Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

PENGARUH PERUBAHAN DEBIT ALIRAN FLUIDA PANAS DAN FLUIDA DINGIN TERHADAP EFEKTIFITAS PADAPENULAR KALOR TIPE PLAT ALIRAN SILANG Yunianto, Bambang; K, Dwi Cahyo; Arijanto, Arijanto
ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2011
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.999 KB)

Abstract

Alat penukar kalor tipe plat merupakan jenis penukar kalor yang kompak dan mempunyai kinerjayang baik, walau ada keterbatasan dari tekanan kerja yang relatif rendah dibandingkan dengan tipecangkang dan tabung.. Ditinjau dari arah aliran dua fluida dalam saluran, penukar kalor tipe platmempunyai aliran searah , lawan arah dan aliran silang. Penukar kalor tipe plat dalam pengujian inidibuat dengan aliran silang (cross flow) dengan kontruksi dari aluminium yang berdimensi 33mm x 33mm dengan jarak antar plat 10 mm, dan jumlah plat 10 buah.Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui unjuk kerja penulkar kalor yang dinyatakan denganbilangan non dimensi, yaitu efektivitas. Fluida kerja yang digunakan adalah dua jenis fluida yang samayaitu air panas dan air dingin.. Kapasitas air dingin dan panas divariasikan dari 0,5 lt /mnt, 0,7 lt/mnt,9 lt /mnt dan 11 lt/mnt. Sedangkan temperatur air panas divariasikan dari 50 0, 60 0 dan 70 oC.Dari hasil pengujian ini diperoleh efektivitas tertinggi adalah 41 % terjadi pada temperatur airpanas 70 0C dengan debit air dingin 5 lt/mnt. dan debit air panas 11 lt/mnt. Sedangkan efektivitasterendah adalah 23 % terjadi pada debit air dingin yang sama namun pada temperatur air panas 50 C.
SIMULASI DISTRIBUSI TEMPERATUR DAN KELEMBABAN RELATIF RUANGAN DARI SISTEM DEHUMIDIFIKASI MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUIDS DYNAMICS (CFD) Yohana, Eflita; Yunianto, Bambang; Diana, Ade Eva
ROTASI Vol 19, No 1 (2017): VOLUME 19, NOMOR 1, JANUARI 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dehumidifikasi merupakan proses pengurangan kadar uap air  yang berpengaruh terhadap besar nilai kelembaban relatif dan temperatur suatu ruangan. Dalam mengkondisikan kadar uap air dalam suatu ruangan tersebut agar dapat sesuai dengan kebutuhan, maka perlu diketahui distribusi kelembaban relatif dan temperatur dalam ruangan menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD). Pada penelitian ini, pengambilan data dilakukan selama 20 menit dan dilakukan pada pukul 08.00 WIB.  Liquid desiccant yang digunakan dijaga pada temperatur 10°C dengan variasi konsentrasi 40% dan 50%. Sensor DHT 11 dipasang pada lima sisi, atap, dinding, lantai, inlet, outlet, yang berfungsi untuk mencatat perubahan kelembaban dan temperatur selama pengujian berlangsung. Pada kondisi normal tanpa menyalakan alat dehumidifier, sensor mencatat temperatur rata-rata di dalam ruangan sebesar 29,9°C dan RH 58,9%. Simulasi dilakukan menggunakan software CFD Solidworks Flow Simulation 2014. Validasi hasil eksperimen dengan hasil simulasi dengan membandingan bahwa liquid desiccant 40% dan 50%, nozzle sprayer 0.2 mm dengan temperatur yang dijaga pada 10°C mempunyai distribusi yang cukup merata dengan konsentrasi 40% memiliki nilai RH terendah sebesar 65,21%, nilai RH tertinggi sebesar 68,99%, nilai ω = 18 gr/kg, serta mempunyai temperatur tertinggi 31,11°C dan temperatur terendah 30,05°C. Sedangkan dengan konsentrasi 50% distribusi dalam ruangan juga cukup merata karena memiliki nilai RH terendah sebesar 59,21%., nilai RH tertinggi sebesar 62,80%, nilai ω = 17 gr/kg, serta mempunyai temperatur tertinggi 31,71°C dan temperatur terendah 30,93°C. Sehingga liquid desiccant dengan konsentrasi 50% mempunyai nilai Humidity Ratio (ω) lebih rendah dibandingkan dengan yang memiliki konsentrasi 40%.
