Articles

Found 11 Documents
Search

BIAYA SOSIAL SEBAGAI BAGIAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM SUDUT PANDANG AKUNTANSI Yunita, Anggraeni
SOSIOLOGI Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Vol. I, No. 1, Juni 2013
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.687 KB)

Abstract

Kegiatan ekonomi dan pembangunan pada umumnya berdampak positif bagi kemajuan bangsa. Bagaimanapun juga ada dampak negatifnya.  Corporate Social Responsibility atau tanggung jawab sosial ini muncul akibat adanya konflik antara masyarakat sekitar dengan perusahaan akibat dampak negatif yang timbul akibat keberadaan suatu perusahaan dalam suatu lingkungan tertentu, sehingga perusahaan diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan sosialnya. Praktik tanggung jawab sosial pada umumnya akan berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan. Walaupun akan menambah biaya bagi perusahaan, namun pasti akan timbul suatu brand image perusahaan di mata masyarakat, yang secara tidak langsung akan menarik masyarakat untuk menggunakan produk perusahaan tersebut. Sehingga dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan. Pemerintah juga telah membuat suatu peraturan perpajakan dalam PMK- 02/PMK.03/2010 pasal 2 di mana besarnya biaya promosi dapat dikurangkan dari penghasilan bruto sehingga dapat mengurangi jumlah pajak penghasilan yang dibayar perusahaan. Hal ini merupakan insentif pajak yang diberikan pemerintah kepada perusahaan-perusahaan yang telah menerapkan praktik Corporate Social Responsibility secara konsisten. Dengan peraturan tersebut diharapkan perusahaan akan menerima timbal balik yang positif setelah menerapkan CSR. Akuntansi untuk mengukur kegiatan pertanggungjawaban sosial perusahaan dikenal dengan akuntansi sosial. Kata Kunci: Biaya Sosial, Akuntansi Sosial, Corporate Social Responsibility
36 HARI PENGEMBANGAN DESA BARU MENJADI DESA BERWAWASAN LINGKUNGAN DAN SEJAHTERA Christianingrum, Christianingrum; Yunita, Anggraeni
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tujuan Kuliah KerjaNyata (KKN) adalah Terwujudnyaintegrasi dan peran serta civitasakademika Universitas dalammengkaji dan memecahkan berbagaipersoalan masyarakat, membina danmengembangkan kehidupanberagama dan sosial kemasyarakatandi pedesaan. Dalam kegiatanpengabdiannya pada masyarakat,mahasiswa memberikan pengalamanilmu pengetahuan, teknologi, seni,dan agama untuk memberikanpengarahan agar dapat memecahkanmasalah dan menanggulanginyasecara tepat. Selain itu, pembenahansarana dan prasarana merupakan salahsatu kegiatan yang dilakukan sertamenjadi program kerja bagimahasiswa. Dengan kata lain, melaluikegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN)ini, mahasiswa dapat membantupembangunan yang ada di suatudaerah, meningkatkan sumber dayamanusia baik bagi mahasiswa maupunbagi masyarakat dalam// pengolahansumber daya alam dan dalam sektorkehidupan masyarakat, terutamadalam bidang kepariwisataan.Sehingga memungkinkan suatudaerah tersebutmenjadi Objek Daya Tarik Wisata(ODTW) yang bisa meningkatkankesejahteraan masyarakat yang adadisekitarnya.
PENINGKATAN PRODUKSI PERTANIAN DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG RAJUNGAN MENJADI PUPUK ORGANIK DI PULAU SELIU, KABUPATEN BELITUNG Kurniawan, Kurniawan; Yunita, Anggraeni; Christianingrum, Christianingrum
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi rajungan di Kepulauan Bangka Belitung cukup tinggi berbanding lurus dengan limbah yang dihasilkan. Tingginya kandungan hara makro dan mikro serta produksi limbah rajungan di kabupaten Belitung memberikan potensi yang besar untuk dijadikan kompos sebagai nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan teknologi pembuatan pupuk kompos dan pembelajaran bagi masyarakat terkait tahapannya dengan memanfaatkan limbah cangkang rajungan dalam sistem budidaya pertanian. Metode yang digunakan dalam pembuatan kompos rajungan yaitu dengan menerapkan teknologi pembuatan pupuk organik menggunakan mikroba secara anaerob. Kegiatan dalam pembuatan kompos rajungan ini dilaksanakan selama 35 hari. Tempat yang digunakan adalah rumah kompos di Desa Seliu Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Parameter yang diamati pada proses pengomposan yaitu parameter fisika dan parameter kimia. Kematangan kompos ditandai dengan warna bahan kompos setelah kompos matang menjadi hitam kecoklatan menyerupai warna tanah, suhu kompos yaitu telah sama dengan suhu air tanah (28 0 C–300C), bau kompostidak lagi menyengat dan pH menjadi netral yaitu 7. Peranan kompos rajungan dalam sistem budidaya pertanian yaitu untuk memberikan nutrisi bagi tanaman dan meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman. Pupuk yang telah dibuat kemudian dikemas dan dibagikan ke petani, masyarakat dan perangkat Desa P. Seliu Kab. Belitung
Measurement of Accountability Management of Village Funds Yunita, Anggraeni; Christianingrum, Mrs
Integrated Journal of Business and Economics (IJBE) Vol 2, No 1 (2018): Integrated Journal of Business and Economics
Publisher : Faculty of Economics, Bangka Belitung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.283 KB) | DOI: 10.33019/ijbe.v2i1.62

