Articles

Found 20 Documents
Search

ORKESTRASI MUSIK SINKRETIK “KATUMBAK” DI NAGARI LIMAU PURUIK–PARIAMAN Yurnalis, Yurnalis
Jurnal Ekpresi Seni Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Ekspresi Seni, Vol. 14, No. , November 2012
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Katumbak, salah satu musik sinkretik Minangkabau merupakan kekayaan musikal masyarakat, berfungsi hiburan dalam berbagai hajatan masyarakat nagari Limau Puruik, Pariaman. Eksistensinya sempat tenggelam sebagai dampak kemajuan tek­­nologi musik Organ Tunggal. Tradisi Katumbak menjadi menarik karena dapat menantang arus pertunjukan Organ Tunggal. Data kualitatif katumbak, faktor pengembangan aspek orkestrasi, instrumentasi, dan deskripsi konsep telah memicu bangkit kembali tradisi musik ini dari keterpurukannya di samping strategi seniman dalam aktivitas sosial masyarakat nagari Limau Puruik, Pariaman.Kata Kunci: musik, Katumbak, orkestrasi, sinkretik, pengembangan.Orchestration Of Syncretic Music “Katumbak” In Nagari Limau Puruik- Pariaman Abstract: Katumbak is one of Minangkabau syncretic music as a musical treasure of the society. It also functions as a form of entertainment during some festivities in the community of Nagari Limau Puruik. Its existence was once subsided due to the emergence of technological music of Organ Tunggal. The tradition of Katumbak is interesting because it can challenge the existence of Organ Tunggal. The qualitative data of Katumbak, the factor of orchestration development, and concept of description have triggered the reemergence of this traditional music, beside the artists’ strategy in social activities in Nagari Limau Puruik, Pariaman.Key words: music, Katumbak, orchestration, syncretic, development.
Motivasi Belajar Sebuah Strategi Mengungkap Potensi Kecerdasan yurnalis, yurnalis
MENARA Vol 12, No 1 (2013): Januari - Juni 2013
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.908 KB)

