Saeful Yusuf
Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir, BATAN Kawasan Puspiptek, Serpong 15314, Tangerang Selatan

Published : 19 Documents
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS UNSUR TOKSIK DAN MAKRO-MIKRO NUTRIEN DALAM BAHAN MAKANAN DENGAN METODE ANALISIS AKTIVASI NEUTRON Mulyaningsih, Rina; Istanto, Istanto; Yusuf, Saeful; Suprapti, Siti
Jurnal Iptek Nuklir Ganendra Vol 13, No 1 (2010)
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.457 KB)

Abstract

ANALISIS UNSUR TOKSIK DAN MAKRO-MIKRO NUTRIEN DALAM BAHAN MAKANAN DENGAN METODEANALISIS AKTIVASI NEUTRON. Telah dilakukan penentuan kadar unsur toksik dan makro-mikro nutrien dalambahan makanan dengan menggunakan metode analisis aktivasi neutron (AAN). Jenis cuplikan bahan makanan yangditeliti meliputi sayuran, kacang-kacangan, bumbu dan rempah, tepung, daging dan ikan. Cuplikan dikumpulkan daripasar Serpong. Hasil analisis menunjukkan bahwa cuplikan bahan makanan mengandung makro nutrien dengankadar > 1000 mg/kg, seperti : K, Ca, Mg, Na dan Cl, mikronutrien dengan kadar antara 10 hingga < 1000 mg/kg: Fe,Mn, Zn, Se, Br, Rb, dan La, dan unsur toksik Co, Sb, Hg, As dan Cr dengan kadar kurang dari 5 mg/kg. KonsentrasiAs dalam ikan, beras dan Hg dalam cabai merah dan ikan telah melebihi baku mutu yang ditetapkan pemerintah.Konsentrasi Zn dalam beberapa cuplikan, telah melebihi nilai baku mutu. Batasan nilai ini perlu dipertimbangkan,mengingat rata-rata asupan harian Zn masih di bawah nilai yang direkomendasikan yaitu 15 mg/hari. Kekuranganunsur ini dapat mengganggu pertumbuhan dan metabolisme tubuh. Kadar Al dalam bahan makanan cukup tinggiantara 10 – 500 mg/kg, logam Al termasuk logam ringan yang bersifat toksik, sehingga keberadaannya perlumendapat perhatian. Evaluasi unsur-unsur dibandingkan terhadap nilai kecukupan kebutuhan harian RDA(Recommended Daily Acceptable). Dalam studi ini dijelaskan juga efek apabila kekurangan atau kelebihan asupanunsur tersebut bagi kesehatan.Kata kunci : makro-mikro nutrien, unsur toksik, bahan makanan, aktivasi neutron
MAGNETIC ADSORBENT OF ACTIVE CARBON-Fe3O4 NANOCOMPOSITE FOR THORIUM ADSORPTION Fisli, Adel; Ariyani, Anis; Wardiyati, Siti; Yusuf, Saeful
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 13, No 3 (2012): Juni 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.825 KB)

Abstract

This research has been done in order to prepare a magnetic adsorbent that will be used to absorb thorium in waste water. The magnetic adsorben was prepared by mixing active carbon with salt solution of Fe(III)/Fe(II) (rasio molar 2 : 1) and adding NaOH solution. Solids part in the solution was separated and heated at 100 °C in oven for 2 hours. The solids part was then characterized by X-Ray Diffractometer (XRD), Vibrating Sample Magnetic (VSM) dan Brunauer Emmett Teller (BET). The characterization results showed that iron oxide Fe3O4 phase having superparamagnetic behaviour have been formed in composite and attached permanently on active carbon surface. When these composite was slurry in water, it can be recollected easily by using simple permanent magnet. The adsorption test for thorium by variation of pH indicates that higher pH solution is higher adsorption efficiency. At pH >7, the solubility of thorium was low so that it can be adsorbed maximally. Analysis result of isothermal and Langmuir adsorption indicated that the present of Fe3O4 particles on an active carbon structure mostly did not decrease the thorium adsorption capacity. Active carbon-Fe3O4 composite can be used as an alternative adsorbent for treatment of thorium contained waste water.Keywords: Adsorben, Active Carbon-Fe3O4, Thorium.
SYNTHESIS OF MAGNETIC NANOCOMPOSITE WITH NATURAL BASE MATERIAL FOR THORIUM ADSORBENT Fisli, Adel; Yusuf, Saeful
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 11, No 2 (2010): Februari 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.825 KB)