Abstract

The purpose of this study is to measure the accountability of village funds management in Kabupaten Bangka. In relation to the Village Funds program which is a government program, the measurement of accountability of Village Funds management uses accountability principles consisting of Transparency, Liability, Controlling, Responsibility and Responsiveness which are the principles of accountability developed by the United Nations Development Program in measuring bureaucratic accountability. This research is a qualitative research by taking data from several villages in Bangka Regency. As well as qualitative research, the data taken in this study using snowball sampling method, where researchers take data by conducting in-depth interviews until the data obtained until the condition is saturated, meaning there is a repetition of the same information at the time of data collection. The results of this study indicate that villages in Bangka Regency have met the accountability principles of 5 (five) starting from planning, implementation and reporting when measured from 5 (five) accountability principles consisting of Transparency, Obligation, Controlling, Responsibility and Responsiveness.
EVALUASI AKUNTABILITAS DAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KABUPATEN BANGKA DAN KABUPATEN BELITUNG: SUATU KAJIAN KOMPREHENSIF Yunita, Anggraeni; Christianingrum, Christianingrum
Tirtayasa Ekonomika Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Economics and Business - Universitas Sultasn Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.474 KB) | DOI: 10.35448/jte.v14i1.5411

Abstract

Berdasarkan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, tujuan pemerintah membentuk Dana Desa adalah karena pemerintah ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa; meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa; menanggulangi kemiskinan; serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi dengan lebih memeratakan pendapatan. Terkait dengan pengelolaan dana desa tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), berdasarkan hasil kajian yang dilakukan lembaga itu pada tahun 2014, menemukan 14 potensi permasalahan pengelolaan dana desa baik terkait Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa yang dibagi dalam 4 (empat) aspek, yaitu aspek regulasi dan kelembagaan, aspek tata laksana, aspek pengawasan dan aspek sumber daya manusia.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi apakah pengelolaan dana desa telah akuntabel dan efektif dipandang dari aspek regulasi dan kelembagaan, tata laksana pengelolaan dana, pengawasan dan sumber daya manusia yang akan dikaji dengan menggunakan pendekatan kualitatif.Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian pendahuluan, pengelolaan dana desa pada tahun 2015 masih belum optimal, namun untuk tahun 2016 pengelolaan dana desa telah dilakukan dengan baik karena kelemahan pada tahun 2015 menjadi masukan bagi pemerintah pusat, kabupaten dan pemerintah desa untuk mengelola dana desa menjadi lebih baik lagi
Persepsi Mahasiswa Terhadap Praktik Pengungkapan Sukarela dengan Non Profit Organizations Reporting Index di Universitas Bangka Belitung Anggita, Wenni; Yunita, Anggraeni; Rosalina, Erita; Fahria, Izma
Accounthink Vol 3, No 02 (2018)
Publisher : UNSIKA (Universitas Singaperbangsa Karawang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.464 KB) | DOI: 10.35706/acc.v3i02.1484

