Articles

Usulan Strategi Peningkatan Performansi Kerja Perawat Berdasarkan Faktor Pemicu Stres dengan Menggunakan Dimensi Greenberg SUPRIATNA, SONI; Yuniar, Yuniar; Desrianty, Alex
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.941 KB)

Abstract

Perawat merupakan tenaga penting dalam pelayanan kesehatan. Semakin besar tekanan yang dialami maka semakin besar stres yang dirasakan. Stres kerja yaitu kondisi yang berpengaruh terhadap emosi, pikiran, kondisi fisik seseorang. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat stres kerja perawat di ruangan ICU, IGD Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 30 responden.Hasil penelitian menunjukkan faktor dominan pemicu stres perawat yaitu faktor tanggungjawab orang lain, kesulitan dapat pekerjaan lain,masalah dalam keluarga, kesulitan secara finansial. Berdasarkan hasil yang didapat disarankan rumah sakit melakukan penilaian terhadap beban kerja, memantau perkembangan kemampuan perawat dalam melakukan tugas agar menurunkan tingkat stres. Kata kunci: Stres Kerja, Perawat, Faktor Dominan   ABSTRACT Nurses are an important force in health care. The greater pressure will increase the stress which is experienced. Work stress is a condition that affects the emotional,the mind and physical condition. This research determine the stress levels of nurses in ICU, IGD Muhammadiyah Hospital Bandung. The data was collected through questionnaires which is filled directly by 30 respondents. The results showed dominant factor stress nursesis factor on others and difficulty to get another job, nurses are problems in the family, financial difficulties. Based on the results, the hospital is suggested to assess of the workload, to monitor the development of nurse’s ability in performing their tasks toreduce stress Keywords: Work Stress , Nurses, Dominant Factor
Analisis Kelayakan Pembangunan Usaha Pupuk Organik di Provinsi Lampung ZULKARNAINI, AFRIZAL; Yuniar, Yuniar; Saleh, Alex
REKA INTEGRA Vol 1, No 3 (2014): Edisi Ketiga
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.523 KB)

Abstract

Dalam mendirikan suatu usaha tidak terlepas dari  resiko usaha dan investasi modal, sehingga predikat layak dibutuhkan dalam pembangunan usaha tersebut. Pembahasan yang dilakukan pada penelitian ini adalah tentang kelayakan dari suatu nilai usaha pupuk organik yang akan didirikan di Provinsi Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk membantu pihak investor yaitu CV. ST untuk menganalisis kelayakan usaha yaitu dalam mengatasi adanya peluang pasar. Analisis kelayakan bisnis dilakukan dengan menggunakan lima aspek, Aspek Pasar dinyatakan layak karena adanya peluang pasar dan adanya strategi pemasaran yang dapat direalisasikan. Aspek teknis dinyatakan layak karena spesifikasi produk sesuai dengan permintaan konsumen, dan lokasi usaha memiliki sumber daya yang memadai. Aspek legal dan lingkungan dinyatakan layak karena adanya badan usaha berbentuk CV. dan adanya penanganan limbah hasil produksi terlebih dahulu. Aspek Manajemen Sumber Daya Manusia dinyatakan layak karena adanya struktur organisasi dan uraian pekerjaan yang jelas. Aspek finansial dinyatakan layak karena Payback period 2 tahun 11 bulan, Net Present Value Rp 9.147.182.809, dan Internal Rate of Return 44.03%. Kata Kunci: Aspek Pasar, Aspek Teknis, Aspek Legal dan Lingkungan, Aspek Manajemen Sumber Daya Manusia, dan Aspek Finansial ABSTRACT In setting up a business can not be separated from the business risk and capital investment, so that the predicate feasible the effort required in development. Discussion conducted in this study is about the feasibility of an organic fertilizer business value that will be established in the province of Lampung. This study aims to help the investors namely CV. ST in analyzing the feasibility of which is to address the market opportunities. Business feasibility analysis performed by using five aspects, market aspects are feasible because of the market opportunities and the marketing strategies that can be realized. The technical aspects are feasible because product specifications according to customer demand, and location of the business has adequate resources. Legal and environmental aspects as feasible because of the business entity CV. and the handling of waste products in advance. Human resource management aspects are feasible because of the organizational structure and job descriptions are clear. Financial aspects as feasible because Payback period of 2 years 11 months, a positive Net Present Value Rp. 9.147.182.809, and the Internal Rate of Return 44,03%. Keywords: Market Aspects, Technical Aspects, Legal and Environmental Aspects, Human resource management Aspects, Financial aspects.
Analisis Kelayakan Pendirian Pabrik Pencacah Plastik Acrylonitrile Butadiene stryrene (ABS) KRISTIYONO, FITRA; Bakar, Abu; Yuniar, Yuniar
REKA INTEGRA Vol 1, No 3 (2014): Edisi Ketiga
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12.154 KB)