PENGARUH DEBIT AIR SEMBURAN TERHADAP EFEKTIVITAS DIRRECT EVAPORATIVE COOLING POSISI HORISONTAL Yunianto, Bambang
ROTASI Vol 19, No 1 (2017): VOLUME 19, NOMOR 1, JANUARI 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendinginan evaporasi kontak langsung adalah pedinginan udara dengan cara mengkontakkan langsung antara udara dan air, sehingga terjadi proses penguapan air kedalam arus udara. Proses penguapan  air terjadi   dikarenakan  pengambilan panas dari udara, sehingga terjadilah pendinginan dan peningkatan kelembaan udara. Sistem pendingin ini banyak dioperasikan pada daerah yang bersuhu tinggi (hingga 45 0C) dan kelembaban rendah (hingga RH 35 %), seperti di Negara Timur Tengah. Di  negara tersebut pengoperasian system pendingin evaporasi ini jauh lebih hemat dari pada system pendingin kompresi uap yang berbasis refregeran CFC, yaitu mampu menghemat hingga 70 % energy yang digunakan. Karena energy yang digunakan hanya untuk menggerakkan pompa  air dan Fan. Namun penggunaan di daerah yang bersuhu tinggi tetapi  lembab seperti di Indonesia, system ini dapat dimanfaatkan terbatas hanya pada bulan kemarau saja, yaitu bulan yang mempunyai suhu tinggi dan  kelembaban rendah.  Prestasi system pendinginan ini ditandai dengan turunnya suhu udara dan peningkatan kelembaban. Prestasi  maximum terjadi jika temperature udara mencapai temperature bola basah pada RH 100 %. Ada beberapa factor yang mempengaruhi prestasi system pendingin, salah satunya adalah debit semburan air kedalam arus udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh debit semburan air  terhadap prestasi system pendingin evaporasi kontak langsung.  Penelitian dilakukan pada saluran horizontal  dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi masing-masing   90  cm, 40 cm dan 40 cm. Semburan air dilakukan dengan menggunakan dua buah spayer lubang tunggal yang dipasang pada dinding atas saluran dan berjejer dengan jarak 10 cm. Semburan air diarahkan tegak lurus terhadap arah aliran udara   yang mengalir secara horizontal. Semburan air dilakukan dengan  tiga variasi  debit yaitu 0,8 liter/menit, 1,2 liter/menit dan 1,45 liter/menit pada kecepatan udara tetap. Pengambilan  data  diambil  pada jam 09.00  hingga jam 16.00, bulan oktober, bulan yang bertemperatur tinggi (300C s.d 340C) dan RH rendah (45 % s.d 55 %). Hasil pengujian menunjukkan bahwa penurunan  temperature maksimum yang dapat dicapai adalah 70C dengan peningkatan RH 35 %. Sementara efektifitas alat tertinggi adalah 80 %  pada debit 1,2 liter /menit..  Dari tiga macam debit semburan air, ternyata prestasi alat pendingin ini tidak menunjukkan perbedaan yang mencolok, yaitu sekitar 5 %.
PENGARUH PERUBAHAN SUDUT PENYALAAN (IGNITION TIME) TERHADAP EMSISI GAS BUANG PADA MESIN SEPEDA MOTOR 4 (EMPAT) LANGKAH DENGAN BAHAN BAKAR LPG Yunianto, Bambang
ROTASI Volume 11, Nomor 4, Oktober 2009
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.164 KB)