Abstract

Synthesis of magnetic nanocomposite adsorbent from iron oxide with montmorillonite and bentonite minerals has been done. The aim of this research is to improve quality of adsorbent. The composite have been made by mixing Fe3+/Fe2+ salt solution within clay suspension. Iron cations will transform to iron oxides within composite after precipitation and heating process. The result of x-ray diffraction of composite showed that the iron oxide is of Fe3O4/γ-Fe2O3 phase. The magnetic properties measured with Vibrating Sample Magnetometer (VSM) showed that the composite have superparamagnetic properties. The composite is attracted to permanent magnetic field, after adsorbing a contaminant in water. Adsorbtion efficiency of these magnetic nanocomposite adsorbent is 80%-84% for thorium.Keywords: Adsorbent, Magnetic nanocomposite, Fe3O4/γ-Fe2O3, Thorium, Montmorillonite.
THE HEAT STABILITY OF RADIATION CROSSLINKED OF BIONOLLE Yusuf, Saeful; Suhartini, Meri
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 11, No 2 (2010): Februari 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.825 KB)

Abstract

Bionollewith chemical names Poly (butylene succinate-co-adipate) (PBS), were irradiated using electron beam (EB) in the presence of two different polyfunctional monomers at ambient temperature. It was pointed out that the highest amount of gel fraction could be achieved when PBS was blend with trimethallyl isocyanurate (TMAIC). It was obtained that crosslinked PBS containing 1% of TMAIC produces higher gel fraction than that crosslinked PBS containing 2 or 3% of TMAIC at dose of 50 kGy. It was observed that the presence of crosslinking bonds in irradiated PBS greatly improved its heat stability as well as diminished its ability to biodegradation. Accordingly, it can be concluded that crosslinked PBS in the presence of TMAIC has significantly improved heat resistant properties.Keywords: Crosslink, Bionolle, Poli(butilen suksinat-co-adipat), Trimetalil isosianurat, Biodegradable polimer.
SINTESIS KOMPOSIT Fe3O4-SiO2-TiO2 DAN APLIKASINYA UNTUK MENDEGRADASI LIMBAH ZAT WARNA METHYLENE BLUE Winatapura, Didin Sahidin; Yusuf, Saeful
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 3: APRIL 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.464 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.3.4351

Abstract

SINTESIS KOMPOSIT Fe3O4-SiO2-TiO2 DAN APLIKASINYA UNTUK MENDEGRADASI LIMBAH ZAT WARNA METHYLENE BLUE. Telah dilakukan sintesis komposit nanopartikel Fe3O4-SiO2-TiO2dengan metoda presipitasi. Bahan komposit nanopartikel Fe3O4-SiO2-TiO2 dapat digunakan sebagai bahan untuk mendegradasi polutan organik yang larut di dalam air. Hasil pengukuran sampel dengan difraktometer sinar-X (XRD) menunjukkan adanya struktur Fe3O4 magnetit dan TiO2 anatase, sedangkan data EDS menunjukkan bahwa komposit mengandung atom Fe, Ti, Si dan O. Dapat disimpulkan bahwa komposit terdiri dari fasa Fe3O4, SiO2 amorf dan fasa TiO2. Pengamatan sampel dengan TEM terhadap komposit Fe3O4-SiO2-TiO2 belum secara jelas menunjukkan bahwa komposit Fe3O4-SiO2-TiO2 membentuk struktur coreshell meskipun nano partikel Fe3O4 sebagai inti diselimuti oleh lapisan SiO2 dan TiO2. Komposit Fe3O4- SiO2-TiO2memiliki nilai magnetisasi saturasi sekitar 20 emu/gram jauh lebih kecil bila dibandingkan bahan penyusunnya Fe3O4 yang mencapai sekitar 69 emu/gram. Namun demikian bahan tersebut masih mudah dipisahkan dari pelarutnya menggunakan magnet permanen. Kondisi optimum adsorbsi dan degradasiMB oleh komposit Fe3O4-SiO2-TiO2dicapai pada pH 9. Komposit nanopartikel Fe3O4-SiO2-TiO2mampumengadsorpsi dan mendegradasi polutan organik MB sebanyak 98% dalam lingkungan alkalin.
ANALISIS NIST SRM 1633B DAN SRM 1646A DENGAN METODE AAN DALAM RANGKA UJIBANDING ANTAR LABORATORIUM M., Th Rina; ., Istanto; Yusuf, Saeful
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 14, No 3 (2008): Juli 2008
Publisher : Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.414 KB)