Abstract

Mengatasi masalah permintaan cacahan plastik adalah dengan cara mengolah sampah plastik menjadi cacah plastik. Untuk itu pendirian pabrik cacah plastik jenis ABS di Cakung merupakan peluang ber-investasi bagi pemilik modal. Analisis kelayakan dilakukan berdasarkan : aspek pasar, aspek teknis, aspek legal dan lingkungan, aspek manejemen sumber daya manusia, dan aspek finasial.Hasil pengkajian kelima aspek tersebut adalah, Aspek pasar dinyatakan layak ditandai adanya peluang pasar, Aspek teknis dinyatakan layak ditandai spesifikasi produk sesuai permintaan pelanggan dapat diproduksi, Aspek legal dan lingkungan dinyatakan layak ditandai dipenuhinya aspek legal investasi, perijinan dan adanya penanganan limbah hasil produksi, Aspek manajemen sumber daya manusia dinyatakan layak ditandai adanya struktur organisasi dan tersedianya karyawan yang memenuhi spesifikasi pekerjaan, Aspek finansial dinyatakan layak ditandai oleh nilai Net Present Value (NPV) positif Rp 341.872.443 dan Internal Rate of Return (IRR) 23,01 %. Analisis kelayakan terhadap lima aspek menggambarkan bahwa pendirian pabrik cacah plastik jenis ABS di Cakung layak. Kata Kunci: aspek pasar, aspek teknis, aspek legal dan lingkungan, aspek manajemen sumber daya manusia, dan aspek finansial. ABSTRACT Troubleshooting plastic is shredded demand by processing plastic waste into plastic census. For the establishment of plant species ABS plastic census in Cakung an opportunity to invest for the owners of capital. Feasibility analysis is done based on: market aspects, technical aspects,legal aspects and environments, manejemen aspects of human resources, and aspects of assessment finasial.Hasil are five aspects, market aspects characterized as feasible market opportunities, technical aspects of the product specifications marked as feasible in accordance customer demand can be produced, legal and environmental aspects as feasible marked the fulfillment of the legal aspects of investing, licensing and the handling of waste production, human resource management aspects as feasible characterized the organizational structure and the availability of employees who meet the job specifications, the financial aspect as feasible characterized by Net Present Value (NPV) of USD 341 872 443 andInternal Rate of Return (IRR) 23.01%. The feasibility analysis of the five aspects of plant establishment census shows that ABS plastic types in Cakung feasible. Keywords: market aspects, technical aspects, legal aspects and environmental aspects of human resource management, and financial aspects.
Strategi Peningkatan Produktivitas di Lantai Produksi Menggunakan Metode Objective Matrix AVIANDA, DEA; Yuniati, Yoanita; Yuniar, Yuniar
REKA INTEGRA Vol 1, No 04 (2014): Edisi Keempat
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.787 KB)

