Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Rekayasa Kimia

Pembuatan Film Selulosa dari Nata de Pina Iskandar, Iskandar; Zaki, Muhammad; Mulyati, Sri; Fathanah, Umi; Sari, Indah; Juchairawati, Juchairawati
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.653 KB)

Abstract

Preparation of cellulose film from nata de pina, a product of pinapple fermentation, using acetobacter xylinum was done at room temperature for 15 days. The aim of the research is to investigate the effect of sugar concentration and pH on film quality. The fermentation run at sugar concentration of 0, 5, 7.5, 10 and 12.5% and at pH of 3, 5 and 7. Results show that the best nata de pina was obtained at sugar concentration of 10% and pH 5. At these conditions, maximum nata precipitates rendemen was 26,80%, with a moisture content of 80,55%, and the thickness of 3,30 cm. The product nata then can be used to produce cellulose film. The characteristic of the produced film were 8,20 Kgf/mm2 and 11,71% for maximum tensile strength and elongation, respectively.Keywords: acetobacter xylinum, film, nata de pina, selulosa
Karakteristik Sedimen dan Kandungan Mineral Pasir Besi di Labuhan Haji Timur, Kabupaten Aceh Selatan Purnawan, Syahrul; Azizah, Azizah; Jalil, Zulkarnain; Zaki, Muhammad
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia dan Lingkungan, Vol. 13, No. 2, Desember 2018
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.463 KB)

Abstract

Kandungan mineral besi pada alam menjadi topik yang menarik untuk dikaji terkait peran pentingnya secara ekonomi. Keberadaan magnetite pada sedimen di suatu wilayah perairan dapat juga digunakan sebagai fingerprint dari proses transport sedimen. Penelitian ini ditujukan untuk mengamati sejumlah parameter butiran sedimen untuk mendapatkan gambaran pola distribusi sedimen yang terjadi pada daerah Labuhan Haji Timur, Aceh Selatan. Pengambilan sampel sedimen dilangsungkan pada November 2015 menggunakan metode coring. Sebanyak empat stasiun dipilih untuk mewakili kawasan perairan Labuhan Haji timur, yang terdiri dari daerah aliran sungai, muara, dan pantai. Sejumlah analisis yang dilakukan adalah ukuran butiran rata-rata, bentuk partikel, dan kandungan kimia penyusun sedimen. Analisis kandungan kimia dari sampel sedimen dilakukan pada  Laboratorium Sentral Mineral dan Material Maju, FMIPA Universitas Malang menggunakan  X-Ray Fluorescence (XRF), dimana sebelumnya sampel dari setiap stasiun dipilah berdasarkan ukuran halus (<0,5 mm) dan kasar (>0,5 mm). sampel sedimen yang berasal dari pantai dan muara memiliki modus distribusi ukuran sedimen pada fraksi pasir sangat halus, sedangkan modus pada daerah aliran sungai berada pada fraksi pasir sangat kasar. Magnetite ditemukan pada setiap lokasi sampling, persentase tertinggi berada pada kawasan muara. Analisis bentuk butiran magnetite menunjukkan bentuk yang lebih angular pada daeah aliran sungai dan menjadi lebih rounded pada kawasan pantai. Disimpulkan bahwa kandungan magnetite yang terdapat pada kawasan pantai di Labuhan haji Timur ditransportasikan melalui aliran Sungai Peulumat.
Water Quality Assessment in the Tsunami Areas of Banda Aceh Suhendrayatna, Suhendrayatna; Marwan, Marwan; Munawar, Edi; Zaki, Muhammad
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.274 KB)

Abstract

Water quality assessment in the tsunami-affected areas conducted in Meuraxa and Kutaradja sub-districts in the area of Banda Aceh City. Water samples were collected in October 2006 from dug wells of tsunami-affected areas. These were characterized for various physical and chemical parameters. Water quality in the selected areas has shown that the surface water was contaminated due to the tsunami. Total Dissolved Solid, Total Suspended Solid, Acidity, and salinity were high in the affected areas indicating saline water intrusion into surface water tables. Dug wells in the highly affected locations showed higher values of heavy metal ions like Mn, Pb, Cu, Fe, Zn, and Cu compared to the reference points. No ion Hg was found in all samples. Keywords: Banda Aceh, heavy metals, tsunami, water quality
Transesterifikasi Minyak Biji Buta-Buta menjadi Biodiesel pada Katalis Heterogen Kalsium Oksida (CaO) Zaki, Muhammad; Husin, M.T., Husni; Alam, Pocut Nurul; Darmadi, Darmadi; Rosnelly, Cut Meurah; Nurhazanah, Nurhazanah
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.816 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan katalis padat CaO untuk reaksi transesterifikasi minyak biji buta-buta menjadi biodiesel. Minyak biji buta-buta diekstraksi menggunakan alat press. Katalis CaO disiapkan dari cangkang kerang dengan cara dipijar pada suhu 850 oC. Sampel katalis dikarakterisasi dengan metode scanning electron microscopy (SEM) dan x-ray diffractometer (XRD). Katalis cangkang kerang memiliki ukuran partikel antara 200-2000 nm. Hal ini karena pemanasan cangkang pada 850 oC menyebabkan terjadi aglomerasi. Dari rekaman XRD teridentifikasi bahwa katalis didominasi oleh senyawa CaO dan terdapat sedikit CaCO3. Reaksi transesterifikasi dilangsungkan dalam reaktor batch dengan variasi suhu (55 oC, 60 oC, 65oC, dan 70oC), rasio metanol terhadap minyak: 3:1, 6:1, 9:1, 12:1, dan 15:1. Reaksi dilangsungkan selama 3 jam dan katalis didispersi 6 % berat dari minyak. Perolehan metil ester maksimum dicapai 96,7% pada kondisi reaksi, yaitu: molar metanol:minyak 12:1 dan suhu reaksi 65 oC. Karakteristik biodiesel hasil penelitian ini memenuhi sifat-sifat bahan bakar berkualitas tinggi sesuai dengan standar SNI dan ASTM. Proses transesterifikasi minyak biji buta-buta dan metanol menggunakan CaO sebagai katalis basa heterogen layak diaplikasikan secara komersial untuk produksi biodiesel dalam skala industri.