Abstract

ABSTRAK ANALISIS NIST SRM 1633B DAN SRM 1646 A DENGAN METODE AAN DALAM RANGKA UJIBANDING ANTAR LABORATORIUM. Dalam rangka mendapatkan hasil uji yang akurat dan valid, pimpinan laboratorium harus memiliki komitmen yang tinggi terkait dengan program jaminan mutu.  Partisipasi pada kegiatan uji banding merupakan salah satu sarana untuk mengevaluasi dan mengAnalisis proses pengujian yang telah dilakukan dalam kaitannya dengan peningkatan kinerja laboratorium. Manajemen  laboratorium telah mengikuti kegiatan uji banding dan melakukan evaluasi terhadap laporan hasil uji banding.  Metode  pengujian yang digunakan adalah metode Analisis aktivasi neutron (AAN). Pengujian dilakukan terhadap   sampel A (NIST SRM 1633b Coal fly ash)  dan sampel B (NIST SRM 1648a Estuari sediment).    Evaluasi terhadap laporan hasil uji banding, menunjukkan bahwa beberapa unsur tersertifikasi seperti Fe, K, Na, Cr dan Mn diterima pada pengujian, tetapi ada unsur yang tidak diterima.  Hasil Analisis unsur As dan Se dalam sampel diterima pada uji akurasi tetapi tidak diterima pada uji presisi.  Konsentrasi beberapa unsur seperti Ta, Sc, Ce, dan Zn memiliki nilai rasio analis per sertifikat ada yang lebih besar dan ada  yang  lebih kecil dari nilai acuan (=satu), walaupun relatif deviasinya memiliki kisaran 0,0 – 8,9 %. Hal ini disebabkan karena pada pencacahan As dan Se, error pencacahan >10% sehingga memberi sumbangan yang cukup besar pada nilai ketidakpastiannya.  Ketidak akuratan hasil ini  juga disebabkan adanya interferensi pada line energi gamma untuk radionuklida tertentu dengan radionuklida yang lain yang diAnalisis.  Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan terhadap hasil Analisis sampel dalam rangka kegiatan uji banding, maka  tindakan perbaikan yang sebaiknya diambil untuk memperbaiki hasil pengujian adalah : dengan memperpanjang waktu pencacahan standar dan sampel sehingga error pencacahan < 10%, dan memperhatikan unsur-unsur yang memiliki line energi gamma saling berinterferensi, untuk dilakukan koreksi pada hasil cacahannya. Kata kunci : jaminan mutu, uji banding, aktivasi neutron   ABSTRACT ANALYSIS  OF NIST SRM 1633B AND SRM 1646A USED BY NAA METHOD IN ORDER LABORATORY INTERCOMPARATION. In order to get of valid and accurate test result, laboratory shall have high commitment related to quality assurance program. Participation in interlaboratory comparison   is a tool  to evaluate and analyse of testing  process undertaken in relation to make-up of laboratory performance. The laboratory management has followed activity of test comparison and has evaluated  the report result of test compare. The test method used by neutron activation analysis (NAA).  The samples had been analyzed are A sample ( NIST SRM 1633b Coal ash fly) and B sample ( NIST SRM 1648a Estuary sediment).  The evaluation of test compare report result   showed that   some certified element like Fe, K, Na, Cr and Mn had been accepted, but there are  also elements which do not pass. The analyzed result of As element and Se in the samples is accepted at accuration test but rejected at precision test. Also the concentration some elements like Ta, Sc, Ce, and Zn has ratio value  of analyses/certificate bigger or smaller than  reference value (= one), although the relative deviation is 0,0 – 8,9 %. From evaluation the analyses result of As and Se elements is rejected because of error counting at > 10%,  so the uncertainty value of testing is high.  The unaccurated result because of the existence of gamma rays interferences for certain radionuclide with the other.  Based on  evaluation has been done to the analysis result in order interlaboratory activity, the corrective action shall  be taken to improve the quality of result testing  is : the measurement of standard and sample should be longer, so that counting  error below 10%, and also attention has to be paid  for elements with  gamma rays interferences, the corrective step should be taken on the quantitative analysis Key words : quality assurance, intercomparation, neutron activation
Identifikasi Fasa Dan Sifat Magnetik Nanopartikel Besi Oksida Teriradiasi Yusuf, Saeful; Sarwanto, Yosef; Z.L., Wildan
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 36 No. 1 April 2014
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1522.794 KB)

