Suci Yuniati
UIN Suska Riau

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

ASESMEN KINERJA (PERFORMANCE ASSESSMENT) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Yuniati, Suci
ANIDA Vol 36, No 1 (2011): Januari - Juni 2011
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.988 KB)

Abstract

The system for assessment in mathematics is dominated by a single method of assessment that is paper and pencil test that only measures students memories of factual information and procedures of the algorithm alone. Its domination can be seen from the questions the National Examination (UN) and the National Selection Entry State University (SNMPTN). The use of the objective tests in these matters encourages teachers to give similar exercises to students as they have to answer the questions of this form. Even the students are taught "tricks" how to solve such problems. In fact, what are the appropriate and proper methods for collecting information about students understanding and skills in mathematics? However, to overcome the limitations of current evaluation methods and teachers can obtain complete and comprehensive information about students, attendance and assessment performance assessment is needed. Assessment is a systematic process to obtain information about studying and learning. Assessment of performance is an assessment that requires students to demonstrate performance, not to answer or choose an answer from a range of possible answers that are already available. Performance assessment can be used to obtain information about the mathematical knowledge, strategic knowledge and mathematical communication. In this paper, he writer will present one method of assessment of performance assessment that can be used as an alternative method of assessment for teachers.
Pengembangan Bahan Ajar Struktur Aljabar Berbasis Tugas Resitasi Untuk Mahasiswa Universitas Islam Negeri Suska Riau Yuniati, Suci
Gamatika Vol 3, No 1 (2012): GAMATIKA
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dimotivasi oleh kurangnya pemahaman siswa dalam memahami konsep struktur aljabar. Hal ini karena sifat khusus dari struktur aljabar yang abstrak. Hal ini menyebabkan metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, tetapi kurang interaktif dan menarik. Dosen hampir tidak pernah memberikan tugas kepada siswa sehingga siswa tidak mengulangi dan membaca kembali materi yang telah disampaikan. Mengingat permasalahan di atas, dipandang perlu untuk merumuskan bahan pengajaran yang sesuai, sebuah pembelajaran yang memberikan tugas hafalan. Kemudian, yang pengembangan bahan ajar tugas struktur aljabar berbasis bacaan akan cocok untuk mahasiswa dari semester V pendidikan matematika dari Universitas Islam Negeri Riau Suska? Jenis penelitian adalah penelitian dan pengembangan pendidikan. Bahan ajar yang dikembangkan sesuai dengan perkembangan prosedur, yang meliputi langkah) untuk merancang produk yang merupakan produk awal LKT, b) evaluasi bahan ajar didasarkan pada tugas bacaan oleh review pakar, c) uji coba terbatas, namun uji coba lapangan belum dilaksanakan. Penggunaan bahan ajar termasuk dalam kategori baik, berdasarkan hasil dari kategori skor validasi "sangat baik". Penelitian ini dapat dikembangkan untuk bahan lebih lanjut dari struktur aljabar. Kata kunci: Bahan Pengajaran, Tugas Zikir dan Mahasiswa Abstract This study was
PETA KONSEP (MIND MAPPING) DALAM PEMBELAJARAN STRUKTUR ALJABAR Yuniati, Suci
Gamatika Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Tulisan ini merupakan hasil dari kajian teori mengenai penggunaan peta konsep dalam pembelajaran struktur aljabar. Penggunaan peta konsep merupakan salah satu strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa seluas-luasnya untuk mengembangkan diri. Peran guru/dosen sebagai pemberi ilmu, berubah menjadi fasilitator yang mengfasilitasi mahasiswa untuk belajar dan membangun pengetahuannya sendiri. Mahasiswa sendirilah yang harus membentuk pengetahuan berdasarkan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya bukan sekedar memperoleh dengan jalan menghafal. Selain itu, peta konsep merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan oleh guru/dosen untuk membimbing mahasiswa menyusun konsep-konsep yang telah dipelajari agar terlihat keterkaitannya satu sama lainnya. Ada beberapa langkah yang harus diikuti dalam menyusun peta konsep pada mata kuliah struktur aljabar yaitu: 1) mengambil salah satu materi-materi yang ada dalam mata kuliah struktur aljabar yaitu materi grup, 2) menentukan konsep-konsep yang relevan pada materi grup yaitu struktur aljabar, himpunan, grupoid, semigrup, monoid, grupdan grup abelian, 3) mengurutkan konsep-konsep dari yang paling inklusif ke yang paling tidak inklusif yaitu urutan konsepnya himpunan-Struktur aljabar-Grupoid-Semigrup-Monoid-Grup-Grup Abelian, 4) menyusun konsep-konsep yang didapat di atas kertas, mulai dengan konsep yang paling inklusif di puncak ke konsep yang paling tidak inklusif. dan 5) menghubungkan konsep-konsep di atas dengan kata-kata penghubung. Kata Kunci: pembelajaran, peta konsep, struktur aljabar Abstract This paper is the result of a theoretical study on the use of concept maps in learning algebra structure. Using concept maps is one of the learning strategies that provide opportunities for students as far as possible to develop themselves. The role of teachers/lecturers as the giver of knowledge, the role of facilitator is facilitating students to learn and construct their own knowledge. Students must establish knowledge based on prior knowledge, not just from memorization. In addition, the concept map is one of the strategies that can be used by teacher / lecturers to guide the students to formulate the concepts they have learned by considering relations to each other. There are several steps that must be followed in preparing a concept map on the algebra structure,they are: 1) take one of the materials in the algebra structure materiasl group, 2) define the concepts that are relevant to the materials of the structure algebra group: set, group, semi group, monoid, group and group abelian, 3) sort the concepts from the most inclusive to the least inclusive concept that sequence-structure set-semi group- Groupoid-Monoid-Group-Grup Abelian, 4) develop concepts obtained on paper, starting with the most inclusive concepts at the top to least inclusive concepts, and 5) connect the concepts above with connecting words. Keywords: learning, concept maps, and algebraic structures
PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERINTEGRASI KARAKTER-KEISLAMAN MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL DI PROPINSI RIAU Yuniati, Suci
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 6, No 1 (2018): June
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.415 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2018v6n1a10