Abstract

Setiap praktik pendidikan atau pengajaran sesungguhnya, disadari atau tidak, selalu memiliki landasan teoritis-filosofis mengenai apa itu proses belajar dan apa itu pengetahuan. Sampai saat itu, praktik pendidikan yang berlangsung masih sangat kuat dipengaruhi oleh tingkah laku dan kematangan. Pendidikan menjadi penting karena memberi kontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara. Banyak negara memberi perhatian serius pada pendidikan mulai jenjang pendidikan prasekolah atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dasar (SD/MI dan SMP/MTs), menengah (SMA/SMK/MA) serta tinggi (diploma, sarjana dan pascasarjana). Pendidikan merupakan salah satu indikator bagi indeks pembangunan manusia (Human Depelopment Index). Motivasi merupakan faktor penggerak yang datang dari dalam diri dan di luar diri manusia. Pengamat motivasi seperti AB Aziz Yusof mencoba mendefenisikan motivasi sebagai dorongan atau kemauan yang tinggi untuk bekerja, maka tidak mustahil prestasi yang dipamerkan juga akan turut cemerlang. Ini akan mempengaruhi pencapaian pelaku pendidikan terhadap pelajar. Faktor yang paling berpengaruh terhadap tercapainya dorongan atau kemauan yang kuat untuk belajar diantaranya komitmen pelaku pendidikan yang mantap, keterlibatan semua stakeholders yang tinggi dalam praktek kerja yang praktis bisa meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas bagi para pelajar. Hakikat motivasi belajar adalah komponen yang penting dalam menentukan kesuksesan para pelajar di organisasi sekolah. Pemimpin dalam organisasi kerja perlu mempunyai pengetahuan yang luas tentang manusia supaya dapat menyusun starategi untuk memperoleh kerjasama bagi pelajar. Potensi kecerdasan tidak akan bisa produktif kalau tidak diberdayakan secara baik. Walaupun semua orang tahu bahwa potensi yang diungkap oleh Gardner ini masih sangat perlu pengembangan dan pendalaman secara berkelanjutan. Sinergisitas kecerdasan ganda dengan kecerdasan yang lain seperti kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) adalah merupakan akumulasi puncak dari prestasi manusia dalam meraih cita-cita dan masa depan yang cemerlang. Sekarang tinggal lagi bagaimana kita mampu memberdayakan semua potensi itu sebaik mungkin, karena Allah juga sudah memberikan jaminan kepada manusia bahwa tidak ada yang sulit jika kita mau melakukannya. Oleh sebab itu manusia dituntut untuk berusaha pengembangkan kemampuan dan potensi yang telah diberikan kepada manusia dengan baik dan terarah.
EFEKTIVITAS LKS BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA Yurnalis, Yurnalis; Pramudiyanti, Pramudiyanti; Marpaung, Rini Rita T.
Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Jurnal Bioterdidik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.655 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect LKS of PBL based to the student critical thinking skills. The study design was a pretest-posttest non-equivalent. The samples in this study were students of class VIID and VIIE randomly selected by random sampling technique clusster. Data of the research were qualitative and quantitative. The qualitative data was gotten by students learning activity, the quantitative data were the average score of test, that was analyzed by t-test and U-test. The result showed that the students learning activity improve with an average of  71,79 which is in good criteria. The students learning outcomes also develop, with N-gain average score was 62,55. Thus, the application of the model PBL influential in improving critical thinking skills by students. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas LKS Berbasis PBL terhadap keterampilan berfikir kritis siswa. Desain penelitian adalah pretes-postes tak ekuivalen. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIID dan VIIE yang dipilih secara teknik clusster random sampling. Data penelitian berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa aktivitas belajar siswa, data kuantitatif diperoleh dari rata-rata nilai tes yang dianalisis menggunakan uji-t atau uji U. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan dengan rata-rata berkriteria baik 71,79. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, dengan rata-rata nilai N-gain 62,55. Dengan demikian, aplikasi LKS Berbasis Problem Based Learning dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis oleh siswa. Kata kunci : aktivitas belajar, ciri-ciri makhluk hidup, keterampilan berikir kritis,  LKS berbasis problem based learning  
SOSIALISASI BIMBINGAN KONSELING KELUARGA DALAM AKTIVITAS PENGAJIAN ISLAM DI DESA KOTO TINGGI KECAMATAN RAMBAH KABUPATEN ROKAN HULU Yurnalis, Yurnalis
MENARA Vol 13, No 2 (2014): Juli - Desember 2014
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.74 KB)

Abstract

Istilah guidance and counseling di Indonesia mengalami pendistorsian makna menjadi penyuluhan atau nasihat. Tetapi dalam praktek selanjutnya istilah penyuluan banyak digunakan oleh banyak bidang seperti penyuluhan pertanian, penyuluhan bencana dan lainlain, yang sama sekali berbeda makna dan artinya dengan counseling. Dalam pengertian lain, bimbingan bersifat preventive, sementara konseling kuratif atau korektif. Dengan demikian bimbingan dan konseling berhadapan dengan obyek garapan yang sama, yaitu problem atau masalah. Perbedaanya terletak pada titik berat perhatian dan perlakuan terhadap masalah tersebut. Keluarga merupakan pilar utama dalam pendidikan tentunya memiliki tugas dan tanggung jawab yang penuh terhadap perkembangan dan pertumbuhan setiap anggota keluarga. Kualitas keluarga menjadi tumpuan agar dapat timbul rasa aman, tenteram dan harapan masa depan yang baik dalam mewujudkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin, maka suami dan isteri harus melaksanakan peranan dan fungsi sesuai dengan kedudukannya. Secara tradisional, keluarga diartikan sebagai dua atau lebih orang yang dihubungkan dengan pertalian darah, perkawinan atau adopsi (hukum) yang memiliki tempat tinggal bersama. Sedang Morgan (1977) menyatakan bahwa keluarga merupakan suatu grup sosial primer yang didasarkan pada ikatan perkawinan (hubungan suami-istri) dan ikatan kekerabatan (hubungan antar generasi, orang tua-anak) sekaligus. Namun secara dinamis individu yang membentuk sebuah keluarga dapat digambarkan sebagai anggota dari grup masyarakat yang paling dasar yang tinggal bersama dan berinteraksi untuk memenuhi kebutuhan individu maupun antar individu mereka. Bila ditinjau berdasarkan Undang-undang No.10 tahun 1972, keluarga terdiri atas ayah, ibu dan anak karena ikatan darah maupun hukum. Hal ini sejalan dengan pemahaman keluarga di negara barat, keluarga mengacu pada sekelompok individu yang berhubungan darah dan adopsi yang diturunkan dari nenek moyang yang sama. Keluarga dalam hubungannya dengan anak diidentikkan sebagai tempat atau lembaga pengasuhan yang paling dapat memberi kasih sayang, kegiatan menyusui, efektif dan ekonomis. Agama merupakan landasan dasar terbentuknya keluarga yang sakinah. Agama juga yang mengatur tentang kosep kehidupan berkeluarga. Pendidikan agama harus dimulai dari rumah tangga, sejak si anak masih kecil. Pendidikan tidak hanya berarti memberi pelajaran agama kepada anak-anak yang belum lagi mengerti dan dapat menangkap pengertian-pengertian yang abstrak. Akan tetapi yang terpokok adalah penanaman jiwa percaya kepada Tuhan, membiasakan mematuhi dan menjaga nilai-nilai dan kaidah-kaidah yang ditentukan oleh ajaran agama
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X YURNALIS, YURNALIS
Inovasi Pendidikan Vol 6, No 1 (2019): Vol 6, No.1, Maret 2019
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.824 KB)

