Articles

Found 11 Documents
Search

Pengaruh PDRB sektor pertanian, nilai tukar petani dan investasi sektor pertanian terhadap penyerapan tenaga kerja sektor pertanian Provinsi Jambi

e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2018): e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan
Publisher : e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to analyze the agricultural sector employment in Jambi Province. The study was conducted over a period of 21 years, from 1995 to 2015. Methods of data analysis using quantitative descriptive analysis and regression. The results found that: 1) the average development of the agricultural sector GDP variables and the agricultural sector investment has increased from year to year, while the exchange rate variable of farmers and the agricultural sector employment fluctuates from year to year; 2) The agricultural sector GDP positive and significant effect on employment in the agricultural sector of the province of Jambi, while the exchange rate of the farmers and investment in the agricultural sector does not have a significant effect. Keywords : GRDP of agriculture sector, Farmer exchange rate, and Investment of agriculture sector.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyerapan tenaga kerja sektor pertanian di Provinsi Jambi. Penelitian dilakukan dalam kurun waktu 21 tahun, 1995-2015. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan regresi. Hasil penelitian menemukan: 1) rata-rata perkembangan variabel PDRB sektor pertanian dan investasi sektor pertanian mengalami peningkatan dari tahun ketahun, sedangkan variabel nilai tukar petani, dan penyerapan tenaga kerja sektor pertanian berfluktuasi dari tahun ke tahun; 2) PDRB sektor pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja sektor pertanian di Provinsi Jambi, sedangkan nilai tukar petani dan investasi disektor pertanian tidak  memiliki pengaruh yang signifikan. Kata kunci: PDRB sektor pertanian, Nilai tukar petani, dan Investasi sektor pertanian.

Dinamika Ekonomi dan Peluang Kerja Rumah Tangga Perkebunan Rakyat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat

Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Program Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to analyze: (1) to analyze the economic dynamics of the household smallholder plantation  in Tanjung Jabung Barat which include changes in household assets, expenditure and consumption patterns of the household; (2) to analyze the dynamics of domestic employment opportunities household smallholder plantation  in Tanjung Jabung Barat which includes changes in working hours and employment status both of head or household members. The main data used in this study is raw data SUSENAS Year 2010 and 2014. Descriptive data were analyzed quantitatively using a single frequency tables. The research found that: 1) During the period from year 2010 to 2014, the general economic welfare of households smallholder plantations in Tanjung Jabung Barat has shown. This can be seen from the aspect of increasing ownership and quality of housing and the ownership of productive assets and other household assets. In addition, the increase in prosperity is also evident from the increase in household expenditures and changes in food consumption patterns and non-food; 2) In terms of working hours devoted a good show that a relatively large proportion of heads of households and household members who work above the normal working hours. Allocation of long working hours is one of the survival strategies of households smallholder plantations in Tanjung Jabung Barat; 3) From the job status shows most heads of households trying to temporary laborers/workers are not paid. These unpaid workers generally are members of the household

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengangguran (Studi kasus provinsi-provinsi se-Sumatera)

e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan
Publisher : e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk; (1). menganalisis perkembangan tingkat pengangguran di provinsi-provinsi se-Sumatera; (2). menganalisis pengaruh  upah terhadap tingkat pengganguran di provinsi-provinsi se-Sumatera; (3). menganalisis pengaruh  pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat pengganguran provinsi-provinsi se-Sumatera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan tingkat pengangguran tertinggi diperoleh Provinsi Bengkulu, sedangkan perkembangan tingkat pengangguran terendah di Provinsi Sumatera Selatan. Selanjutnya, hasil analisis regresi menunjukkan bahwa baik tingkat upah  maupun pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran di provinsi-provinsi Se-Sumatera.

Pengaruh pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan penduduk dan produktivitas tenaga kerja terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Jambi

e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan
Publisher : e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian   ini   bertujuan   untuk   mengetahui   pengaruh   pertumbuhan   ekonomi, pertumbuhan penduduk, dan produktivitas tenaga kerja terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Jambi.. Penelitian  ini  menggunakan  data  sekunder. Metode  analisis  data  yang  digunakan dalam    penelitian    ini    adalah  Ordinary  Least  Square  (OLS).  Data  yang  digunakan  dalam penelitan ini adalah data time  series  dari  tahun  2000-2013. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  ketiga variabel yaitu pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan penduduk, dan produktivitas tenaga  kerja  memilki  pengaruh  signifikan  terhadap  penyerapan  tenaga  kerja  di  Kota Jambi. Secara parsial variabel pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, produktivitas tenaga kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, sedangkan pertumbuhan penduduk berpengaruh positif dan tidak signifikan  terhadap  penyerapan  tenaga  kerja di  Kota Jambi,  dengan  nilai  R-squared  sebesar 0.9853 angka ini menunjukkan sekitar 98% dari variasi penyerapan tenaga kerja di Kota Jambi periode 2000-2013 dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan penduduk dan produktivitas tenaga kerja, sedangkan  sisanya  2 %  dipengaruhi  oleh  faktor-faktor  lain  diluar model estimasi

