Articles

Aplikasi Isochrysis galbana dan Chaetoceros amami serta Kombinasinya Terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Veliger-Spat Tiram Mutiara (Pinctada maxima)

ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 15, No 3 (2010): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1328.77 KB)

Abstract

Salah satu penyebab rendahnya pertumbuhan dan kelulushidupan pada  perkembangan awal larva sampai spat tiram mutiara (Pinctada maxima) adalah pemberian pakan alami yang kurang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pemberian pakan alami Isochrysis galbana dan Chaetoceros amami dan kombinasinya terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan veliger-spat Pinctada maxima.  Penelitian ini dilaksanakan di PT. Autore Pearl Culture, Sumbawa, NTB. Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan diterapkan pada penelitian ini, yaitu pemberian pakan alami 100% I. galbana); kombinasi 75% I. galbana dan 25% C. amami, kombinasi 50% I. galbana dan 50% C. amami, kombinasi 25% I. galbana dan 75% C. amami, dan 100% C. amami, dengan kepadatan 7 x 106 sel/mL. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan dilakukan analisis ragam (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama pemeliharaan veliger-spat dengan pakan  I. galbana, C. amami dan kombinasinya berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pertumbuhan panjang mutlak cangkang dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kelulushidupan. Pertumbuhan panjang mutlak dorsal-ventral dan anterior-posterior cangkang tertinggi dicapai pada perlakuan kombinasi 25% I. galbana dan 75% C. amami, yaitu 1.623,7µm dan 2.217,11 µm. Kelulushidupan tertinggi dicapai oleh pemberian 100% I. galbana sebesar 6,85%. Kata kunci: Pinctada maxima, Veliger, Spat, Isochrysis galbana, Chaetoceros amami, pertumbuhan  The low growth and survival rates of pearl oyster (Pinctada maxima) at early development from larvae to spat is commonly due to inappropriate natural food given. The aims of the present study was to determine the effect of natural food Isochrysis galbana, Chaetoceros amami and its combination on the growth and survival rates of pearl oyster (P. maxima) larvae. This study was conducted at PT. Autore Pearl Culture, Sumbawa, West Nusa Tenggara province. Completely Randomized Design was applied with 5 treatments and 3 replications. The treatments were 100 % I. galbana, combination of 75% I. galbana and  25% C. amami, 50% I. galbana and 50% C. amami, 25% I. galbana and 75% C. amami, and 100% C. amami, with density of 7 x 106 sel/mL. The data of length growth and survival were analyzed by Analysis of Variants followed by Duncan’s Test. The result showed that the treatments gave highly significant difference (P< 0.01) on the  shell growth and significantly different (P< 0.05) on survival rate. The highest dorsal-ventral and anterior-posterior shell growth (1,623.7 µm and 2,217.11 µm) reached by spat fed on combination of 25% I. galbana and 75% C. amami. The highest survival rate (6.85%) was reached by spat fed by 100 % I. galbana . Key words: Pinctada maxima, Veliger, Spat, Isochrysis galbana, Chaetoceros amami, growth

Serum Magnesium Ion Content in 32-36 Weeks Preterm Labor Patients in Dr. Mohammad Hoesin Hospital Palembang

Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Vol. 35. No 4. October 2011
Publisher : Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractObjective: To determine the average levels of serum magnesium in 32-36 weeks of preterm labor patients and to compare the average of serum level of magnesium serum in preterm delivery 32-36 weeks with an average content of magnesium ions in normal delivery.Methods: The study is an observational descriptive cross-cut design to determine level of magnesium serum at 32-36 weeks of preterm labor.Result: Samples of this study were patients with preterm labor who were treated at the Department of Obstetrics and Gynecology in Dr. Mohammad Hoesin Palembang from January 1st, 2009 until July 31st, 2010. The number of samples was 33 subjects. Most subjects were in the range of 20-35 years of age. The largest parity in the preterm group was 0, namely 14 subjects (42.5%), while in the normal pregnancy group it was 1, viz. 12 subjects (36.4%).Conclusion: Based on the results of studies, the magnesium levels of 32-36 weeks preterm labor group was lower than the normal delivery group. The average of magnesium level in preterm labor group was 1.57 ± 0.18, while in the normal delivery group, it was 1.88 ± 0.23. There was a statistically significant difference found on magnesium levels in both groups (p <0.05).[Indones J Obstet Gynecol 2011; 35-4:167-9]Keywords: serum magnesium, preterm