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan alat pembelajaran matematika yang mengintegrasikan karakter-Islam melalui pendekatan kontekstual pada mata pelajaran matematika jenjag Madrasah Tsanawiyah (MTs). Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, dengan prosedur pengembangan, yaitu tahap  pengumpulan data (observasi pendahuluan), membuat desain produk, evaluasi perangkat pembelajaran melalui tahap tinjauan ahli  dan uji coba lapangan yang terbatas, serta analisis dan revisi sehingga menjadi produk akhir yang layak untuk digunakan sebagai alat pembelajaran. Hasil yang diperoleh dari penggunaan alat pembelajaran termasuk dalam kategori baik berdasarkan validasi skor untuk RPP, buku guru dan LKS dikategorikan sebagai sangat baik dan hasil belajar siswa dikategorikan sebagai baik, kemampuan guru untuk mengelola pembelajaran dan kegiatan siswa menunjukkan kriteria yang baik dan sangat baik, dan terjadi peningkatan hasil belajar siswa, walaupun tidak mencapai 85% siswa yang tuntas dalam suatu kelas.Abstract:This study aims to produce a mathematical learning tool that integrates the character-Islamic through a contextual approach on mathematics subjects for Madrasah Tsanawiyah (MTs) that is tested and feasible to be used in the learning process. Based on the result of the research, Learning tool through contextual approach integrated with Islamic character has been developed in accordance with the development procedure covering the stages data collection (preliminary observation), making product design, evaluation of learning device through expert review stage and limited trials and field trials, as well as analysis and revision so as to be a viable end product to be used as a learning tool, the use of learning tools included in good category based on validation score for RPP, teacher book and LKS categorized as "excellent" And the students learning outcomes are categorized as "good", teachers ability to manage learning and student activities show good and excellent criteria, and Improved student learning outcomes, although not 85% of completed students in a class.
Pengembangan Modul Matematika Terintegrasi Nilai-Nilai Keislaman melalui Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) di Propinsi Riau Yuniati, Suci; Sari, Arnida
Jurnal Analisa Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.336 KB) | DOI: 10.15575/ja.v4i1.1588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul matematika yang terintegrasi nilai-nilai keislaman melalui pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) pada mata pelajaran matematika untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Munawwarah Pekanbaru dan MTs Negeri Danau Bingkuang Kampar. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE, yaitu: (A)nalysis, meliputi analisis kurikulum dan analisis kebutuhan; (D)esign, meliputi penyusunan Modul; (D)evelopment, dilakukan pengembangan Modul matematika terintegrasi nilai-nilai keislaman dengan RME; (I)mplementation, dilakukan untuk mendapatkan data praktikalitas; (E)valuation, dilakukan untuk menganalisis data berdasarkan tahap implementation. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner atau angket. Hasil perhitungan data hasil uji validitas oleh ahli teknologi pendidikan memperoleh Persentasi keidealan 85,19% dan oleh ahli materi pembelajaran memperoleh 86,42%, serta penilaian praktikalitas pada saat uji coba memperoleh 84,14%. Data tersebut menunjukkan bahwa modul matematika yang terintegrasi nilai-nilai keislaman melalui pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) yang dikembangkan layak dan praktis untuk digunakan oleh siswa.
Pembelajaran dengan Metode Accelerated Learning pada Materi Keliling dan Luas Lingkaran Yuniati, Suci
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 5 No 1 (2012): Beta Mei
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper presents the result of a study on learning theory with the method of accelerated learning on the circumference and area of ​​a circle of material. This method is one method of learning that gives students the opportunity to develop themselves. The role of teacher as the giver of knowledge turns into a facilitator who facilitates students to learn and build their own knowledge. Students themselves should build the new knowledge from prior knowledge which is not memorizing. In addition, accelerated learning method makes students to be more active and the learning result becomes more meaningful as well as the teacher becomes more creative by creating a fun learning environment. Method of accelerated learning is divided into six basic steps. The six basic steps can be remembered easily by using the abbreviation of MASTER as follows: 1) Motivating Your Mind, 2) Acquiring The Information, 3) Searching Out The Meaning, 4) Triggering The Memory, 5) Exhibiting What You Know, dan 6) Reflecting How You,ve Learned. With the accelerated learning method, teachers are expected to implement and use it as an alternative learning method in the classroom.
