Tuty L. Yusuf
Departemen Klinik, Reproduksi, dan Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor, Bogor

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH FREKUENSI EJAKULASI TERHADAP KARAKTERISTIK SEMEN SEGAR DAN KEMAMPUAN LIBIDO KAMBING SAANEN Tambing, Surya Natal; Toelihiere, Mozes R.; Yusuf, Tuty L.; Purwantara, Bambang; Sutama, Ketut; Situmorang, Polmer Z.
Jurnal Sain Veteriner Vol 21, No 2 (2003)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

.
KONSENTRASI, KEMURNIAN, DAN VIABILITAS SEL LEYDIG HASIL PURIFIKASI DENGAN GRADIEN NYCODENZ DAN KULTUR IN VITRO M. Kaiin, Ekayanti; Djuwita, Ita; Yusuf, Tuty L.; Setiadi, M. Agus
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 7, No 1 (2013): J. Ked. Hewan
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.108 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v7i1.580

Abstract

Penelitian ini bertujuan isolasi dan purifikasi sel Leydig dengan menggunakan gradien Nycodenz untuk meningkatkan jumlah perolehan sel Leydig yang hidup setelah purifikasi dan kultur. Isolasi dan purifikasi sel Leydig dilakukan dengan perlakuan gradien Nycodenz 3 kolom (5, 10, dan 15% sebagai Nycodenz I) dan 5 kolom (4, 8, 10, 12, dan 15% sebagai Nycodenz II) serta gradien Percoll 5 kolom (21, 26, 34, 40 dan 60%) sebagai kontrol. Parameter yang diamati adalah konsentrasi, kemurnian, dan viabilitas sel Leydig setelah isolasi dan purifikasi serta kultur in vitro. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa isolasi dan purifikasi sel Leydig dengan gradien Nycodenz (I dan II) secara nyata (P<0,01) menghasilkan konsentrasi sel yang lebih rendah dibandingkan dengan gradien Percoll. Namun penggunaan gradien Nycodenz II c enderung menghasilkan kemurnian sel yang lebih tinggi (91,40%) dibandingkan dengan Nycodenz I (85,53%). Hasil tersebut tidak berbeda nyata dibandingkan dengan gradien Percoll (92,20%). Viabilitas sel Leydig pada semua perlakuan hampir sama yaitu 98%. Namun demikia n, setelah dikultur selama 3 hari, konsentrasi sel Leydig pada perlakuan Percoll (2,44x106 sel/ml) dan Nycodenz I (3,21x106 sel/ml) secara statistik (P<0,05) lebih rendah dan dibandingkan dengan Nycodenz II (3,88x10 6 sel/ml), sedangkan viabilitas sel Leydig setelah dikultur pada gradien Nycodenz I (90,00%) dan Nycodenz II (91,17%) secara sangat nyata (P<0,01) menghasilkan viabilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan gradien Percoll (82,30%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan gradien Nycodenz II efektif untuk mempurifikasi sel Leydig dan setelah dikultur menghasilkan konsentrasi dan viabilitas sel yang lebih tinggi dibandingkan dengan gradien Percoll.
Spermatogenesis and semen quality of male muntjak (Muntiacus muntjak muntjak) during antler growth periods Wahyuni, Sri; Agungpriyono, Srihadi; Agil, Muhammad; Nasution, Idawati; Hamny, .; Yusuf, Tuty L.
Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Vol 2, No 1 (2012): Life Sciences
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.016 KB)

Abstract

Muntjak (Muntiacus muntjak muntjak) belongs to Cervidae family which distributed in Java Island and Southern part of Sumatera. This cervid has been protected by Indonesian Government since 1999. In order to support breeding program of the species and to avoid them from extinction, itsreproductive biology such as spermatogenesis and the correlation to semen quality is important to be investigated. Therefore, the objective of this study was to examine spermatogenesis and semen quality of two adult male muntjaks during antler growth periods that consist of hard antler (H), casting (C), andvelvet antler (V). Testicular tissues and semen (ejaculates) were obtained by core needle biopsy and electroejaculation methods respectively. Testicular tissues were processed histologically and stained with periodic acid Schiff (PAS) to observe spermatogenesis whereas semen was evaluated to obtaine itsquality. The results showed that spermatogenic activities were detected in all antler periods which marked by PAS positive staining (magenta colour) of round and elongated spermatid acrosomes. In H period, spermatogenic activity was higher than those C and V periods. According to semen evaluation,motile spermatozoa were found with different concentration in all antler periods. The highest sperm concentration (x 106 spermatozoa/ml) in both of muntjaks was found in H period (506.25 ± 61.87), and slightly decreased in C (288.75 ± 37.12), and V periods (362.60 ± 17.68). These finding showed thatspermatogenesis to produce spermatozoa is taken place while muntjaks are in C and V periods with differ activities that provable with the existence of motile spermatozoa from ejaculates in both of male muntjaks. Therefore, muntjaks could provide reproductive function throughout the year of reproductiveaseasonality which is similar to the reeves and formosan muntjaks
PENGARUH FREKUENSI EJAKULASI TERHADAP KARAKTERISTIK SEMEN SEGAR DAN KEMAMPUAN LIBIDO KAMBING SAANEN Tambing, Surya Natal; Toelihiere, Mozes R.; Yusuf, Tuty L.; Purwantara, Bambang; Sutama, Ketut; Situmorang, Polmer Z.
Jurnal Sain Veteriner Vol 21, No 2 (2003): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.22146/jsv.504

Abstract

.