Abstract

PT. Agronesia BMC merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan susu, yang menginginkan terjadi peningkatan produktivitas. Tidak adanya pengukuran sistematis untuk meningkatkan produktivitas di lantai produksi membuat target produksi perusahaan tahun 2012 tidak tercapai untuk kategori produk milk cup. Pengukuran produktivitas dilakukan dengan menggunakan metode objective matrix (OMAX). Kriteria produktivitas diukur dari tingkat efisiensi dan efektivitas penggunaan tenaga kerja, mesin, dan energi dengan membandingkan 6 rasio produktivitas. Berdasarkan hasil perhitungan OMAX, nilai rasio terendah adalah rasio 5 yaitu total produk yang dihasilkan terhadap pemakaian energi listrik. Analisis pada rasio 5 dilakukan dengan menggunakan metode fault tree analysis (FTA) untuk mendapatkan rekomendasi strategi peningkatan produktivitas.   Kata kunci: Produktivitas, OMAX, indikator performansi, FTA ABSTRACT PT. Agronesia BMC is a company engaged in the field of milk processing, and they want to increase the productivity. The absence of systematic measurement, to improve productivity on the production floor, to make the target companys production in 2012 was not achieved, for the category cup milk products. Productivity measurement could be done by using The Objective Method Matrix (OMAX). Productivity criteria measured from the level of efficiency and effectiveness of the use of labor, machines, and energy by comparing 6 ratio productivity. Based on OMAC calculations, the lowest ratio is the 5th ratio, which is the total products produced with the use of electrical energy. Analysis of the 5th ratio were calculated by using The Fault Tree Analysis (FTA) to get a recommendation strategy of productivity improvement. Keywords: Productivity, OMAX, indicators of performance, FTA
Pengukuran Tingkat Kewaspadaan Pengemudi Mobil Usia Muda Di Kota Bandung Menggunakan Quantitative Analysis of Situational Awareness (QUASA) PRAWITO, AJI SETYO; Yuniar, Yuniar; Desrianty, Arie
REKA INTEGRA Vol 1, No 04 (2014): Edisi Keempat
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.827 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil pengumpulan data yang diperoleh dari 100 responden, dilakukan perhitungan Situational Awareness yang menghasilkan tingkat kewaspadaan 55.2% dan berada di wilayah overconfident. Hal tersebut berarti pengemudi mobil usia muda sudah merasa baik dalam berkendara namun pada kenyataannya tidak. Hasil kalibrasi kemudian dianalisis menggunakan Signal Detection Theory. Pada Receiver Operating Characteristic-Curve dapat disimpulkan bahwa pengemudi mobil usia muda dapat membedakan antara hal yang tepat dan tidak tepat serta tidak jarang menimbulkan kesalahan. Hal tersebut didukung dengan hasil sensitivitas dan bias yang dimiliki pengemudi mobil usia muda cukup baik. Kata kunci: Tingkat Kewaspadaan, QUASA, Pengemudi Mobil Usia Muda   ABSTRACT Based on the results of data collection are obtained from 100 respondents, conducted a Situational Awareness that generate a level vigilance of 55,2 % and overconfident being in the region. It means young car drivers already feel good in driving but in fact has not been appropriate. The calibration resultsare then analyzed using Signal Detection Theory. On Receiver Operating Characteristic Curve can be concluded that young car drivers can differentiate between things that are right and not right and not infrequently raises an error. It is supported with the results of the sensitivity and bias that owned car drivers young age quite well. Keywords: Level of Vigilance, QUASA, Young Driver
Rancangan Meja Dapur Multifungsi Menggunakan Quality Function Deployment (QFD) Anggraeni, Mutiara; Desrianty, Arie; Yuniar, Yuniar
REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.17 KB)

