Lailatuz Zuhriyah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

REVITALISASI PERAN PETUGAS LAPANGAN KELUARGA BERENCANA (PLKB) DALAM MENINGKATKAN PESERTA KELUARGA BERENCANA (KB) (Studi di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang) Zuhriyah, Lailatuz
xxxx Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.509 KB)

Abstract

Revitalisasi peran Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) tidak terlepas dari peran BKKBN. Adanya perubahan bentuk kelembagaan KB pasca otonomi daerah menyebabkan jumlah PLKB menjadi menurun dan tugas menjadi bertambah. Hal tersebut dikarenakan organisasi KB yang ada tidak hanya menangani bidang KB saja, melainkan terdapat bidang lain. Untuk meningkatkan kapasitas PLKB sehingga jumlah peserta KB dapat meningkat maka diperlukan pengembangan SDM yang terdiri dari pengorganisasian, pendidikan dan pelatihan, kepemimpinan, kompensasi dan motivasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui revitalisasi peran PLKB di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian rancangan kualitatif. Pengumpulan data dengan indepth interview. Informan utama adalah 4 orang PLKB Kecamatan Banyumanik. Uji validitas dengan triangulasi sumber kepada Ka.UPTB, Kasubid Jejaring dan Informasi KB, Lurah Tinjomoyo, Lurah Srondol Wetan, Bidan Puskesmas Ngesrep, dan 5 peserta KB. Hasil penelitian ini adalah organisasi KB Kota Semarang adalah Bapermasper dan KB. Peran dari PLKB tetap sama seperti sebelum SOTK berubah menjadi Bapermasper dan KB, tetapi karena bentuk kelembagaan yang berbeda maka tugas dan tanggung jawab PLKB menjadi bertambah. Pendidikan dan pelatihan yang diperoleh PLKB sudah sesuai dengan tugas yang akan di laksanakan di lapangan, namun untuk bidang lain selain bidang KB PLKB belum memperoleh pelatihan maupun sosialisasi. Kepemimpinan Ka.UPTB kepada PLKB berjalan dengan baik. Kompensasi yang diterima secara rutin setiap bulan oleh PLKB adalah gaji, tunjangan fungsional dan kesejahteraan pegawai dan adanya motivasi PLKB untuk tetap bekerja dengan baik walaupun SOTK telah berubah dan pendanaan berkurang. Untuk tercapainya tujuan dan sasaran program KB di lapangan, maka perlu adanya pengembalian peran PLKB yang terdiri dari 10 langkah kerja.
Teologi Konvergensi dan Kerukunan Antar Umat Beragama Zuhriyah, Lailatuz
Religió: Jurnal Studi Agama-agama Vol 4 No 1 (2014): March
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.326 KB)

Abstract

Religion does not occur in human life as a single reality, which cannot be separated from historical and cultural realm. It consists achievement of rational and spiritual domain, supporting historical needs of mankind life. Religion presents itself as an inseparable part of human history at various level of civilizations. When debate of truth claims and salvation becomes a major theme, the theology of convergence is needed to create inter-religious harmony. The main purpose of theological convergence is to unite essential elements of religion. Religion and its adherents can be unified in one concept of universal theology. If convergence theology can be fully understood, it surely will build inter-religious harmony. Besides bring opportunities to create inter-religious harmony, theological convergence also faced a number of challenges that will be an obstacle to the realization of the ideals of society for religious harmony. Therefore, before apply the convergence of theological discourse to the society, we need to identify the challenges that will be faced in order to minimize the negative possibilities that may hamper the main objective theological convergence. Therefore, this paper will also be focused on the discussion about the challenges of theological convergence