Articles

Found 12 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI DI KECAMATAN WONOPRINGGO KABUPATEN PEKALONGAN Zuhana, Nina; Izzah, Nur; Rusmariana, Aida
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)
Publisher : STIKES Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breast milk have an important effect mother and baby, it also wide effect for status nutrion and baby healthy. Education, accupation, knowledge, mother acts have correlation with her habit support from family, healthy department also influence that behaviour. This research was to analyze the factors that influence in giving eksklusif breast milk. This research have a background with the decrease tendention of giving eksklusif breast milk. The design of the research was deskriptif analytic with cross sectional approach. Hipothesis indicided to know the influence of factors education, accupation,, knowledge, attitude, health department, family with giving eksklusif breast milk. The sample that used in this research was 50 respondents which was taken by cluster sampling. The result of this research with statistic chi square have correlation between knowledge with acts giving eksklusif breast milk with p value 0,035,thought another variables education, accupation, attitude, health department and family didn’t have correlation. That means was mother awareness to breast feeding eksklusif still low and the faint of their culture more surrounding in their environment. Recommendation for health department to giving education about eksklusif breast milk using the society approach that deepest so may be they more believe and sure with health department information.
STUDI DESKRIPTIF PENCATATAN DAN PEMANFAATAN KARTU IBU OLEH BIDAN Fitriyani, F; Zuhana, Nina; Prafitri, Lia Dwi
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 3 No 3 (2018)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.29 KB) | DOI: 10.0809/jib.v3i3.92

Abstract

Upaya pemerintah dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi adalah dengan melengkapi fasilitas kesehatan yang dilaksanakan secara komprehensif dan terpadu, mencakup upaya promotif, preventif, kuratif sekaligus rehabilitatif (Kemenkes RI, 2013). ). Untuk mendukung upaya promotif dan preventif, maka Kementrian Kesehatan telah mengeluarkan berbagai instrumen Kesehatan Ibu dan Anak, meliputi Kohort Ibu, Kohort Anak, Kohort Balita, Kartu Ibu, Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Manajemen Terpadu Balita Muda (MTBM) dan program Antenatal Care (ANC) terpadu. Sampai saat ini belum ada evaluasi tentang pencatatan dan pemanfaatan kartu ibu di Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pencatatan dan pelaporan kartu ibu di Kabupaten Pekalongan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif non eksperimen dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah bidan desa puskesmas di seluruh Wilayah Kabupaten Pekalongan pada tahun 2017. Sampel penelitian ini menggunakan Cluster random sampling berjumlah 67 bidan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang akan digunakan adalah dengan uji univariat. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari sebagian (61,2%) responden melakukan pencatatan kartu ibu dengan lengkap, 38,8% responden masih kurang lengkap dalam pencatatan kartu ibu; sebagian besar (82,1%) responden mempunyai persepsi baik tentang pemanfaatan kartu ibu, sebagian kecil (17,9%) mempunyai persepsi yang kurang. Dinas kesehatan perlu melakukan superfisi dan evaluasi secara rutin tentang pencatatan kartu ibu dan kepala puskesmas perlu memberikan kebijakan tentang penghargaan dan sanksi kepada bidan desa dalam menjalankan tugasnya termasuk dalam pendokumentasian kartu ibu.
