Articles

Found 35 Documents
Search

Kajian Dampak Pencemaran Terhadap Kualitas Lingkungan Perairan dan Struktur Komunitas Organisme Makrozoobenthos Di Muara Sungai Babon, Semarang Yusuf, Muh.
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 1, No 1 (2011): Vol 1, No.1, Oktober 2011
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.976 KB)

Abstract

Abstract The research was done to know: (1) the condition of waters quality, (2) community structure of macrozoobenthos of estuarine of Babon river of Semarang. The research method is case study. Sampling was done three times, with the time interval between 14-15 days. The re research was done from April until November, 2005 at estuarine of babon river, Genuk District, Semarang City. Based on the result of measurement of physical-chemical paremeters showed that several parameter include : total suspended solid, oxygen, BOD5, COD, ammonia, deterjen, and heavy metal Cr6+ and Cd have passed over sea water quality standard. The diversity index (H’) range from low to middle that is between 0,36 – 2,27. Whereas the equatability indeks (E) range from low to high that is between 0,33 – 0,96. Key words : waters quality, community structure, macrozoobenthos
Strategi Pengembangan Ekowisata di Pantai Pangandaran Kabupaten Ciamis Pasca Tsunami Nugroho, Prasetyo; Yusuf, Muh.; Suryono, Suryono
Journal of Marine Research Vol 2, No 2 (2013) : Journal of Marine Research
Publisher : Journal of Marine Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.147 KB)

Abstract

jung village and Pangandaran village who has a wealth of natural, culture and diverse appeal so has prospects for the development of ecotourism. From the SWOT analysis can be drawn that many factors influence the development of ecotourism in the Pangandaran Beach. The results showed that the internal factor such as strength (S) has a score of 1.811 and 1.313 scores for weaknesses (W). While External factors consist of Opportunity (O) and Threats (T) has a score of respectively 2.305 and 0.908. It means that is necessary to develop a more intensive and broader. So priority the future development strategy that needs to be done is Utilizing the support of the Government and stakeholders to optimize the function of the airport, Utilizing tourist attractions an attractive and safe then optimize asset development cooperation with travel agents both within and outside the country.
IMPLEMENTASI MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN PADA KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) 2006 YUSUF, MUH.
Ilmiah SPIRIT Vol 12, No 3 (2012): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Ilmiah SPIRIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Luasnya materi mata pelejaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di tingkat satuan pendidikan dan sedikitnya alokasi waktu yang tersedia, dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan  menjadi hambatan dalam  mencapai standat kompetensi. Standar kompetensi kemudian dijabarkan dalam kompetensi dasar-kompetensi dasar.  Dimana peserta didik disamping  harus mempraktikkan berbagai teknik dasar permainan, dan olahraga, dituntut juga  mempraktikkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya berupa dampak pengiring, atau karakter,( soft skill). Sementara indikator karakter tidak nampak didalam setiap rencana maupun pelaksanaan pembalajaran. Kurikulum KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, dan berprestasi. Dalam KTSP, pengembangan kurikulum dilakukan oleh guru, kepala sekolah, serta Komite sekolah dan Dewan Pendidikan. Dalam pelaksanaanya tentu akan menyita tenaga, waktu  dan guru disibukkan dengan bergabai administrasi dengan menyusun silabi dan rencana pembelajaran sehingga tugas mengajar dan mengevaluasi menjadi berkurang. Dalam pelaksanaannya kurikulum 2006 masih mengalami berbagai permasalahan diantaranya: (1) Kurikulum belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional; (2) Kompetensi belum menggambarkan secara menyeluruh antara  domain sikap, keterampilan, dan pengetahuan; (3) Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum; (4) Kurikulum 2006 dirasa belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global; (5) Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru; (6) Standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis kompetensi (proses dan hasil) dan belum secara tegas menuntut adanya remediasi secara berkala  (7) Dengan KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multi tafsir.
MENINGKATKAN PRESTASI OLAHRAGA DENGAN TEORI PERHITUNGAN GOLDEN AGE YUSUF, MUH.
Ilmiah SPIRIT Vol 2, No 2 (2001): Jurnal Ilmiah Spirit
Publisher : Ilmiah SPIRIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Prestasi olahraga tidak bisa dicapai hanya dengan mengandalkan bakat alam. Olahraga modern memerlukan sentuhan ilmu pengetahuan yang modern pula. Untuk membina dan melahirkan seorang yang berprestasi tinggi diperlukan proses pembinaan jangka panjang yang memerlukan penanganan secara sistematis, terarah, terencana, terprogram dan konsisten serta dilakukan sejak usia dini atau usia sekolah dasar. Melalui pendekatan teori perhitungan Usia Emas atau ”The Golden Age”, prestasi puncak dari berbagai cabang olahraga dicapai sekitar usia 14 – 25 tahun, dan proses pembinaan atlet untuk mencapai prestasi puncak dibutuhkan waktu kurang lebih 6 – 10 tahun. Dengan demikian, orientasi pembinaan olahraga harus dimulai sejak usia dini yaitu sejak masih duduk di Sekolah Dasar. Pembinaan olahraga tersebut harus dilakukan dengan memperhatikan karakteristik anak, proses pertumbuhan dan perkembangan anak
DINAMIKA PENJALARAN GELOMBANG MENGGUNAKAN MODEL CMS-Wave DI PULAU PARANG KEPULAUAN KARIMUNJAWA Hidayat, Jejen Jenhar; Yusuf, Muh.; Indrayanti, Elis
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1244.559 KB)

