Andi Alfian Zainuddin
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

Kebijakan Pengelolaan Kualitas Udara Terkait Transportasi di Provinsi DKI Jakarta Zainuddin, Andi Alfian
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 4 No. 6 Juni 2010
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.009 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v4i6.168

Abstract

Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang mengeluarkan beberapa kebijakan penanggulangan pencemaran udara menghadapi banyak kendala implementasi. Tujuan penelitian ini mengetahui implementasi kebijakan pengelolaan kualitas udara perkotaan terkait transportasi di provinsi tersebut dengan pendekatan model sistem. Faktor yang diamati meliputi instrumen kebijakan, sumber daya dan manajemen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang menggunakan sumber data primer dengan metode wawancara mendalam dan sumber data sekunder telaah dokumen. Data primer digali dariberbagai informan yang berkompeten meliputi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Biro Hukum, Badan Pengelola Dampak Lingkungan Daerah, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan Samsat. Penelitian ini menemukan bahwa instrumen kebijakan telah ada, tetapi dipersepsikan hanya berlaku untuk BPLHD. Penegakan hukum belum dilaksanakan secara semestinya karena sistem dan koordinasi belum maksimal; sumber daya manusia dan sumber dana masihkurang; rencana strategis belum ada, serta manajemen dan koordinasi belum maksimal. Untuk implementasi kebijakan pengelolaan kualitas udara perkotaan yang efektif, pembuat dan pelaksana kebijakan perlu memperhatikan beberapa faktor tersebut.Kata kunci: Kualitas udara, perkotaan, implementasi, kebijakan, transportasiAbstractThe Government of DKI Jakarta Province had released some policies regarding to remedy air pollution. However, there are much problems related with urban air quality in DKI Jakarta Province. So that, purpose of this study will know implementation of urban air quality management policy related to transportation by system model approach. The matter will be studied are policy instruments, resources and management. This study is qualitative study. In this study,primary and secondary data will be used. Primary data are collected from in depth interview with competent sources such as Regional Parliamentary, Law Bureau, Regional Authority for Environmental Impact, Transportation Department, Health Department and Samsat. Secondary data are collected by conducting documents. The study result showed that policy instrument has existed, but they are perceived only effective for BPLHD, real law enforcement has been not implemented because system and coordination are not optimal, human and money resources are minimal, and there is no strategic planning so that management and coordination are not optimal. Therefore, to make implementation of urban air quality management policy become effective, the factors should be respected by related parties especially policy makers and policy implementers.Key words: Air quality, urban, implementation, policy, transportation
Kebijakan Pengelolaan Kualitas Udara Terkait Transportasi di Provinsi DKI Jakarta Zainuddin, Andi Alfian
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 4 No. 6 Juni 2010
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.009 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v4i6.168

