Yusraini yusraini
Fakultas Tarbiyah IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

Dampak Sertifikasi Guru terhadap Peningkatan Mutu Proses Pembelajaran: Studi Kasus di MAN Model Jambi alfian, Alfian; Suraya, Eli; yusraini, Yusraini
Media Akademika Vol 26, No 2 (2011)
Publisher : Media Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program sertifikasi guru telah berjalan setidaknya lima tahun di Indonesia. Program ini diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar profesional. Selain dibutuhkan syarat-syarat tertentu untuk mendapatkannya, bagi guru yang telah lulus sertifikasi mendapatkan insentif tambahan. Dengan demikian, guru dirangsang untuk menjadi profesional yang berujung pada meningkatnya kualitas pembelajaran. Artikel ini melihat pelaksanaan sertifikasi guru di MAN Model Jambi, apakah program tersebut benar-benar berdampak pada mutu proses pembelajaran. Berdasarkan wawancara terhadap guru, kepala sekolah, siswa, dan pengawas, observasi di MAN Model Jambi, serta studi dokumentasi, didapat bahwa para guru telah memahami apa sesungguhnya program sertifikasi, bagaimana semestinya mereka bekerja setelah sertifikasi, dll. Kenyataannya, mereka belum sepenuhnya melaksanakan sesuai tuntutan sertifikasi. Walhasil, dampak sertifikasi terhadap peningkatan mutu proses pembejaran tidak terlalu signifikan
Strategi Pembelajaran Bahasa Arab dan Implikasinya terhadap Efektivitas Pembelajaran Bahasa Arab Yusraini, Yusraini
Media Akademika Vol 27, No 3 (2012)
Publisher : Media Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persoalan pembelajaran bahasa asing salah satunya adalah bahasa Arab menjadi issu sentral dan sangat rumit bagi kalangan akademis. Hal ini terjadi antara lain karena kekeliruan menerapkan strategi pembelajaran. Padahal pembelajaran bahasa Arab di Indonesia, telah diajarkan di sekolah-sekolah pada umumnya, dan sekolah-sekolah agama pada hususnya, sejak tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga tingkat Perguruan Tinggi. Pembelajaran yang efektif adalah belajar yang bermanfaat dan bertujuan bagi peserta didik melalui prosedur yang tepat untuk tercipta suasana yang menyenangkan dan memaksimalkan hasil belajar yang telah direncanakan (pembelajaran yang efektif) bagi peserta didik diperlukan variasi dalam strategi pembelajaran bahasa Arab, adapun strategi dalam pembelajaran bahasa Arab antara lain adalah sebagai berikut: Talkhis magza’, Ta’bir al-ara’ al-ra’isiyyah, Akhziyat al-Nash, dan In’ikas al-Maudlu’.
Kemampuan Alumni Madrasah Mengikuti Pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri: Studi Kasus di Universitas Jambi Yusraini, Yusraini; Yenti, Zarfina; Jamil, Zawaqi Afdal
Media Akademika Vol 27, No 4 (2012)
Publisher : Media Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madrasah merupakan lembaga pendidikan yang lahir dari dan untuk masyarakat. Dengan memposisikan madrasah sama dengan sekolah umum, maka ada kecenderungan dalam masyarakat Indonesia yang tamat madrasah untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi umum. Namun, untuk melahirkan alumni yang kompeten dibutuhkan standarisasi Bila standarisasi sudah terintegralisasi dengan baik maka alumni madrasah tidak dianggap sebagai alumni kelas dua. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik dan kooperatif, dan yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah semua komponen yang ada di Universitas Jambi. Penentuan subjek penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling (sampel bertujuan). Secara akademik, alumni madrasah yang ada di Universitas Jambi pada umumnya memiliki nilai akademik yang memadai dan dapat dikatakan mahasiswa berprestasi bila dilihat dari indek prestasi dan ko kurikuler. Akan tetapi sangat disayangkan tidak semua alumni madrasah memiliki kemampuan yang sama karena keterbatasan mereka di bidang informasi dan teknologi.