Abstract

Penggunaan sistem penilaian yang kurang tepat yaitu guru hanya terpaku pada buku nilai yang berdasar pada nilai ulangan harian, nilai tengah semester dan nilai akhir semester. Kesulitan yang dialami dikarenakan kurangnya pemahaman dan kekurang tertarikan peserta didik pada pelajaran matematika. Peserta didik juga belum mampu mencapai hasil belajar yang sesuai dengan KKM yang di harapkan. Hal ini salah satunya disebabkan oleh Salah satu penerapan model penilaian yang disarankan adalah penerapan penilaian berbasis portofolio. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Hasil belajar matematika pada ranah afektif siswa setelah diterapkan model pembelajaran berbasis portofolio dalam pembelajaran matematika kelas X SMK Cendana Paadangpanjang? (2) Hasil belajar matematika siswa pada ranah psikomotor setelah diterapkan model pembelajaran berbasis portofolio dalam pembelajaran matematika kelas X SMK Cendana Padangpanjang?, (3) Mengetahui apakah model pembelajaran berbasis portofolio efektif untuk meningkatkan belajar matematika siswa kelas X SMK Cendana Padangpanjang. Jenis penelitian ini adalah penelitian pra eksperimen. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group Pre-test Post-test Design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar yang merupakan salah satu jenis tes yang digunakan untuk mengukur perkembangan atau kemajuan belajar peserta didik, setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dan lembar observasi hasil belajar siswa pada ranah afektif serta ranah psikomotor. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis untuk hasil belajar siswa ranah kognitif diperoleh thitung> ttabel, yaitu 3,738 > 1,699 yang berarti bahwa H_0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis portofolio efektif terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas X. Kata kunci : model pembelajaran berbasis portofolio, hasil belajar peserta didik.
PENGEMBANGAN MODEL KONSELING KELUARGA DAN PELATIHAN BAGI KELUARGA SAKINAH DENGAN METODE PENDEKATAN SISTEM DI KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU Yurnalis, Yurnalis
Jurnal Dakwah Risalah Vol 28, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.228 KB)