PEMANFAATAN ANALISA SPASIAL UNTUK KESESUAIAN LAHAN TANAMAN JARAK PAGAR (STUDI KASUS: KABUPATEN SUMENEP DARATAN)

Geoid Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Department of Geomatics Engineering

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.63 KB)

Abstract

Krisis energi yang melanda dunia termasuk Indonesia menyebabkan terus naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Dengan demikian, tentu suatu saat nanti APBN yang dianggarkan untuk subsidi BBM tidak akan mampu mencukupi karena terus bertambah naiknya harga minyak dunia. Dampak lain dari masalah BBM ini adalah angka kemiskinan di Indonesia khususnya di daerah pedesaan dan daerah terpencil terus meningkat, salah satunya adalah penduduk pedesaan di wilayah Kabupaten Sumenep daratan Provinsi Jawa Timur yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Sebagai solusi dari masalah-masalah tersebut, pembudidayaan tanaman jarak pagar dinilai cocok dalam mengatasi masalah kelangkaan BBM dan kemiskinan karena kelebihan-kelebihan yang dimilikinya.Dalam penelitian ini, analisa kesesuaian lahan tanaman jarak pagar di Kabupaten Sumenep daratan dilakukan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan mengoverlay peta curah hujan, peta temperatur, peta tekstur tanah, peta elevasi,  dan peta kemiringan lereng. Sebelum melakukan overlay, kelima peta tersebut dilakukan penilaian kelas kesesuaian lahan tanaman jarak pagar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa wilayah Kabupaten Sumenep daratan terbagi dalam 3 kelas kesesuaian lahan, yaitu kelas S2 (cukup sesuai) dengan luas 100152,162 ha, kelas S3 (sesuai marginal) dengan luas 2141,993 ha, dan kelas N (tidak sesuai) dengan luas 12265,207 ha. Dari hasil analisa menunjukkan bahwa terdapat beberapa desa di Kabupaten Sumenep daratan yang wilayahnya tergolong lebih dari satu kelas kesesuaian lahan yang disebabkan oleh faktor elevasi dan kemirigan lereng yang beragam meskipun dalam lingkup satu desa yang sama, faktor pembatas kesesuaian lahan terberat yang mendominasi di tiap desa juga beragam meskipun tergolong dalam jenis kesesuaian lahan yang sama.

STUDI PENENTUAN DRAFT DAN LEBAR IDEAL KAPAL TERHADAP ALUR PELAYARAN (STUDI KASUS: ALUR PELAYARAN BARAT SURABAYA)

Geoid Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.109 KB)

Abstract

Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) merupakanalurpelayaran yang menghubungkankapal-kapal yang akan berlabuh di PelabuhanTanjung Perak dariLaut Utara Jawa. Seringnya lalu lintas kapal di daerah ini memerlukan penelitian mengenai pasang surut, topografi dasar laut, serta bobot kapal yang melintas untuk memastikan kapal-kapal yang akan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Perak aman dari kemungkinan kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keselamatan navigasi kapal yang akan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Perakserta memberikan informasi mengenai draft dan lebar kapal yang ideal untuk melintas denga naman dalam keadaan tersurut di sepanjang Alur Pelayaran Barat Surabaya, serta kapal yang bias melintas dengan aman saat keadaan sarat muatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk kapal yang memiliki lebar sampai 15 meter bisa melintas dengan draft maksimal 6,2 meter dan kapal yang memiliki lebar maksimal 30 meter, bisa melintas dengan draft sebesar 5,5 meter. Semua draft tersebut sudah dihitung sampai keadaan Low Water Spring, serta kapal dengan bobot terbesar yang bisa lewat saat sarat muatan adalah jenis Kapal Penumpang dengan bobot 15.000 GRT.

