Yunarti Yunarti
Jurusan Agribisnis Perikanan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep
Articles
7
Documents
Kematian Neonatal dan Bayi Lahir Mati serta Hubungannya dengan Kepercayaan dan Perilaku Masyarakat

Majalah Kedokteran Bandung Vol 1, No 42 (2010)
Publisher : Majalah Kedokteran Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Cirebon memiliki angka kematian ibu dan bayi yang tinggi. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk menurunkan angka tersebut, namun belum berhasil. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi yang lebih mendalam tentang keterkaitan kematian bayi lahir mati dan neonatal dengan latar belakang perilaku sertakepercayaan masyarakat tentang kehamilan, persalinan, dan perawatan bayi baru lahir di desa pesisir dan pedalaman. Pendekatan penelitian menggunakan paradigma gabungan antara kualitatif dan kuantitatif (mixed paradigm) dengan menggali informasi secara mendalam mengenai faktor predisposing, faktor enabling, dan faktor reinforcing kepercayaan serta perilaku masyarakat. Penelitian dilakukan di desa Weru Lor (pedalaman) dan Suranenggala (pesisir) di kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada tahun 2006. Hasil penelitian menunjukkan adanya stigma-stigma yang melatarbelakangi perilaku tidak rasional dalam hubungannya dengan kematian bayi lahir mati dan neonatal. Tidak terdapat perbedaan kepercayaan antara desa pedalaman dan desa pesisir. Kesimpulan penelitian ini adalah perlunya kompetensi petugas kesehatan dalam penyebarluasan informasi rasional sehingga mampu menghilangkan stigma-stigma yang tumbuh dalam masyarakat.Relationship Between Neonatal Mortality and Still Birth with Believeand Behavior of Health SocietyCirebon´s district is one of highest infant mortality and maternal mortality rate. So many efforts have been done to reduce this rate but, it´s no effect yet. The etiology of these problems isn´t known. The aim of research was to discover deeper information about relationship between neonatal mortality and social behavior background and believe ofhealth society in pregnancy, delivery and antenatal care in mainland and coastal district. A qualitative and quantitative methods were used to exploring deeper information about predisposing, enabling, and reinforcing factors in health believe and behavior in society. Location of the study were in mainland (Weru Lor) and costal village (Suranenggala) in Cirebon-West Java in 2006. This research answered the reseach question, why neonatal death are happened and why health behavior in society seems irrational. There were stigmas in society that affectinfant mortality rate. The result of research showed there were existence of stigmas which was irrational background in its relation with infant and neonatal mortality. There were no difference of local culture, knowledge, and believe among mainland and coastal countryside. Conclusion of this research is the importance of provider of health competence in dissemination of rational information so that can eliminate stigmas which grow in society.

KAJIAN PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS GARAM TERHADAP KUALITAS IKAN BANDENG (CHANOS CHANOS SP.) ASIN KERING

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis garam terhadap kualitas ikan bandeng asin kering. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2014, dengan  bahan baku berupa ikan bandeng yang dikeringkan dengan  alat pengering (dry room). Sebelum dikeringkan, ikan disiangi dan dicuci dengan menggunakan air bersih dan diberi garam berdasarkan perlakuan yang dicobakan yaitu 9%, 18%, 27% dan kontrol (tanpa garam). Untuk menguji kualitas ikan asin, dilakukan pengujian secara organoleptik. Metode uji organoleptik ikan asin kering dipakai standar uji skoring (scoring test) yaitu dengan menggunakan skala angka 1 (satu) sebagai nilai terendah dan angka 9 (sembilan) untuk nilai tertinggi. Hasil uji selanjutnya dianalisis dengan analisis deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji organoleptik terhadap ikan asin bandeng yang diberi perlakuan pemberian garam, maka hasil terbaik adalah pemberian garam sebesar 27% menyusul tanpa pemberian garam (kontrol), pemberian garam sebesar 18% dan pemberian garam sebesar 9%.

PENERAPAN BERBAGAI SUMBER BAHAN BAKAR DAN KONSENTRASI GARAM PADA PENGASAPAN IKAN LAYANG

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan asap merupakan salah satu metode pengawetan ikan dengan tujuan memberi rasa dan aroma ikan asap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai bahan  bakar asap dan berbagai dosis garam yang diberikan pada ikan asap terhadap mutu ikan asap Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Penelitian berlangsung  Juni-September 2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan mengaplikasikan perlakuan berupa penggunaan bahan bakar ikan asap antara tempurung kelapa dan kayu bakar, serta pemberian berbagai dosis garam. Selanjutnya, ikan yang telah diasapi dilakukan uji organoleptik untuk mengetahui mutu ikan asap. Hasil Penelitian menunjukkan penggunaan sumber bahan bakar tempurung kelapa lebih baik dari pada kayu bakar. Semakin tinggi dosis garam, semakin baik hasilnya untuk semua sumber bahan bakar.

