Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INVESTASI PMA DI BATAM

JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 2, No 2 (2009): September 2009
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Investment plays an important role in the economic growth viewed both from development theory andpolicy perspectives. Strategic measures must be taken to increase the Foreign Direct Investment (FDI) toIndonesia amid the emergence of complicated investment problems and the downturn of investmentcompetitiveness. The research is aimed to analyze factors influencing investment decisions in in Batam.Secondary quantitative data are used to analyze the determinant factors of FDI in a certain industrialestate. Ordinary Least Square (OLS) method are employed and using panel data of 16 industrial areasduring 3 years (2005-2007). The dependent variable is FDI /investment plan. The Independent variablesare rental rate, maintenance fee, labor supply, export value and electricity. The result of regressionanalysis shows that the variable of maintenance fee, labor and export statistically influence the FDI inBatam. While variable of rental rate and electricity do not have significant effect.Keywords: Foreign Direct Investment, Industrial Estates, Investment plan

Growth kinetics and Protease Activity 36K Isolates Derived from Mangrove Ecosystem Sediment, Karimunjawa, Jepara (Kinetika Pertumbuhan dan Aktivitas Protease Isolat 36k Berasal dari Sedimen Ekosistem Mangrove, Karimunjawa, Jepara)

ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 20, No 3 (2015): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.88 KB)

Abstract

Budidaya perikanan laut dan payau menghasilkan sejumlah besar limbah organik yang dibuang ke lingkungan sekitarnya. Sebagian besar limbah organik ini berasal dari sisa pakan, dan feses. Faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan produksi budidaya udang adalah munculnya penyakit dan penurunan kualitas air yang dikarenakan adanya akumulasi bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinetika pertumbuhan dan aktivitas protease bakteri sedimen mangrove dari Karimunjawa - Jepara yang berpotensi sebagai kandidat konsursium probiotik dengan kemampuan aktifitas bioremediasi. Pertumbuhan bakteri isolat 36K memiliki Fase lag (adaptasi) pada waktu kultivasi jam ke-0 hingga jam ke-4. Sedangkan pada jam ke-6 hingga jam ke-30,  isolat 36K  telah  memasuki fase logaritmik (eksponensial) yang dicirikan dengan adanya pertumbuhan yang siknifikan. Pada waktu pertumbuhan jam ke-30 diperoleh nilai OD sebesar 1,939±0,0125 dengan berat kering biomassa bakteri sebesar 1,325±0,043 mg.ml-1, laju pertumbuhan  spesifik (µ) sebesar 0,1446 jam-1, jumlah generasi 8,7609 dan waktu generasi 4,794 jam. Selanjutnya waktu pertumbuhan jam ke-36 hingga jam ke-42, sel isolat 36K  mengalami fase pertumbuhan yang relatif tetap yaitu memasuki fase stasioner. Berikutnya adalah fase kematin pada jam ke-42 hingga jam ke-48, terjadi penurunan laju pertumbuhan yang disebabkan oleh kekurangan materi pertumbuhan seperti vitamin dan unsur mineral. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kadar protein diawal sampai akhir penelitian mengalami penurunan sebesar  97,365%. Nilai laju penurunan kadar protein di media kultur bakteri adalah 0,255±0,005 mg.ml-1jam-1. Produksi enzim protease isolat 36K  dilakukan  ketika  biakan berumur 2 jam hingga 6 jam dengan aktivitas optimum dicapai pada 6 jam masa inkubasi fase eksponensial pertumbuhan bakteri. Kata kunci: sedimen, mangrove, bioremediasi, pertumbuhan, protease  Marine and brackishwater culture produced large number of organic waste, mostly from leftover feed and faeces, which normally released to the nearby water system and becoming source of deseases and reducing water quality.  The study was aimed to determine the growth kinetics and protease activity of 36k isolate from mangrove sediment of Karimunjawa, Jepara which possibly developed into probiotic consortium candidate with bioremediation activity capability. The study was able to describe the growth kinetics and protease activity of 36k isolate which has lag phase (adaptation) on the 0 to the first 4 hours. Meanwhile from 6th to 30th hours isolate 36k entering logarithmic phase (exponential) characterized by significant growth. At the 30th hours period the OD value was 1,939±0,0125, bacterial biomass dry weight of   1,325±0,043 mg.ml-1, specific growth rate (µ) was 0,1446 hours, number of generation 8,7609 dan regeneration time of  4,794 hour. Between 36 to 42 hours the growth of  36k isolate cell was relatively no difference indicating the stationer phase has reached followed by mortality phase between the 42–48 hours where the growth rate was decline due to the limitation of growth material such as vitamins and minerals.  The result also show that protein consentration was significantly decline up to   97,365%. The reduction of of protein content was 0,255±0,005 mg.ml-1.hour-1. The production of enzyme in cultured bacteria was conducted between first 2–6 hours and reach the optimum activity by 6 hours incubation i.e. at the exponential growth phase. The substrate consumption by 36K bacteria isolate was indicated by the decline of reduced sugar with average rate of substrate consumption of 2,0557 g.g-1. Keywords: sediment, mangrove, bioremediasion, growth, protease