PERMODELAN ESTIMASI POTENSI TAMBANG BATU KAPUR DARI HASIL ANALISA DATA CITRA SATELIT LANDSAT 7 ETM+ (STUDI KASUS : TAMBANG BATU KAPUR PT. SEMEN GRESIK PERSERO TBK. PABRIK TUBAN)

Geoid Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Department of Geomatics Engineering

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.824 KB)

Abstract

Batu kapur merupakan salah satu bahan galian C yang banyak terdapat di Indonesia. Besarnya potensi tersebut diiringi pula dengan konsumsi batu kapur yang besar untuk memenuhi kebutuhan manusia.Begitu banyaknya hasil olahan pabrik yang membutuhkan batuan kapur menunjukkan bahwasanya peran batu kapur dalam proses industri sangatlah penting misalnya saja sebagai bahan utama pembuatan semen . Salah satu perusahaan yang melakukan eksplorasi dan penambangan batu kapur yang digunakan sebagai bahan utama pembuatan semen adalah PT. Semen Gresik (PERSERO) Tbk. Dalam  menentukan estimasi potensi batu kapur perusahaan ini mengambil data dari pemetaan topografi, yaitu melalui pengukuran pada titik-titik ketinggian kawasan pertambangan batu kapur. Dengan kemajuan teknologi dibidang penginderaan jauh, perhitungan estimasi potensi batu kapur dapat dilakukan dengan menggunakan data citra satelit Landsat 7 ETM+.Parameter yang digunakan untuk identifikasi potensi batu kapur pada penelitian ini ada 4 yaitu suhu permukaan, tutupan lahan, indeks vegetasi, dan interpretasi visual.Parameter utama yang dijadikan untuk membuat model estimasi potensi batu kapur adalah suhu permukaan tanah.Korelasi antara suhu permukaan di citra dan lapangan adalah 55,9 %. Dengan regresi linier sederhana didapatkan nilai r2=0,313, dengan persamaan koreksi suhu permukaan antara citra dan suhu lapangan adalah suhu Citra (°C)= 78,23-1,233. Suhu lapangan.Suhu di citra dan suhu lapangan memiliki hubungan yang terbalik artinya ketika suhu di lapangan tinggi maka suhu di citra rendah. Dari persamaan koreksi didapat ketika suhu batu kapur dilapangan adalah 38 ° C maka suhu di citra Landsat adalah 31,5 ° C.

EVALUASI APLIKASI ADOBE FLASH™ UNTUK PEMBUATAN PETA DIGITAL DITINJAU DARI ASPEK KARTOGRAFIS

Geoid Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Department of Geomatics Engineering

