Dian Ayu Zahraini
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

DESAIN PENGEMBANGAN ANAK USIA DINI HOLISTIK INTEGRATIF PAUD NON FORMAL (Penelitian Research and Development di Pos PAUD Mutiara Kelurahan Lamper Lor Kecamatan Semarang Selatan)

PAUDIA Vol 2, No 1 mei (2013): PAUDIA
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) membuat desain pengembangan PAUD holistik integratif di PAUD non formal (2) memberikan pelayanan yang tepat secara holistik integratif untuk anak usia dini sejak dalam kandungan sampai usia enam tahun (3) bagaimana desain pengembangan PAUD holistik integratif yang dapat memberikan pelayanan mulai dari kesehatan, gizi, pengasuhan (parenting) dan pendidikan untuk anak usia dini , (4) Bagaimana mengintegrasikan BKB, pos PAUD dan Posyandu yang tepat sehingga lahirlah model kajian holistik integratifMetodologi yang dipilih untuk penelitian ini adalah penelitan Research and Development merupakan pilihan karena memiliki proses yang lebih kompleks dalam tahapan-tahapan yang dapat mengakomodasi beragam kepentingan penelitian ini. (Borg & Gall & 1989 :784-785).Hipotesis yang bisa diberikan dari penelitian ini adalah (1) Desain holistik integratif yang diterapkan di PAUD non formal dalam hal ini Pos PAUD terintegrasi dengan BKB dan Posyandu ini sangat efektif dibandingkan dengan pelayanan anak usia dini yang hanya dilakukan oleh posyandu sendiri atau BKB sendiri. Ini dapat dilihat dari ketertarikan masyarakat dalam hal ini orang tua khususnya untuk datang ke posyandu integrasi BKB dan pos PAUD untuk mengetahui tentang pelayanan anak usia dini, (2)Pelayanan yang dapat diberikan pada PAUD holistik integratif ini dapat berupa layanan kesehatan mulai dari perawatan selama kehamilan sampai pasca melahirkan, kesehatan anak usia 0-6 tahun, pengetahuan gizi selama kehamilan sampai gizi untuk anak yang sedang tumbuh kembang, serta pendidikan untuk anak usia 0-6 tahun seperti stimulasi yang tepat untuk anak usia 0 – 6 tahun, (3)Desain PAUD holistik integratif ini dapat dilakukan terintegrasi mulai dari pendaftaran, penimbangan, pemantauan tumbuh kembang, pelayanan gizi, serta pelayanan pendidikan serta kesehatan untuk anak usia dini, (4)Hasil penelitian tentang peningkatan pengetahuan orang tua mengenai masalah gizi, kesehatan dan pendidikan dapat dilihat dari hasil pre tes dan post tes yang dilakukan, dimana Dari output terlihat bahwa nilai means pretest = 11,63 lebih kecil dari nilai means postest= 20,25. Jadi rata-rata nilai postest lebih baik dari pada nilai pretest 16,14%.Kata kunci: Pengembangan PAUD holistic integratif, PAUD non formal

DESAIN PENGEMBANGAN ANAK USIA DINI HOLISTIK INTEGRATIF PAUD NON FORMAL (Penelitian Research and Development di Pos PAUD Mutiara Kelurahan Lamper Lor Kecamatan Semarang Selatan)