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BIOPIGMEN Dunaliella salina PADA MEDIA KULTUR HIPOSLIN DAN HIPERSALIN

JURNAL ENGGANO Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Enggano
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.806 KB)

Abstract

Radikal bebas dapat membentuk stress oksidatif yang menyebabkan penyakit kronik degeneratif seperti kanker. Reaktivitas radikal bebas ini dapat diredam oleh senyawa antioksidan. Salah satu senyawa antioksidan alami adalah biopigmen. Mikroalga Dunaliella salina adalah jenis Chlorophyta yang diketahui sebagai sumber biopigmen pada habitat perairan laut. Dalam kultur mikroalga memiliki kendalaketerbatasan dalam perekayasaan media dengan tujuan produksi biopigmen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh rekayasa media hipersalin dan hiposalin terhadap kandungan biopigmen dan aktivitas antioksidan. Perlakuan perbedaan salinitas (hiposalin dan hipersalin) memberikan pengaruh secara signifikan (p < 0,05) terhadap biomassa basah yaitu terendah pada perlakuan 20 ppt sebesar 9,260 gr/ml sedangkan tertinggi adalah 30 ppt sebesar 10,595 gr/ml. Berdasarkan data kadar air menunjukkan bahwa semakin tinggi salinitas maka kadar air biomassa semakin tinggi (p < 0,05) yaitu sebesar 96,3 – 98,1 %. Perlakuan salinitas 30 ppt memiliki kadar pigmen klorofil a, b dan karotenoid tertinggi (p < 0,05) yaitu sebesar 10,961; 3,636 dan 4,954 mg/l. Semakin tinggi konsentrasi BHT dan pigmen (ditiap salinitas) maka nilai % inhibisi semakin tinggi (p < 0,05). BHT memiliki nilai IC50 sebesar 8,13 ppm (antioksidan sangat kuat). Sedangkan aktivitas antioksidan pigmen terbaik adalah perlakuan 30 ppt dengan IC50 sebesar 22,860 ppm (antioksidan sangat kuat).

PEMBUATAN BIOETANOL DARI LIMBAH SERAT KELAPA SAWIT MELALUI PROSES PRETREATMENT, HIDROLISIS ASAM DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN RAGI TAPE

