Ari yuniastuti
Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang Jalan Raya Sekaran Gunungpati Semarang 50229

Published : 40 Documents
Articles

Found 40 Documents
Search

MATHEMATICAL MODEL OF GAULTHERASE INACTIVATION KINETICS FOR THE GAULTHERIN PRODUCTION FROM WINTERGREEN (Gaulteria fragantissima)

METANA Volume 5 Nomor 2 Desember 2007
Publisher : METANA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6261.26 KB)

Abstract

Abstract Wintergreen (Gaultheria fragantissima) is the source of the essential oil of wintergreen which is comprised predominantly of methyl salicylic. During this time wintergreen is not yet economically developed because of the lack of the cultivation technology. One of effort that is needed to be studied beside the cultivation tecnology and  the wintergren oil quality development is the product diversification. wintergreen comprised by far the highest concentration of both free salicylic and total salicylic acid which is expected of a plant known for the formation of the wintergreen oil, an essential oil consisting primarily of methyl salicylic. The concentration of total salicylate found in wintergreen is over 20 fold greater than the total salicylic concentration (salicylic and any derivates combined) found in Filipendula, and 100 fold greater than that found in Lemon Thyme. The active form of salicylic acid in wintergreen is Gaultherin. Gaultherin has many properties related to human health. Gaultherin consists of methyl salicylic conjugated to the disaccharide, primeverose. When plant tissues are disrupted the endogenous gaultherin is rapidly lost, presumably by enzymatic hydrolysis with the release of methyl salicylic. The problem is until this time there is not yet available an effective method for the gaultherin extraction. The difficulties faced on the gaultherin production are the fact that along the gaultherin extraction. and along with the disruption of the wintergreen tissue, the gaultherin is hydrolyzed into its individual components which are methyl salicylic and disaccharide. The alternative process for the gaultherin production from wintergreen is the gaultherin production process by enzyme inactivation and  extraction process in an inactivation extractor using a n organic solvent (alcoholic solvent extraction). This paper is intended to study the enzyme inactivation rate which is play an important role in the dimension determination of the process equipments. Enzyme inactivation can be describes as first orde reaction. The enzyme inactivation constant  kp is the temperature, pressure, and water concentration function. The dependency, model of  the temperature based on Arhenius type while the pressure dependency  is based on Eyring equation.   Keywords : gaultherin, inactivation. kinetics

PERAN PANGAN FUNGSIONAL DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN

PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.095 KB)

Abstract

Pangan fungsional adalah pangan yang karena kandungan komponen aktifnya dapatmemberikan manfaat bagi kesehatan, di luar manfaat yang diberikan oleh zat-zat gizi yangterkandung di dalamnya. Tumbuh-tumbuhan merupakan salah satu bahan alami tertua yangdiketahui sebagai sumber pangan fungsional. Selain tumbuh-tumbuhan, beberapa bakteri jugamerupakan sumber pangan fungsional. Kajian tentang pangan fungsional dalam perspektifkesehatan telah banyak dilaporkan. Hasil penelitian tentang acemannan dan glucomanan lidahbuaya dan bakteri lactobacillus sebagai pangan fungsional akan dikaji dalam tulisan ini.Senyawa bioaktif acemannan dan glucomanan pada tanaman lidah buaya (Aloe vera) berperanpada keseimbangan sistem imun tubuh dan kadar lemak darah. Sedangkan bakteri lactobacillusberperan dalam menjaga keseimbangan mikroflora usus, membantu menurunkan kadar lipiddarah. Semoga kajian tentang peran senyawa bioaktif acemannan dan glucomannan serta bakterilactobacillus dapat menambah khasanah peran pangan fungsional dalam meningkatkan derajatkesehatan.

