Articles

Found 16 Documents
Search

PENERAPAN METODE PEMBERIAN TUGAS UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN INTRAPERSONAL PADA ANAK KELOMPOK B1 TK PELANGI CERIA WARU SIDOARJO Zulaikah, Siti
PAUD Teratai Vol 3, No 1 (2014):
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini diawali oleh hasil data pengamatan yang menunjukkan bahwa kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab anak-anak kelompok B1 TK Pelangi Ceria Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo masih kurang. Hal ini terlihat dari kurangnya kesadaran dalam hal membereskan mainan sendiri tanpa harus diminta terlebih dahulu oleh gurunya, dalam mengerjakan tugas tidak tuntas, anak kurang percaya diri dalam hal mampu mengerjakan tugas sendiri dan selalu meminta bantuan guru. Berdasarkan masalah yang ada maka tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kecerdasan intrapersonal pada anak kelompok B1 TK Pelangi Ceria Waru Sidoarjo.Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dirancang dalam bentuk siklus berulang. Di setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek ini adalah anak kelompok B1 TK Pelangi Ceria yang berjumlah 11 orang anak yang terdiri dari 7 anak laki-laki dan 4 anak perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis datanya menggunakan statistik deskriptif.Dari hasil analisis data kecerdasan intrapersonal pada siklus 1 di peroleh data 27,27 %. Pada siklus 2 di peroleh data 54,54 %. Hal ini menunjukkan penelitian tindakan kelas ini belum berhasil oleh karena target yang di tentukan adalah ≥ 75 %. Maka penelitian ini berlanjut pada siklus 3. Pada siklus 3 diperoleh data mengenai data peningkatan kecerdasan intrapersonal mencapai 90,90 %. Berdasarkan analisis data pada siklus 3 maka target yang diharapkan tercapai dan penelitian ini dinyatakan berhasil. Selain itu dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pemberian tugas dapat meningkatkan kecerdasan intrapersonal pada anak kelompok B1 TK Pelangi Ceria Waru Sidoarjo.Kata kunci: Metode Pemberian Tugas, Kecerdasan Intrapersonal, Taman Kanak-Kanak (TK).AbstractBackground This study initiated by the results of observational data indicate that discipline, self-reliance, and responsibility for children kindergarten Rainbow group B1 subdistrict Cheers Waru Sidoarjo regency is still lacking. This is evident from the lack of awareness in terms of picking up toys without having to be requested in advance by the teacher, the task is not completed, the child lacks confidence in themselves capable of doing the task and always ask for the help of the teacher. Based on existing problems, the purpose of this research is to improve intrapersonal intelligence in children kindergarten Rainbow group B1 Cheers Waru Sidoarjo.From research until first semester in 2012-2013 can be known that dicipline, independent/autonomous and responsibility that the children in group B1 of Pelangi Ceria Kindergarten, Waru Sidoarjo have was less than what be expectated.This study uses action research is designed in the form of a repeating cycle. In each cycle consists of four stages: planning, action, observation and reflection. This is the subject of kindergarten children in group B1 Cheers Rainbows are a total of 11 children consisting of 7 boys and 4 girls. Data collection techniques used observation and documentation, while data analysis using descriptive statistics.This research is collaborative action research with four step. That was planning, implementation, observation, and reflection. Data was collected with observation method to get qualitative data about activity of teacher and children.From the analysis of data intrapersonal intelligence in cycle 1 in the data obtained 27.27%. In cycle 2 in the data obtained 54.54%. This suggests the study of this class action have not been successful because the target specified is ≥ 75%. This research is continuing in cycle 3. In cycle 3 the data obtained regarding the improvement of data intrapersonal intelligence reached 90.90%. Based on the data analysis cycle 3 the target is reached and the study declared successful. Moreover, it can be concluded that the application of the method of administration tasks can improve intrapersonal intelligence in children kindergarten Rainbow group B1 Cheers Waru Sidoarjo.Keywords: Assignment Method, Intrapersonal Intelligence, Kindergarten.
PENGGUNAAN BEKI DAN HOU GA II SEBAGAI MODALITAS TOUI (DEONTIK) DALAM DRAMA HANZAWA NAOKI EPISODE 1-10 KARYA KATSUO FUKUZAWA ZULAIKAH, SITI
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 6, No 3 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.447 KB)