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.805 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi komputer dan perangkat lunak grafis memberi banyak kerugian dalam pembuatan serta penyajian informasi spasial berbentuk peta. Adobe Flash™ menjadi salah satu aplikasi yang digunakan oleh untuk membuat peta interaktif, seoerti yang dilakukan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG)  dengan programnya Atlas Elektronik Bakosurtanal. Adobe Flash™ perlu dikaji ulang tentang kemampuannya membuat sebuah peta apakah sudah memenuhi aturan yang ada atau belum, karena dengan  adanya perkembangan teknologi komputer dan fitur yang ada memungkinkan setiap orang berkreasi pada visualisasinya, sedang disisi lain, peta yang dihasilkan kehilangan kaidah kartografinya.Terdapat beberapa tahapan dalam proses pembuatan peta digital ITS ini yaitu, digitasi peta untuk memetakan bangunan bangunan baru untuk mendapatkan peta digital ITS Sukolilo terbaru berdasarkan Citra Worldview menggunakan Autocad Land Desktop 2009, kemudian pemberiaan beberapa aspek kartografis seperti pewarnaan peta, desain simbol, menggunakan Coreldraw X5, dan tahapan terakhir adalah desain tata letak dan pemberian koordinat agar peta yang dibuat sesuai dengan aturan kartografi menggunakan Adobe Flash™ CS5. Dari penelitian pembuatan peta digital ITS ini diperoleh hasil bahwa telah dibuat sebuah Peta Digital ITS 2014 dengan aplikasi pemetaan Adobe Flash™. Peta yang disajikan menggunakan Adobe Flash™ dibuat melalui beberapa proses dan software, dimulai dari penggambaran peta menggunakan Autocad Land Desktop 2009, pewarnaan dan simbolisasi menggunakan Coreldraw X5, dan tata letak serta desain peta sesuai aturan kartografis. Dari aturan yang ada desain tata letak peta digital ini sudah memenuhi keseimbangan simetris dengan judul di atas muka peta sedangkan informasi tepi terletak dibawah muka petadan  dari kriteria kartografis dapat disimpulkan bahwa aplikasi Adobe Flash™ mampu membuat sebuah peta sesuai dengan aturan kartografi dengan memenuhi lima dari enam aspek penilaian kriteria karografi.

STUDI APLIKASI MULTIBEAM ECHOSOUNDER DAN SIDE SCAN SONAR UNTUK MENDETEKSI FREE SPAN PADA SALURAN PIPA BAWAH LAUT

Geoid Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Department of Geomatics Engineering

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.717 KB)

Abstract

Saluran pipa bawah laut sebagai salah satu sistem distribusi dalam industri minyak dan gas harus selalu diperhatikan kondisinya agar terhindar dari risiko kerugian material maupun dampak terhadap lingkungan. Salah satu yang harus diperhatikan yakni bentang bebas (free span) atau bagian pipa yang tidak tertumpu. Informasi panjang dan tinggi free span dapat diperoleh melalui survei inspeksi dengan memanfaatkan instrumen hidroakustik, seperti Multibeam Echosounder dan Side Scan Sonar. Ditemukan sebanyak 119 indikasi free span pada citra Side Scan Sonar. Akan tetapi, terdapat selisih posisi horisontal pipa dengan yang terlihat pada data Multibeam Echosounder. Analisis dilakukan terhadap ini dan diketahui bahwa posisi horisontal yang dapat diandalkan adalah posisi pipa dari Multibeam Echosounder. Hal ini disebabkan perambatan kesalahan yang sangat mungkin terjadi pada sistem towing yang diterapkan pada Side Scan Sonar. Di sisi lain, untuk memperoleh informasi dimensi free span, data yang digunakan adalah citra Side Scan Sonar dikarenakan mampu memberikan informasi kenampakan permukaan dasar laut yang cukup jelas sehingga sangat baik digunakan untuk interpretasi panjang dan tinggi free span..

STUDI KELAYAKAN LOKASI RENCANA PELETAKAN JACK-UP DRILLING RIG MENGGUNAKAN HASIL PENCITRAAN SIDE SCAN SONAR

Geoid Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Department of Geomatics Engineering

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.355 KB)

Abstract

Sumber daya minyak bumi yang tersebar di beberapa wilayah perairan di negara kita ini mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi. Dibutuhkan sebuah perencanaan detil untuk meletakkan media eksplorasi (jack-up drilling rig) untuk memanfaatkan sumber daya minyak bumi. Oleh sebab itu, untuk mengetahui kelayakan lokasi peletakan jack-up drilling rig diperlukan suatu survai agar tidak membahayakan rig tersebut ketika memasuki lokasi pengeboran.  Dalam hal ini dibutuhkan suatu gambaran dari dasar laut sehingga perlu dilakukan survai perencanaan yang mencakup pemetaan kedalaman laut serta kenampakan permukaan dasar laut. Penelitian ini menggunakan hasil pencitraan side scan sonar yang didukung oleh data batimetri, data pasut dan data GPS untuk mengetahui kondisi dari permukaan dasar laut. Dari hasil survai tersebut didapatkan informasi yang dapat digunakan untuk mengetahui kelayakan lokasi rencana peletakkan jack-up drilling rig agar tidak membahayakan rig tersebut ketika masuk dan dioperasikan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lokasi rencana peletakan jack-up drilling rig masih dapat dikatakan layak dimana permukaan dasar laut daerah penelitian tersebut sebagian besar didominasi dengan tanah lempung atau lanau. Pada daerah penelitian terdapat cukup banyak jack-up footprint dan ditemukan banyak goresan pada permukaan dasar laut, pipa bawah laut, serta sedimen yang cukup keras (coarse sediment). Jack-up drilling rig hendaknya masuk melalui sisi timur dari platform.