Abstract

AbstrakGelombang merupakan salah satu parameter oseanografi yang mempengaruhi kondisi pantai. Penjalaran gelombang menuju pantai akan mengalami transformasi diantaranya adalah refraksi yang berperan terhadap tinggi dan arah gelombang serta distribusi energi gelombang di sepanjang pantai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika penjalaran gelombang di Pulau Parang. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 19-22 September 2012 di Pulau Parang. Data primer yang digunakan adalah data gelombang sedangkan data sekunder yang digunakan adalah data angin dan data batimetri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Peramalan gelombang diperoleh dari data angin dengan menggunakan metode SMB, sedangkan model penjalaran gelombang disimulasikan menggunakan software CMS-Wave. Gelombang di Pulau Parang memiliki tipe gelombang laut transisi (menengah) dengan tinggi gelombang signifikan 0.231 meter dan periode gelombang signifikan 1.578 detik. Refraksi gelombang di Pulau Parang terjadi karena adanya pengaruh perubahan kedalaman laut, dimana gelombang yang menjalar dari laut dalam akan mengalami pembelokan ketika memasuki perairan dangkal.
PENGARUH PASANG SURUT TERHADAP JANGKAUAN SALINITAS DI SUNGAI SUDETAN BANGER KABUPATEN PEKALONGAN Sedyoko, Dwigita Aryani; Yusuf, Muh.; Widada, Sugeng
Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Faktor pasang surut dan parameter fisik sungai (debit sungai, kedalaman, dan jarak jangkauan) yang mempengaruhi suatu kondisi di estuari dapat menyebabkan terjadinya intrusi air permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pasang surut terhadap jangkauan salinitas di Sungai Sudetan Banger dengan menggunakan model matematis statistika analisis regresi linier berganda dan untuk mengetahui sebaran salinitas. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 28 Mei – 11 Juni 2012 di Sungai Sudetan Banger, Pekalongan. Metode yang digunakan dalam melakukan analisis data adalah metode untuk mengukur kekuatan hubungan antara variabel pasang surut terhadap variabel jarak jangkauan salinitas dan parameter fisik sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai salinitas di sepanjang daerah penelitian berkisar antara 0 ‰ sampai dengan 20 ‰, nilai kedalaman berkisar antara 1 meter – 3,3 meter, sedangkan debit sungai yang melewati Sudetan Sungai Banger cukup besar yaitu sebesar 38,77 m3/s. Berdasarkan nilai salinitas yang terukur maka perairan ini termasuk kedalam tipe estuari sudut asin (Salt Wedge Estuary). Hasil analisis regresi linier berganda didapatkan nilai koefisien determinasi (R2 atau R square) sebesar ± 68,5%, yang secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa semua variabel bebas (pasang surut dan parameter fisik sungai) menunjukkan adanya hubungan dan berpengaruh baik terhadap variabel terikat (nilai salinitas). 
KARAKTERISTIK ARUS, SUHU DAN SALINITAS DI KEPULAUAN KARIMUNJAWA Yulvia, Dinda; Yusuf, Muh.; Sugianto, Denny Nugroho
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1070.775 KB)