Abstract

Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang mengeluarkan beberapa kebijakan penanggulangan pencemaran udara menghadapi banyak kendala implementasi. Tujuan penelitian ini mengetahui implementasi kebijakan pengelolaan kualitas udara perkotaan terkait transportasi di provinsi tersebut dengan pendekatan model sistem. Faktor yang diamati meliputi instrumen kebijakan, sumber daya dan manajemen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang menggunakan sumber data primer dengan metode wawancara mendalam dan sumber data sekunder telaah dokumen. Data primer digali dariberbagai informan yang berkompeten meliputi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Biro Hukum, Badan Pengelola Dampak Lingkungan Daerah, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan Samsat. Penelitian ini menemukan bahwa instrumen kebijakan telah ada, tetapi dipersepsikan hanya berlaku untuk BPLHD. Penegakan hukum belum dilaksanakan secara semestinya karena sistem dan koordinasi belum maksimal; sumber daya manusia dan sumber dana masihkurang; rencana strategis belum ada, serta manajemen dan koordinasi belum maksimal. Untuk implementasi kebijakan pengelolaan kualitas udara perkotaan yang efektif, pembuat dan pelaksana kebijakan perlu memperhatikan beberapa faktor tersebut.Kata kunci: Kualitas udara, perkotaan, implementasi, kebijakan, transportasiAbstractThe Government of DKI Jakarta Province had released some policies regarding to remedy air pollution. However, there are much problems related with urban air quality in DKI Jakarta Province. So that, purpose of this study will know implementation of urban air quality management policy related to transportation by system model approach. The matter will be studied are policy instruments, resources and management. This study is qualitative study. In this study,primary and secondary data will be used. Primary data are collected from in depth interview with competent sources such as Regional Parliamentary, Law Bureau, Regional Authority for Environmental Impact, Transportation Department, Health Department and Samsat. Secondary data are collected by conducting documents. The study result showed that policy instrument has existed, but they are perceived only effective for BPLHD, real law enforcement has been not implemented because system and coordination are not optimal, human and money resources are minimal, and there is no strategic planning so that management and coordination are not optimal. Therefore, to make implementation of urban air quality management policy become effective, the factors should be respected by related parties especially policy makers and policy implementers.Key words: Air quality, urban, implementation, policy, transportation
Karakteristik morfologi penderita karsinoma payudara dengan reseptor estrogen positif dan negatif berdasarkan duplex ultrasound Anastasia, Wenda; Muis, Mirna; Ilyas, Muhammad; Zainuddin, Andi Alfian; Asriyani, Sri; Sungowati, Ni Ketut
Majalah Kedokteran Andalas Vol 42, No 3 (2019): Published in September 2019
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v42.i3.p97-107.2019

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik morfologi dan vaskularisasi karsinoma payudara dengan reseptor estrogen positif dan negatif berdasarkan ultrasonografi grayscale dan doppler. Metode: Penelitian ini dilakukan di Bagian Radiologi RS Wahidin Sudirohusodo dan RS Pendidikan Universitas Hasanuddin Makassar pada Oktober 2018 sampai dengan Februari 2019. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan metode kajian potong lintang. Analisis data menggunakan statistik melalui uji diagnostik chi-square dan Mann-Whitney. Sampel penelitian sebanyak 40 orang dengan karsinoma payudara. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan (p<0,05) pada morfologi akustik posterior antara reseptor estrogen positif dan negatif karena akustik posterior shadowing dominan pada reseptor estrogen positif, sedangkan akustik posterior enhancement dominan pada reseptor estrogen negatif. Morfologi akustik posterior ini hanya dapat dinilai dengan menggunakan ultrasonografi grayscale. Simpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan pada morfologi akustik posterior dimana akustik posterior shadowing dominan pada reseptor estrogen positif, dan akustik posterior enhancement dominan pada reseptor estrogen negatif.
Kesesuaian ukuran kanalis spinalis lumbal berdasarkan Ultrasonografi dengan MR-Myelografi pada penderita nyeri punggung bawah Jufianti, Emilya; Ilyas, Muhammad; Murtala, Bachtiar; Zainuddin, Andi Alfian; Kaelan, Cahyono; Muis, Mirna
Majalah Kedokteran Andalas Vol 42, No 3 (2019): Published in September 2019
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v42.i3.p121-127.2019