Abstract

Makalah ini membahas tentang perubahan fasa nanopartikel magnetik oksida besi setelah mengalami iradiasi dalam reaktor nuklir. Perubahan fasa dianalisis dalam kaitannya dengan perubahan sifat magnetik yang terjadi. Nanopartikel yang digunakan merupakan hasil proses ko-presipitasi baik dalam bentuk oksida besi murni (OB) maupun yang permukaannya telah dimodifikasi dengan asam nitrat, asam sitrat maupun asam oleat dan membentuk sistem ferrofluid (FF). Nanopartikel awal ini telah dianalisis memiliki fasa gabungan magnetit/maghemit (Fe3O4/γ-Fe2O3). Proses iradiasi dilakukan di Reaktor Serba Guna GAS-BATAN pada fasilitas sistem rabbit dengan fluks neutron sekitar ± 1x1013ncm-2detik-1, selama 5 menit, 10 menit dan 30 menit. Nanopartikel besi oksida hasil iradiasi dikarakterisasi dengan Difraktometer Sinar-X untuk mendapatkan data tentang perubahan fasa dari nanopartikel. Sifat magnetik dianalisis dari kurva histeresis hasil pengukuran dengan Vibrating Sample Magnetometer. Secara umum hasil analisis menunjukkan bahwa iradiasi mengakibatkan terjadinya perubahan sebagian fasa besi oksida dari fasa magnetit/maghemit menjadi fasa hematit dengan hasil akhir penurunan sifat magnetik nanopartikel. Nano partikel besi oksida yang dilapisi penstabil asam nitrat atau asam sitrat memiliki ketahanan iradiasi yang lebih baik dibandingkan besi oksida yang dilapisi asam oleat. 
Analisis Struktur Kristal Lifepo4 Olivine Sebagai Bahan Katoda Batere Li-Ion Gunawan, Indra; Handayani, Ari; Yusuf, Saeful
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 35 No. 2 Oktober 2013
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1794.844 KB)

Abstract

Sintesis LiFePO4 dilakukan dengan pencampuran LiCl, FeCl2.4H2O dan H3PO4 ekuimolar ke dalam air. Homogenasi larutan dilakukan dengan pengaduk magnetic pada suhu 60o C. Prekursor LiFePO4 diperoleh setelah pemanasan 200o C dengan furnace selama 2 jam. Sintering prekursor LiFePO4 dilakukan pada suhu 700o C dengan furnace selama 4 jam dengan aliran N2 untuk membentuk fasa kristalit LiFePO4. Kemurnian fasa dan struktur kristal dianalisis dengan menggunakan XRD. Analisis struktur kristal dari pola difraksi sinar-X dilakukan dengan perangkat lunak FULLPROF. Pengamatan morfologinya dilakukan dengan menggunakan SEM dengan kombinasi energy dispersive spectroscopy (EDS) dan pengukuran gugus fungsional dengan FT-IR. Hasil analisis struktur kristal menunjukkan bahwa senyawa LiFePO4 memiliki struktur Kristal orthorhombic, space group 62, simbol Pnma (Hermann-Mauguin) dengan parameter kisi a= 6.0019999, b= 10.330000, c= 4.6999998. 
Sintesis dan Karakterisasi Nano Zero Valent Iron (NZVI) dengan Metode Presipitasi Wardiyati, Siti; Fisli, Adel; Yusuf, Saeful
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 35 No. 1 April 2013
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2448.857 KB)