INFO-TEKNIK Vol 16, No 2 (2015): INFOTEKNIK VOL. 16 NO. 2 2015
Publisher : Engineering Department, Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Palm fiber cake is a waste of the palm oil industry or crude palm oil (CPO). Oil palm fiber waste can be used as raw material for second-generation bioethanol because it contains 57.9% cellulose dan18% lignin, and the hydrolysis containing 14.94% hemicellulose. This study was used the process of pretreatment, hydrolysis, neutralization, and fermentation with the purpose to obtain bioethanol. Oil palm fiber was cut to the size of 0.5-1 cm. Then pretreated using acid solvent by heating at 100 ° C for 1 hour with a hot plate stirrer. Solids pretreatment results are mixed with distilled water to concentrations (5% w/v) is prepared to hydrolysis. The solids are then dissolved with a solution of H2SO4 (2% v/v) to 500 ml and dihidrolisisis for 120 minutes with a temperature variation of 115 °C, 120 °C, 125 °C objective to determine the influence of optimal temperature in the process of hydrolysis using an autoclave. Hydrolyzate is neutralized with 1 N NaOH until pH 5 and the sugar content by the Luff-Schoorl method obtained the highest sugar content of 9.69% v/v. Hydrolyzate that has been in the neutralization fermented with yeast and nutrients NPK tape with glass bottles that have been sterilized using an autoclave fermented for 3 days. Fermented ethanol levels were tested by analysis by Gas Chromatography (GC) is known to the highest bioethanol content of 2.858% (v/v). Peak Characteristic of oil palm fiber cellulose before and after pretreatment of cellulose fiber cake increased by 42.30% (cellulose I) to 48.60% (cellulose II) by X-Ray Difraction. Keywords: Palm fiber cake, acid pretreatment, acid hydrolisis, fermentation, bioethanol.

Perlindungan Hukum Terhadap Hak Pekerja Atas Perolehan Jaminan Sosial Tenaga Kerja

Jurnal Jatiswara Vol 31 No 3 (2016): Jatiswara
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.15 KB)

Abstract

Social security is a right of everyone, without exception, including workers / laborers as the provisions of Article 28H paragraph (3) of the Constitution of 1945, which reads; "Everyone is entitled to social security that allows development of his or her self as dignified human beings," as well as the mandate of the Declaration of the United Nations (UN), 1948 on Human Rights, and has also affirmed in the Convention on the International Labour Organization (ILO) No. 102 of 1952, which recommends that all States to provide minimum protection to all workers. In the decree of the People's Consultative Assembly of Indonesia Number X / MPR / 2001, to determine the tasks the President to form the National Social Security System in order to provide a comprehensive social protection and integration. On February 17, 1992, the government put forth Law No. 3 of 1992 on Social Security Workers (State Gazette of the Republic of Indonesia Year 1992 Number 14, Additional State Gazette No. 3468), to provide protection to every worker / laborer as the right of every person without exception. However, the right of workers / laborers to obtain workers' social security that provides protection against occupational accidents, illness, pregnancy, maternity, old age and death, is only obtained if the employer where workers / laborers to the Organizing Body, namely PT. Social Security, as stipulated in the provisions of Article 4 paragraph (1), which determines that; "Program of social security referred to in Article 3 shall be realized by companies for workers who perform work in labor relations in accordance with the provisions of this law."

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INVESTASI PMA DI BATAM

JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 2, No 2 (2009): September 2009
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Investment plays an important role in the economic growth viewed both from development theory andpolicy perspectives. Strategic measures must be taken to increase the Foreign Direct Investment (FDI) toIndonesia amid the emergence of complicated investment problems and the downturn of investmentcompetitiveness. The research is aimed to analyze factors influencing investment decisions in in Batam.Secondary quantitative data are used to analyze the determinant factors of FDI in a certain industrialestate. Ordinary Least Square (OLS) method are employed and using panel data of 16 industrial areasduring 3 years (2005-2007). The dependent variable is FDI /investment plan. The Independent variablesare rental rate, maintenance fee, labor supply, export value and electricity. The result of regressionanalysis shows that the variable of maintenance fee, labor and export statistically influence the FDI inBatam. While variable of rental rate and electricity do not have significant effect.Keywords: Foreign Direct Investment, Industrial Estates, Investment plan

Pemetaan Potensi Kekeringan Lahan se-pulau Batam menggunakan Teknik Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Penginderaan Jauh