Menentukan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dengan Menggunakan Metode PEBI Yuniati, Suci
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 5 No 2 (2012): Beta Nopember
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mathematics is a tool to develop ways of thinking, because mathematics is indispensable for both daily life and progressing science and technology so that mathematics needs to be taught  to each student since elementary school, even since kindergarten. Establishing a thorough understanding of math requires a priorly love of math. Therefore a teacher should be able to create "Fun Learning" in the classroom. Fun learning in mathematics can be created when a teacher is able to teach math concepts using methods and techniques variedly so that it is not menoton and boring for students. One material that is taught at elementary and junior high is lesson of KPK and FPB and it is also widely used to understand the concept of high school math. There are several techniques that are commonly used in instilling the concept of KPK and FPB that is using the concept of factors and multiplication. But the concept is not enough. There, it needs for the addition of new concepts that need to introduce to students so that students have many alternatives in resolving issues concerning the KPK and FPB. Given the importance of these concepts, the author tries to connect to other concepts in determining KPK and FPB that is an unusual method introduced in textbooks in school. This method consists of four techniques in solving KPK and FPB. This method is obtained by combining several mathematical concepts to be applied in determining KPK and FPB. Four such techniques determine KPK and FPB in the form of fractions, using the Euclidean algorithm, a concept of prime numbers, and slices in the concept of set theory. The four methods are not prevalent but be expected to be an alternative for teachers so that they can add insight into mathematical concepts entirety. 
Analisis Kesalahan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal Pembuktian Struktur Aljabar Yuniati, Suci
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 7 No 2 (2014): Beta Nopember
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was based on the lack of ability of students to solve problems of proving. Students’ low ability can be seen from the works of students in solving problems of algebra structures. They are still experiencing difficulties in linking known information to what will be proven in the matter, although in the meetings, exercises are always raised about the proving. Maybe the problem was caused by students’ difficulty in linking the concepts so they found it difficult to determine the steps to be taken in a matter of proving. Besides the difficulty in linking the existing concepts, there were other mistakes made that caused low outcomes. The writer as the subject lecturer analyzed mistakes in the algebraic structure committed: what were students mistakes in solving problems of proving and what factors cause the student made the mistakes abaut groups? This study used descriptive qualitative research method. Data collection methods were test and interview. The data obtained described what would be analyzed. The research subjects in this study were students of semester VI Mathematics Education Department of the State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau (UIN Suska Riau) Academic Year 2011/2012. There was only one class who took the course in algebraic structures, that was class VI C, amount 50 students. From the mistakes writer identified: 1) mistakes in receiving the information, 2) mistakes associated with the concept of, 3) mistakes in calculating and 4) mistakes associated with the material prerequisites.  It appeared that a lot of mistakes made, the writer got a picture of the students’ performance and hence the writer should improve the learning process to lessen the mistakes occurred.
PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS Sari, Arnida; Yuniati, Suci
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.55 KB) | DOI: 10.31004/cendekia.v2i2.49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep antara siswa yang belajar menggunakan pendekatan realistic mathematics education (RME) dengan siswa yang belajar menggunakan metode konvensional. Jenis Penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimental Design. Desain yang digunakan adalah Postest Only Control Design. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan rata-rata menggunakan uji t lebih baik di kelas eksperimen daripada di kelas kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep antara siswa yang belajar menggunakan pendekatan realistic mathematics education (RME) dengan siswa yang belajar menggunakan metode konvensional.
Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan Konstektual Yuniati, Suci
Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 1 (2014): Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.423 KB) | DOI: 10.24256/jpmipa.v2i1.101