Kecemasan Ibu Mengenai Perilaku Seksual di Pekalongan Setiyani, Fira Atika; Zuhana, Nina; Prasojo, Sigit
Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK) Vol 7, No 1 (2015): ILMU KESEHATAN (JIK)
Publisher : Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Segala perubahan yang dialami remaja baik secara fisik maupun psikis, membuat remaja lebih senang berada dekat dengan teman-teman sebayanya dan cenderung menjauh dari orangtua, sehingga terkadang remaja bertindak sesuai dengan apa yang remaja inginkan berdasarkan lingkungan pergaulannya. Tentu saja hal tersebut dapat menimbulkan kecemasan pada orangtua. Orangtua yang memiliki anak usia remaja tentu saja akan sering merasa cemas, karena mereka takut dan khawatir bila anak mereka mengalami hal-hal yang buruk ketika berada di luar jangkauannya. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran tingkat kecemasan ibu yang mempunyai anak remaja mengenai perilaku seksual remaja di desa Kalipancur Kecamatan Bojong tahun 2015. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki remaja yaitu 720 keluarga pada tahun 2014. Sampel yang digunakan sebanyak 128 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar (52,4%) ibu yang memiliki remaja mengalami kecemasan sedang mengenai perilaku seksual remaja. Oleh karena itu diharapkan kepada pemerintah untuk dapat bekerjasama dengan kader dan tenaga kesehatan guna mengaktifkan program Bina Keluarga Remaja (BKR) sebagai sumber dalam memberikan informasi mengenai perilaku seksual remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja. Kata Kunci                  : Kecemasan, Perilaku Seksual Remaja
Status Gizi pada Wanita Perimenopause yang Mengalami Keluhan Klimakterik Zuhana, Nina; Priyogo, Nur Izzah; Inayah, Mundi
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 5, No 2 (2013): Jurnal ILMIAH KESEHATAN (JIK)
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Perimenopause adalah fase peralihan antara pre menopause dan pasca menopause (usia 45-55 tahun) yang ditandai dengan munculnya keluhan klimakterik akibat turunnya fungsi indung telur dan dipengaruhi oleh faktor psikis, lingkungan, sosio-ekonomi termasuk di dalamnya status gizi. Konversi terbanyak androgen menjadi estrogen terjadi di jaringan adiposa, sehingga wanita gemuk memiliki sirkulasi estrogen lebih banyak dengan keluhan klimakterik yang lebih rendah dibanding wanita kurus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dengan terjadinya keluhan klimakterik pada wanita perimenopause di Desa Rengas Kecamatan kedungwuni kabupaten Pekalongan tahun 2012. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah area probability sampling atau sample wilayah yang berjumlah 70 responden. Pengumpulan data secara door to door menggunakan alat ukur antoprometri dan kuesioner. Analisa hasil penelitian sebagian besar (61,1%) keluhan klimakterik berat dialami oleh wanita perimenopause dengan status gizi kurus dan sebagian besar (60%) keluhan klimakterik ringan dialami oleh wanita perimenopause dengan status gizi normal. Saran bagi tenaga kesehatan hendaknya dapat membantu ibu untuk memperoleh informasi mengenai perimenopause serta gejala-gejala yang terjadi saat perimenopause. Kata kunci: Status Gizi, Keluhan Klimakterik, Perimenopause.   Nutritional Status in Premenopausal Women Experiencing the Climacteric Complaints Abstract. Perimenopause is the transition phase between premenopausal and postmenopausal (age 45-55 years) is characterized by the appearance of climacteric complaints as a result of the decline in ovarian function and is influenced by psychological factors, environmental, socio-economic including nutritional status. Highest conversion of androgens to estrogens occur in adipose tissue, so that obese women have more estrogen circulating with climacteric complaints were lower than thin women. The purpose of this study was to determine the relationship of nutritional status and the occurrence of climacteric complaints in perimenopausal women in the village RENGAS Kedungwuni District of Pekalongan district in 2012. The design of this study using correlative descriptive method with cross sectional approach. The sample in this study is an area probability sampling or sample the region totaling 70 respondents. Data collection door to door using a measuring instrument antoprometri and questionnaires. Analysis of the results of the study the majority (61.1%) severe climacteric complaints experienced by perimenopausal women with thin nutritional status and most (60%) mild climacteric complaints experienced by perimenopausal women with a normal nutritional status. Advice for health workers should help the mother to obtain information about perimenopause as well as the symptoms that occur when perimenopause. Keywords: Nutritional status, climacteric complaints, Perimenopause.