PAUDIA Vol 2, No 1 mei (2013): PAUDIA
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) membuat desain pengembangan PAUD holistik integratif di PAUD non formal (2) memberikan pelayanan yang tepat secara holistik integratif untuk anak usia dini sejak dalam kandungan sampai usia enam tahun (3) bagaimana desain pengembangan PAUD holistik integratif yang dapat memberikan pelayanan mulai dari kesehatan, gizi, pengasuhan (parenting) dan pendidikan untuk anak usia dini , (4) Bagaimana mengintegrasikan BKB, pos PAUD dan Posyandu yang tepat sehingga lahirlah model kajian holistik integratifMetodologi yang dipilih untuk penelitian ini adalah penelitan Research and Development merupakan pilihan karena memiliki proses yang lebih kompleks dalam tahapan-tahapan yang dapat mengakomodasi beragam kepentingan penelitian ini. (Borg & Gall & 1989 :784-785).Hipotesis yang bisa diberikan dari penelitian ini adalah (1) Desain holistik integratif yang diterapkan di PAUD non formal dalam hal ini Pos PAUD terintegrasi dengan BKB dan Posyandu ini sangat efektif dibandingkan dengan pelayanan anak usia dini yang hanya dilakukan oleh posyandu sendiri atau BKB sendiri. Ini dapat dilihat dari ketertarikan masyarakat dalam hal ini orang tua khususnya untuk datang ke posyandu integrasi BKB dan pos PAUD untuk mengetahui tentang pelayanan anak usia dini, (2)Pelayanan yang dapat diberikan pada PAUD holistik integratif ini dapat berupa layanan kesehatan mulai dari perawatan selama kehamilan sampai pasca melahirkan, kesehatan anak usia 0-6 tahun, pengetahuan gizi selama kehamilan sampai gizi untuk anak yang sedang tumbuh kembang, serta pendidikan untuk anak usia 0-6 tahun seperti stimulasi yang tepat untuk anak usia 0 – 6 tahun, (3)Desain PAUD holistik integratif ini dapat dilakukan terintegrasi mulai dari pendaftaran, penimbangan, pemantauan tumbuh kembang, pelayanan gizi, serta pelayanan pendidikan serta kesehatan untuk anak usia dini, (4)Hasil penelitian tentang peningkatan pengetahuan orang tua mengenai masalah gizi, kesehatan dan pendidikan dapat dilihat dari hasil pre tes dan post tes yang dilakukan, dimana Dari output terlihat bahwa nilai means pretest = 11,63 lebih kecil dari nilai means postest= 20,25. Jadi rata-rata nilai postest lebih baik dari pada nilai pretest 16,14%.Kata kunci: Pengembangan PAUD holistic integratif, PAUD non formal

IbM HIMPAUDI KECAMATAN KALIWUNGU KENDAL DALAM RANGKA PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2016): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4828.412 KB)

Abstract

 Rendahnya motivasi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran Kurikulum 2013 (K13) menjadi landasan bagi tim IbM untuk melaksanakan kegiatan pelatihan. Selama ini sebagian besar guru-guru disekolah hanya melakukan penyusunan perangkat pembelajaran sebagaimana yang mereka pahami. Melalui kegiatan IbM pelatihan Penyusunan Perangkat Pembelajaran K-13 bagi guru-guru PAUD se-Kecamatan Kaliwungu, Setelah kegiatan pelatihan para guru tidak dilepas begitu saja, tetapi  dilanjutkan dengan pendampingan  dan  pemantauan  selama  kegiatan  pembelajaran  dan  implementasi  Kurikulum 2013 berlangsung, sehingga keraguan dan kebingungan itu dapat terjawab. Dari hasil pendampingan dan pemantauan dapat menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak untuk perbaikan dikegiatan pembelajaran, dan selanjutnya digunakan sebagai penyempurnaan. Kata Kunci: Penyusunan, Perangkat Pembelajaran Kurikulum 13, Guru PAUD

ALAT PERMAINAIN EDUKATIF BERBASIS KONTEKSTUAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAGI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2012): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6840.163 KB)

Abstract

ALAT PERMAINAIN EDUKATIF BERBASIS KONTEKSTUAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAGI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL JAMURAN PADA ANAK KELOMPOK BERMAIN DI PAUD TAMAN BELIA CANDI TAHUN PELAJARAN 2015/2016

PAUDIA : JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.955 KB)