Majalah Geografi Indonesia Vol 31, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekeringan merupakan hubungan antara ketersediaan air yang jauh dibawah kebutuhan baik untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan. Informasi mengenai potensi kekeringan sangat diperlukan untuk pencegahan ataupun penanggulangan untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan peta potensi kekeringan lahan di Batam yang berbasis web. Dalam penelitian ini memanfaatkan teknik penginderaan jauh dan SIG. Penggunaan citra landsat 8 untuk menentukan nilai LST (Land Surface Temperature) dan penggunaan lahan kemudian di overlay dan dilakukan scoring. Tahap akhir penelitian yaitu melakukan validasi terhadap parameter-parameter yang mempengaruhi dengan mengambil beberapa sampel. Adapun hasil akhir dari penelitian ini adalah peta potensi kekeringan se-pulau Batam yang memiliki 5 kelas potensi kekeringan. Kelas potensi kekeringan sangat rendah dengan  luas area 2629.45 ha yang dominan terletak pada Kecamatan Sungai Beduk, Sekupang dan Batu Aji. Kelas potensi kekeringan rendah dengan luas area 9585.521 ha yang dominan terletak pada Kecamatan Sekupang. Kelas potensi kekeringan sedang dengan  luas area 9507.12 ha yang dominan terletak pada Kecamatan Sekupang. Kelas potensi kekeringan tinggi dengan  luas area 7081.392 ha yang dominan terletak pada Kecamatan Sekupang, Sagulung dan Nongsa. Kelas potensi kekeringan sangat tinggi dengan luas area 15600.12 ha yang dominan terletak pada Kecamatan Batam Kota dan Nongsa. Drought is the relationship between the availability of water is far below the need both for the necessities of life, agriculture, economic activities and the environment. Information about potential droughts is indispensable for the prevention or mitigation to reduce the negative impact caused. As for the purpose of this research is to produce a map of potential drought land in the Batam-based web. In this research utilising remote sensing and GIS techniques. The use of landsat 8 to determine the value of the LST (Land Surface Temperature) and land use overlay and then done the scoring. The final stage of research i.e. performs validation against parameters that influence by taking some samples. As for the end result of this research is to map the potential dryness in Island Batam which have 5 classes of potential drought. The class of potential drought is very low with an area of 2629.45 ha, the dominant River is located in Sungai Beduk , Sekupang and Batu Aji. The class of potential low drought with an area of 9,585,521 ha located on the dominant Sub Sekupang. The class of potential drought being with an area of 9507.12 ha located on the dominant Sub Sekupang. The class of potential high dryness with an area of 7,081,392 ha located on the dominant Sub Sekupang, Sagulung and Nongsa. The class of potential drought is extremely high with an area of 15600.12 ha located on the dominant sub Batam city and Nongsa.

Efektivitas Penerapan Sanksi Denda Terhadap Tindak Pelanggaran Lalu Lintas Studi di Pengadilan Negeri Mataram

Jurnal Jatiswara Vol 30 No 3 (2015): Jatiswara
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.449 KB)

Abstract

The state is responsible for safety of every citizen. Safety frommany dangers that threaten life and soul, no metter how every citizen should be protected. Occasionally, the state efforts are accepted by citizen as something excessive. Thus, it is not uncommon in practice cause reactionsas the pros and cons in public without seeing and understands what the base objectives of the state efforts. Moreover, the state with legislative powers through various waysto protect the security and safety of citizens, one of them with the establishment of various laws and regulations intended to preserve and protect life and soul of citizens. Related to policies of penalty sanctions in LawNumber 22 Year 2009 regarding Traffic and Road Transportation, that was one of the government's efforts to protect the citizens. On the other side, with relatively high nominal fines which can make new problems, including the increasing number of violations that did by the perpetrators of road transport driver themselves.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA NON-POLAR DAN POLAR DARI EKSTRAK MAKROALGA Acanthophora muscoides DARI PANTAI KRAKAL YOGYAKARTA

JURNAL ENGGANO Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Enggano
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.676 KB)