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK SEBARAN BEBAN EMISI CO2 BERDASARKAN KEPADATAN LALU LINTAS DI KOTA SURABAYA BAGIAN SELATAN

Geoid Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Department of Geomatics Engineering

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.984 KB)

Abstract

Aktifitas transportasi kota Surabaya semakin meningkat, ketidakseimbangan antara pertumbuhan kendaraan dengan penyediaan jalan, menimbulkan  kepadataan lalu lintas yang puncaknya terjadi pada jam sibuk. Aktifitas ini berakibat udara di ruas jalan tidak sehat dikarenakan pembakaran bahan bakar dari kegiatan tersebut menghasilkan emisi karbon. Terutama karbon dioksida berpotensi menyebabkan pemanasan global akibat bertambahnya gas rumah kaca. Maka untuk mengetahui beban emisi karbon, khususnya gas karbon dioksida (CO2) di Surabaya bagian Selatan yang dilakukan menggunakan faktor emisi dan program yaitu sistem informasi berbasiskan komputer. Sistem informasi berbasiskan komputer ini  berupa Sistem Informasi Geografis (SIG) yang menyajikan gambaran mengenai beban emisi (CO2) yang dihasilkan dari jumlah kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut. Jumlah kendaraan akan dianalisa dengan mengkonversi satuan kendaraan ke satuan mobil penumpang (smp). Beban emisi dihitung dari jumlah kendaraan yang telah dikonversikan dikalikan dengan faktor emisi dan konsumsi kendaraan untuk mobil penumpang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahun 2008, tahun 2010 dan tahun 2011 beban emisi tertinggi di jalan Ahmad Yani yaitu 6.437.199,867 ton CO2 / tahun terjadi pada tahun 2011 dan yang terendah di jalan Mastrip yaitu 494.511,264 ton CO2 /tahun terjadi pada tahun 2008. Dari aplikasi Sistem Informasi Geografis dapat diketahui jumlah kendaraan (smp) yang melalui ruas jalan di Surabaya bagian Selatan dan juga beban emisi karbon (CO2) yang berasal dari pembakaran dapat diketahui jumlahnya.

PEMETAAN POTENSI PANAS BUMI (GEOTHERMAL) UNTUK MENDUKUNG PROGRAM ENERGI NASIONAL JAWA TIMUR (STUDI KASUS : G. LAMONGAN, KAB. PROBOLINGGO)

Geoid Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Department of Geomatics Engineering

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.995 KB)