Abstract

Teknologi NZVI (Nano Zero Valent Iron) menjadi pilihan yang tepat untuk rehabilitasi lingkungan dan remediasi situs yang terkontaminasi, karena dengan NZVI logam berat seperti Pb, As, Cr, Cd, Cu, dan senyawa organik dapat dengan mudah dipisahkan dari dalam air. Selain itu, bahan baku untuk pembuatan NZVI berupa zat besi relatif murah,tidak beracun, dan ramah lingkungan. Untuk mempelajari teknologi NZVI telah dilakukan sintesis dan karakterisasi NZVI dengan metode presipitasi menggunakan prekusor FeSO4.7H2O dan reduktor natrium borohidrat (NaBH4). Tujuan percobaan ini adalah membuat NZVI yang stabil, mempunyai ukuran kecil (dibawah 100 nm), dan tidak menggumpal. Untuk mencapai tujuan tersebut, pada proses sintesis NZVI ditambahkan surfaktan CTAB sebagai pelapis NZVI yang dihasilkan. Penambahan surfaktan yang tepat akan memberikan hasil optimal. Pada percobaan ini hasil optimal dicapai pada penambahan CTAB 1,4 g per 4,1703 g Fe2SO4.7H2O dan ukuran partikel NZVI yang dihasilkan berkisar 8 nm. 
APLIKASI TEKNIK AAN DI REAKTOR RSG-GAS PADA PENENTUAN UNSUR ESENSIAL DAN TOKSIK DI DALAM IKAN DAN PAKAN IKAN Yusuf, Saeful
JURNAL TEKNOLOGI REAKTOR NUKLIR TRI DASA MEGA Vol 16, No 1 (2014): Pebruari 2014
Publisher : Pusat Teknologi Dan Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.165 KB)

Abstract

Pada makalah ini diuraikan tentang aplikasi teknik AAN (Analisis Aktivasi Neutron) dalam penentuan konsentrasi unsur-unsur esensial dan cemaran yang terkandung di dalam beberapa spesies ikan dan pakan ikan. Unsur-unsur esensial yang terkandung dalam pakan ikan buatan juga dianalisis untuk mengetahui pengaruhnya terhadap ikan. Penentuan unsur menggunakan teknik AAN dengan metode perbandingan dan metode k0-AAN. Sampel diiradiasi di reaktor RSG-GAS yang memiliki fluks neutron thermal 5 x 1013 n.cm-2.s-1 pada daya 15 MW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 unsur di dalam 11 spesies ikan air laut dan air tawar telah ditentukan yaitu As, Br, Cr, Co, Cs, Fe, Hg, K, Na, Rb, Se and Zn. Konsentrasi cemaran As didalam ikan laut sudah melampaui batas maksimum 1 mg/kg, sedangkan konsentrasi cemaran Hg masih dibawah batas maksimum 0,5 mg/kg, baik untuk ikan laut maupun ikan air tawar. Unsur K dan Na merupakan unsur makroesensial sedangkan unsur Cr, Co, Fe, Se and Zn adalah termasuk unsur mikroesensial. Secara umum ditunjukkan bahwa kandungan mineral didalam ikan laut lebih tinggi konsentrasinya dibandingkan ikan air tawar. Br, Cs dan Rb merupakan unsur-unsur non esensial yang teridentifikasi dalam semua ikan yang dianalisis. Penelitian terhadap pakan ikan air tawar menunjukkan bahwa semua unsur yang teridentifikasi juga terdapat di dalam ikan laut dan ikan air tawar. Hal ini menunjukkan bahwa pakan ikan berkontribusi terhadap konsentrasi unsur di dalam ikan air tawar.Kata kunci : Analisis aktivasi neutron, unsur esensial, unsur cemaran, ikan, pakan ikan This paper reported on the application of NAA (Neutron Activation Analysis) Technique in the determination of the concentration of the essential and toxic elements in some species of fish and fish feed. Determination of elements using instrumental NAA technique with comparison and k0-INAA methods. Samples were irradiated in the RSG-GAS which has a thermal neutron flux  5.0E +13 ncm-2s-1. The results showed that as many as 12 elements in 11 species of fish in the sea water and fresh water has been determined that As, Br, Cr, Co, Cs, Fe, Hg, K, Na, Rb, Se and Zn. For toxic elements, As concentrations in marine fish has exceeded the maximum limit of 1 mg / kg, Hg concentrations were still below the maximum limit of 0.5 mg / kg, both for marine fish and fresh water fish. K and Na elements is the macro esensial element while Cr, Co, Fe, Se and Zn elements are micro esensial elements. The concentration of minerals in marine fish higher concentration than fresh water fish. Br, Cs, and Rb are non-essential elements were identified in all analyze fish. The results also showed that all of the elements identified in the fish feed contained in fish. This suggests that fish feed contributes to the concentration of elements in freshwater fish. Keywords : Neutron activation analysis, essential element, toxic element, fish, fish feed