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan menilai kesesuaian ukuran kanalis spinalis lumbal berdasarkan ultrasonografi dengan MR myelografi lumbosakral pada penderita Nyeri Punggung Bawah (NPB). Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasi cross-sectional dan dilakukan di Bagian Radiologi RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dari November 2018 - Februari 2019. Sampel penelitian sebanyak 54 dengan 22 sampel eksklusi dan 32 sampel inklusi. Dari 32 sampel pada level L3-L4 sebanyak 27 sampel normal dan 5 sampel stenosis, level L4-L5 sebanyak 21 sampel normal dan 11 sampel stenosis, level L5-S1 sebanyak 28 sampel normal dan 4 sampel stenosis. Data dianalisis dengan analisis statistik melalui uji korelasi Person. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat kesesuaian ukuran kanalis spinalis lumbal berdasarkan ultrasonografi dengan MR myelografi lumbosakral pada penderita NPB  pada level L3-L4 dengan nilai p=0,001 (<0,05) dan memiliki kekuatan hubungan kuat dengan nilai r=0,985. Data juga menunjukkan bahwa terdapat kesesuaian antara hasil MR myelografi dengan Ultrasonografi lumbosakral pada level L4-L5 dengan nilai p=0,001 (<0,05) dan memiliki kekuatan hubungan kuat dengan nilai r=0,987. Data juga menunjukkan bahwa terdapat kesesuaian antara hasil MR myelografi dengan Ultrasonografi lumbosakral pada level L5-S1 dengan nilai p=0,001 (<0,05) dan memiliki kekuatan hubungan kuat dengan nilai r=0,973. Simpulan: Terdapat kesesuaian ukuran kanalis spinalis lumbal berdasarkan ultrasonografi dengan MR myelografi lumbosakral pada penderita NPB.
Prediksi Prognosis Penderita Trauma Kapitis Berdasarkan Gambaran CT scan Kepala Husnah, Kurniawati; Murtala, Bachtiar; Asriyani, Sri; Zainuddin, Andi Alfian; Mustamir, Nasrullah; Latief, Nikmatia
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.337 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.04.12

Abstract

Trauma kapitis memiliki penyebab, patologi, tingkat keparahan dan prognosis yang berbeda-beda sehingga diperlukan prediktor terpercaya untuk menilai luaran pasien. CT scan berperan penting dalam mengevaluasi kerusakan struktural pada fase akut trauma kapitis. Penelitian ini bertujuan menilai gambaran CT scan kepala dalam memprediksi prognosis penderita trauma kapitis. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif terhadap 444 penderita trauma kapitis ringan sampai berat yang dilakukan pemeriksaan CT scan kepala di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar selama periode Januari-Juni 2018. Peneliti mengidentifikasi gambaran CT scan yang berpengaruh terhadap mortalitas pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status sisterna basalis (compressed, OR=31.690, absent, OR=11.092, p&lt;0.0001), midline shift (OR=2.889, p&lt;0.0001), dan pendarahan subarachnoid atau intraventrikel (OR=6,977, p&lt;0.0001) merupakan prediktor independen mortalitas penderita trauma kapitis.
Hubungan Shear Wave Elastography Ginjal dengan Estimated Glomerular Filtration Rate pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Arif, Asnita; Idris, Nurlaily; Murtala, Bachtiar; Zainuddin, Andi Alfian; Asriyani, Sri; Kasim, Hasyim
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.858 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.04.10

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan global dengan biaya ekonomi tinggi pada sistem kesehatan sehingga dibutuhkan modalitas pencitraan klinis non invasif untuk mendeteksi penyakit ginjal pada stadium awal. Shear wave elastography (SWE) merupakan pemeriksaan imaging untuk menilai tingkat keparahan dari perubahan morfologi kronik ginjal berdasarkan pengukuran elastisitas kortex. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara SWE dengan estimated glomerular filtration rate (eGFR) sehingga SWE dapat direkomendasikan untuk deteksi dini tingkat keparahan penyakit ginjal kronik.  Penelitian ini dilakukan di bagian Radiologi Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dari bulan September 2018 sampai dengan Februari 2019. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional dengan rancangan potong lintang. Sampel penelitian sebanyak 118 sampel yang terdiri dari 71 sampel dengan penyakit ginjal kronik dan 47 sampel normal. Pemeriksaan ultrasonografi yang dilakukan dengan metode SWE untuk mengukur shear wave velocity (SWV) pada kedua ginjal dengan tiga kali pengukuran pada kortex ginjal. Nilai median dari SWV pada kedua ginjal dihubungkan dengan eGFR. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai median SWV pada kelompok sampel normal adalah 2,02±0,32m/s pada ginjal kanan  2,01±0,32m/s pada ginjal kiri yang cenderung menurun dengan bertambahnya  usia. Terdapat korelasi positif yang signifikan antara nilai SWV pada ginjal kanan dan kiri dengan eGFR, dengan arah korelasi positif (p&lt;0,0001). Pada penelitian ini, terdapat pula korelasi negatif yang signifikan antara tekanan darah dan proteinuria dengan eGFR maupun dengan SWV pada pasien penyakit ginjal kronik.
Comparison of Cardiac Size in Posteroanterior Chest X-Ray and Echocardiography Rahayu, Agustining; Murtala, Bachtiar; Asriyani, Sri; Zainuddin, Andi Alfian; Muzakkir, Muzakkir; Latief, Nikmatia
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 4 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v51i4.10238

