Articles

Found 7 Documents
Search

The Formation of Optimal Portfolio of Mutual Shares Funds using Multi-Objective Genetic Algorithm Arkeman, Yandra; Yusuf, Akhmad; Mushthofa, Mushthofa; Fitri Laxmi, Gibtha; Boro Seminar, Kudang
TELKOMNIKA Telecommunication, Computing, Electronics and Control Vol 11, No 3: September 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.654 KB)

Abstract

Investments in financial assets have become a trend in the globalization era, especially the investment in mutual fund shares. Investors who want to invest in stock mutual funds can set up an investment portfolio in order to generate a minimal risk and maximum return. In this study the authors used the Multi-Objective Genetic Algorithm Non-dominated Sorting II (MOGA NSGA-II) technique with the Markowitz portfolio principle to find the best portfolio from several mutual funds. The data used are 10 company stock mutual funds with a period of 12 months, 24 months and 36 months. The genetic algorithm parameters used are crossover probability of 0.65, mutation probability of 0.05, Generation 400 and a population numbering 20 individuals. The study produced a combination of the best portfolios for the period of 24 months with a computing time of 63,289 seconds.
ALGORITMA GENETIKA PADA PENYELESAIAN AKAR PERSAMAAN SEBUAH FUNGSI Yusuf, Akhmad
JURNAL MATEMATIKA MURNI DAN TERAPAN EPSILON Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : JURNAL MATEMATIKA MURNI DAN TERAPAN EPSILON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Algoritma Genetika adalah salah satu pendekatan untuk menentukan globaloptimum yang didasari oleh Teori Evolusi. Secara garis besar langkah dalam prosedur inidimulai dengan menetapkan suatu set solusi potensial dan melakukan perubahan denganbeberapa iterasi dengan algoritma genetika untuk mencapat solusi terbaik. Perhitunganakar suatu fungsi sebenarnya merupakan masalah yang klasik dalam matematika. Untukitu, berbagai metode secara numerik telah dikembangkan.Dari hasil implementasi algoritma genetika untuk mencari akar persamaan darisebuah fungsi h(x1, x2) = 1000(x1-2x2)2+(1-x1)2 di dapat bahwa FitMax (genom 9)=10,FitMin (genom 107)=0, FitAvr = 0.153, FitTot = 30.6, Best Genom :10011001001000110010, x1=1 dan x2=0.5 dan hal ini sama dengan nilai eksak atau nilaisebenarnya dari akar persamaan tersebut.Kata Kunci : Algoritma genetika, Numerik, Akar Persamaan.
KOMPUTASI METODE SIMPLEKS PADA PENYELESAIAN PROGRAM LINIER Yusuf, Akhmad
JURNAL MATEMATIKA MURNI DAN TERAPAN EPSILON Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : JURNAL MATEMATIKA MURNI DAN TERAPAN EPSILON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan program linieradalah metode simpleks. Pada penelitian ini, peneliti akan mencoba membuat algoritma komputasimetode simpleks yang dapat digunakan untuk penyelesaian program linier, sehingga diperolehrangkaian proses penyelesaian yang efisien dan hasil akhir yang optimal. Penelitian inimenghasilkan kode program Komputasi menggunakan bahasa pemrograman Borland Delphi 6.0yang dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan program linier dengan menggunakanmetode simpleks.
Dinamika Ekonomi Masyarakat Arab di Batavia Tahun 1900-1942 Yusuf, Akhmad
Buletin Al-Turas Vol 22, No 1 (2016): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2055.257 KB) | DOI: 10.15408/bat.v22i1.2931