Kebijakan Pemerintah terhadap Pendidikan Inklusif Yusraini, Yusraini
Media Akademika Vol 28, No 1 (2013)
Publisher : Media Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan inklusif adalah pendidikan yang diberikan kepada peserta didik yang memiliki kelainan, memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Juga anak tidak mampu belajar karena sesuatu hal: cacat, autis, keterbelakangan mental, anak gelandangan, memiliki bakat serta potensi lainnya. Pendidikan inklusif adalah sistem layanan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus di sekolah reguler. hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 pada pasal 32 dan Permendiknas nomor 70 tahun 2009 yaitu dengan memberikan peluang dan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh pendidikan disekolah reguler mulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas / Kejuruan. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan inklusif akan bergantung pada pekerjaan guru dan orang tua secara bersama-sama.
Implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia: Tenaga Pendidik dan Kependidikan untuk Meningkatkan Mutu Layanan Pendidikan Yusraini, Yusraini
Al-`Ulum Vol 1 (2012)
Publisher : Al-`Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah merupakan lembaga penentu dalam kiprah pengembangan pendidikan, karena dari deretan birokrasi yang terkait dengan pengembangan pendidikan, sekolah sebagai pelaksana dari semua program pendidikan yang direncanakan dari tingkat pusat sampai ke tingkat operasional di sekolah. Maju mundurnya pendidikan sangat ditentukan oleh pelaksanaan  yang ada di tangan para pendidik di sekolah. Oleh karena itu, dengan tanpa mengesampingkan pentingnya faktor-faktor lain yang turut berpengaruh terhadap mutu pendidikan, unsur pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di sekolah harus mendapat pengelolaan  dan pengembangan secara optimal. Hal ini sejalan dengan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan mutu layanan pendidikan dengan dibuatnya berbagai kebijakan yang berkaitan dengan unsur ketenagaan di sekolah. Kebijakan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan yang telah dibuat oleh pemerintah diantaranya dituangkan dalam UUD 1945, Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasioanl, Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Permendiknas No. 12 Tahun 2007 tentang Kompetensi Pengawas Sekolah, Permendiknas No. 13 Tahun 2007 tentang Kompetensi Kepala Sekolah, Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Kompetensi Guru, Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidik dan masih banyak lagi kebijakan-kebijakan pemerintah yang ditujukan untuk pengembangan pendidikan. Layanan sekolah dapat dikatakan bermutu atau berkualitas jika dibuat secara sederhana tetapi penting dan memenuhi standar. Artinya, produk tersebut harus tepat sesuai dengan tujuan. Dan strategi yang dilakukan dalam pengembangan SDM dimulai dari proses : perencanaan, rekrutmen, seleksi, pembinaan dan pengembangan, promosi dan mutasi, pemberhentian, kompensasi, dan penilaian. Manajemen Sumber Daya Manusia memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan.
PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI IAIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI Yusraini, Yusraini; Prihartini, Yogia
Penamas Vol 27 No 2 (2014): Volume 27, Nomor 2, Juli-September 2014
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Educational experts recognize that learning conditions affect student achievement. The same applies for Arabic learning. Despites the important effects which learning conditions have on student achievement, Arabic learning conditions are still the rare subject to research. It is therefore important to know current Arabic learning conditions in order to improve the results of Arabic learning. This article summarizes the findings of a research on Arabic learning conditions in Sultan Thaha Saifuddin IAIN (State Institute for Islamic Studies) Jambi. Components of learning conditions examined include the objectives and characteristics of the subject (in this case, Arabic learning), constraints to the Arabic learning, and student characteristics. This research found among others that the short of learning time, Arabic learning environments, limited Arabic learning facilities, the high ratio of student numbers to class capacity, and less motivated students are among the factors that create constraints to Arabic learning in the college. Key Words: Learning conditions, Arabic, learning constraints, Sultan Thaha Saifuddin IAIN, Jambi. Para ahli pendidikan memandang, bahwa kondisi pembelajaran mempengaruhi prestasi siswa. Hal yang sama juga terjadi dalam pembelajaran Bahasa Arab. Meskipun demikian, kondisi pembelajaran Bahasa Arab jarang menjadi subjek pembahasan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Arab, diperlukan pengetahuan mengenai kondisi pembelajarannya. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian terhadap kondisi pembelajaran Bahasa Arab di IAIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi. Elemen-elemen kondisi pembelajaran yang dijelaskan adalah tujuan pembelajaran, karakteristik pembelajaran Bahasa Arab, kendala-kendala pembelajaran dan karakteristik siswa. Penelitian ini menemukan, bahwa kurangnya waktu, lingkungan pembelajaran, keterbatasan fasilitas, rasio jumlah mahasiswa terhadap kapasitas kelas, dan kurangnya motivasi mahasiswa dalam belajar Bahasa Arab, adalah beberapa faktor yang menjadi kendala pembelajaran Bahasa Arab di perguruan tinggi. Kata Kunci: Bahasa Arab, kondisi pembelajaran, IAIN Sultan Thaha Saifuddin, Jambi.
PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI IAIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI Yusraini, Yusraini; Prihartini, Yogia
Penamas Vol 27 No 2 (2014): Volume 27, Nomor 2, Juli-September 2014
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Educational experts recognize that learning conditions affect student achievement. The same applies for Arabic learning. Despites the important effects which learning conditions have on student achievement, Arabic learning conditions are still the rare subject to research. It is therefore important to know current Arabic learning conditions in order to improve the results of Arabic learning. This article summarizes the findings of a research on Arabic learning conditions in Sultan Thaha Saifuddin IAIN (State Institute for Islamic Studies) Jambi. Components of learning conditions examined include the objectives and characteristics of the subject (in this case, Arabic learning), constraints to the Arabic learning, and student characteristics. This research found among others that the short of learning time, Arabic learning environments, limited Arabic learning facilities, the high ratio of student numbers to class capacity, and less motivated students are among the factors that create constraints to Arabic learning in the college. Key Words: Learning conditions, Arabic, learning constraints, Sultan Thaha Saifuddin IAIN, Jambi. Para ahli pendidikan memandang, bahwa kondisi pembelajaran mempengaruhi prestasi siswa. Hal yang sama juga terjadi dalam pembelajaran Bahasa Arab. Meskipun demikian, kondisi pembelajaran Bahasa Arab jarang menjadi subjek pembahasan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Arab, diperlukan pengetahuan mengenai kondisi pembelajarannya. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian terhadap kondisi pembelajaran Bahasa Arab di IAIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi. Elemen-elemen kondisi pembelajaran yang dijelaskan adalah tujuan pembelajaran, karakteristik pembelajaran Bahasa Arab, kendala-kendala pembelajaran dan karakteristik siswa. Penelitian ini menemukan, bahwa kurangnya waktu, lingkungan pembelajaran, keterbatasan fasilitas, rasio jumlah mahasiswa terhadap kapasitas kelas, dan kurangnya motivasi mahasiswa dalam belajar Bahasa Arab, adalah beberapa faktor yang menjadi kendala pembelajaran Bahasa Arab di perguruan tinggi. Kata Kunci: Bahasa Arab, kondisi pembelajaran, IAIN Sultan Thaha Saifuddin, Jambi.
MEMAHAMI AYAT-AYAT KEKERASAN DALAM ALQUR’AN Yusraini, Yusraini
SYAHADAH Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.176 KB)

Abstract

Alqur?an tidak menggunakan istilah jihad semata-mata untuk maksud perang. Untuk menunjuk perang atau pertempuran, al-Qur?an menggunakan kata Qitaal. Tujuan utama jihad adalah human welfare bukan warfare. Maka, jihad bersifat mutlak dan tak terbatas sehingga jihad menjadi kewajiban setiap muslim sepanjang hidupnya. Adapun Qitaal atau perang bersifat kondisional dan temporal, dibatasi oleh kondisi tertentu dan sebagai upaya paling akhir setelah tidak ada cara lain kecuali perlawanan fisik. Jihad adalah sesuatu yang pada dasarnya baik, sementara Qitaal atau perang tidak demikian. Selain itu, pelaksanaan Qitaal harus memenuhi segala persyaratan yang sangat ketat. Dari ayat-ayat yang telah dipahami, tampak tidak ada satupun ayat-ayat jihad dan perang yang berkonotasi untuk melegalkan tindak kekerasan dalam menyelesaikan setiap persoalan. Sebaliknya, jihad dan perang semata-mata ditekankan untuk meningkatkan ibadah. Inilah titik awal kesalahan penafsiran tentang jihad dan perang yang kemudian dijadikan alat justifikasi oleh sebagian penafsir untuk melakukan ekspresi radikalisme agama.