Effectiveness of Tera Gymnastics and Healthy Heart Gymnastics on Blood Pressure Among Elderly With Hipertension in Sinomwidodo Village, Tambakromo Subdistrict, Pati District

Public Health Perspective Journal Vol 3, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Public Health Perspective Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The elderly are at high risk for degenerative diseases. Hypertension occupies the largest proportion of all degenerative diseases reported. Gymnastics Tera and Healthy Gymnastics are one of the nonpharmacology efforts to suppress Hypertension. The purpose of this study was to determine the effectiveness of Gymnastics Tera and Healthy Gymnastics Against Blood Pressure on Hypertensive Elderly. This research uses a quasi experiment method with Nonequivalent control group design. The population in this study is all elderly who suffer from Hypertension in Sinomwidodo Village Tambakromo Subdistrict, Pati Regency which according to criteria amounting to 35 elderly. Sampling with Purposive Sampling technique and sample size is determined by Slovin formula. The sample is 32 respondents with the provision of 11 people tera gymnastics group, 11 people healthy heart gymnastic group and 1o people control group. The results showed that after the intervention there was a significant effect between the group of Gymnastics Tera and Healthy Gymnastics compared with the control group with the measurement of mercury p-value (<0.05). There was no significant difference from the comparison of the post-test value of gymnastic exercise of Tera and Healthy Heart gymnastic to systolic and diatolic blood pressure in elderly hypertension p-value (> 0.05). Conclusion Gymnastics Tera and Healthy Gymnastic Gym are effective in lowering blood pressure in hypertensive elderly. The effectiveness of gymnastics Tera and Healthy Heart gymnastics are the same.

PENGARUH PEMBERIAN MADU KELENGKENG TERHADAP AKTIVITAS ENZIM SUPEROXIDE DISMUTASE DAN KATALASE PADA TIKUS YANG DIINDUKSI Pb Asetat

Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  aktivitas enzim antioksidan superoksida dismutase (SOD) dan katalase dalam plasma tikus wistar yang diiunduksi Pb asetat dan suplementasi madu kelengkeng. Penelitian eksperimental laboratorik, dengan rancangan The Post Test-Only Group Designdilakukan pada bulan Maret 2015 menggunakan hewan coba tikus putih wistar umur 2-3 bulan dengan berat badan 150-250. Sebanyak 20 ekor tikus diadaptasi dan diberi pakan standar selama 2 minggu. Selanjutnya dibagi secara acak menjadi 4 kelompok, yaitu : kelompok kontrol hanya diberi pakan standar,  K(-): kelompok tikus yang diberi perlakuan Pb asetat 10 mg/kgBB, P1 : kelompok tikus yang disuplementasi madu kelengkeng 0,9 ml/200 grBB dan Pb asetat 10 mg/kgBB, P2: kelompok tikus yangdisuplementasi madu kelengkeng 1,8 ml/200 grBB dan Pb asetat 10 mg/kgBB dilakukan selama 14 hari. Setelah akhir perlakuan tikus diambil darahnya melalui plexus retroorbitalis untuk diukur kadar SOD dan CAT.  Hasil pemeriksaan dianalisis dengan uji Chi Square dengan batas signifikansi = 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tikus kelompok kontrol kadar SOD 141,50μ/ml dan CAT 0,8μ/ml; K(-) kadar SOD 77,71μ/ml dan CAT 0,12μ/ml; P1 kadar SOD 289,82 μ/ml dan CAT 1,21. Sedangkan pada tikus P2,kadar SOD 391,59 dan kadar CAT 3,62. Secara statistik terdapat perbedaan signifikan antar kelompok. Kata kunci: antioksidan, katalase, madu kelengkeng, superoksid dismutase

ANALISIS SEKUEN GEN GLUTATION PEROKSIDASE (GPX1) SEBAGAI DETEKSI STRES OKSIDATIF AKIBAT INFEKSI MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS

Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Glutation merupakan antioksidan yang berperan dalam fungsi imun, dan diekspresikan secara genetik oleh urutan gen yang membentuk protein enzim Glutation Peroxidase (GPx1). Bila ekspresi gen berubah maka terjadi perubahan fungsi glutation dan kerentanan terhadap stress oksidatif. Metode yang digunakan adalah Kasus-kontrol. Sampel yang digunakan adalah sampel darah. Kelompok kasus adalah sampel darah pasien tuberkulosis paru sedangkan kelompok kontrol adalah sampel darah orang sehat. Pemeriksaan gen Glutation peroxidase (GPx1) menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk melihat pita DNA pada pasien tuberkulosis par serta elektroforesis produk PCR-RFLP gen GPx1 kelompok sampel tuberkulosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara polimorfisme gen GPx1 (p=0,365) pasein tuberkulois dengan individu sehat, sehingga tidak dapat digunakan sebagai alat deteksi kerentanan terhadap stress oksidatif pada pasien tuberkulosis. Perlu penelitian lanjutan yang menggunakan sampel lebih besar dan populasi etnik yang berbeda.