Abstract

Pantai Krakal Yogyakarta memiliki keanekaragaman rumput laut tinggi. Memiliki tipe ekologi berbatu karang yang cocok untuk habitat rumput laut jenis Acanthophora muscoides. Pemanfaatan rumput laut Pantai Krakal dalam bidang kesehatan belum optimal. Rumput laut mengandung senyawa bioaktif (polifenol) dan biopigmen (klorofil dan karotenoid) yang berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini melakukan uji aktivitas antioksidan ekstrak rumput laut Acanthophora muscoides. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen laboratoris di Laboratorium Prodi Budidaya Perairan UNISNU - Jepara. Hasil esktraksi pelarut n-hexsana memiliki berat 0,471a gram dan rendemen 0,373a %, sedangkan berat ekstrak metanol 0,667b gram dan rendemen 0,529b % (p < 0,05). Nilai IC50 perlakuan ekstrak n-heksan, metanol dan vitamin c berbeda signifikan (p < 0,05) yaitu sebesar 312 ppm, 415 ppm dan 13 ppm, ketiganya tergolong antioksidan sangat kuat. Ekstrak n-heksan memiliki aktivitas antioksidan yang lebih baik dari pada ekstrak metanol, hal ini dikarenakan ekstrak n-heksan memiliki nilai total fenol = 45,284 mg GAE/g, klorofil a = 23,299 mg/g, karotenoid = 64,065 µg/g, yang lebih tinggi dari pada ekstrak metanol yaitu total fenol = 22,235 mg GAE/g, klorofil a = 7,215 mg/g, karotenoid = 26,654 µg/g.

Reaksi Pasar Modal Terhadap Pengumuman Gagal Bayar Hutang Yunani Pada Saham-Saham LQ-45 (Event Study Krisis Keuangan Yunani Pada Tahun 2015)

Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tanggal 30 Juni 2015, negara Yunani gagal membayar hutang sebesar €1,6 miliar kepada Dana Moneter Internasional (IMF). Dengan kondisi krisis keuangan negara yang seperti ini menjadikan negara Yunani sebagai negara maju pertama yang gagal membayar hutang dan hanya hidup dari uang pinjaman untuk sementara waktu. Adanya peristiwa ini disinyalir akan mempengaruhi keputusan investor dalam berinvestasi di pasar modal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan average abnormal return (AAR) secara signifikan pada saham-saham LQ-45 sebelum dan sesudah peristiwa pengumuman gagal bayar hutang Yunani. Kemudian untuk mengetahui apakah ada perbedaan average trading volume activity (ATVA) secara signifikan pada saham-saham LQ-45 sebelum dan sesudah peristiwa pengumuman gagal bayar hutang Yunani.Metode penelitian ini adalah event study dengan model market-adjusted dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik nonprobability sampling dengan metode sample jenuh. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 45 perusahaan emiten yang terdaftar dalam indeks LQ-45 periode 1 Februari 2015 s/d 31 Juli 2015. Periode jendela yang digunakan dalam penelitian ini adalah 14 hari pengamatan meliputi 7 hari sebelum peristiwa (pre-event), dan 7 hari sesudah peristiwa (post-event).Hasil pengujian hipotesis I menunjukkan bahwa average abnormal return (AAR) saham tidak berbeda secara signifikan sebelum dan sesudah peristiwa pengumuman gagal bayar hutang Yunani. Hasil pengujian hipotesis II menunjukkan bahwa average trading volume activity (ATVA) saham tidak berbeda secara signifikan sebelum dan sesudah peristiwa pengumuman gagal bayar hutang Yunani. Hal ini berarti bahwa peristiwa pengumuman gagal bayar hutang Yunani tidak memiliki kandungan informasi (information content) terhadap reaksi pasar modal. Karena para investor sudah memahami akan terjadinya krisis keuangan Yunani sejak 4 bulan sebelum negara Yunani gagal membayar hutang pada jatuh tempo, seperti yang sudah diberitakan oleh beberapa sumber di media cetak maupun di media elektronik. Sehingga para investor sudah mengantisipasi kejadian tersebut.Kata kunci : Pasar Modal, Event Study, Abnormal Return, Trading Volume Activity