Abstract

Rancangan produk yang berkualitas adalah rancangan yang dibuat berdasarkan fungsi dasar produk yang disesuaikan dengan kualitas, kapasitas dan penampilan yang memuaskan konsumen, serta nilai tambahan yang dapat menunjang dan menarik keinginan konsumen seperti gaya dan variansi warna pada produk. Keterbatasan lahan membangun rumah menyebabkan ruang untuk dapur terbatas. Untuk itu dibutuhkan meja dapur multifungsi untuk menampung peralatan dapur. Pengguna dapur menginginkan produk yang fleksibel dalam penggunaan dan penyimpanannya dengan melihat kenyamanan pengguna dapur. Meja dapur dirancang dengan beberapa fungsi dengan metode Quality Function Deployment (QFD) yang merupakan sebuah metode perancangan yang langsung melibatkan konsumen. Meja dapur berguna untuk menaruh peralatan dan melakukan berbagai kegiatan. Meja dapur yang dihasilkan berguna untuk menaruh peralatan dan melakukan berbagai kegiatan kemudian memiliki kelebihan dapat dibawa jika berpergian dan pada saat pindah rumah dan memiliki beberapa posisi dengan berbagai fungsi dan kegiatan. Kata Kunci : Perancangan Meja Dapur Multifungsi, Quality Function Deployment ABSTRACT The design of a quality product is a design that is based on the basic functions of products tailored to the quality, capacity and performance to satisfy the consumer, as well as the additional value that can support and attract consumer desires such as style and color variance in the product. A limitation of land to build a house has limited space for the kitchen. That requires a multifunctional kitchen table to accommodate kitchen appliances. Kitchen users want products that are flexible in use and storage by looking at the users convenience kitchen. The kitchen table is designed with multiple functions by using Quality Function Deployment (QFD), which is a design method that directly engages consumers. The kitchen table is useful to put equipment and perform various activities. The kitchen table is generated useful to put equipment and perform a variety of activities and then have the advantage to be taken if it is traveling and when moving house and have some positions with a variety of functions and activities. Keyword : Design multifunctional kitchen table, Quality Function Deployment
Usulan Urutan Penanganan Limbah Produksi Garmen Berdasarkan Prioritas Menggunakan Failure Mode and Effect Analysis di PT. Putra Indonosa Respati, Pandu Hari; Yuniar, Yuniar; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 1, No 3 (2014): Edisi Ketiga
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.22 KB)

Abstract

Industri garmen berkembang dengan pesat. Peningkatan permintaan secara langsung akan mendorong peningkatan limbah produksinya. PT. Putra Indonosa (PT.  PI) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri garmen. Beberapa limbah yang dihasilkan dari industri garmen dapat dimanfaatkan kembali, sehingga dapat memberikan manfaat tambahan. Saat ini PT. PI belum melakukan penanganan limbah. Keterbatasan sumber daya dalam pengolahan limbah membuat perusahaan tidak dapat mengolah semua limbah, sehingga dalam penelitian ini akan dilakukan penentuan prioritas dalam menangani limbah PT PI. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menentukan prioritas adalah dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metode FMEA digunakan untuk mengetahui prioritas utama dari suatu masalah yang terjadi di perusahaan serta diharapkan dapat mempercepat proses penyelesaian masalah sesuai dengan urutan prioritasnya. Urutan limbah yang harus diolah terlebih dahulu adalah limbah kain kecil dan kain besar. Usulan penanganan untuk limbah kain kecil adalah diolah menjadi keset dan untuk limbah kain besar diolah menjadi celana pendek. . Kata kunci: pengolahan limbah, prioritas, failure mode and effect analysis  ABSTRACT Garment industry is growing rapidly. Increased demand will directly increased waste production. PT. Putra Indonosa (PT. PI) is one of company that is engaged in the garment industry. Some of the waste from the garment industry can be reused, so it can provide additional benefits. Currently PT. PI did not do any waste handling. Resource limitations in waste management make the company can not process all the waste, so in this study will be to determine the waste priority in PT PI. One method that can be used to determine the priority is Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). FMEA method is used to determine the priority of a problem that occurred in the company and is expected to speed up the process of resolving issues in the order of priority. The order of the waste to be processed first is a small fabric and large fabric. Proposed waste management for small fabric is processed into a doormat and for large fabric made ​​into shorts. Keyword: waste management, priority, failure mode and effect analysis
Tingkat Beban Kerja Mental Masinis berdasarkan NASA-TLX (Task Load Index) di PT. KAI Daop. II Bandung Astuty, Miranty Siti; Wahyuning, Caecilia Sri; Yuniar, Yuniar
REKA INTEGRA Vol 1, No 1 (2013): Edisi Pertama
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.245 KB)