PENGARUH BERBAGAI METODE BUDIDAYA DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii (KASUS DI KECAMATAN MANDALLE KABUPATEN PANGKEP)

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai metode budidaya dalam meningkatkan produksi rumput laut Kappaphycus alvarezii di Kecamatan Mandalle Kabupaten Pangkep. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan metode bentangan memiliki produksi lebih tinggi dibandingkan dengan metode rakit, dimana produksi tertinggi pada metode bentangan sebesar 279,75 kg lebih tinggi dibandingkan dengan metode rakit dengan produksi tertinggi sebesar 124 kg. Hal ini diduga disebabkan karena pada metode bentangan aspek lingkungan terutama arus dan gelombang relatif lebih baik dibandingkan metode rakit

PENGARUH KEPADATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN IKAN HIAS GIRU (Amphiprion clarkii) PADA AKUARIUM

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan Giru Amphiprion clarkii. Penelitian ini dapat berguna sebagai sumber informasi mengenai pemeliharaan dan pengembangan ikan hias laut. Metode Penelitian ini menggunakan wadah yang digunakan berupa akuarium ukuran 139 cm panjang total, dan dibagi menjadi 6 unit masing-masing dengan akuarium nya - masing-masing ukuran dari panjang 20 cm, lebar 20 cm, dan tinggi 20 cm unit. Kapal dilengkapi dengan pompa air untuk media air resirkulasi, unit blower untuk aerasi, dan unit filter. Berdasarkan analisis ragam pertumbuhan berat mutlak bahwa kepadatan yang berbeda memberikan efek yang sangat nyata. Dari hasil uji LSD menunjukkan bahwa perlakuan ikan 1 ekor/liter tidak berbeda nyata (P> 0,05) pada perlakuan ikan 2 ekor/liter, sedangkan perlakuan ikan 2 ekor/liter berbeda nyata dengan perlakuan ikan 3 ekor/liter secara signifikan menuju perlakuan ikan 4 ekor/liter. Selanjutnya, perlakuan ikan 3 ekor/liter tidak berbeda nyata dengan perlakuan 4 ekor/liter. Sedangkan pada pertumbuhan spesifik harian yang kerapatan yang berbeda juga memberikan efek yang sangat nyata. Dari hasil uji LSD menunjukkan bahwa perlakuan ikan 1 ekor/liter secara signifikan berbeda pada perlakuan ikan 2 ekor/liter, ikan 3 ekor/liter, dan ikan 4 ekor/liter. Sedangkan perlakuan ikan 2 ekor/liter tidak berbeda nyata dengan perlakuan ikan 3 ekor/liter. Selain itu, perlakuan ikan 3 ekor/litertidak berbeda nyata dengan perlakuan ikan 4 ekor/liter.

EFEKTIFITAS PENGGUNAAN PROBIOTIK DAN ANTIBIOTIK TERHADAP KUALITAS AIR DALAM MENINGKATKAN SINTASAN POST LARVA

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis probiotik Bacillus Plus-1 dan antibiotik yang paling efektif dan efisien dalam memperbaiki dan mengontrol kualitas air media pemeliharaan post larva. Disain yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak kelompok dengan bahan uji yang diaplikasikan adalah probiotik Bacillus dengan dosis 0,75 mg/l, 1,0 mg/l dan 1,25 mg/l, bakteri Vibrio harveyi resisten rifamvicin 6 mg/l, serta Oxytetracyclin dan Erytromicin masing-masing 1 mg/l.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan udang windu cukup baik, akan tetapi perlakuan C2 (perlakuan probiotik 1,25 ppm dan erytromicin) dan B1 (perlakuan probiotik 1,00 ppm dan oxytetracycline) memiliki pertumbuhan tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Sintasan tertinggi udang windu selama pemeliharaan diperoleh pada perlakuan C1 (perlakuan probiotik 1,25 dan oxytetracycline), menyusul perlakuan D (kontrol). Pada saat uji tantang larva udang windu dengan bakteri Vibrio harveyi pada tingkat kepadatan 105, maka perlakuan kontrol memiliki tingkat kematian yan tertinggi. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa baik pertumbuhan, sintasan maupun uji tantang tidak memberikan pengaruh nyata terhadap larva udang windu yang diuji.

Pengembangan Informasi Geospasial Lahan Pangan dalam Mendukung Kemandirian Pangan Wilayah

Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 18, No 3 (2018): Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 18 No 3
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the major obstacles in increasing the agricultural production yields is the inappropriate management of land use due to the differences of land biophysical characteristics in each region. Therefore, it is necessary to have spatial-based land use management that is appropriate in handling agricultural land. This research aims at structuring geospatial information of food land biophysical characteristics and food land appropriateness (potential and limiter) for food plants development in Pangkep Regency. This research uses the up-to-date approach of multi-scale observation, so the problems becoming the restricting factors of productivity can immediately be overcome. The method used consists of 2 stages, namely stage 1, analysis of food land (biophysical) climate and land characteristics through land survey, laboratory analysis, and land characteristic spatialization; stage 2, analysis of food land appropriateness (potential and limiter) using land appropriateness method of fuzzy set / FAO, satellite image information extraction, ground truth, and ground sampling. The results of the research are in the form of geospatial information of food land biophysical characteristics and food land appropriateness (potential and limiter) for food plants development in Pangkep Regency. With the information, decision makers will have more ease and they integrate in making policies for food land use management in Pangkep Regency that will end up aiming to increase food production. Keywords: geospatial information, food land, land biophysics, land appropriateness, management