Abstract

Pembentukan karakter siswa sesungguhnya sudah tertuang dalam fungsi dan tujuan pendidikan nasional, namun fungsi dan tujuan pendidikan nasional seolah-seolah gagal dilaksanakan. Salah satu gagalnya penerapan tujuan dan fungsi pendidikan nasional dapat dilihat dari kondisi pendidikan di sekolah saat ini yang cenderung mengembangkan aspek kognitif siswa, dimana aspek selain kognitif seperti afektif kurang mendapat perhatian. Hal ini menyebabkan rendahnya karakter positif siswa yang menyebabkan adanya tawuran antar siswa, penggunaan narkoba, pergaulan bebas, penuturan bahasa yang buruk, tidak santun, suka melangkar aturan, egois, pornografi yang terjadi dikalangan siswa, dan lain sebagainya. Melihat fenomena tersebut di atas maka perlu adanya penerapan pendidikan karakter, pendidikan karakter di sekolah dapat dikembangkan melalui pengalaman belajar dan proses pembelajaran yang bermuara pada pembentukan karakter dalam diri siswa. Pendidikan karakter dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, dilaksanakan menggunakan pendekatan terintegrasi dalam semua mata pelajaran. Pendidikan karakter diberikan secara terpadu melalui pengenalan nilai-nilai, fasilitas kesadaran akan pentingnya nilai-nilai, dan penginternalisasian nilai-nilai kedalam tingkah laku siswa sehari-hari, baik di dalam maupun di luar kelas. Pada dasarnya kegiatan pembelajaran matematika, selain menjadikan siswa menguasai kompetensi (materi) yang ditargetkan, juga dirancang untuk menjadikan siswa mengenal, menyadari/peduli, dan menginternalisasi nilai-nilai dan menjadikan perilaku. Nilai-nilai karakter yang dapat dikembangkan adalah berfikir kritis dan logis, rasa ingin tahu, toleransi, bertanggung jawab, mandiri, kreatif, jujur, menghargai karya dan prestasi orang lain, dan disiplin. Kegiatan pembelajaran matematika dalam kerangka pengembangan karakter siswa dapat menggunakan berbagai pendekatan. Diantaranya pendekatan kontekstual sebagai konsep belajar dan mengajar yang membantu guru dan siswa mengaitkan antara materi yang diajarkan, dengan situasi dunia nyata. Sehingga, siswa mampu untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan siswa. Dengan begitu, siswa memiliki hasil yang komprehensif tidak hanya pada tataran kognitif tetapi pada tataran afektif serta psikomotor.