Abstract

Salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan kereta api adalah manusia (human error), seperti: beban kerja mental yang dirasakan oleh masinis. Dampak beban kerja mental berlebih menyebabkan kelelahan, yang dapat menimbulkan kelalaian dalam menjalankan tugasnya hingga dapat menyebabkan kecelakaan kereta api. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa beban kerja mental yang dirasakan masinis Daop II Bandung yang menjalani dinasan kereta jarak dekat (Bandung-Padalarang, Bandung-Cicalengka) dan kereta jauh (Bandung-Banjar, Bandung-Jakarta). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran beban kerja mental menggunakan NASA-TLX (Task Load Index). Nilai Score rata-rata NASA-TLX yang diperoleh untuk dinasan jarak dekat yaitu 71,7%, dan pada dinasan jarak jauh 82,7% , serta adanya perbedaan faktor yang mempengaruhi beban kerja mental masinis pada dinasan kereta jarak dekat dan jarak jauh, meliputi: mental demand dan effort. Faktor dominan yang mempengaruhi beban kerja masinis pada saat menjalani dinasan jarak jauh adalah mental demand dan physical demand. Kata kunci : Beban kerja mental, NASA-TLX, mental demand, effort, physical demand
Strategi Minimisasi Potensi Bahaya Berdasarkan Metode Hazard and Operability (HAZOP) di PT. Agronesia Yuniar, Yuniar; Wahyuning, Caecilia Sri; Zen, Helda R
REKA INTEGRA Vol 1, No 1 (2013): Edisi Pertama
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.752 KB)

Abstract

PT AGRONESIA divisi industri teknik karet (Inkaba), dalam kegiatan produksinya menggunakan mesin yang kompleks yang dapat menimbulkan potensi bahaya bagi operator. Kemungkinan terjadinya potensi bahaya di Inkaba cukup besar,  oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan strategi untuk meminimasi terjadinya potensi bahaya di Inkaba. Penelitian dilakukan pada stasiun kerja kritis yaitu stasiun kerja dengan jumlah biaya kecelakaan terbesar yaitu stasiun kerja callender. Identifikasi potensi bahaya dengan menggunakan metode Hazard and Operability (HAZOP) dilakukan berdasarkan proses yang terjadi di Inkaba. Titik kajian ditentukan berdasarkan hal-hal yang menunjang proses di mesin callender. Titik kajian adalah kran saluran uap, roll mesin, werstan, kran saluran air, kran oli pelumas, dan motor penggerak mesin.  Setelah proses identifikasi, dilakukan penilaian risiko pada masing-masing titik kajian dengan menggunakan teknik Risk Index. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui terdapat risiko rendah, tinggi, dan ekstrim. Pada risiko yang masuk kategori tinggi dan ektrim dilakukan analisis dengan menggunakan fault tree analysis (FTA), sehingga dapat didiketahui basic event dan dilanjutkan dengan penentuan rekomendasi. Rekomendasi berdasarkan potensi bahaya yang mungkin terjadi dan dikelompokkan kedalam 3 kelompok rekomendasi, yaitu rekomendasi mengenai instruksi kerja, rekomendasi mengenai maintenance, dan rekomendasi mengenai design system.   Kata kunci: potensi bahaya, Hazard and Operability, stasiun kerja kritis, titik kajian, Risk Index, fault tree analysis, basic event, instruksi kerja.
Rancangan Perbaikan Sistem Kerja dengan Metode Quick Exposure Check (QEC) di Bengkel Sepatu X di Cibaduyut Ilman, Ahmad; Yuniar, Yuniar; Helianty, Yanty
REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.986 KB)

