Articles

Found 6 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUTUSAN PELANGGAN DALAM MEMILIH KEMBALI JASA PELAYANAN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ISLAM JOMBANG

Eduhealth Vol 1, No 1 (2010): Edu Health
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractCustomer behavior in decision-making of choosing a facility inpatient services is influenced by several factors include social, cultural, individual and psychological. With customer expectations get a sense of security in fulfilling the need in solving health problems, so the hospital must improve services and give satisfaction commensurate with the costs incurred by the patient.This type of analytic study correlation with Cross Sectional design. Independent variables in this study are factors associated with the customers decision of social, cultural, individual, psychological. While the dependent variable is the decision in selecting back rawayat inpatient services. This research instruments used Questioner then tabulated and analyzed using Spearmans Rho test statistic with a value of α = 0.05.The results of Spearmans Rho test statistic value of 0.007 obtained from the individual factors, psychological factors 0.001, 0.011 from social factors, cultural factors 0.023 from the value of α = 0.05, where H 0 is rejected and H 1 accepted which means there is a relationship between factors associated with the customers decision in selecting back-patient services at the Islamic Hospital Jombang.Decision customers choose inpatient services is influenced by several factors including: individual factors, psychological factors, social factors and cultural factors. Thus, the client has authority to make a decision in the use of hospital services both in the service of safe, comfortable and can meet clients needs and expectations. Keywords: individual factors, psychological factors, social factors, cultural factors, the customers decision.

The Study of Seafloor Tin Placer Resources of Quaternary Sediment at Toboali Waters, South Bangka

BULLETIN OF THE MARINE GEOLOGY Vol 31, No 2 (2016)
Publisher : Marine Geological Institute of Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3115.513 KB)

Abstract

Bangka Island has primary and secondary tin deposit. However, along the history of tin mining has been done the primary tin deposit domination is less than secondary tin deposit. Secondary tin deposit is formed from Granitic S-type source rock weathering and then transported by gravity. After that, Cassiterite mineral (SnO2) accumulates and forms a placer deposit in the study area. The thickness of sediment cover at Toboali Waters is quite diverse, with a range between 5-20 milliseconds, by knowing the quarter sediment thickness using seismic data interpretation results, is expected to give an idea about tin placer deposit potential in Toboali waters. Based on the Isochron map shows patterns of quaternary sediment thickening to the southwest, south and southeast of Bangka Island.Keywords: Quaternary sediment, placer deposit, isochron map, Toboali WatersPulau Bangka memiliki endapan timah primer dan endapan timah sekunder. Namun, sepanjang sejarah penambangan timah yang telah dilakukan endapan timah primer tidak mendominasi jika dibandingkan dengan endapan timah sekunder. Pembentukan endapan timah sekunder berawal dari pelapukan batuan Granit tipe-S yang kemudian mengalami transportasi akibat adanya gravitasi. Setelah itu, mineral kasiterit (SnO2) terakumulasi dan membentuk endapan plaser di daerah penelitian. Ketebalan sedimen penutup di Perairan Toboali berkisar antara 5-20 milidetik, dengan mengetahui ketebalan sedimen kuarter berdasarkan interpretasi data hasil rekaman seismik diharapkan dapat memberikan gambaran tentang potensi endapan timah placer di Perairan Toboali. Berdasarkan atas peta isokron, memperlihatkan bahwa pola penebalan sedimen kuater ke arah baratdaya, selatan dan tenggara Pulau Bangka.Kata kunci : Sedimen kuarter, endapan placer, peta isokron, Perairan Toboali

PEMETAAN LAHAN SAWAH DAN POTENSINYA UNTUK PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN PASAMAN BARAT, SUMATERA BARAT

Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 15, No 1 (2013)
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.581 KB)

Abstract

Kabupaten Pasaman Barat terbentuk dari pemekaran Kabupaten Pasaman melalui Keputusan Pemerintah No.38 / 2003 tanggal 18 Desember 2003. Sejak tahun 1990 masalah yang dihadapi oleh Kabupaten Pasaman adalah konversi lahan pertanian ke penggunaan lain yang sangat cepat, terutama lahan sawah menjadi perkebunan kelapa sawit. Pengesahan UU No 41 tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B), diharapkan dapat mengendalikan laju perubahan penggunaan lahan pertanian ke penggunaan lain. Peraturan ini masih baru, sehingga implementasi peraturan ini belum banyak dilakukan, termasuk perencanaan dan penetapan wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap faktor utama yang mempengaruhi penentuan lahan sawah berkelanjutan, (2) untuk menganalisis proyeksi kebutuhan luas sawah di tingkat kabupaten, dan (3) untuk menentukan area sawah berkelanjutan di wilayah penelitian berdasarkan batas wilayah kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor fisik yaitu ketersediaan aktual dan potensial (kesesuaian lahan), diutamakan dalam penentuan sawah yang akan dipertahankan. Ketersediaan lahan sawah eksisting di Kabupaten Pasaman Barat masih cukup untuk mencukupi kebutuhan pangan lokal selama kurang lebih 20 tahun yang akan datang. Terdapat lahan sawah (aktual) seluas 27,317 ha yang cocok untuk dilindungi di Kecamatan Barru, dengan penggunaan lahan eksisting berupa sawah irigasi (budidaya). Selain itu, terdapat lahan potensial untuk dilindungi seluas 9,871 ha, dengan penggunaan lahan eksisting berupa semak-semak, rawa dan rawa lebak. Lahan yang diusulkan di lindungi dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu: area yang surplus produksi, adanya irigasi, dan penerimaan oleh masyarakat. Lahan yang mencakup ketiga kriteria tersebut terdapat seluas 18,670 ha yang terdistribusi di beberapa kecamatan.

