Articles

Found 8 Documents
Search

PEMETAAN LAHAN SAWAH DAN POTENSINYA UNTUK PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN PASAMAN BARAT, SUMATERA BARAT Zulfikar, Muhammad; Barus, Baba; Sutandi, Atang
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 15 No 1 (2013): Jurnal Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.581 KB) | DOI: 10.29244/jitl.15.1.20-28

Abstract

Kabupaten Pasaman Barat terbentuk dari pemekaran Kabupaten Pasaman melalui Keputusan Pemerintah No.38 / 2003 tanggal 18 Desember 2003. Sejak tahun 1990 masalah yang dihadapi oleh Kabupaten Pasaman adalah konversi lahan pertanian ke penggunaan lain yang sangat cepat, terutama lahan sawah menjadi perkebunan kelapa sawit. Pengesahan UU No 41 tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B), diharapkan dapat mengendalikan laju perubahan penggunaan lahan pertanian ke penggunaan lain. Peraturan ini masih baru, sehingga implementasi peraturan ini belum banyak dilakukan, termasuk perencanaan dan penetapan wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap faktor utama yang mempengaruhi penentuan lahan sawah berkelanjutan, (2) untuk menganalisis proyeksi kebutuhan luas sawah di tingkat kabupaten, dan (3) untuk menentukan area sawah berkelanjutan di wilayah penelitian berdasarkan batas wilayah kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor fisik yaitu ketersediaan aktual dan potensial (kesesuaian lahan), diutamakan dalam penentuan sawah yang akan dipertahankan. Ketersediaan lahan sawah eksisting di Kabupaten Pasaman Barat masih cukup untuk mencukupi kebutuhan pangan lokal selama kurang lebih 20 tahun yang akan datang. Terdapat lahan sawah (aktual) seluas 27,317 ha yang cocok untuk dilindungi di Kecamatan Barru, dengan penggunaan lahan eksisting berupa sawah irigasi (budidaya). Selain itu, terdapat lahan potensial untuk dilindungi seluas 9,871 ha, dengan penggunaan lahan eksisting berupa semak-semak, rawa dan rawa lebak. Lahan yang diusulkan di lindungi dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu: area yang surplus produksi, adanya irigasi, dan penerimaan oleh masyarakat. Lahan yang mencakup ketiga kriteria tersebut terdapat seluas 18,670 ha yang terdistribusi di beberapa kecamatan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUTUSAN PELANGGAN DALAM MEMILIH KEMBALI JASA PELAYANAN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ISLAM JOMBANG Zulfikar, Muhammad; Ghofar, Abdul
Eduhealth Vol 1, No 1 (2010): Edu Health
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.212 KB)

Abstract

AbstractCustomer behavior in decision-making of choosing a facility inpatient services is influenced by several factors include social, cultural, individual and psychological. With customer expectations get a sense of security in fulfilling the need in solving health problems, so the hospital must improve services and give satisfaction commensurate with the costs incurred by the patient.This type of analytic study correlation with Cross Sectional design. Independent variables in this study are factors associated with the customers decision of social, cultural, individual, psychological. While the dependent variable is the decision in selecting back rawayat inpatient services. This research instruments used Questioner then tabulated and analyzed using Spearmans Rho test statistic with a value of α = 0.05.The results of Spearmans Rho test statistic value of 0.007 obtained from the individual factors, psychological factors 0.001, 0.011 from social factors, cultural factors 0.023 from the value of α = 0.05, where H 0 is rejected and H 1 accepted which means there is a relationship between factors associated with the customers decision in selecting back-patient services at the Islamic Hospital Jombang.Decision customers choose inpatient services is influenced by several factors including: individual factors, psychological factors, social factors and cultural factors. Thus, the client has authority to make a decision in the use of hospital services both in the service of safe, comfortable and can meet clients needs and expectations. Keywords: individual factors, psychological factors, social factors, cultural factors, the customers decision.
The Study of Seafloor Tin Placer Resources of Quaternary Sediment at Toboali Waters, South Bangka Zulfikar, Muhammad; Aryanto, Noor CD
BULLETIN OF THE MARINE GEOLOGY Vol 31, No 2 (2016)
Publisher : Marine Geological Institute of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3115.513 KB)