Kecemasan Ibu Mengenai Perilaku Seksual di Pekalongan Zuhana, Nina; Prasojo, Sigit; Setiyani, Fira Atika
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 7, No 1 (2015): Jurnal ILMIAH KESEHATAN (JIK)
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Segala perubahan yang dialami remaja baik secara fisik maupun psikis, membuat remaja lebih senang berada dekat dengan teman-teman sebayanya dan cenderung menjauh dari orangtua, sehingga terkadang remaja bertindak sesuai dengan apa yang remaja inginkan berdasarkan lingkungan pergaulannya. Tentu saja hal tersebut dapat menimbulkan kecemasan pada orangtua. Orangtua yang memiliki anak usia remaja tentu saja akan sering merasa cemas, karena mereka takut dan khawatir bila anak mereka mengalami hal-hal yang buruk ketika berada di luar jangkauannya. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran tingkat kecemasan ibu yang mempunyai anak remaja mengenai perilaku seksual remaja di desa Kalipancur Kecamatan Bojong tahun 2015. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki remaja yaitu 720 keluarga pada tahun 2014. Sampel yang digunakan sebanyak 128 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar (52,4%) ibu yang memiliki remaja mengalami kecemasan sedang mengenai perilaku seksual remaja. Oleh karena itu diharapkan kepada pemerintah untuk dapat bekerjasama dengan kader dan tenaga kesehatan guna mengaktifkan program Bina Keluarga Remaja (BKR) sebagai sumber dalam memberikan informasi mengenai perilaku seksual remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja. Kata Kunci                  : Kecemasan, Perilaku Seksual Remaja Mother Anxiety Regarding Sexual Behavior In Pekalongan Abstract: Any changes experienced by teenagers, both physically and psychologically, making teens more happy to be close to their peers and tend to stay away from the parents, so that teens sometimes act in accordance with what teens want based on her social environment. Of course it can cause anxiety to parents. Parents who have a teenage son of course will often feel anxious, because they are afraid and worried if their children experienced bad things when they are outside its scope. The research objective is to obtain a picture of anxiety level of mothers with teenage children about sexual behavior of teenagers in the village of the District Kalipancur Bojong 2015. The study design used is descriptive. The population in this study are all mothers who have teenagers that 720 families in 2014. The samples are 128 respondents. Collecting data using questionnaires. The result showed the majority (52.4%) mothers of adolescent anxiety was about the sexual behavior of teenagers. Therefore, it is expected the government to be able to cooperate with the cadres and health workers in order to enable the Adolescent Family Development Program (BKR) as a resource in providing information on adolescent sexual behavior associated with adolescent reproductive health. Keywords: Anxiety, Adolescent Sexual Behavior
Motivasi Orang Tua yang Memiliki Remaja Putri dan Keikutsertaan dalam Mengikuti Bina Keluarga Remaja Zuhana, Nina; Chabibah, Nur; Kurlilah, Nur Anis
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 9, No 1 (2016): Jurnal ILMIAH KESEHATAN (JIK)
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak :Masalah yang terjadi pada remaja pada saat ini berkaitan dengan kurangnya informasi orang tua mengenai perkembangan dan reproduksi remaja. Salah satu program pendekatan yang dilakukan pemerintah melalui bina keluarga remaja. Program ini dapat memberi motivasi kepada orang tua yang memiliki remaja dapat berhimpun dan ikutserta dalam BKR. Penelitian ini bertujuan mengetahui mengetahui gambaran Motivasi  dan Keikutsertaan orang tua yang memiliki remaja putri dalam mengikuti bina keluarga remaja di Kelurahan Kraton Lor kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan Tahun 2014. