Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE

Pengaruh Waktu Penyimpanan Pliek U Terhadap Pertumbuhan Aspergillus Flavus Novalia, Vera; Nursanty, Risa; Yulvizar, Cut
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 4, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v4i1.169

Abstract

Pliek u adalah salah satu produk fermentasi tradisional dari Aceh yang digunakan sebagai bumbu utama kuah pliek u dan rujak. Pliek u ini dibuat dari daging buah kelapa yang difermentasi secara alami.Kebiasaan masyarakat menyimpan pliek u dalam waktu yang lama berpeluang terjadinya kontaminasi oleh kapang.Salah satu kapang yang mengontaminasi makanan pada saat pasca panen dan pengolahan adalah Aspergillus flavus.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase Aspergillusflavus dan kandungan aflatoksinyang terdapat dalam pliek u.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu berdasarkan lamanya waktu penyimpanan pliek u yaitu berkisar antara 7-10 hari, 2-5 minggu, 6-9 bulan dan 12-15 bulan. Tiap-tiap sampel diambil secara populasi.Hasil penelitian menunjukkan persentase Aspergillus flavus pada lama penyimpanan 7-10 hari sebanyak 15,8% dan 2-5 minggu sebanyak 39,6%. Sedangkan pada lama penyimpanan 6-9 bulan persentase Aspergillus flavus sebanyak 61,7%. Akan tetapi pada lama penyimpanan 12-15 bulan persentasenya mengalami penurunan yaitu sebesar 23,6%. Hasil pengujian sampel pliek u yang memiliki persentase Aspergillus flavus paling tinggi (61,7%) mengandung aflatoksin (ppb) yakni B1 < 0,5, B2 < 1, G1 < 0,5 dan G2 < 1.Pertumbuhan Aspergillus flavus tertinggi terdapat pada lama penyimpanan 6-9 bulan (61,7%) sedangkan yang terendah terdapat pada lama penyimpanan 7-10 hari (15,8%). Sampel pliek u pada lama penyimpanan 6-9 bulan (61,7%) memiliki kandungan aflatoksin (ppb) yakni B1 < 0,5, B2 <1, G1 <0,5 dan G2 < 1.Kata kunci: pliek u, Aspergillus flavus, kapang, alfatoksin