Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL TEKNIK MESIN

Rancangan Bangun Mesin Pencetak Batu Bata Dengan Sistem Ekstrusi

JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1, No 1 (2004)
Publisher : JURNAL TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penduduk Indonesia semakin meningkat dan tentunya membutuhkan bahan bangunan untuk kebutuhan perumahannya. Bahan bangunan yang dibutuhkan sebahagian diproduksi oleh industri kecil atau rumahan. Salah satu bahan bangunan yang diproduksi adalah batu bata. Pada saat ini kebutuhan terhadap produk batu bata sangat meningkat, untuk itu perlu adanya dukungan dalam bentuk ketersediaan suatu mesin yang dapat meningkatkan produktivitas sejalan sejalan dengan peningkatan kebutuhannya. System ekstrusi yang digunakan dalam mesin pencetak batu bata dapat meningkatkan produktivitas industri kecil batu bata untuk menjawab kebutuhan pasar bahan bangunan.

Analisis Daya Dan Putaran Kincir Air Tradisional Sebagai Alternatif Sumber Daya Penggerak

JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1, No 2 (2004)
Publisher : JURNAL TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beragam sumber daya penggerak sudah dimanfaatkan oleh manusia, seperti motor bensin, motor diesel, turbin uap, turbin air atau motor listrik. Namun untuk menggunakannya memerlukan bahan  baker atau sumber yang spesifik serta memerlukan investsi yang besar. Kincir air yang sudah dikenal sejak lama terutama si Sumatera Barat merupakan Teknologi sederhana yang cukup digerakkan dengan aliran air yang tidak terlalu besar, tetapi dapat memberikan daya yang cukup besar. Kincir ini karena konstruksinya yang sangat sederhana dapat dibuat dimana saja dengan bahan kayu ataupun logam atau campuran keduannya. Daya yang dihasilkan dari kincir tersebut dapat dipergunakan untuk berbegai keperluan seperti penggerak generator kecil, berbagai macam alat penggiling, alat pertukangan dan lain-lain.

Pengaruh Temperatur Pemanasan Pada Proses Tempering Terhadap Laju Korosi Besi Tuang Kelabu

JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2006)
Publisher : JURNAL TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besi tuang (cast iron) adalah panduan antara besi dan karbon dengan kandungan karbon lebih tinggi dari 2,0 % yang banyak digunakan biasanya antara 2,5 % - 4,0 %. Kandungan karbon yang tinggi menyebabkan besi tuang menjadi rapuh dan memiliki kekuatan yang lebih rendah dari baja Besi tuang kelabu dalam pemakaiannya, tidak jarang terlebih dahulu mengalami proses perlakuan panas berupa annealing, normalizing, hardening, dan tempering dengan tujuan untuk meningkatkan sifat ketahanan makanik. Akan tetapi pengaruh akibat perlakuan tersebut terhadap laju korosi kurang mendapat perhatian. Perlakuan panas yang diberikan berupa hardening dan tempering terhadap laju korosi bahan ditinjau dari struktur mikro yang terbentuk perlu untuk ditinjau, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk laku panas yang diberikan terhadap bahan. Kriteria yang perlu dipenuhi oleh bahan sehingga dapat menghasilkan produk yang berkualitas baik dan mempunyai life time yang cukup.

Batas Maksimal Panjang Benda Kerja Tanpa Menggunakan Pendukung Center Putar Pada Proses Bubut

JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 1 (2008)
Publisher : JURNAL TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

If the work piece that turning very long is so whenever done by the turning machine the guy wire because crosscut style effect of crosscut chisel will generate deflexed at the work piece cause the vibration at the time of cutting process so that surface of result process bubut become harshly. To avoid that usually used the supported. On the contrary usage of supporter economically is addition of the appliance and workmanship causing at addition of production cost in industrial scale. This research wish to be known maximum limit object overhang work without using supporter of flash light turn around at lathe process. Object length work at this research reprecentaced with the length dibubut per diameter (L/D). Object examinee diameter is Ø 20 with ratio length/diameter the object turning is: 1:1, 1,5:1, 2:1, 2,5:1, 3:1, 3,5:1, 4:1. From analysis use the method test T concluded that the work piece over hang give influence of surface roughness significant otherwise used unsupported is L/D ≥ 3.

Kajian Esperrimental Pengaruh Variasi Kecepatan Udara Panas Terhadap Proses Pengeringan Gabah

JURNAL TEKNIK MESIN Vol 8, No 1 (2011)
Publisher : JURNAL TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study focused on the manufacture of grain drying equipment was needed by farmers. Much research has been done by previous researchers about how to drain the rice in a relatively short time. And already there are many methods and tools of research that has been done including changing the form of construction, replacing the material in order to produce a good quality grain drying. In this paper, the authors conducted a study on how to make grain dryers and do research drying system. This research looks at how adaptable it’s in drying grain. The method I use is the reset method by comparing the natural drying and drying device made. Research using laboratory test equipment such as Airflow, digital scales and thermometers. Test data taken (values drought grain) using measurement methods directly on objects. Test data was analyzed using Microsoft Excel software. The results of processing these data it is concluded that the optimum conditions for drying grain with it’s that are made are in position 1, the air temperature is 420C grain drying, grain flow rate 0.1 Lt / dt, hot air flow rate 0.68 m / dt, grain drying value 1060 gr/lt.