Abstract

Kegatan ini bermula dari kehidupan masyarakat khususnya keluarga, tidak akan pernah lepas dari sistem nilai yang ada di masyarakat tertentu. Sistem nilai menentukan perilaku anggota masyarakat. Berbagai sistem nilai ada di masyarakat yaitu: a) nilai agama saat ini degradasi terhadap agama sangat terasas sekali, semua agama merasakan bahwa kebanyakan umatnya kurang setia pada agama yang dianutnya. b) degradasi nilai adat istiadat, yang sering disebut tata susila atau kesopanan, hal ini dapat dibuktikan pada perilaku anak-anak, remaja saat ini. c) degradasi nilai-nilai sosial, sebagaimana kita saksikan saat ini, masyrakat sangat individualis mementingkan diri sendiri dalam segala hal, enggan berbagi harta, pikiran ,saran dan pendapat, tidak mau bergaul terutama dengan orang rendahan, memutusan tali silaturrahmi terutama dengan keluarga. d) degradasi kesakralan keluarga, seperti yang kita lihat saat ini banyak sekali kekisruhan keluarga, banyak sekali kasus suami membunuh istrinya, dan sebaliknya, ayah membunuh anaknya dan sebaliknya. Namun tak dapat dipungkiri, bahwa keluarga modern mempunyai ciri utama kemajuan dan perkembangan di bidang pendidikan, ekonomi dan pergaulan. Kebanyakan keluarga modern berada di perkotaan, mungkin juga ada keluarga modern tinggal di pedesaan, akan tetapi jarang berinteraksi dengan masyrakat pedesaan. Kelengkapan alat transportasi dan komunikasi memungkinkan mereka cepat berinteraksi di kota yaitu dengan keluarga lainnya. Namun dibalik semua itu, terdapat krisis keluarga, artinya kehidupan keluarga dalam keadaan kacau, tak teratur dan terarah, orang tua kehilangan kewibawaan untuk mengendalikan kehidupan anak-anaknya terutama remaja. Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab terjadinya krisis keluarga yaitu: kurang atau putus komunikasi diantara anggota keluarga terutama ayah dan ibu, sikap egosentrisme, masalah ekonomi, masalah kesibukan, masalah pendidikan, masalah perselingkuhan, jauh dari agama. Dari kegiatan ini diharapkan rumusan formula Model Konseling keluarga dengan pendekatan sistem untuk pengembangan pemahaman masyarakat serta terbentuknya keluarga sakinah. Metode kegiatan yang digunakan berupa kegiatan partisipatoris melalui diagnosa kelompok untuk menghasilkan formula pendampingan, pelatihan yang diperlukan.  
MOTIVASI BELAJAR SEBUAH STRATEGI MENGUNGKAP POTENSI KECERDASAN INTELEGENSI DAN EMOSI Yurnalis, Yurnalis
Jurnal Dakwah Risalah Vol 27, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurnal Dakwah Risalah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.776 KB)

Abstract

Setiap praktik pendidikan atau pengajaran sesungguhnya, disadari atau tidak, selalu memiliki landasan teoritis-filosofis mengenai apa itu proses belajar dan apa itu pengetahuan. Sampai saat itu, praktik pendidikan yang berlangsung masih sangat kuat dipengaruhi oleh tingkah laku dan kematangan. Pendidikan menjadi penting karena memberi kontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara. Banyak negara memberi perhatian serius pada pendidikan mulai jenjang pendidikan prasekolah atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dasar (SD/MI dan SMP/MTs), menengah (SMA/SMK/MA) serta tinggi (diploma, sarjana dan pascasarjana). Pendidikan merupakan salah satu indikator bagi indeks pembangunan manusia (Human Depelopment Index). Motivasi merupakan faktor penggerak yang datang dari dalam diri dan di luar diri manusia. Pengamat motivasi seperti AB Aziz Yusof mencoba mendefenisikan motivasi sebagai dorongan atau kemauan yang tinggi untuk bekerja, maka tidak mustahil prestasi yang dipamerkan juga akan turut cemerlang. Ini akan mempengaruhi pencapaian pelaku pendidikan terhadap pelajar. Faktor yang paling berpengaruh terhadap tercapainya dorongan atau kemauan yang kuat untuk belajar diantaranya komitmen pelaku pendidikan yang mantap, keterlibatan semua stakeholders yang tinggi dalam praktek kerja yang praktis bisa meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas bagi para pelajar. Hakikat motivasi belajar adalah komponen yang penting dalam menentukan kesuksesan para pelajar di organisasi sekolah. Pemimpin dalam organisasi kerja perlu mempunyai pengetahuan yang luas tentang manusia supaya dapat menyusun starategi untuk memperoleh kerjasama bagi pelajar. Potensi kecerdasan tidak akan bisa produktif kalau tidak diberdayakan secara baik. Walaupun semua orang tahu bahwa potensi yang diungkap oleh Gardner ini masih sangat perlu pengembangan dan pendalaman secara berkelanjutan. Sinergisitas kecerdasan ganda dengan kecerdasan yang lain seperti kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) adalah merupakan akumulasi puncak dari prestasi manusia dalam meraih cita-cita dan masa depan yang cemerlang. Sekarang tinggal lagi bagaimana kita mampu memberdayakan semua potensi itu sebaik mungkin, karena Allah juga sudah memberikan jaminan kepada manusia bahwa tidak ada yang sulit jika kita mau melakukannya. Oleh sebab itu manusia dituntut untuk berusaha pengembangkan kemampuan dan potensi yang telah diberikan kepada manusia dengan baik dan terarah.
Analisis Keragaman Exon-1 Gen Hormon Pertumbuhan pada Itik Lokal (Bayang) Sumatera Barat Menggunakan Metoda PCR-RFLP Sarbaini, Sarbaini; Yurnalis, Yurnalis; Hendri, Hendri
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.07 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi polimorfisme BfmI ekson-1 gen hormon pertumbuhan itik Bayang. Sebanyak 100 sampel DNA genom diekstrak dari sampel darah individu itik. Prosedur PCR digunakan untuk mengamplifikasi fragmen ekson-1 gen hormon pertumbuhan sepanjang 801 bp menggunakan sepasang primer F: 5’-CTGGAGCAGGCAGGAAAATT-3’ dan R: 5’-TCCAGGGACAGTGACTCAAC-3’. DNA produk amplifikasi kemudian direstriksi menggunakan enzim restriksi BfmI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi keragaman itik Bayang menggunakan GH/BfmI bersifat monomorfik dengan frekuensi alel T adalah 1,00 dan frekuensi alel A adalah 0,00.
Pemilihan Model Terbaik Dalam Analisa Regresi studi Kasus Pendugaan Bobot Hidup sapi Persilangan Simental Dengan sapi PO Berdasarkan Ukuran - Ukuran Tubuh. Yurnalis, Yurnalis
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 12, No 2 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1364.864 KB)