Abstract

Kata Kunci   : Modalitas, toui, beki, hou ga ii Bahasa memiliki peran sangat penting dalam kehidupan sosial, sehingga banyak orang mempelajari bahasa selain bahasa ibu yang lebih dulu dipahaminya dan sudah menjadi kebiasaan. Bahasa Jepang adalah salah satu bahasa asing yang diminati di negara Indonesia. Bahasa Jepang mempunyai banyak ciri khusus, salah satunya adalah dalam pembentukan struktur kalimat, kalimat berfungsi untuk menyampaikan makna. Fungsi dan makna dalam suatu kalimat ditentukan oleh  predikat.  Penggolongan bentuk, fungsi, makna dalam satuan bahasa disebut kategori gramatikal. Dalam bahasa Jepang modalitas termasuk dalam ketegori gramatikal dalam predikat. Lebih sempit  terdapat modalitas toui, yaitu modalitas yang digunakan untuk menyatakan kewajiban atau saran. Di antara bentuknya terdapat beki dan hou ga ii yang mempunyai kemiripan makna, yaitu keduanya mengandung makna saran. Berdasarkan latar belakang tersebut, diadakan penelitian yang berjudul “Penggunaan Beki dan Hou ga ii sebagai Modalitas Toui (Deontik) dalam Drama Hanzawa Naoki Episode 1-10 Karya Katsuo Fukuzawa”.  Rumusan masalah pada penelitian ini adalah : (1) Apakah perbedaan penggunaan beki dan hou ga ii sebagai modalitas toui, dan (2) Apakah kedua bentuk tersebut dapat disubtitusikan dalam penggunaannya.Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yang diambil berasal dari drama Hanzawa Naoki karya sutradara Katsuo Fukuzawa. Adapun cara menganalisisnya yaitu dengan menguraikan situasi percakapan, mengsubtitusikan, menganalisis dan membuat tabel kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa beki dan hou ga ii termasuk dalam modalitas toui, yaitu modalitas yang menyatakan kewajiban atau saran. Dalam pengungkapan makna saran, penggunaan beki lebih didasarkan pada pertimbangan moral dan sosial, sedangkan penggunaan hou ga ii didasarkan pada pertimbangan praktis.Penulis menyarankan kepada pembelajar, khususnya pembelajar bahasa Jepang maupun sastra Jepang untuk meneliti lebih lanjut mengenai modalitas.
PENGUKURAN RESISTIVITAS DAN DIELEKTRISITAS TANAH PERKEBUNAN APEL: SEBUAH LANGKAH AWAL DALAM STUDI AGROGEOPHYSICS Zulaikah, Siti; Prayekti, Era Budi; Pramono, Nugroho Adi; Laksono, Yoyok Adisetyo; Munfarikha, Ninik; Hikma, Rizka Amirul; Kurniawan, Husni Cahyadi
Jurnal Spektra Vol 16, No 1 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan pengukuran resistivitas dan dielektrisitas tanah perkebunan Apel di Malang. Pengukuran resistivitas dilakukan dengan metode Geolistrik dan dielektrisitas dengan menggunakan Ground Penetrating Radar (GPR). Metode Geolistrik dilakukan dengan konfigurasi dipole-dipole dengan teknik sounding –mapping pada tiga lintasan area perkebunan seluas 1800 m2 dan satu lintasan pada area lapangan di sebelah perkebunan. Sementara itu, metode GPR diterapkan pada dua pohon apel untuk mengidentifikasi sistem perakaran apel. Pengukuran resistivitas dilakukan di perkebunan Apel desa Bengkaras Pujon, Malang sedangkan GPR dilakukan di perkebunan Poncokusumo Malang. Dari hasil pengolahan data resistivitas dengan menggunakan software Res2dinv diperoleh hasil nilai resistivitas dari keempat lintasan adalah: lintasan pertama 4,83 – 22094 Wm, lintasan kedua 6,69 – 4947 Wm, lintasan ketiga 14,1 – 178 Wm dan lintasan keempat 4,50 – 20025 Wm. Dari data tersebut secara keseluruhan belum