Abstract

Bangka Island has primary and secondary tin deposit. However, along the history of tin mining has been done the primary tin deposit domination is less than secondary tin deposit. Secondary tin deposit is formed from Granitic S-type source rock weathering and then transported by gravity. After that, Cassiterite mineral (SnO2) accumulates and forms a placer deposit in the study area. The thickness of sediment cover at Toboali Waters is quite diverse, with a range between 5-20 milliseconds, by knowing the quarter sediment thickness using seismic data interpretation results, is expected to give an idea about tin placer deposit potential in Toboali waters. Based on the Isochron map shows patterns of quaternary sediment thickening to the southwest, south and southeast of Bangka Island.Keywords: Quaternary sediment, placer deposit, isochron map, Toboali WatersPulau Bangka memiliki endapan timah primer dan endapan timah sekunder. Namun, sepanjang sejarah penambangan timah yang telah dilakukan endapan timah primer tidak mendominasi jika dibandingkan dengan endapan timah sekunder. Pembentukan endapan timah sekunder berawal dari pelapukan batuan Granit tipe-S yang kemudian mengalami transportasi akibat adanya gravitasi. Setelah itu, mineral kasiterit (SnO2) terakumulasi dan membentuk endapan plaser di daerah penelitian. Ketebalan sedimen penutup di Perairan Toboali berkisar antara 5-20 milidetik, dengan mengetahui ketebalan sedimen kuarter berdasarkan interpretasi data hasil rekaman seismik diharapkan dapat memberikan gambaran tentang potensi endapan timah placer di Perairan Toboali. Berdasarkan atas peta isokron, memperlihatkan bahwa pola penebalan sedimen kuater ke arah baratdaya, selatan dan tenggara Pulau Bangka.Kata kunci : Sedimen kuarter, endapan placer, peta isokron, Perairan Toboali
PENGARUH KONSENTRASI NaOH TERHADAP UKURAN KRISTAL ZEOLIT A YANG DISINTESIS DARI LIMBAH GEOTHERMAL Fitriyana, Deni Fajar; Sulardjaka, Sulardjaka; Iskandar, Norman; Zulfikar, Muhammad
MOMENTUM Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan sintesis zeolite berbahan dasar limbah geothermal dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Geo Dipa Energi, Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh konsentrasi NaOH terhadap karakteristik zeolit yang disintesis dari limbah geothermal. Sebelum digunakan sebagai bahan dasar sintesis, lumpur geothermal terlebih dahulu dilakukan kalsinasi pada suhu 850oC selama 3 jam. Sintesis menggunakan metode hydrothermal pada suhu100oC selama 4 jam dengan variasi konsentrasi NaOH 1,67 M, 3M dan 5M. Karakterisasi produk sintesis dilakukan dengan menggunakan spektroskopi serapan atom (AAS), difraktometer sinar-x (XRD) dan scanning electron microscope (SEM). Dari hasil uji AAS kandungan silika pada lumpur geothermal setelah proses kalsinasi meningkat dari 49,1% menjadi 80.0426%. Dari hasil analisis data XRD dan SEM, peningkatan konsentrasi NaOH akan menurukan crystal sizes dan crystallization time zeolite A.Kata Kunci: sintesis, hidrotermal, zeolit A, sodalit
Rancang Bangun Game Sejarah Asal Usul Kota Pontianak Menggunakan RPG Maker Zulfikar, Muhammad; Nyoto, Rudy Dwi; Pratiwi, Helen Sasty
Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi (JUSTIN) Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Informatika Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.392 KB)

Abstract

Pontianak merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Barat yang kaya akan sejarah dan budaya nya, seperti musik, pakaian adat khas Melayu serta cerita rakyatnya yaitu asal usul terbentuknya kota Pontianak. Penyampaian cerita rakyat tersebut saat ini masih disampaikan dengan menggunakan buku cerita yang sudah sulit dicari. Metode penyampaian ini juga mengakibatkan masyarakat kesulitan untuk mengetahui cerita rakyat asal usul kota Pontianak. Pada penelitian ini dibuat aplikasi berbasis game RPG yang dibangun menggunakan RPG Maker VX Ace, ceritanya berdasarkan cerita rakyat asal usul kota Pontianak yang dimana pemain akan memainkan peran seorang tokoh Syarif Abdurrahman untuk menjalankan sebuah storyline yang telah ditentukan. Game dibuat berbasis 2 Dimensi. Game ini menambahkan unsurunsur kebudayaan kota Pontianak seperti musik khas melayu dan menjadi sebuah alternatif baru untuk masyarakat yang ingin mengetahui sejarah Kota Pontianak. Berdasarkan hasil pengujian, tombol kontrol pada aplikasi ini sudah berjalan dengan baik dan lancar sesuai yang diharapkan. Berdasarkan hasil kuesioner menggunakan skala Likert’s Summated Rating (LSR) diperoleh nilai total 1614 yang berarti aplikasi ini diimplementasikan dengan sangat baik. 
Penerapan Sistem Pendukung Keputusan Dengan Metode Naïve Bayes Dalam Menentukan Kualitas Bibit Padi Unggul Pada Balai Pertanian Pasar Miring Zulfikar, Muhammad; Fahmi, Hasanul
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.279 KB) | DOI: 10.32672/jnkti.v2i2.1566