Abstract

Kondisi geologi Indonesia yang terletak pada tiga pertemuan lempeng tektonik memberikan kontribusi nyata akan ketersediaan energi panas bumi di Indonesia. Manifestasi panas bumi yang berjumlah tidak kurang dari 244 lokasi, dari potensi tersebut baru 4% yang telah dikembangkan. Selain itu dengan adanya MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) tahun 2011 diharapkan bisa digunakan sebagai rencana jangka panjang.Pemantauan hasil yang terbaik diperlukan dalam melakukan analisa untuk pengamatan daerah potensi panas bumi. Analisa tersebut menggunakan citra satelit Landsat 7. Dengan  menggunakan algoritma NDVI, spectral radiance, brightness temperature, dan laplacian matrix untuk menentukan suatu anomaly dari adanya potensi panas bumi pada daerah penelitian, dengan waktu penelitian pada bulan Jul 2009i. Dengan adanya MP3EI maka akan ada suatu arahan secara nasional dalam pengembangan menuju Indonesia yang lebih sejahtera. Daerah penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah wilayah Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya.Dari hasil pengolahan data dan analisa didapatkan korelasi antara indeks vegetasi dengan ketinggian bernilai 0.09, korelasi antara indeks vegetasi dengan  suhu permukaan bernilai 0.34, korelasi antara ketinggian dan suhu permukaan bernilai -0.56. Dari penampakan secara geologi pun terdapat suatu patahan yang membelah lokasi penelitian dan berada di sebelah timur ke utara dimana dari anomaly yang terlihat dari 4 variabel ini menunjukkan adanya potensi panas bumi yang bisa dimanfaat untuk bidang makanan minuman, perkapalandan peralatan transportasi sesuai dengan MP3EI. Uji klasifikasi yang dilakukan bernilai 83,67%, yang menunjukkan klasifikasi lahan pada citra mempresentasikan kondisi sesungguhnya. Data hasil analisis dapat dijadikan sebagai bahan referensi penelitian selanjutnya.

Co-Authors Aan Eka Pranata Jaya, Aan Eka Pranata Achirul Bakri, Achirul Adenan Abadi Aditiawati Aditiawati, Aditiawati Adittiyo Darmawan, Adittiyo Agung Budi Cahyono Al-Azhar, Muhammad Ilham Fahmi Alfian Sukri Rahman, Alfian Sukri Andikanoza Pradiptiya, Andikanoza Andries Lionardo, Andries Ariani, Reni Aspitriani Aspitriani, Aspitriani Dedy Kurniawan Dian Puspita Sari Diana Rachmawati Eko Yuli Handoko Ella Amalia, Ella Ellys Ellys, Ellys Emalia Damayanti, Emalia Faisal, Nazib Filaili, Ragfinsa Budiaski Firdaus, Zahratu Handi Sudardja, Handi Heni Maulani, Heni Hillman, Ben Proyogo I KETUT SUDANTRA I Made Dwifa Satya Nugraha, I Made Dwifa Satya I Made Walesa Putra, I Made Walesa Ika Kartika Islami, Ahmad Ayyash Istiatun Istiatun, Istiatun Justin Cullen Karmila, Ariesta Kukuh Danu Permadi, Kukuh Danu Kurniawan, Arismunanto Lailatul Qhomariyah, Lailatul Lestari, Rahma Kurnia Moh Gema Perkasa Drakel, Moh Gema Perkasa Moulina, Theta Elba Muhammad Nazir Mulyono, Yulita Eka Rana Nur Taufiq Nurjannah Nurjannah Pebriadi, Ali Pratomo, Danar Guruh Putu Angga Bujana, Putu Angga Qur'andini, Dalinur Qur'andini, Dalinur Rachman Indra Jaya, Rachman Indra Rakhmatsyah, Benyamin Ridhah Taqwa, Ridhah Rizal Sanif Rudianto, Roedy Rustham Basyar, Rustham Saleh, Agustria Z Sastradinata, Irawan Shanti A. Diani Sidad, Balya Farras Sindi Mandasari, Sindi Sofiah, Fifi Sri Wahyuningsih Su'udi, Firdaus Amirullah Subarsyah Subarsyah Supadiningsih, Chatarina Nurjati Taufiqul Hakim Genena, Rhaisang Al Iman Triwani Triwani Udiana Wahyu Deviantari, Udiana Wahyu Umam, Syukron Khotibul Widiansyah, Arief Wim T. Pangemanan Wresnindyatsih Wresnindyatsih, Wresnindyatsih Yangtjik, Kiagus Yanto Budisusanto, Yanto Yulia Iriani, Yulia Zettyana, Yenni Riska