Abstract

Abstrak Karimunjawa terletak di utara Pulau Jawa, wilayah Kabupaten Jepara-Jawa Tengah. Kondisi oseanografi perairan sangat perlu diperhatikan sebab Karimunjawa sebagai salah satu objek wisata bahari di Indonesia sering dijadikan tujuan wisata lokal maupun mancanegara, begitu juga dengan aktivitas penduduk setempat. Oleh karena itu dibutukan informasi yang cukup mengenai kondisi perairan di Karimunjawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi arus dan mengetahui persebaran suhu dan salinitas di Kepulauan Karimunjawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksploratif. Penelitian dilaksanakan pada April 2009 di Kepulauan Karimunjawa. Penelitian dilakukan di 13 titik sampling. Penelitian dilakukan di atas Kapal KR. Baruna Jaya VIII milik LIPI. Arus laut diukur menggunakan instrumen Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) meter, sedangkan untuk parameter massa air diukur dengan menggunakan instrumen Conductivity Temperature and Depth (CTD) meter. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa arus disekitar perairan Karimunjawa merupakan arus pasang surut. Menurut hasil scatter plot arah arus di Kepulauan Karimunjawa dominan ke arah Barat Daya-Barat Laut. Untuk pergerakan arus, pemodelan ADCIRC menghasilkan peta pergerakan arus Pulau Karimunjawa. Kondisi tersebut diwakili dengan vektor arus yang memperlihatkan arah dan kecepatan arus yang dihasilkan. Pemodelan arus dilakukan selama 3 hari sesuai dengan waktu pengukuran di lapangan. Kecepatan arus hasil model pada saat surut menuju pasang adalah 0,008 m/s. Kecepatan arus hasil model pada saat pasang menuju surut adalah 0,003 m/s. 
SEBARAN NITRAT DAN FOSFAT DALAM KAITANNYA DENGAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI KEPULAUAN KARIMUNJAWA Handoko, Handoko; Yusuf, Muh.; Wulandari, Sri Yulina
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1413.541 KB)

