Muhammad Zulfitrah
Mahasiswa Program Pemdidikan S-1kedokteran umum FK Undip

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI TEMPE DENGAN ANGKA KEJADIAN AKNE VULGARIS PADA DEWASA MUDA Zulfitrah, Muhammad; Riyanto, Puguh
MEDIA MEDIKA MUDA 2012:MMM VOLUME 1 NUMBER 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latara belakang : Akne vulgaris adalah penyakit peradangan kronis dari folikel pilosebaseus yang ditandai dengan adanya komedo, papula, pustula, nodul dan sering dengan bekas luka. Akne vulgaris merupakan suatu penyakit kulit yang umum dengan patogenesis yang bersifat kompleks. Tempe memiliki kandungan yang kaya antioksidan yang dapat menghambat proses penuaan salah satunya isoflavon yang mempunyai aktifitas yang sama seperti hormon estrogen dalam tubuh. Estrogen dalam tubuh secara tidak langsung mampu menurunkn produksi sebum yang merupakarn salah satu proses terjadinya akne vulgaris.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan cross sectional dengan sampel 60 mahasiswa fakiltas ekonomi universitas diponegoro di semarang yang memenuhi criteria unklusi (terdaftar sebagai mahasiswa fakultas ekonomi universitas diponegoro di semarang, berusia antara 18-25 tahun, menderita akne vulgaris, mengisi informed consent). Data yang dikumpulkan merupakan data primer dengan pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji chi square, dengan tingkat kemaknaan p<0,05.Hasil penelitian: Dari 54 orang (90%) responden yang mengkonsumsi tempe didaptkan (44,4%) diantaranya menderita akne vulgaris sedangkan (56,4%) tidak menderita akne vulgaris, riwayat keluarga juga berpengaruh terhadap angka kejadian akne vulgaris (38,3%), menstruasi juga berpengaruh terhadap angka kejadian akne vulgaris (55%), perilaku membersihkan wajah secara teratur (95%), faktor stress berpengaruh terhadap akne vulgaris (66,6%). Ada hubungan antra konsumsi tempe dengan angka kejadian akne vulgaris pada dewasa muda (p=0,024).Kesimpulan : Angka kejadian akne vulgaris pada responden yang mengkonsumsi tempe ditemukan menderita akne vulgaris (44,4%) dan tidak menderita akne vulgaris (56,4%). Ada hubungan antra konsumsi tempe dengan angka kejadian akne vulgaris pada dewasa muda.Kata kunci : akne vulgaris, konsumsi tempe
IDENTIFIKASI SEBARAN MINERAL SULFIDA (PIRIT) MENGGUNAKAN METODE GEOMAGNET DI DAERAH LIBURENG KABUPATEN BONE Zulfitrah, Muhammad; Lantu, Lantu; Syamsuddin, Syamsuddin
JURNAL GEOCELEBES Vol 2, No 1: April 2018
Publisher : Departemen Geofisika, FMIPA - Universitas Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/geocelebes.v2i1.3789

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan metode geomagnet di daerah libureng kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Ada 65 titik pengukuran dengan luas 120 m untuk mengidentifikasi sebaran mineral sulfida. Panjang lintasan 100 m dengan spasi 20 m menggunakan satu alat magnetometer. Koreksi data dengan filter upward continuation serta metode foward modeling menggunakan perangkat lunak Mag2dc. Dari hasil analisis data diperoleh nilai anomali berkisar antara -1700 sampai 8000 nT. Interpretasi menujukkan Batuan beku andesit (1.6801 x 10-3 SI) yang mengintrusi batuan sedimen batugamping (0.3554 x 10-3 SI). Mineral sulfida disseminated dan berasosiasi dengan batulempung (0.2 x 10-3 SI), dolomit (0.0815 x 10-3), dan breksi (0.7802 x 10-3 SI).