IDENTIFIKASI APOPTOSIS DENGAN METODE TUNEL PASCA PEMBERIAN EKSTRAK SAMBILOTO DAN PENGARUHNYA TERHADAP VOLUME TUMOR

Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh ekstrak sambiloto terhadap apoptosis dan volume tumor bila diberikan secara oral dan diidentifikasi dengan metode TUNEL. Penelitian dilakukan dengan desain Randomized post test control group. Sebanyak 24 ekor mencit C3H yang telah tumbuh kanker mamma dibagi secara acak menjadi 4 kelompok masing-masing 6 ekor. Diberikan ekstrak sambiloto dengan dosis 5, 10 dan 15 mg per ekor per hari, dan kelompok kontrol. Pemberian ekstrak sambiloto dilakukan secara oral selama 14 hari. Pengukuran volume tumor dilakukan pada hari ke 1, 4, 8, 12 dan 15. Pada hari ke 15 mencit dimatikan dengan menggunakan eter. Jaringan kanker dibuat blok parafin untuk pemeriksaan apoptosis dengan metode TUNEL. Hasil Penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan sel apoptosis (p=0,000), dengan dosis terbaik 15 mg/hari. Ada beda yang bermakna pada rerata kelipatan penambahan volume tumor (p=0,049). Hasil uji post hoc menunjukkan bahwa perbedaan terletak antara kelompok kontrol dengan kelompok dosis 10 mg/hr. Dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak sambiloto secara oral meningkatkan sel yang mengalami apoptosis dengan pemeriksaan TUNEL namun belum dapat menurunkan volume tumor.

IDENTIFIKASI APOPTOSIS DENGAN METODE TUNEL PASCA PEMBERIAN EKSTRAK SAMBILOTO DAN PENGARUHNYA TERHADAP VOLUME TUMOR

Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apoptosis adalah kematian sel terprogram (programed cell death) yang bertujuan untuk mempertahankan kestabilan populai sel. Kegagalan pengaturan apoptosis dapat menyebabkan sel membelah tanpa terkendali, yang disebut sebagai kanker. Peningkatan apoptosis merupakan suatu upaya yang dikembangkan sebagai terapi kanker. Pemeriksaan apoptosis dengan metode TUNEL(Terminal deoxyribonucleotidyl transferase dUTP nick end labeling) dapat memberikan gambaran proses apoptosis pada tingkat sel tunggal sehingga lebih spesifik dan memiliki akurasi tinggi. Sambiloto merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang digunakan sebagai anti kanker. Beberapa penelitian yang dilakukan secara in vitro menunjukkan pengaruh andrografolid yang diisolasi dari sambiloto terhadap apoptosis sel kanker pada kultur. Hasil tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut, terutama pengaruhnya bila diberikan secara oral. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh ekstrak sambiloto terhadap apoptosis dan volume tumor bila diberikan secara oral dan diidentifikasi dengan metode TUNEL. Penelitian dilakukan dengan desain Randomized post test control group. Sebanyak 24 ekor mencit C3H yang telah tumbuh kanker mamma dibagi secara acak menjadi 4 kelompok masing-masing 6 ekor. Diberikan ekstrak sambiloto dengan dosis 5, 10 dan 15 mg per ekor per hari, dan kelompok kontrol. Pemberian ekstrak sambiloto dilakukan secara oral selama 14 hari. Pengukuran volume tumor dilakukan pada hari ke 1, 4, 8, 12 dan 15. Pada hari ke 15 mencit dimatikan dengan menggunakan eter. Jaringan kanker dibuat blok parafin untuk pemeriksaan apoptosis dengan metode TUNEL. Hasil Penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan sel apoptosis (p=0,000), dengan dosis terbaik 15 mg/hari. Ada beda yang bermakna pada rerata kelipatan penambahan volume tumor (p=0,049). Hasil uji post hoc menunjukkan bahwa perbedaan terletak antara kelompok kontrol dengan kelompok dosis 10 mg/hr. Dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak sambiloto secara oral meningkatkan sel yang mengalami apoptosis dengan pemeriksaan TUNEL namun belum dapat menurunkan volume tumor.

