau keadaan sistem tenaga listrik yang sedang mengalami gangguan. Tripping ikutan ini dapat terjadi pada peralatan pengaman atau proteksi yang di hubungkan seri pada penyulang yang sama, sehingga apabila terjadi gangguan pada penyulang tersebut maka dua atau lebih peralatan pengaman pada penyulang itu akan mengalami tripping. Tripping ikutan juga dapat terjadi pada penyulang penyulang lainnya pada bus yang sama. Hasil Penelitian ini dapat meminimalkan trip yang terjadi pada penylang yang disebabkan oleh gangguan Tripping ikutan dengan menggunakan rele gangguan tanah inverse time pada gangguan satu saluran ke tanah dengan settingan relay incoming Sijunjung dan GH Tanjung Ampalu seting waktu relay adalah 0,9 second dan 0,6 second dan untuk penyulang (feeder) Pelangki, Muaru dan Kumanis settingan waktu adalah 0,3 detik.
Application of Employee Income Tax Planning And It’s Implication To Corporate Income Tax of PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang Ariyanti, Indri; Zulkarnaini, Zulkarnaini
EKSISTANSI Vol 1, No 2 (2009): Jurnal Eksistansi
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to determine the practice of employee income Tax planning and its implication to corporate income tax of PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang.  As the result of the corporate tax planning there have been a tax saving which its amount equal to Rp 7.124.809.000,- in year 2005, and equal to Rp 7.809.425.100,- in year 2006.  The corporate shouldn’t neglect the changes in applied income tax regulations, so the applied tax planning won’t violate the regulations.
STUDI ANALISA PERHITUNGAN BIAYA TOTAL TAHUNAN PENYULANG (FEEDER) DISTRIBUSI 20 KV TAHUN 2013 (Aplikasi GI PIP ke Feeder II Air Pacah) Zulkarnaini, Zulkarnaini; Rahmad, Donny
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saluran distribusi 20 KV merupakan bagian terpenting dari sistem tenaga listrik terutama dalam penyaluran energi lsitrik ke konsumen. Dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini maka penambahanjaringan distribusi juga meningkat. Sebagai pedoman untuk penambahan jaringan distribusi dimasa datang,maka diperlukan suatu kajian tentang analisa biaya penyulang (feeder). Untuk menghitung biaya feeder salurandistribusi 20 KV, dilakukan perhitungan Biaya Ekivalen Investasi Penyulang Tahunan (BTI), Biaya EnergiEkivalen Tahunan (BTE), Biaya Ekivalen Demand Tahunan (BTD). Hasil penjumlahan biaya-biaya diatas makadiperoleh Biaya Total Tahunan dari Penyulang (TBT) yang berbeda sesuai dengan panjang dan besarnya beban masing-masing saluran. Hasil penelitian ini memperlihatkan beban paling tinggi terjadi pada bulan Mei yaitu75,53 ampere menyebabkan Biaya Total Tahunan Penyulang (TBT) sebesar Rp. 417.154.453,3. Beban palingrendah terjadi pada bulan Januari yaitu 35,46 ampere menyebabkan Biaya Total Tahuan Penyulang (TBT) sebesar Rp. 416.983.422,9.
EVALUASI KOORDINASI OVER CURRENT RELAY (OCR) DAN GROUND FAULT RELAY (GFR) PADA FEEDER GH LUBUK BUAYA Zulkarnaini, Zulkarnaini; Hakim, Ujang Rahman
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 16, No 1 (2014): Volume 16 No 1 Februari 2014
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat keandalan distribusi tenaga listrik PT. PLN (Persero) Area Padang Rayon Tabing masih belum optimal. Hal ini disebabkan oleh: Pertama, pada tahun 2012 ini terjadi perubahan pada pembangkitan daerah sumatera bagian tengah sehingga berpengaruh terhadap nilai MVA short circuit yang ada di GI PIP. Kedua, adanya penambahan beban pada Feeder Adinegoro yang harus memikul beban Feeder Air Tawar sehingga beban meningkat dua kali lipat dari semula (70 A menjadi 134 A) dan panjang jaringan juga menigkat dari 11.87 kms menjadi 40.57 kms. Setelah dilakukan analisa terhadap perubahan arus gangguan yang muncul serta koordinasi setting relay proteksi GH Lubuk Buaya, didapati bahwa nilai setting arus OCR moment pada incoming dan masing-masing Feeder di outgoing GH perlu dilakukan perubahan karena kurang efektif. Setting arus instan terlalu kecil sehingga menyebabkan relay pada incoming akan sama-sama merasakan arus gangguan hubung singkat 2 untuk jarak gangguan kurang dari 30 % panjang masing-masing outgoing. Hasil Penelitian ini dapat meminimalkan trip (pemutusan) yang terjadi pada penyulang. Dimana Setting ulang waktu kerja pada rele outgoing di set 0,3 sec dan untuk setting waktu kerja incoming GH Lubuk Buaya di set 0,6 dimana ada grading time sebesar 0,3 sec. Setting ulang ini dimaksudkan agar rele tidak sampai trip lagi akibat arus Inrush dari trafo-trafo distribusi yang memang sudah tersambung di jaringan distribusi, sewaktu PMT penyulang tersebut dimasukkan. Sehingga untuk mengkoordinasikan kembali dapat digunakan setting relay hasil analisa yang terdapat pada tabel Incoming dan Outgoing Feeder GH Lubuk Buaya ,