Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Asas

PERLINDUNGAN ANAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM Zaki, Muhammad
Asas Vol 6, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : IAIN RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam memandang anak sebagai karunia yang mahal harganya yang berstatus suci. Karunia yang mahal ini sebagai amanah yang harus dijaga dan dilindungi oleh orang tua khususnya, karena anak sebagai aset orang tua dan aset bangsa. Islam telah memberikan perhatian yang besar terhadap perlindungan anak-anak. Perlindungan dalam Islam meliputi fisik, psikis, intelektual, moral, ekonomi, dan lainnya. Hal ini dijabarkan dalam bentuk memenuhi semua hak-haknya, menjamin kebutuhan sandang dan pangannya, menjaga nama baik dan martabatnya, menjaga kesehatannya, memilihkan teman bergaul yang baik, menghindarkan dari  kekerasan, dan lain-lain.
PERLINDUNGAN ANAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM Zaki, Muhammad
JURNAL ASAS Vol 6, No 2 (2014): Asas, Vol.6, No.2, Juni 2014
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.567 KB)

Abstract

Abstrak: Islam memandang anak sebagai karunia yang mahal harganya yang berstatus suci. Karunia yang mahal ini sebagai amanah yang harus dijaga dan dilindungi oleh orang tua khususnya, karena anak sebagai aset orang tua dan aset bangsa. Islam telah memberikan perhatian yang besar terhadap perlindungan anak-anak. Perlindungan dalam Islam meliputi fisik, psikis, intelektual, moral, ekonomi, dan lainnya. Hal ini dijabarkan dalam bentuk memenuhi semua hak-haknya, menjamin kebutuhan sandang dan pangannya, menjaga nama baik dan martabatnya, menjaga kesehatannya, memilihkan teman bergaul yang baik, menghindarkan dari kekerasan, dan lain-lain. Kata Kunci : Perlindungan Anak, Hukum Islam
TELAAH HADIS-HADIS TENTANG PERINTAH MEMBUNUH CICAK (Tinjauan Hikmah Tasyri’) Zaki, Muhammad
JURNAL ASAS Vol 10, No 01 (2018): Asas, Vol. 10, No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Allah swt menciptakan hewan agar dapat dimanfaatkan oleh umat manusia. Di antara hewan-hewan itu ada yang boleh dibunuh dan ada yang tidak boleh dibunuh. Hewan boleh dibunuh manakala hewan tersebut sifatnya mengganggu atau membahyakan. Contoh hewan yang mengganggu atau membahayakan adalah tikus, hama, kalajengking, ular berbisa, burung gagak, anjing gila, dan lain-lain. Jenis hewan tersebut diterangkan dalam hadis sebagai fawasiq yang artinya hewan bersifat buruk karena mengganggu. Termasuk hewan yang boleh dibunuh juga adalah cicak. Dalam banyak hadis cicak disebut sebagai fuwaisiq, yang artinya pengganggu yang diperintahkan untuk dibunuh, bahkan dalam hadis tersebut diterangkan balasan pahala bagi yang membunuhnya. Hadis ini menimbulkan banyak pertanyaan.  Apakah betul ada teks hadis yang menyatakan demikian, mengingat agama Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin? Jika ada teks hadisnya, bagaimana status atau kualitas hadis tersebut? Jika ternyata shahih, bagaimana cara memahaminya dan apa hikmah tasyri’ yang terdapat dibalik perintah tersebut?Dari hasil penelitian ditemukan, bahwa hadis perintah membunuh cicak sangat banyak diriwayatkan dalam kitab-kitab hadis terekenal seperti Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan al-Tirmidzi, Sunan al-Tirmidzi, Sunan Ibn Majah, Sunan al-Darimi, Musnad Ahmad ibn Hanbal, dan lain-lain. Adapun kualitas hadis tentang perintah membunuh cicak pada umumnya shahih dan hasan.  Adapun alasan (‘illat) dan hikmah tasyri’ dari perintah membunuh cicak adalah karena cicak tergolong hewan pengganggu (fuwaisiq) dan  dapat menularkan bibit penyakit, karena pada tubuh dan kotorannya terdapat bakteri E. Coli. Bentuk perintah dalam hadis tersebut bukan berarti wajib namun sekedar anjuran atau dibelolehkan dengan catatan jika hewan cicak itu keberadaannya mengganggu atau membahayakan.Kata Kunci: hikmah tasyri’, fuwaisiq, ‘illat