Abstract

Abstrak Sejak awal abad ke-17 Batavia yang dahulu dikenal dengan nama Sunda Kelapa lalu menjadi Jayakarta kemudian menjadi Batavia sudah berkembang menjadi sebuah pelabuhan dagang yang menjalankan aktivitas perniagaan. Batavia merupakan pusat kota pemerintahan Hindia Belanda sejak tahun 1619?1942. Sepanjang sejarah kolonial, administrasi dan daftar statistik pemerintah kolonial membagi-bagi penduduk menurut bangsanya dan secara khusus memisahkan masyarakat Cina dan Arab dari golongan pribumi.Batavia memiliki lokasi geografis sangat strategis, Batavia sangat cocok untuk dijadikan pusat kegiatan ekonomi di Asia. Selain sebagai tempat berkumpulnya kapal-kapal, Batavia selanjutnya juga berfungsi sebagai salah satu kota pelabuhan utama dalam jaringan perdagangan Asia. Dalam beberapa catatan sejarah bahwa golongan Arab dan Cina masuk wilayah Nusantara dan berasimilasi dengan masyarakat pribumi hingga menjadi ?peranakan? atau orang-orang keturunan yang lahir di Nusantara, namun oleh pemerintah dipaksakan dengan alasan untuk ?melindungi? kaum pribumi. Khususnya pedagang; tetapi pasti juga dengan alasan politik dan ekonomi. Kebanyakan dari para pedagang ini membentuk sebuah mata rantai atau jaringan perdagangan yang terjalin antar sesama komunitas. Sudah sejak lama masyarakatArab meninggalkan tanah air mereka di Hadhramaut (Yaman Selatan) yang tandus,untuk memperbaiki hidup.Mereka berdiaspora ke berbagai belahan dunia, termasuk ke Nusantara. Untuk berdagang dan menyebarkan agama Islam kepada penduduk setempat. Kata Kunci : Arab, Hadhramaut, Jaringan Ekonomi, Perdagangan, Batavia, 1900-1942.  ------- Abstract Since the beginning of 17th century, Batavia which was known as Sunda Kelapa then Jayakarta then Batavia, had been a trading city which manykinds of trading activities were there. Batavia was a centre of dutch east indies government since 1619-1942. Along the colonial history, administration and statistic data of colonial government categorized their people based on their nations and, specifically, separated the Chinese and Arabs from the natives.Batavia had a strategic geography, Batavia was the best site for economic activites in Asia. Not only as a site for ships to anchor, Batavia was also functioning as one of the main port towns in Asia trading network. Depend on historical records the Chinese and Arabs kept entering the Nusantara and assimilated theirselves with the natives as ?offspring? or descendants who were born in Nusantara, however the government forced them to be separated with reason to protect the natives.Especially the traders, which the other political and economic reasons were included as well. Majority of the traders created trader cycles or networks which were consolidated within the community. Since a long time ago the Arabs left their hometowns in the dry Hadhramaut (South Yemen), including to Nusantara to make livings. They went overseas diasporically. They did trading and teaching religions to natives. Keywords: Arabs, Hadhramaut, Networking Economy, Trade, Batavia, 1900-1942
Amusement Park Physics in Panggon Lunjak (Trampoline): Analysis of Kinematics and Energy Use Video Tracking Yusuf, Akhmad; Ishafit, Ishafit; Indratno, Toni Kus
International Journal of Science and Applied Science: Conference Series Vol 2, No 1 (2017): International Conference on Science and Applied Science 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijsascs.v2i1.16672

Abstract

Panggon Lunjak (trampoline) is one of the famous amusement parks among the people that we can use as a recreation to enjoy a pleasant sensation. Without us knowing the amusement park that we often encounter is actually the result of the application of science and technology, especially in the field of physics, because it is amusement park for student of science is a real laboratory or the giant laboratory that we can use as a study of physics concepts and as research materials. Panggon Lunjak (trampoline) motion is very close to the harmonic  motion where the resulting graph of the sinus so that on the graph will be in the analysis of  kinematics and energy phenomena, so that research on simple harmonic motion materials is not limited to research using pendulum motion and spring load motion which is often exemplified as research on harmonic motion. The purpose of this study is to analyze the physical aspects of Panggon Lunjak (trampoline) motion based on the laws of physics on the concept of kinematics and analyze energy, Where the mechanical energy of addition between potential energy and kinetic energy (Conservation of energy). The analysis is done by using video tracking. Based on the analysis done using people as a mass, the result of the amplitude, the spring constant, angular frequency, and the law of conservation of energy on the Panggon Lunjak (trampoline) is true. This analysis activity will be well used as a physics learning for students.
Dinamika Ekonomi Masyarakat Arab di Batavia Tahun 1900-1942 Yusuf, Akhmad
Buletin Al-Turas Vol 22, No 1 (2016): Buletin Al-Turas
Publisher : Faculty of Adab and Humanities, Islamic State University Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/al-turas.v22i1.2930