Abstract

Pertumbuhan jumlah kendaraan di Indonesia dewasa ini mengalami peningkataan yang cukup pesat terutamapada jenis kendaraan sepeda motor. Emisi gas buang dari kendaraan diperkirakan sekitar 80% CO, 60% HC and 40%NOx di atmosfer di hasilkan oleh kendaraan bermotor. Perbaikan kualitas udara membutuhkan perhatian khususterhadap polusi yang dihasilkan oleh kendaraan jenis ini. Fokus pengujian kami adalah pada aplikasi bahan bakaralternatif, LPG. LPG mempunyai beberapa keuntungan bila dibandingkan dengan bensin, yaitu emisi yang lebih bersihdan angka oktan yang lebih tinggi.Pengujian ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan emisi gas buang antara mesin yang dijalankandengan Bensin dan LPG dengan melakukan pengaturan waktu/sudut penyalaan. Dari hasil pengujian, bahwa denganpengaturan pada sudut penyalaan 11°, 14 dan 17 sebelum TMA diketahui terjadi penurunan emisi CO sebesar 0,24% -97,68% dan emisi HC sampai sebesar 97,5% volume.
PENGARUH PERUBAHAN SAAT PENYALAAN (IGNITION TIMING) TERHADAP PRESTASI MESIN PADA SEPEDA MOTOR 4 LANGKAH DENGAN BAHAN BAKAR LPG Yunianto, Bambang
ROTASI Volume 11, Nomor 3, Juli 2009
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.514 KB)

Abstract

Bahan bakar LPG merupakan bahan bakar gas yang ramah lingkungan, sehingga dapat dijadikanbahan bakar alternatif selain bahan bakar bensin Performa Mesin bensin yang dioperasikandengan menggunakan bahan bakar gas LPG mengalami penurunan. Penurunan ini terjadidikarenakan karakteristik sifat bahan bakar bensin berbeda dengan LPG. Hal ini dapat diatasidengan mengatur saat penyalaan sehingga lebih sesuai dengan karakteristik gas LPG. Dari hasilpengujian diperoleh bahwa dengan pengaturan saat penyalaan 11° sebelum TMA, menghasilkanprestasi (Torsi dan Daya) yang dekat dengan prestasi motor bensin yaitu hanya selisih 3 %.Prestasi terbaik pada mesin bahan bakar bensin ataupun LPG berkisar pada putaran 4000 s.d 5000rpm
PENGUJIAN PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI PADA HEAT SINK JENIS EXTRUDED Yunianto, Bambang
ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" Volume 10, Nomor 1, Januari 2008
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.971 KB)

Abstract

Komponen elektronik ataupun mikroprosessor yang menghasilkan panas umumnya dipasang pada heat sinksebagai elemen pelepas panas. Efektifitas heat sink tergantung dari jenisnya. Ada beberapa jenis heat sink yang seringdigunakan, yang salah satunya adalah heat sink plat bersirip jenis extrude .Pada pengujian ini digunakan heat sink jenis extrude yang mempunyai panjang 12 cm dan lebar 8 cm. Tinggisirip 40 mm dan jarak antar sirip 9 mm. Aliran diantara sirip dinyatakan sebagai aliran dalam saluran tertutup(internal flow), yaitu dengan membuat selubung disisi atas dan samping heat sink. Sebagai fluida kerja digunakanudara dengan variasi kecepatan 2, 3, 4, 5, 6 m/dt dan sebagai sumber panas adalah elemen pemanas 60 watt.Dari hasil pengujian ini, dibandingkan dengan metoda aliran dalam saluran terbuka. Dari perbandingan iniuntuk kecepatan aliran yang sama, didapat bahwa metoda aliran dalam saluran tertutup menghasilkan temperaturheat sink yang lebih rendah dari pada metoda aliran dalam saluran terbuka.
EFEK KONDUKSI PANAS DALAM SILINDER PEJAL PADA PENGUJIAN PERPINDAHAN PANAS DENGAN FLUK KALOR TETAP Yunianto, Bambang
ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" Volume 3, Nomor 1, Januari 2001
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.301 KB)