dapat dibedakan dengan jelas nilai resistivitas antara daerah perkebunan dengan bukan perkebunan di lingkungan penelitian. Sementara itu dari pengukuran GPR diperoleh jangkauan pengukuran mencapai kedalaman 2,18 meter dan jangkauan kedalaman akar apel 1.9 meter. Rentang nilai konstanta dielektrik yang diperoleh 0,1 – 8,8 F/m. Nilai konstanta dielektrik akar 4,9 F/m. Kata kunci: Resistivitas, dielektrisitas, tanah, perkebunan apel AbstractThe resistivity and dielectric properties of Apple’s soil plantation area in Malang have been measured.  Resistivity measurement was done using geo-electrical methods and dielectric properties was measured using ground penetrating radar (GPR). Configuration of geo-electrical methods in this research is dipole-dipole and sounding –mapping technique. We have three line measurement of geo-electrical measurement for an area 1800 m2 and one line on the football yard beside of the apple plantation in Bengkaras village Pujon, Malang. Meanwhile, GPR methods was conducted on two apple trees to identify apple root system in apple plantation in Poncokusumo village Malang. The result of this research based on data analysis using Res2dinv software shows the resistivity value of four line, that are 4,83 – 22094 Wm for line number one, 6,69 – 4947 Wm  for second line, 14,1 – 178 Wm for line number three and 4,50 – 20025 Wm for line number four. From the data, generally, we cannot distinguish clearly of resistivity value of apple plantation and football yard. On the other hand, GPR measurement we can describe the maximum depth of penetrate is about 2,18 meter and the depth of root system is about 1.9 meter. The range of dielectric value is between 0,1 to 8.8 F/m and the dielectric constant of root is about 4,9 F/m. Keywords: Resistivity, dielectric, soil, apple plantation
Prospek dan Manfaat Kajian Kemagnetan Batuan pada Perubahan Iklim dan Lingkungan Zulaikah, Siti
Jurnal Fisika Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemagnetan batuan telah dikaji dan dikembangkan di Indonesia sejak abad 19. Kajian tersebut dimulai dengan aplikasinya pada paleomagnetisme, yaitu pelacakan arah medan magnetik bumi di masa lampau dan berlanjut hingga awal abad 20, kajian kemagnetan batuan telah merambah pada aplikasi perubahan iklim dan lingkungan dalam bidang yang dikenal magnetoclimatology dan environmental magnetism. Aplikasi kajian kemagnetan batuan ini dituntun oleh keberadaan mineral magnetik pada sedimen atau tanah, yang mana jenis, morfologi, jumlah dan bentuk ukuran bulir mineral magnetik berubah karena perubahan iklim dan lingkungan. Selanjutnya perubahan iklim dan lingkungan dimasa lampau yang dapat digunakan sebagai petunjuk prediksi iklim mendatang, dapat ditelusuri dari keberadaan mineral magnetik pada sedimen. Kondisi iklim lampau dan lingkungan dapat ditelusuri sejauh usia batuan yang digunakan sebagai sampel. Cara inilah yang digunakan peneliti untuk menunjukkan hubungan yang sangat dekat antara sifat magnetik batuan dan iklim serta lingkungan yang sepintas terdengar aneh. 
Diagnosis Miskonsepsi Siswa SMA di Kota Malang pada Konsep Suhu dan Kalor Menggunakan Three Tier Test Wahidah S., Sri Nurul; Kusairi, Sentot; Zulaikah, Siti
Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi Vol 2, No 3 (2016): Juli
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpft.v2i3.295