PENGARUH KONSENTRASI NaOH TERHADAP UKURAN KRISTAL ZEOLIT A YANG DISINTESIS DARI LIMBAH GEOTHERMAL

MOMENTUM Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.986 KB)

Abstract

Telah dilakukan sintesis zeolite berbahan dasar limbah geothermal dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Geo Dipa Energi, Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh konsentrasi NaOH terhadap karakteristik zeolit yang disintesis dari limbah geothermal. Sebelum digunakan sebagai bahan dasar sintesis, lumpur geothermal terlebih dahulu dilakukan kalsinasi pada suhu 850oC selama 3 jam. Sintesis menggunakan metode hydrothermal pada suhu100oC selama 4 jam dengan variasi konsentrasi NaOH 1,67 M, 3M dan 5M. Karakterisasi produk sintesis dilakukan dengan menggunakan spektroskopi serapan atom (AAS), difraktometer sinar-x (XRD) dan scanning electron microscope (SEM). Dari hasil uji AAS kandungan silika pada lumpur geothermal setelah proses kalsinasi meningkat dari 49,1% menjadi 80.0426%. Dari hasil analisis data XRD dan SEM, peningkatan konsentrasi NaOH akan menurukan crystal sizes dan crystallization time zeolite A.Kata Kunci: sintesis, hidrotermal, zeolit A, sodalit

Rancang Bangun Game Sejarah Asal Usul Kota Pontianak Menggunakan RPG Maker

Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi (JUSTIN) Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Informatika Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.392 KB)

Abstract

Pontianak merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Barat yang kaya akan sejarah dan budaya nya, seperti musik, pakaian adat khas Melayu serta cerita rakyatnya yaitu asal usul terbentuknya kota Pontianak. Penyampaian cerita rakyat tersebut saat ini masih disampaikan dengan menggunakan buku cerita yang sudah sulit dicari. Metode penyampaian ini juga mengakibatkan masyarakat kesulitan untuk mengetahui cerita rakyat asal usul kota Pontianak. Pada penelitian ini dibuat aplikasi berbasis game RPG yang dibangun menggunakan RPG Maker VX Ace, ceritanya berdasarkan cerita rakyat asal usul kota Pontianak yang dimana pemain akan memainkan peran seorang tokoh Syarif Abdurrahman untuk menjalankan sebuah storyline yang telah ditentukan. Game dibuat berbasis 2 Dimensi. Game ini menambahkan unsurunsur kebudayaan kota Pontianak seperti musik khas melayu dan menjadi sebuah alternatif baru untuk masyarakat yang ingin mengetahui sejarah Kota Pontianak. Berdasarkan hasil pengujian, tombol kontrol pada aplikasi ini sudah berjalan dengan baik dan lancar sesuai yang diharapkan. Berdasarkan hasil kuesioner menggunakan skala Likert’s Summated Rating (LSR) diperoleh nilai total 1614 yang berarti aplikasi ini diimplementasikan dengan sangat baik. 

Serbuk Daun Jambu Biji Memperbaiki Performans Pertumbuhan dan Morfologi Duodenum Ayam Jawa Super (GUAVA LEAF POWDER IMPROVING PERFORMANCE OF GROWTH AND DUODENUM MORPHOLOGY OF JAWA SUPER CHICKEN)

Jurnal Veteriner Vol 19 No 4 (2018)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Natural bioactive compounds used as feed supplements in feed could increase chicken productivity in the livestock industry. The research aims to study the use of guava leaf powder as a source of bioactive compounds in the feed on growth performance and duodenum morphology of Jawa Super Chicken. This study used 80 days old chick (DOC) Jawa Super chickens reared until the age of 16 days. The study used a completely randomized design, with the addition of treatments guava leaf powder in the basal feed from 0 g/kg diet (control); 2.5 g/kg of feed (P1); 5 g/kg of feed (P2); 10 g/kg of feed (P3). Parameters observed included growth performance, body components, digestive organ components and duodenum morphology consisting of crypt depth, height, and area of villi. Data was analyzed by using one-way analysis of variance then continued with LSD and Duncan test (Pd”0.05). The results showed that guava leaf powder could significantly increase the height of villi, and components of digestive organs in chickens. The results of the duodenum morphology observation showed that the P2 and P3 are better than the control (Pd”0.05). The growth performance and body components of the Jawa Super chicken did not show a significant difference (Pd”0.05) between the control and the treatment. In conclusion, the guava leaf powder with a dose of 10 g/kg body weight can increase duodenal villi growth, the weight of intestine and liver without influence the weight of Jawa Super chickens aged 16 days.