PERAN RECIPROCAL TEACHING KOMIK TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA

Journal of Biology Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH MODEL GUIDED INQUIRY BERBANTUAN FISHBONE DIAGRAM TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA

Journal of Biology Education Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model guided inquiry berbantuan fishbone diagram terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada materi sistem pencernaan. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Experimental Design dengan menggunakan pola non randomized control group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ambarawa, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B (kelas eksperimen) dan kelas VIII C (kelas kontrol). Data keterlaksanaan model guided inquiry berbantuan fishbone diagram diperoleh melalui angket tanggapan yang diisi oleh siswa. Data hasil belajar dalam ranah kognitif siswa dikumpulkan dari tes materi sistem pencernaan, ranah psikomotorik dan ranah afektif diperoleh melalui lembar observasi. Data motivasi belajar siswa diperoleh melalui angket skala psikologi siswa. Hasil uji hipotesis pengaruh model guided inquiry berbantuan fishbone diagram terhadap motivasi belajar siswa diperoleh nilai χ2= 32,00 dengan p < 0,05 (p = 0,010) dan pengaruh model guided inquiry berbantuan fishbone diagram terhadap hasil belajar siswa diperoleh χ2= 20,67 dengan p < 0,05 (p = 0,014). Hal ini menunjukkan bahwa model guided inquiry berbantuan fishbone diagram berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar.   This research aimed to examine the effect of guided inquiry models with fishbone diagram on students’s motivation and learning achievement on the subject of digestive system. This research was Quasi Experimental Design. The design of this research was non randomized control group pretest posttest. The population in this research was all students, VIII grade class at SMP Negeri 1 Ambarawa, VIII B grade class was treated as experimental class and VIII C as control class. Questionare was used to collect data of  the implementation level guided inquiry models with fishbone diagram. Test was used to collect data of students learning achivement on cognitive, psychomotoric domains while affective domains were  collected by observation. Psychology scale was used to collect data of students motivation. The hypothesis result of the influence of guided inquiry models with fishbone diagram toward upon students learning motivation was χ2= 32,00 with p < 0,05 (p = 0,010) and the influence guided inquiry models with fishbone diagram toward students learning achievement was χ2= 20,67 with p < 0,05 (p = 0,014). The model guided inquiry with fishbone diagram toward had significant effect upon students’ learning motivation and achievement.

The Development of Guided Inquiry-Based Students’ Worksheet in Cell Material for Senior High School Students

Journal of Biology Education Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : FMIPA UNNES

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was aimed to develop guided inquiry-based students’ worksheet in cell materials forstudents in senior high school. It has the characteristics of valid, readable, and executable. This researchwas a Research and Development (R&D) type. The validity of worksheet was valued by validator andanalyzed using percentage description. The readability of worksheets can be obtained by small scaled tryout to 20 students taken by using purposive random sampling. The executability of worksheets wasobtained by bigger scale try out to 32 students. The result of the research showed that the guided inquirybasedstudents’ worksheets had characteristics of: 1) cell titled worksheets with its observation; 2) theactivities based on syntax model of guided inquiry learning; 3) the material is related to real example; 4)the illustration picture in worksheets was real and 5) the display of worksheet in full color. The averagepercentage of validity to the worksheet was 83.06%. The percentage score of the worksheet was 85.31%with executability of 93.18%. Based on the results, it can be concluded that this worksheet has severalcharacteristics and valid category to be used. It also had good readability and executability to thestudents.