Abstract

Misconception is one of the cause of students' learning difficulties, especially on physics. Misconceptions experienced by students needs to be diagnosed and its results used to improve learning. Its result should be delivered to students to help them learn better, so that these misconceptions can be corrected. In this regard, it should be developed diagnostic instruments which can provide information quickly and accurately one of them is a three-tier test. The aim of this study was to investigate whether the three-tier test able to identify student misconceptions. The sample of this study was 136 students of senior high school in Malang. Besides using written tests, interviews were conducted on several students to verify the results of the three-tier test. Conclusions of this study is the three-tier test that has been developed on Temperature and Heat topic is able to identify misconceptions students quickly and accurately.
Perbandingan Financial Distress Bank Syariah Di Indonesia Dan Bank Islam Di Malaysia Sebelum Dan Sesudah Krisis Global 2008 Menggunakan Model Altman ZScore Zulaikah, Siti; Laila, Nisful
Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan Vol 3, No 11 (2016): November-2016
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.29 KB) | DOI: 10.20473/vol3iss201611pp900

Abstract

This study aims to find out the comparison between the prediction of financial distress of Islamic Banks in Indonesia and that of Islamic Banks in Malaysia before and after the global crisis 2008 using quantitative method and purposive sampling. The prediction of financial distress was done by using Altman Z-score measuring. The technique used to examine the financial distress is Mann-Whitney, and for those after the crisis were examined using Independent sample T-test. The result of this research shows that there is a significant difference between Islamic banks in Indonesia and those in Malaysia either before or after the global crisis 2008 with 5% significance level. The Islamic banks in Indonesia are in secure zone either before or after the crisis. However, the Islamic banks in Malaysia are in grey areawhich cannot be made sure of the bankruptcy either before or after the crisis.
PENGARUH E-SCAFFOLDING DALAM THINK PAIR SHARE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DINAMIKA PARTIKEL Albab, Akhmad Fauzul; H, Supriyono Koes; Zulaikah, Siti
Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 1: Maret 2016
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1486.163 KB) | DOI: 10.17977/jps.v4i1.8173

Abstract

Abstract: This study aimed to examine the effect of e-learning based Think Pair Share cooperative learning model toward higher order thinking skills of students. This study was conducted at SMAN 1 Jember for X grade students and used factorial design. Two experimental groups (TPS with E-Scaffolding and TPS with scaffolding) were compared with a control group (TPS). This research was carried out to 180 students. The results showed that there is a difference in high-order thinking skills among groups of students who take the e-scaffolding in the TPS, scaffolding in TPS, and TPS learning; there is a difference in high-order thinking skills among groups of students with different prior knowledge levels; and there is no interactional effect among e-scaffolding in TPS, scaffolding in TPS and TPS strategy and the student’s prior knowledge on high order thinking skills.Key words: e-scaffolding, think pair share, high order thinking, prior knowledge.                                                                                   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pembelajaran berbasis e-learning yang terintegrasi dalam model pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) dalam bentuk E-Scaffolding terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Jember untuk siswa kelas X ini dengan menggunakan rancangan faktorial. Dua kelompok eksperimen (TPS dengan E-Scaffolding dan TPS dengan Scaffolding) dibandingkan dengan sebuah kelompok kontrol (TPS). Penelitian dilaksanakan terhadap sampel sebanyak 180 siswa yang dipilih secara acak kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran e-scaffolding dalam TPS dengan pembelajaran scaffolding dalam TPS maupun siswa dengan pembelajaran TPS; terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi antara kelompok siswa yang mempunyai tingkat kemampuan awal berbeda; dan tidak terdapat pengaruh interaksi antara strategi e-scaffolding dalam TPS, scaffolding dalam TPS, dan TPS dan kemampuan awal siswa terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi.Kata kunci: e-scaffolding, think pair share, kemampuan berpikir tingkat tinggi, kemampuan awal.
Comparison of Ethanol Extract from Roots, Leaves, and Flowers of Calotropis gigantea as Anticancer on T47D Breast Cancer Cell Lines Mutiah, Roihatul; Sukardiman, Sukardiman; Widyawaruyanti, Aty; Zulaikah, Siti
ALCHEMY Vol 5, No 1 (2016): ALCHEMY
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v5i1.3690