Abstract

Salah satu metoda pengujian perpindahan panas aliran fluida lewat permukaan luar adalah dengan fluk kalor tetap.Pada metoda ini diasumsikan bahwa terdapat fluk kalor seragam untuk seluruh permukaan. Untuk mengetahuikeseragaman tersebut harus dibuktikan dulu ialah dengan digunakan analisis efek konduksi pada permukaan. Jika efekkonduksi permukaan kecil (< 2.5%), maka fluk kalor seragam dapat dibenarkan.
PRESTASI BENSIN BIRU PADA MOTOR BENSIN EMPAT LANGKAH Yunianto, Bambang
ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" Volume 3, Nomor 2, April 2001
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1214.928 KB)

Abstract

Bensin biru atau bensin tanpa timbal dengan angka oktan rendah ( 80) direkomendasikan digunakan padamesin bensin dua langkah. Bila digunakan pada mesin bensin empat langkah tanpa merubah penyetelan apapun darimesin, dan dibandingkan dengan pemakaian bensin premium, akan menghasilkan penurunan prestasi mesin yangrelatif kecil ( < 6 % ). Namun emisi gas buang ( CO, Nox dan HC) yang dihasilkan lebih rendah ( 60 %) dari padabensin premium
PENGUJIAN MESIN DISEL (GENSET) DENGAN SISTEM BAHAN BAKAR GANDA SOLAR LPG Yunianto, Bambang
ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" Volume 10, Nomor 3, Juli 2008
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3107.857 KB)

Abstract

Pengujian mesin Disel (Genset) dimaksudkan untuk mengetahui prestasi mesin Disel dengan sistem bahan bakar ganda Solar-LPG. Bahan bakar LPG adalah bahan bakar kedua yang digunakan dalam mesin, mendampingi bahan bakar utama solar. Pengujian dilakukan dengan tanpa merubah disain utama dari mesin Disel yang digunakan, kecuali sedikit modifikasi untuk memasang conversion Kit pada saluran hisap. Mesin disel yang digunakan adalah mesin disel stasioner (Genset) 3 Kw. Prestasi pengujian ditekankan pada aspek efisiensi dan penghematan bahan bakar. Dari hasil pengujian diketahui bahwa jika dibandingkan dengan mesin berbahan bakar 100% solar. efisiensi mesin dengan bahan bakar 51% LPG, dapat meningkatkan efisiensi 4,6% lebih tinggi. Sehingga peningkatan efisiensi ini akan meningkatkan penghematan bahan bakar.
PENGUJIAN KONDUKTIVITAS TERMAL MATERIAL PADAT SILINDER UNTUK KONDISI STEADY SATU DIMENSI MENGGUNAKAN AUISISI DATA Yunianto, Bambang
ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" Volume 10, Nomor 4, Oktober 2008
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5046.336 KB)

Abstract

Pengujian ini bertujuan untuk merancang alat uji konduktivitas termal pada material silinder padat dengan pendekatan aliran panas pada keadaan tunak (steady) berdimensi satu serta melakukan pengujian pada material Aluminum, Baja dan Nylon. Alat uji ini menggunakan isolator yang terbuat dari kayu jati dengan ukuran 70X70X130mm, sementara sensor temperatur yang digunakan yaitu termokopel tipe T. Tegangan keluaran dari sensor linear terhadap perubahan suhu. Tegangan ini dirubah bentuk sinyalnya ke digital oleh Analog to Digital Converter (ADC) untuk diteruskan ke komputer. Komputer dan perangkat lunaknya berfungsi untuk mengatur pengambilan data suhu. Nilai konduktivitas termal hasil pengujian untuk ketiga material (Aluminum, Baja dan Nylon) dibandingkan dengan data konduktivitas termal material dari literatur. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai konduktivitas termal material uji mempunyai selisih dan galat yang kecil (<10%), dan mendekati dengan data konduktivitas termal dari literatur. Sehingga alat uji konduktivitas termal ini layak untuk dipergunakan.