Abstract

Belum adanya pemilihan bibit padi berkualitas tinggiini menyebabkan pertanian saat ini pada Balai Pertanian Pasar Miring menjadi merosot kualitasnya. Untuk itu diperlukan perancangan sistem pakar dimulai dengan menganalisis tujuan dan rancangan aplikasi sistem dibangun untuk memahami kebutuhan pengguna sistem. Ruang lingkup permasalahan dalam proses pembudidayaan jenis bibit padi unggul dengan metode Naive Bayes yaitu penentuan kualitas jenis padi unggul  dalam pembudidayaan ini menggunakan tujuh jenis bibit padi yaitu Mira, Ciherang, Mikongga, Cibogo, Sertani, Mapan, dan Inpari 43 Gsr. Dalam penentuan kualitas jenis bibit padi unggul berdasarkan dari 4 kriteria yaitu : kultur  cuaca, produksi, serangan hama dan hasil panen. Data penelitian terdiri dari Data Bibit (Ciherang, Mikongga, Cibogo, Mapan P-05, Sertani 13, Mira, Inpari 43 GSR), Data Kriteria terdiri dari Kultur Cuaca Produksi (C2), Serangan Hama (C3), Hasil Panen (C4) dan 13 data training. Hasil perangkingan yaitu Kode, R2 Nama Bibit, Ciherang  memperoleh Nilai Probabilitas  0.3334534 dengan keterangan Kualitas Baik, Kode R3 Nama Bibit, Mikongga Nilai Probabilitas 0.3334534.
PERANCANGAN SISTEM PENYIRAMAN TANAMAN OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA328 Zulfikar, Muhammad
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol 4, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.631 KB)

Abstract

Salah satu metode penyiraman manual yang sering digunakan adalah menyiram dengan air melalui selang air kemudian ujung selang dipasangkan alat pemutar air yang berguna memutarkan air sehingga bisa menjangkau banyak tanaman. Kekurangan dari metode manual ini adalah pengguna tidak bisa mengetahui lama waktu penyiraman antara penyiraman sebelumnya dengan penyiraman sekarang dan ke depan. Akibatnya jika terlalu lama maka banyak air yang tersiram dan sebaliknya sehingga kelembaban dalam tanah pun akan semakin tinggi atau sebaliknya.  Padahal  semakin  tinggi  kelembaban  tanah  maka  tanaman  akan  mati.  Tujuan Penelitian adalah merancang prototipe sistem menyiraman tanaman otomatis yang menggunakan sistem waktu yang teratur dengan menggunakan Microkontroler Arduino dan pengaturan waktu penyiraman berbasis RTC (Real Time Clock). Hasil pengujian menunjukkan bahwa RTC yang dirancang dapat bekerja dengan baik dengan menunjukkan tanggal dan waktu sesuai dengan hasil settingan oleh user dan penggunaan alat penyiraman otomatis tersebut pada sampel petani, menyatakan bahwa alat penyiraman sayuran otomatis ini layak untuk digunakan dalam masyarakat petani sayuran.Kata Kunci : Penyiraman Tanaman, Otomatisasi, Mikrokontroler.
PERAN BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISME DALAM PEMBERANTASAN TERORISME DI INDONESIA Zulfikar, Muhammad; Aminah, Aminah
Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia Volume 2, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.38 KB) | DOI: 10.14710/jphi.v2i1.129-144

Abstract

Terorisme merupakan suatu tindak pidana atau kejahatan luar biasa yang menjadi perhatian dunia sekarang ini terutama di Indonesia. Terorisme yang terjadi akhir-akhir ini memiliki keterkaitan ideologis, sejarah dan politis serta merupakan bagian dari dinamika lingkungan strategis pada tataran global dan regional. Kendatipun aksi terorisme yang terjadi di berbagai daerah dalam beberapa tahun terakhir ini kebanyakan dilakukan oleh orang Indonesia dan hanya sedikit aktor-aktor dari luar. Penelitian ini mengunakan metode penelitian yuridis normatif dengan mengkaji sumber data dari literatur hukum dan kajian kepustakaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui tentang peran BNPT dan pihak-pihak yang berwenang dalam pemberantasan terorisme serta peran masyarakat, organisasi masyarakat yang ada di Indonesia dalam upaya menangani terorisme. Yaitu mencermati perkembangan kekinian, BNPT terus menggalang berbagai elemen bangsa untuk bersama melawan radikalisme, menggalakkan kontra radikalisasi, terus bersinergi dengan lembaga pemerintah lainnya serta berbagai media untuk menyatukan dan menyamakan persepsi dalam menghadapi ancaman tersebut. Adapun Peran dari media dalam pemberantasan terorisme tidak cukup efektif untuk menyeimbangkan dan memurnikan media massa dari paham radikalisme, sinergitas peran dengan berbagai pihak juga sangat diperlukan. Olehnya diperlukan peran masyarakat, organisasi masyarakat, khususnya Kepala Daerah, tokoh politik, dan para ulama yang ada di setiap daerah secara aktif ikut berpartisipasi dalam kegiatan pemberantasan terorisme di Indonesia.