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua yang memiliki remaja putri berusia 10-24 tahun di Kelurahan Kraton Lor Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan tahun 2014 berjumlah 355 orang. Teknik pengambilan sampel mengunakan cluster random sampling. Besar sampel 68 orang. Pengumpulan data dengan kuesioner metode angket. Hasil penelitian diketahui Terdapat hubungan antara motivasi dengan keikutsertaan orangtua yang memilki remaja putri dalam kegiatan bina keluarga remaja dengan p value 0,001. BPMP2AKB dapat meningkatkan kerja sama dengan dinas kesehatan dalam program Bina Keluarga Remaja dan PIK-KRR. Kata kunci           :  Motivasi, keikutsertaan, Bina Keluarga Remaja   Motivation Parents of Young Women and Family Development Following Participation in Youth Abstract.Problems that occur in adolescents at this time due to the lack of information of parents about adolescent development and reproduction. One of the programs that the governments approach to building a family through adolescence. The program can provide the motivation to parents who have teens can come together and participate in the BKR. This study aimed to determine the picture Motivation and Participation of parents who have young women in following the adolescents in the family bina Kraton Lor village districts of North Pekalongan Pekalongan City in 2014. The design of this research using descriptive. The population in this study are all parents who have young women aged 10-24 years in Sub Kraton Lor District of North Pekalongan Pekalongan in 2014 amounted to 355 people. The sampling technique using cluster random sampling. A large sample of 68 people. Collecting data by questionnaires questionnaire method. The survey results revealed There is a relationship between motivation and participation of parents who have teenage daughter in family development activities teens with p value of 0.001. BPMP2AKB can improve cooperation with the health service in programs Adolescent Family Development and PIK-KRR. Keywords: Motivation, participation, Development Family Youth
Hubungan Dukungan Tenaga Kesehatan dengan Tingkat Kecemasan Wanita Premenopause dalam Menghadapi Sindrom Menopause Zuhana, Nina; Prasojo, Sigit; Badariyah, Badariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 9, No 1 (2016): Jurnal ILMIAH KESEHATAN (JIK)
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Menopause merupakan suatu masa peralihan dalam kehidupan wanita, yang ditandai dengan berhentinya haid atau menstruasi. Wanita menopause membutuhkan dukungan untuk menghadapi perasaan cemas dan stress akibat dari perubahan – perubahan yang dialaminya. Tenaga Kesehatan dapat memberikan dukungan pencegahan dan education, usaha dan kerja untuk menahan kondisi – kondisi stress akan lebih efektif dan dihargai.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dengan tingkat kecemasan wanita premenopause dalam menghadapi sindrom menopause. Penelitian ini berlangsung sejak tanggal 27 Mei sampai 7 Juni 2015. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dan menggunakan desain penelitian cross sectional, subyek penelitiannya adalah wanita yang belum menopause yang bertempat tinggal di Kelurahan Kedungwuni Timur yaitu sebanyak 176 orang dengan tekhnik clutser sample. Analisa data menggunakan uji chi square didapatkan ρ value = 0.001 jadi kesimpulannya : ada hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dengan tingkat kecemasan wanita premenopause dalam menghadapi sindrom. Kata kunci: Dukungan Tenaga Kesehatan, tingkat Kecemasan, Wanita Premenopause.   Health Personnel Support Relationship with Anxiety Levels in Premenopausal Women Facing Menopause Syndrome Abstract: Menopause is a transition period in a womans life, which is characterized by the cessation of menstruation or menstruation. Menopausal women need support to deal with feelings of anxiety and stress as a result of the changes - changes that happened. Health personnel can provide support prevention and education, business and labor to hold the condition - stress condition will be more effective and dihargai.Penelitian aims to determine the relationship between the support of health workers with the anxiety levels in premenopausal women facing menopause syndrome. The study took place from May 27 to June 7, 2015. This type of research is descriptive correlative and using cross sectional design of the study, subjects of the study was premenopausal women who reside in the Village of East Kedungwuni as many as 176 people with techniques clutser sample. Data were analyzed using chi square test obtained value ρ = 0.001 so the conclusion: there is a relationship between support health workers with the level of anxiety in the face syndrome premenopausal women. Keywords: Support Health Workers, the level of anxiety, Premenopausal Women.