Abstract

Cardiac size is important to determine the presence of cardiac enlargement caused by left ventricular enlargement or right ventricular enlargement. Although echocardiography is considered to be the gold standard for cardiac enlargement, its availability is limited, expensive and requires trained experts. The posteroanterior (PA) chest X-ray (CXR) is the most common imaging used as a reliable alternative. The aim of this study was to compare cardiac size using cardiothoracic ratio (CTR) and transverse left cardiothoracic ratio (TL-CTR) in PA chest X-ray and echocardiography. This cross- sectional study involved 88 inclusion sample, aged 20-60 years. On the basis of provisional clinical diagnosis, the patients were divided three groups, consist of: (i) Group with normal cardiac size, (ii) Group with left ventricular enlargement (LVE) dan (iii) Group with right ventricular enlargement (RVE). All patients underwent PA CXR and M-Mode echocardiography examinations. The results of the two modalities were compared. CTR and TL-CTR, transverse diameter (TD) and transverse left (TL) in PA chest X-ray showed a strong positive correlation with total ventricular dimension (TVD) and left ventricular internal dimension (LVID) in echocardiography. CTR, TL-CTR, TD and TL in the PA chest X-ray are very good indicators for TVD and LVID in echocardiography. Chest X-ray is a reliable alternative for the diagnosis of cardiomegaly/cardiac enlargement in the absence of echocardiography. 
Korelasi plak, CIMT, dan skor kalsium dengan derajat stenosis arteri koroner pada pasien dislipidemia Muliawan, Erman; Latief, Nikmatia; Asriyani, Sri; Zainuddin, Andi Alfian; Amir, Muzakkir; Muis, Mirna
Majalah Kedokteran Andalas Vol 42, No 3S (2019): Published in November 2019
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v42.i3S.p1-10.2019

Abstract

Tujuan: Mengetahui korelasi plak, ketebalan tunika intima-media arteri karotis berdasarkan ultrasonografi dan skor kalsium total dengan derajat stenosis arteri koroner berdasarkan MSCT-scan kardiak pada pasien dislipidemia. Metode: Cross-sectional, dilakukan di instalasi radiologi sentral RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar mulai bulan Juli 2018 sampai Juli 2019. Sampel sebanyak 32 orang dengan usia >18 tahun dan memiliki riwayat dislipidemia. Metode statistik yang digunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Terdapat korelasi antara kejadian plak, ketebalan tunika intima-media arteri karotis dan total calcium score dengan derajat stenosis arteri koroner, dimana nilai p masing-masing secara berurutan yaitu 0,017 (<0,05), <0,0001, dan <0,0001 dan nilai r masing-masing yaitu 0,418, 0,65, dan 0,882. Simpulan: Skor kalsium total merupakan suatu penanda independen risiko kejadian kardiovaskular, lebih superior dibandingkan evaluasi arteri karotis. Terdapatnya nilai skor kalsium total menunjukkan adanya suatu penyakit arteri koroner namun tidak memprediksi obstruksi luminal. Di samping itu, keadaan dinding arteri karotis juga dapat mencerminkan keadaan dinding arteri koroner sehingga dapat digunakan sebagai penanda terjadinya aterosklerosis pada pembuluh darah jantung pada daerah yang belum memiliki fasilitas skor kalsium total.