Abstract

Anak kelompok Bermain PAUD Taman Belia Candi Semarang, sebagian besar dalam kemampuan berbicaranya kurang maksimal. Hal itu bisa terlihat dengan ucapan yang belum tepat dan tidak jelas sehingga dalam berkomunikasi sulit dipahami oleh orang lain atau temannya, anak pasif ketika ditanya oleh guru maupun orang lain, sehingga kesulitan mengikuti instruksi sederhana, kurang percaya diri dalam mengungkapkan ide dan merespon cerita yang didengar, untuk meningkatkan kemampuan berbicara pada Anak Kelompok Bermain PAUD Taman Belia Candi, alternatif yang digunakan adalah menggunakan permainan tradisional Jamuran. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk meningkatan kemampuan berbicara melalui permainan tradisional jamuran pada Kelompok Bermain di PAUD Taman Belia Candi tahun pelajaran 2015/2016. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang terlihat dari lembar observasi serta grafik yang terdapat dalam bab IV. Dari hasil penelitian siklus I dan hasil penelitian siklus II menunjukkan peningkatan pada persentase serta ketuntasan. Kesimpulan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah bahwa penerapan permainan tradisional Jamuran dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak kelompok Bermain PAUD Taman Belia Candi Semarang.

PENGARUH METODE BERCERITA DONGENG SIKANCIL TERHADAP PENGUASAAN KOSAKATA PADA ANAK KELOMPOK B DI RA AZ-ZAHRO KECAMATAN MRANGGEN KABUBATEN DEMAK TAHUN 2018/2019

PAUDIA : JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.649 KB)

Abstract

Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah banyak dijumpai pada anak usia 5-6 tahun masih sulit untuk menggungkapkan perasaan, pendapat dengan kata, masih menirukan perkataan guru ketika bercerita belum bisa mengutarakan sendiri apa yang ingin di ceritakan,anak belum mengerti makna dari kata yang ia dengar, masih bingung dalam penggunaan kata ganti, kata kerja maupun kata sifat di RA AZ Zahro.            Jenis penelitian ini adalah penelitian Eksperimen dalam bentuk Quasi  Experimental Design dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalahseluruh anak kelompok B. Sampel yang diambil adalah kelompok  B1 dengan berjumlah 15 anak dan  B2 berjumlah 15 anak. Dengan menggunakan teknik Non Probability Sampling bebentuk sampling jenuh. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara,  observasi, dan dokumentasi.            Perlakuan yang di berikan kepada kelas eksperiment yaitu bercerita dongeng si kancil dengan menggunakan wayang dan perlakun yang di berikan di kelompok kontrol yaitu dengan metode bercakap-cakap. Hasil perhitungan rata-rata data akhir  pada kelas eksperimen sebesar 23,87 pada kelas kontrol sebesar 21,67 sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji t di ketahui thitung lebih dari ttabel (6,382>2,145).Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak. Dengan kata lain terdapat pengaruh yang signifikan metode bercerita dongeng si kancil terhadap tingkat penguasaan kosakata kelompok B di RA AZ Zahro Mranggen Demak.Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat di sampaikan adalah metode bercerita dongeng si kancil dapat digunakan sebagai salah satu metode untuk meningkatkan penguasaan kosakata anak.Kata kunci : Anak usia 5-6 tahun, kosakata, bercerita   ABSTRACT             The background that drives this research is that it is often found in children aged 5-6 years it is still difficult to express feelings, opinions with words, still mimicking the words of the teacher when telling stories can not express themselves what they want to tell, children do not understand the meaning of the words hear, still confused in using pronouns, verbs and adjectives in RA AZ Zahro.            This type of research is Experimental research in the form of Quasi Experimental Design with the research design of Nonequivalent Control Group Design. The study population was all children in group B. The sample taken was group B1 with a total of 15 children and B2 with 15 children. By using a Non Probability technique Sampling a form of saturated sampling. The data in this study were obtained through interviews, observation, and documentation.             The treatment given to the experimental class isstories telling of the deer of the deer by using puppets and animals which are given in the control group, namely the method of conversation. The results of the average calculation of the final data in the experimental class amounted to 23.87 in the control class of 21.67 so it can be concluded that the average experimental class is higher than the control class.            The results of the study show that the t test is known as tcount more than t table (6.382> 2.145). From these results it can be concluded that H0 is rejected. In other words there is a significant effect of the method of telling the deer tale to the level of mastery of the vocabulary of group B in RA AZ Zahro Mranggen Demak.Based on the results of this study, the suggestion that can be conveyed is that the method of telling the deer fairy tale can be used as a method to improve the mastery of children's vocabulary.Keyword :Children aged 5-6 years,vocabulary,stories  telling