Abstract

Abstrak Kepulauan Karimunjawa memiliki karakteristik daerah yang semi tertutup, karena dikelilingi oleh gugusan pulau-pulau, baik gugusan pulau besar maupun pulau kecil, dan merupakan ekosistem terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi  nitrat (NO3-), fosfat (PO4-), dan keterkaitannya dengan kelimpahan fitoplankton di perairan Karimunjawa.. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 22–27 September 2012 di Kepulauan Karimunjawa. Data yang digunakan sebagai data primer adalah  fisika kimia oseanografi, konsentrasi nitrat, konsentrasi fosfat, kelimpahan fitoplankton dan data arus. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksploratif dan penentuan titik sampling menggunakan purposive sampling method . Analisis data untuk sebaran nitrat, fosfat, dan kelimpahan fitoplankton menggunakan ArcGis dan untuk pola arus menggunakan model ADCIRC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nitrat mempunyai nilai sebaran antara 0.108-1.595mg/l. Fosfat memiliki nilai kisaran antara 1.769-4.030 mg/l. Kelimpahan fitoplankton nilai sebaran antara 32-292  sel/ml. Berdasarkan data tersebut, dapat diketahui bahwa sebaran nitrat dan fosfat terkait erat dengan sebaran fitoplankton, meskipun pada kuantitas yang tidak selalu sama.
DISTRIBUSI KANDUNGAN KARBON ORGANIK TOTAL (KOT) DAN FOSFAT DI PERAIRAN SAYUNG, KABUPATEN DEMAK Hutasoit, Sri Rejeki; Yulina, Sri; Yusuf, Muh.
Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBahan organik merupakan kumpulan beragam senyawa-senyawa organik kompleks yang sedang atau telah mengalami proses dekomposisi. Karbon dan fosfat adalah salah satu unsur penyusun senyawa organik di perairan. Kedua unsur ini merupakan sumber energi dan bahan makanan bagi mikroorganisme yang hidup di perairan.Karbon organik dan fosfat merupakan salah satu indikasi kesuburan perairan tetapi bila kandungannya melebihi baku mutu akan berpengaruh pada kualitas perairan. Metode penelitian ini adalah metode deskriptifyaitu metode ilmiah dimana penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menjabarkan suatu keadaan atau fenomena yang terjadi saat ini. sedangkan metode pengambilan sampel yaitu mengambil beberapa sampel dengan pertimbangan tertentu dan dapatmewakili secara keseluruhanlokasi penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas karbon organik total (KOT) dan fosfat di Perairan Sayung cukup tinggiyaitu KOT pada air rata-rata 17,144mg/l dan sedimen 10,033%sedangkan fosfat pada air rata-rata 0,92mg/l dan sedimen 361,192mg/kg. Tingginyakandungan ini disebabkan karena lokasi penelitian mempunyai sumber pasokan limbah organik mauapun anorganik  sehingga nilai yang terdeteksi diduga berasal dari aktivitas industri dan aktivitas masyarakat sekitar. Data ini akan diharapkan dapat menjadidata acuan oleh instansi yang berwenang di perairan Sayung, Kabupaten Demak.
STUDI KARAKTERISTIK POLA ARUS PASUT PERAIRAN SEMARANG MENGGUNAKAN SOFTWARE DHI MIKE 21 R, Bambang Harry; Yusuf, Muh.; Kunarso, Kunarso
Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perairan Semarang adalah perairan besar yang berfungsi sebagai pintu gerbang kegiatan distribusi dan transportasi di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. Permasalahan yang terjadi di pesisir Semarang bersumber dari rob. Rob menyebabkan tergenangnya beberapa daerah yang terdapat di wilayah pesisir tersebut.Persoalan ini terjadi diakibatkan oleh pasang surut air laut. Arus pasang surut merupakan salah satu faktor pembangkit utama rob, ketika saat arus pasang surut mulai bergerak ke pasang tertinggi maka disaat itu banjir yang terjadi merupakan luapan air laut yang disebabkan oleh pasang surut.Untuk menjawab masalah diatas maka perlu dilakukan kajian karakteristik pola arus yang dibangkitkan oleh pasang surut diPerairan Semarang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pola arus pasut di Perairan Semarang terhadap luapan banjir rob yang terjadi dengan menggunakan softwareDHI Mike 21.Penelitian dilaksanakan dengan observasi lapangan yang dilakukan pada tanggal 20 Oktober - 23 Oktober 2011 di Perairan Semarang. Pengambilan data arus menggunakan Acoustic Doppler Current meter Profiler (ADCP) Sontek Argonaut-XR Extended Range, yang di rekam selama 72 jam.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif.Metodedeskriptif adalah suatu metode penelitian yang meneliti suatu objek pada suatu kondisi masa sekarang. Metode ini bertujuan membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematik, faktual, dan akurat mengenai karakteristik pola arus pasut di Wilayah Perairan Semarang menggunakan bantuan model Hidrodinamika dengan software DHI Mike 2Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pola arus di perairan Semarang di dominasi oleh arus pasang surut. Arus pasang surut yang didapat dari hasil simulasi model dalam penelitian ini memiliki dominasi yang sama yaitu arus bergerak dari arah barat menuju timur dan sebagian kecil bergerak ke arah barat laut dan utara. Nilai untuk kecepatan arus pasut berkisar antara 0,0001 m/s sampai 0,0611 m/s. Sedangkan rata-rata arus bergerak ke arah timur dengan dominasi arah berkisar antara  46,8 o hingga 110,6 o. Luapan banjir rob terjadi pada saat pasang tertinggi baik kondisi spring tidemaupun kondisi neap tide, dengan tinggi muka air yang berbeda.