Indeks Masa Tubuh terhadap Penyembuhan Luka Perineum Ibu Nifas Zuhana, Nina; Prafitri, Lia Dwi; Ersila, Wahyu
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan perineum yang kurang baik dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada perineum yang dapat menghambat proses penyembuhan luka. Beberapa faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka perineum diantaranya status nutrisi, istirahat, stress, infeksi, merokok, kondisi medisdan pengobatan dan obesitas. Obesitas atau berat badan yang berlebih dapat terjadi pada berbagai usia, menyebabkan penutupan luka kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan penyembuhan luka perineum ibu nifas. Jenis penelitian yang dilakukan adalah survey analitik Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang mempunyai luka jahit perineum di wilayah kabupaten Pekalongan. Dengan tehnik pengambilan sampel Accidental sampling dari tanggal 21 Maret sampai dengan 2 Mei 2017 didapatkan 30 ibu nifas. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan penyembuhan luka perineum ibu nifas dengan p value 0,003 (< 0,05). Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan informasi kepada ibu nifas bahwa status gizi seorang wanita dapat mempengaruhi penyembuhan luka dan dalam memberikan asuhan kepada ibu nifas tidak hanya secara fisik maupun psikis tetapi secara holistic(menyeluruh) dan harus diperhatikan faktor-faktor lain seperti personal hygiene,lingkungan danpengetahuan tentang perawatan luka jahit perineum.
Indeks Masa Tubuh terhadap Penyembuhan Luka Perineum Ibu Nifas Zuhana, Nina; Prafitri, Lia Dwi; Ersila, Wahyu
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan perineum yang kurang baik dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada perineum yang dapat menghambat proses penyembuhan luka. Beberapa faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka perineum diantaranya status nutrisi, istirahat, stress, infeksi, merokok, kondisi medisdan pengobatan dan obesitas. Obesitas atau berat badan yang berlebih dapat terjadi pada berbagai usia, menyebabkan penutupan luka kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan penyembuhan luka perineum ibu nifas. Jenis penelitian yang dilakukan adalah survey analitik Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang mempunyai luka jahit perineum di wilayah kabupaten Pekalongan. Dengan tehnik pengambilan sampel Accidental sampling dari tanggal 21 Maret sampai dengan 2 Mei 2017 didapatkan 30 ibu nifas. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan penyembuhan luka perineum ibu nifas dengan p value 0,003 (< 0,05). Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan informasi kepada ibu nifas bahwa status gizi seorang wanita dapat mempengaruhi penyembuhan luka dan dalam memberikan asuhan kepada ibu nifas tidak hanya secara fisik maupun psikis tetapi secara holistic(menyeluruh) dan harus diperhatikan faktor-faktor lain seperti personal hygiene,lingkungan danpengetahuan tentang perawatan luka jahit perineum.
PERBEDAAN EFEKTIFITAS DAUN KUBIS DINGIN (BRASSICA OLERACEA VAR. CAPITATA) DENGAN PERAWATAN PAYUDARA DALAM MENGURANGI PEMBENGKAKAN PAYUDARA (BREAST ENGORGEMENT) Zuhana, Nina
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah menyusui yang dapat timbul pada masa pasca persalinan dini (masa nifas atau laktasi) adalah pembengkakan payudara (breast engorgement) atau disebut juga bendungan ASI. Pembengkakan payudara merupakan pembendungan air susu karena penyempitan duktus laktiferus atau oleh kelenjar-kelenjar yang tidak dikosongkan dengan sempurna. payudara akan terasa sakit, panas, nyeri pada perabaan, tegang, bengkak yang terjadi pada hari ketiga sampai hari keenam setelah persalinan, ketika ASI secara normal dihasilkan.