Abstract

Abstrak Sejak awal abad ke-17 Batavia yang dahulu dikenal dengan nama Sunda Kelapa lalu menjadi Jayakarta kemudian menjadi Batavia sudah berkembang menjadi sebuah pelabuhan dagang yang menjalankan aktivitas perniagaan. Batavia merupakan pusat kota pemerintahan Hindia Belanda sejak tahun 1619–1942. Sepanjang sejarah kolonial, administrasi dan daftar statistik pemerintah kolonial membagi-bagi penduduk menurut bangsanya dan secara khusus memisahkan masyarakat Cina dan Arab dari golongan pribumi.Batavia memiliki lokasi geografis sangat strategis, Batavia sangat cocok untuk dijadikan pusat kegiatan ekonomi di Asia. Selain sebagai tempat berkumpulnya kapal-kapal, Batavia selanjutnya juga berfungsi sebagai salah satu kota pelabuhan utama dalam jaringan perdagangan Asia. Dalam beberapa catatan sejarah bahwa golongan Arab dan Cina masuk wilayah Nusantara dan berasimilasi dengan masyarakat pribumi hingga menjadi ‘peranakan’ atau orang-orang keturunan yang lahir di Nusantara, namun oleh pemerintah dipaksakan dengan alasan untuk ‘melindungi’ kaum pribumi. Khususnya pedagang; tetapi pasti juga dengan alasan politik dan ekonomi. Kebanyakan dari para pedagang ini membentuk sebuah mata rantai atau jaringan perdagangan yang terjalin antar sesama komunitas. Sudah sejak lama masyarakatArab meninggalkan tanah air mereka di Hadhramaut (Yaman Selatan) yang tandus,untuk memperbaiki hidup.Mereka berdiaspora ke berbagai belahan dunia, termasuk ke Nusantara. Untuk berdagang dan menyebarkan agama Islam kepada penduduk setempat. Kata Kunci : Arab, Hadhramaut, Jaringan Ekonomi, Perdagangan, Batavia, 1900-1942.  ------ Abstract Since the beginning of 17th century, Batavia which was known as Sunda Kelapa then Jayakarta then Batavia, had been a trading city which manykinds of trading activities were there. Batavia was a centre of dutch east indies government since 1619-1942. Along the colonial history, administration and statistic data of colonial government categorized their people based on their nations and, specifically, separated the Chinese and Arabs from the natives.Batavia had a strategic geography, Batavia was the best site for economic activites in Asia. Not only as a site for ships to anchor, Batavia was also functioning as one of the main port towns in Asia trading network. Depend on historical records the Chinese and Arabs kept entering the Nusantara and assimilated theirselves with the natives as ‘offspring’ or descendants who were born in Nusantara, however the government forced them to be separated with reason to protect the natives.Especially the traders, which the other political and economic reasons were included as well. Majority of the traders created trader cycles or networks which were consolidated within the community. Since a long time ago the Arabs left their hometowns in the dry Hadhramaut (South Yemen), including to Nusantara to make livings. They went overseas diasporically. They did trading and teaching religions to natives. Keywords: Arabs, Hadhramaut, Networking Economy, Trade, Batavia, 1900-1942
KKN-PPM (OH-BISA) OLAHAN BUAH PISANG “MANURUN” BERNILAI EKONOMI DAN BERBASIS TEKNOLOGI ADAFTIF LAHAN RAWA DI DESA MADUREJO KECAMATAN SAMBUNG MAKMUR KABUPATEN BANJAR Huda, Nurul; Yusuf, Akhmad
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 1, No 2 (2018): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.522 KB)

Abstract

Desa Madurejo merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Sambung Makmur KabupatenBanjar Provinsi Kalimantan Selatan. Tanah Banjar yang sebagian berupa rawa-rawa yang subur danlahan perkebunan yang luas menjadikan Kabupaten Banjar terkenal sebagai penghasil pisang terbesarterutama pisang “Manurun” di Kalimantan Selatan. Panen buah pisang tidak mengenal musim. Namunketika masa panen besar, produksi buah pisang sangat melimpah. Permasalahan yang timbul darikondisi maraknya kebun buah pisang di Sambung Makmur Kab. Banjar adalah kesulitan dalammemasarkan produk buah pisang. Buah pisang setelah panen tidak dapat bertahan lama. Banyaknyapesaing menaikkan resiko buah pisang menjadi busuk ketika buah segar tersebut tidak habis terjual.Sebuah solusi menggunakan teknologi tepat guna diperlukan untuk mengolah buah pisang segartersebut menjadi suatu produk yang relatif bertahan lama, sehingga kerugian akibat tidak habisterjualnya buah pisang segar dapat dieliminasi. Hal inilah yang menjadi dasar tercetusnya hibahpengabdian dengan tema “KKN-PPM (OH-BISA) Olahan Buah Pisang “Manurun” Bernilai Ekonomi danBerbasis Teknologi Adaptif Lahan Rawa di Desa Madurejo Kecamatan Sambung Makmur KabupatenBanjar”. Tujuan umum dari pengolahan buah pisang segar ini,diharapkan program ini tidak hanya akanmenambah nilai (added value) dari buah pisang itu sendiri, namun juga meningkatkan taraf ekonomimasyarakat sekitar melalui potensi penciptaan lapangan kerja berbasis olahan buah pisang pascapanen. Adapun target capaian program ini adalah (1) Produksi olahan buah pisang(keripik, Sale, Selaidan dodol) dengan teknologi tepat guna, (2) Peningkatan pendapatan masyarakat sebesar 50% daripendapatan sebelumnya, (3) Pembuatan manajemen pemasaran produk yang efektif dan inovatif (4)Peningkatan swadana dan swadaya masyarakat, serta mengajak mitra untuk meningkatkan perhatianterhadap masyarakat sekitar, khususnya di bidang peningkatan taraf ekonomi.(5) Peningkatan SoftSkill Mahasiswa