Abstract

Bengkel sepatu X di Cibaduyut kurang memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan kerja bagi para operatornya. Pada setiap stasiun kerja, operator bekerja secara manual dan membuat operator sering mengalami pegal-pegal pada bagian punggung dan leher. Untuk itu perlu dilakukan perbaikan stasiun kerja di bengkel tersebut. Quick Exposure Check (QEC) merupakan salah satu metode yang menggunakan kuesioner yang ditujukan untuk operator dan juga pengamat. Kuesioner ini digunakan untuk menganalisis beban postur tubuh yang dirasakan oleh operator di bengkel sepatu tersebut. Dari hasil perhitungan, nilai yang didapat dari seluruh stasiun kerja yang ada di bengkel sepatu X berada pada range 50-69% sehingga perlu diberikan usulan perbaikan stasiun kerja karena berisiko terjadinya cedera. Usulan 1 merupakan kursi dan meja untuk operator bekerja dengan posisi duduk. Hasil dari usulan 1 masih menunjukkan nilai pada range 50-69% sehingga perlu dilakukan perbaikan. Usulan 2 merupakan kursi dan meja untuk operator bekerja dengan posisi duduk berdiri. Hasil dari usulan 2 menunjukkan nilai pada range 40-49% dimana hanya perlu dilakukan penelitian lanjut dan lebih aman digunakan oleh operator dibanding sebelumnya. Kata kunci: pengukuran beban postur tubuh, ergonomi, Quick Exposure Check (QEC)
Co-Authors Abu Bakar Ade Kurniawan Afdal Afdal, Afdal Afifah, Hikmatun AFRIZAL ZULKARNAINI Ahmad Ilman AJI SETYO PRAWITO Alex Desrianty Alex Saleh Ambar Harsono Anisa Novirasari Arfan Hasan Arida Murti Martikasari, Arida Murti Arie Desrianty Arief Rachmansyah Birditha Juliatara, Birditha Busmin Gurning Caecilia Sri Wahyuning Cherliyana Trie Wahyuni DEA AVIANDA Diki Guspriyadi Dwi Novirani Edison Edison Edwin Syalli Siregar Egiyardi Nosika, Egiyardi Endang Tri Wahyuni Erick Rachman Adiprawira Ezi Rezia Adha Fachmi Fachrudin Fajri Ilham Farisa Azhari Taryana, Farisa Azhari FITRA KRISTIYONO Ghea Aditya Putra, Ghea Aditya GITA PERMATA LIANSARI Hadi Luqman Hakim, Hadi Luqman Helda R Zen Hendang Setyo Rukmi Hendro Prassetiyo Ibrahim Ibrahim Indah Wigati Irvan Samsu, Irvan KHOIRIYAH, ULFA Kiki Rizki Amir Roehan Lakrisman S Mardika, Lakrisman S Lauditta Irianti Lendy Alferi Silalahi Lisye Fitria Luthfi Nugraha Mappiratu Mappiratu Mardalena Mardalena Marwa, Atikah Mila Julyani Hernama Miranty Siti Astuty Muhammad Faris, Muhammad Munalisa, Reni Mutiara Anggraeni NISYA ALDILLA HARIZA PUTRI Novi Tri Astuti Nurfathia Rahmayani, Nurfathia Nurhaeni Nurhaeni Nurul Hidayat Aprilita Palito Tasuka, Palito Pamor Nugraha Dwi Putro Pandu Hari Respati Periadnadi Periadnadi Rahmad Afandi Ratna Puspitaningsih Rispianda Rispianda RIZKY ABDISOBAR RRP. Megahati Rusdianasari Rusdianasari Saepul Rohman Sinar, T. Silvana SONI SUPRIATNA Sugih Arijanto SYAFAAT SUGIATMAJAYA Syarah Rizkia Feriaty, Syarah Rizkia Ulil Albab, Ulil Vanny Pratiwi Wahyu Iskandar Yanti Helianty Yanty Helianty Yoanita Yuniati Yohandri Bow Zulfi Nur Utama, Zulfi Nur