Abstract

The services provided by nonprofit organizations and their ability to continue providing such services, how managers carry out their responsibilities for the performance of nonprofit organizations. This research aims to analyze the perception of Bangka Belitung University students about the voluntary disclosure practices at Bangka Belitung University by Non Profit Organizations Reporting Index. As one of the Non  Profit Organizations, the collage became one of the entities of interest to be discussed. The research using qualitative approach by distributing quetionnaires. The sample used is 978 faculty of economics students who are familiar with voluntary disclosure.  The result showed that Bangka Belitung University doesn’t use Non Profit Organizations Reporting Index in the report. Students agreed that a non profit organization, the university should be know the informations needed by stakeholders. Of the five indicators mentioned in Non Profit Organizations Reporting Index used in this study, tey agree that financial and non financia information is important to be informed openly.
EVALUASI AKUNTABILITAS DAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KABUPATEN BANGKA DAN KABUPATEN BELITUNG: SUATU KAJIAN KOMPREHENSIF Yunita, Anggraeni; Christianingrum, Christianingrum
Accounthink Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : UNSIKA (Universitas Singaperbangsa Karawang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.026 KB) | DOI: 10.35706/acc.v4i1.1822

Abstract

Under Law no. 6 Year 2014 on Village, the government's goal of forming Village Fund is because the government wants to improve the welfare of rural communities; improving the quality of life of villagers; tackling poverty; as well as creating economic growth with more revenue sharing. In relation to the management of the village funds, the Corruption Eradication Commission (KPK), based on the results of the study conducted in 2014, found 14 potential problems for village fund management related to Village Fund Allocation (ADD) and Village Funds divided into four (4) aspects of regulatory and institutional aspects, aspects of governance, supervisory and human resources aspects.The purpose of this study is to evaluate whether the management of village funds has been accountable and effective in terms of regulatory and institutional aspects, the management of funds, supervision and human resources that will be assessed using a qualitative approach.The conclusions obtained from the preliminary study result, village fund management in 2015 are still not optimal, but for the 2016 village funds management has been well done since the weaknesses in 2015 became inputs for central, district and village governments for village funds management to be more well again.
ANALISIS MODEL SERVQUAL TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN (STUDI KASUS BANGKA CITY HOTEL PANGKALPINANG) Yunita, Anggraeni
Accounthink Vol 3, No 01 (2018)
Publisher : UNSIKA (Universitas Singaperbangsa Karawang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.705 KB) | DOI: 10.35706/acc.v3i01.1211