Abstract

This research aims to find out the anticancer activity of ethanol extract from the roots, leaves, and flowers of Calotropis gigantea. This experiment was conducted by MTT method on T47D breast cancer cell line. The result showed that the root of Calotropis gigantea was more cytotoxic (IC50 89.76 μg/mL) on T47D breast cancer cell line than the leaves (IC50 459.51 μg/mL) and the flowers (IC50>1000). Based on the result, roots are potent to be chemotherapeutic agent, especially in breast cancer.
PENGUKURAN RESISTIVITAS DAN DIELEKTRISITAS TANAH PERKEBUNAN APEL: SEBUAH LANGKAH AWAL DALAM STUDI AGROGEOPHYSICS Zulaikah, Siti; Prayekti, Era Budi; Pramono, Nugroho Adi; Laksono, Yoyok Adisetyo; Munfarikha, Ninik; Hikma, Rizka Amirul; Kurniawan, Husni Cahyadi
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 16 No 1 (2015): SPEKTRA, Volume 16 Nomor 1, Juni 2015
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telah dilakukan pengukuran resistivitas dan dielektrisitas tanah perkebunan Apel di Malang. Pengukuran resistivitas dilakukan dengan metode Geolistrik dan dielektrisitas dengan menggunakan Ground Penetrating Radar (GPR). Metode Geolistrik dilakukan dengan konfigurasi dipole-dipole dengan teknik sounding –mapping pada tiga lintasan area perkebunan seluas 1800 m2 dan satu lintasan pada area lapangan di sebelah perkebunan. Sementara itu, metode GPR diterapkan pada dua pohon apel untuk mengidentifikasi sistem perakaran apel. Pengukuran resistivitas dilakukan di perkebunan Apel desa Bengkaras Pujon, Malang sedangkan GPR dilakukan di perkebunan Poncokusumo Malang. Dari hasil pengolahan data resistivitas dengan menggunakan software Res2dinv diperoleh hasil nilai resistivitas dari keempat lintasan adalah: lintasan pertama 4,83 – 22094 Wm, lintasan kedua 6,69 – 4947 Wm, lintasan ketiga 14,1 – 178 Wm dan lintasan keempat 4,50 – 20025 Wm. Dari data tersebut secara keseluruhan belum dapat dibedakan dengan jelas nilai resistivitas antara daerah perkebunan dengan bukan perkebunan di lingkungan penelitian. Sementara itu dari pengukuran GPR diperoleh jangkauan pengukuran mencapai kedalaman 2,18 meter dan jangkauan kedalaman akar apel 1.9 meter. Rentang nilai konstanta dielektrik yang diperoleh 0,1 – 8,8 F/m. Nilai konstanta dielektrik akar 4,9 F/m.  Kata kunci: Resistivitas, dielektrisitas, tanah, perkebunan apel.   Abstract The resistivity and dielectric properties of Apple’s soil plantation area in Malang have been measured.  Resistivity measurement was done using geo-electrical methods and dielectric properties was measured using ground penetrating radar (GPR). Configuration of geo-electrical methods in this research is dipole-dipole and sounding –mapping technique. We have three line measurement of geo-electrical measurement for an area 1800 m2 and one line on the football yard beside of the apple plantation in Bengkaras village Pujon, Malang. Meanwhile, GPR methods was conducted on two apple trees to identify apple root system in apple plantation in Poncokusumo village Malang. The result of this research based on data analysis using Res2dinv software shows the resistivity value of four line, that are 4,83 – 22094 Wm for line number one, 6,69 – 4947 Wm  for second line, 14,1 – 178 Wm for line number three and 4,50 – 20025 Wm for line number four. From the data, generally, we cannot distinguish clearly of resistivity value of apple plantation and football yard. On the other hand, GPR measurement we can describe the maximum depth of penetrate is about 2,18 meter and the depth of root system is about 1.9 meter. The range of dielectric value is between 0,1 to 8.8 F/m and the dielectric constant of root is about 4,9 F/m.  Keywords: Resistivity, dielectric, soil, apple plantation.
MODEL PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN SEKTOR INDUTRI BARANG KONSUMSI DI BURSA EFEK INDONESIA Zulaikah, Siti; Saifudin, Saifudin
Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Vol 9, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Pascasarjana Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jreb.v9i3.631

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh tingkat perputaran kas, tingkat perputaran piutang, tingkat perputaran persediaan, tingkat perputaran modal kerja, dan stuktur modal terhadap profitabilitas pada perusahaan sektor indutri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2012-2014. Penelitian ini untuk menganalisis secara empiris apakah antara perputaran kas, perputaran piutang, perputaran persediaan, perputaran modal kerja, dan stuktur modal terhadap profitabilitas secara parsial dan simultan.      Sampel pada penelitian ini berjumlah 23 perusahaan sektor indutri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2012-2014. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan pemilihan sampel perusahaan dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode yang digunakan adalah metode regresi linier berganda.      Hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tiga variabel yaitu perputaran kas, perputaran piutang, dan struktur modal berpengaruh terhadap Profitabilitas. Sedangkan dua variable yaitu perputaran persediaan dan perputaran modal kerja tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Dan pengujian secara simultan menunjukkan bahwa variabel perputaran kas, perputaran piutang, perputaran persediaan, perputaran modal kerja, dan stuktur modal terhadap profitabilitas.