Abstract

The objective of the research was to find out the best model of regression equation in predicting body weight of F2 by using body measurement parameters of Simental and Ongole Cross cattle. Eighty two bulls kept by farmer in Padang Panjang, West Sumatra were used in this study. Each bull was measured for their body parantetrs. The parameter measured included body wight (BH), body length (PB), thorax circle (LD), shoulder high (TP) and age in month (US). The data were than statistically analysis by regressin analysis, where the dependent variable was BH, while the independent were PB, LD, TP and US. Criteria for choosing the best equation were R2, R2 Adjusted, Mean square Error (MSE), and Cp Mallows. The best equation with one independence variable is BH : 6,024 LD - 602,996, the best model with two independence variable is BH : 3,991 PB + 3,809 LD - 775,596, the best model with three independence variable is BH: 3,23 PB + 3,508 LD + 1,855 TP - 852,371 and the best model with four independence variable is BH : 3,20 PB + 3,597 LD + 1,836 TP - 0,181 US - 657,598. The best equation for estimation of body weight was found by using three independence variable of BH: 3,23 PB + 3,508 LD + 1,855 TP - 852,371.
Keragaman Baru pada Daerah Ujung Gen Hormon Pertumbuhan Sapi Pesisir Ternak Lokal Sumatera Barat Yurnalis, Yurnalis; Arnim, Arnim; Sarbaini, Sarbaini; Jamsari, Jamsari
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 19, No 3 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.917 KB)

Abstract

Dari 210 sampel sapi pesisisir umur 1,5 tahun, dipilih 60 sample berdasarkan berat badan yaitu 30 sampel dengan berat tinggi (125±9,02 kg) dan 30 sampel dengan berat badan rendah (65±6,09 kg). Sampel darah 60 ekor sapi diisolasi dan produk PCR dari fragmen gen GH (455 bp)  disekuensing forward dan reserve.  Dua dilesi ditemukan pada posisi 2731 dan 2732 dengan fekuensi allel 0.06, dan 0.19. Delapan mutasi ditemukan pada posisi  2537, 2567, 2639, 2647, 2706, 2713, 2732, dan 2813 dengan genotipe  G → T,  G → T, C → G, T → C, A → G, C → T, C → T, C → A dengan frekuensi allel berturut-turut 0,66; 0,97; 1,00; 0,54; 0,37; 0,62; 0,77 dan 1,00. Hasil penelitian ini menunjukkan gen GH pada sapi pesisir mempunyai keragaman yang tinggi, sehingga perlu dilakukan penelitian lanjut untuk mengetahui apakah keragaman ini berhubungan dengaan sifat-sifat produksi.