Abstract

The aim of this research is to analyze whether 5 (five) dimension which is SerQual Model consisting of Tangible, Realibility, Responsiveness, Assurance and Emphaty have an effect on customer satisfaction of case study conducted at Bangka City Hotel Pangkalpinang. This research uses quantitative approach with multiple regression analysis method. In this study the authors use convenience sampling technique in which the way sampling is done by taking anyone who happened to stay at Bangka City Hotel during the study period. Of the 100 respondents selected, only 95 questionnaires can be processed. The results obtained are partially Tangible, Realibility, Responsiveness, and Emphaty variables affect customer satisfaction, except Assurance variable has no effect on customer satisfaction. But simultaneously, all wariabel consisting of Tangible, Realibility, Responsiveness, Assurance and Emphaty affect customer satisfaction. Keywords: ServQual, Tangible, Realibility, Responsiveness, Assurance, Emphaty
DESAIN IKON DESA KAPIT, DESA HUTAN WISATA KELEKAK RIMBA MENAMBAR Yunita, Anggraeni; Karmawan, Karmawan; Sumar, Sumar
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan mata kuliah intra kurikuler yang diselenggarakan oleh akademik di seluruh perguruan tinggi yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan untuk mengambil mata kuliah ini dengan tujuan untuk meningkatan kemampuan serta wawasan mahasiswa sebagai bekal hidup di masyarakat setelah lulus kuliah nanti. Pada dasarnya Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah suatu bentuk dari pendidikan dengan cara memberikan pengalaman empiris kepada mahasiswa untuk hidup ditengah-tengah masyarakat di luar kampus, dan secara langsung megajarkan kepada mahasiswa cara mengidentifikasi masalah-masalah sosial pada masyarakat yang ada disekitarnya. Pariwisata bagi masyarakat Desa Kapit adalah sesuatu hal baru. Namun setelah dibukanya kawasan areal hutan wisata dan bumi perkemahan telah menimbulkan berbagai dinamika bagi masyarakat. Perencanaan ini menggunakan metode survey terhadap setiap warga yang ada di Desa Kapit dilakukan dengan penilaian subjektif masyarakat, dengan bertujuan untuk pengambilan data dan analisis sifatsifat yang khas dari Desa Kapit. Teknik pengumpulan data melalui pengamatan (observasi) dan wawancara. Data yang diperoleh dan dikumpulkan dilapangan kemudian dianalisis untuk pembuatan ikon. Pembuatan ikon ini lebih mengarah kepada makna simbolis dari segala potensi-potensi dan juga karakteristik masyarakat yang ada di Desa Kapit, yang secara langsung akan dikembangkan kedepannya. Dengan dibuatnya perencanaan desain pembuatan ikon Desa Kapit ini, bertujuan untuk lebih mengangkat identitas dari Desa Kapit. Sekaligus menjembatani visi dan misi desa dalam proses pengembangannya menuju desa yang lebih maju kedepannya.
IPTEK BAGI MASYARAKAT (IBM) DESA BUKIT KIJANG MELALUI PELATIHAN PRODUKSI PAKAN IKAN MANDIRI SEBAGAI UPAYA EFISIENSI BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR Prayoga, Gigih Ibnu; Syaputra, Denny; Yunita, Anggraeni
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 3 No 1 (2020): IKRAITH-ABDIMAS VOL 3 NO 1 BULAN MARET 2020
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.404 KB)

Abstract

Desa Bukit Kijang merupakan salah satu desa dengan potensi yang luar biasa terutama padasektor perkebunan dan pertambangan. Setelah pasca tambang, warga Desa Bukit Kijang mulaiberalih ke sektor agribisnis, pembudidayaan, dan perikanan. Beberapa lahan bekas tambang timahyang cukup banyak di area Desa Bukit Kijang saat ini oleh masyarakat digunakan untuk budidayaikan air tawar. Pakan ikan merupakan salah satu faktor paling penting yang mendukungpertumbuhan ikan. Permaslahannya adalah harga pakan ikan yang semakin tinggi, membuatpembudidaya ikan perlu mencari cara mengurangi pengeluaran pakan ikan.Oleh karena itu, untukmenekan biaya operasional, pembudidaya ikan membutuhkan kemampuan memproduksi pakanikan secara mandiri. Upaya yang dilakukan yaitu melakukan pelatihan pembuatan pakan ikanmandiri dengan bahan baku lokalmelalui kegiatan iptek bagi masyarakat (IbM). Kegiatan IbMdiDesa Bukit Kijang, yaitu pelatihan produksi pakan ikan mandiri sebagai telah selesai dilaksanakandalam tiga tahapan. Kegiatan dilaksanakan mulai dari bulan April sampai dengan Agustus 2019.Tahapan pertama yaitu persiapan kegiatan, yaitu melakukan koordinasi dengan pihak desa,penyusunan jadwal kegiatan dan pembagian tugas antara tim IbM dengan pihak desa. Tahapankedua yaitu sosialisasi kepada warga Desa Bukit Kijang mengenai pentingnya dan manfaatpembuatan pakan ikan secara mandiri. Pakan ikan yang dibuat juga berasal dari bahan baku lokalsehingga lebih efisien, mudah didapatkan, murah, menguntungkan.Tahapan ketiga yaitu pelatihanpembuatan pakan ikan mandiri dengan menggunakan bahan baku lokal. Luaran yang telah dicapaiproduk pakan ikan mandiri, peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat Desa BukitKijang.