Pengaruh tingkat partisipasi angkatan kerja dan indeks harga konsumen terhadap upah minimum Provinsi Jambi

e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2018): e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan
Publisher : e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to analyze the development labor force participation rate, consumer price index and provincial minimum wage, and also analyze the effect of labor force participation rate and consumer price index on Jambi Province Minimum Wage. The analytical method used is descriptive analysis and quantitative analysis using secondary data. Based on the analysis it can be concluded that during the period 2000 to 2015 the average development labor force participation rate is 0.09%, the average consumer price index is -1.00%, the average provincial minimum wage is 16.77%. Simultaneously labor force participation rate and consumer price index have a significant effect on Jambi Province Minimum Wage. Partially labor force participation rate have not significant effect on Jambi Province Minimum Wage while consumer price index have a significant effect on Jambi Province Minimum Wage. Keywords: labor force participation rate, consumer price index, provincial minimum wage. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja, Indeks Harga Konsumen dan Upah Minimum Provinsi serta menganalisis pengaruh Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan Indeks Harga Konsumen terhadap Upah Minimum Provinsi Jambi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriftif dan analisis kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa selama periode 2000 sampai 2015 rata-rata perkembangan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja sebesar 0.09%, rata-rata perkembangan Indeks Harga Konsumen sebesar -1,00% dan perkembangan Upah Minimum Provinsi sebesar 16,77%. Secara simultan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan Indeks Harga Konsumen berpengaruh signifikan terhadap Upah Minimum Provinsi. Secara parsial Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja tidak berpengaruh terhadap Upah Minimum Provinsi sedangkan Indeks Harga Konsumen berpengaruh terhadap Upah Minimum Provinsi. Kata kunci: tingkat partisipasi angkatan kerja, indeks harga konsumen, upah minimum provinsi.

Interaksi Spasial Perekonomian dan Ketenagakerjaan Antar Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi

Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol 2 No 2 (2014): Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Analisis pembangunan daerah perlu mempertimbangkan masalah dalam daerah (intraregional) dan keseimbangan pembangunan antar wilayah (antar). Masalah antar seperti pengaruh yang berasal dari luar daerah akan menciptakan interaksi spasial dan hubungan antar daerah (ketergantungan spasial). Oleh karena itu, menjadi penting untuk mengetahui pengaruh riil interaksi spasial perkembangan perekonomian daerah dalam hal PDRB dan tenaga kerja pada kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Indeks MoransI yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antara daerah menunjukkan bahwa kabupaten atau kotamadya tidak bisa mandiri dalam membangun ekonomi, tetapi dipengaruhi oleh aktivitas ekonomi di daerah sekitarnya. Dengan menggunakan Moran scatterplot, Kota Jambi menjadi satu-satunya daerah dengan ekonomi yang tinggi dikelilingi oleh daerah ekonomi yang tinggi. Sementara sebagian besar kabupaten dan kota di Provinsi Jambi berada di daerah kelompok dengan ekonomi rendah yang dikelilingi oleh wilayah ekonomi rendah. Kata kunci : interaksi spasial, keterkaitan regional, indeks Morans’I   Abstract An analysis of the regional development needs to take into account the problems within regions (intraregional) and the balance of development between regions (interregional). Interregional problems such as influence which comes from the outside of the region will create spatial interaction and linkages between regions (spatial dependence). Therefore, it becomes important to know the real effect of spatial interaction toward the development of regional economy in term of GDRP and labor of regencies and municipalities in Jambi Province. Morans’I index that is used to describe the linkages between regions  indicates that a regency or municipality can not be independent in establishing its economy, but affected by economic activity in the surrounding areas. By using Moran scatterplot, Jambi Municipality being the only region with high economic surrounded by high economic regions. While most of the regencies and municipality in Jambi Province are on the group areas with low economic which surrounded by low economic regions. Keywords: spatial interaction, regional linkage, Morans’I index

ANALISIS DETERMINAN SOSIAL EKONOMI PERJALANAN WISATA PENDUDUK DALAM RANGKA PENGEMBANGAN INDUSTRI PARIWISATA DI PROVINSI JAMBI

Jurnal Sains Sosio Humaniora Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Sains Sosio Humaniora
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Jambi adalah satu daerah di Indonesia dengan potensi kepariwisataan yang relatif beragam. Agar potensi kepariwisataan tersebut dapat berkembang menjadi industri pariwisata yang mampu mendukung pembangunan daerah, maka pemerintah daerah dan stakeholder kepariwisataan terkait perlu memahami berbagai aspek baik karakteristik wisatawan maupun faktor-faktor yang mempengaruhi perjalanan wisata dari masyarakat. Hal ini bertujuan agar dalam menyusun strategi kepariwisataannya dapat lebih efektif menarik wisatawan melakukan perjalanan ke objek-objek wisata di Provinsi Jambi. Untuk menganalisis karakteristik  perjalanan penduduk, dan karakteristik individu wisatawan dilakukan secara deskriptif melalui pengolahan “raw data” Susenas Provinsi Jambi Tahun 2015. Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perjalanan wisata penduduk digunakan model regresi binary logistik. Hasil penelitian menemukan: 1). Secara umum, aktivitas perjalanan penduduk di Provinsi Jambi masih relatif rendah. Hanya 14,14 persen dari total penduduk yang pernah melakukan perjalanan dalam enam bulan terakhir dari saat pencacahan SUSENAS 2016; 2)  Selain rendahnya aktivitas perjalanan tersebut, aktivitas perjalanan untuk wisata juga masih relatif terbatas. Hanya 17,79 persen dari total penduduk yang melakukan perjalanan, yang maksud utamanya untuk berwisata; 3) Objek tujuan wisata penduduk Provinsi Jambi didominasi oleh objek wisata yang ada di Provinsi Jambi sendiri, selain objek wisata yang ada di provinsi-provinsi yang berdekatan yaitu Sumatera Selatan, Sumatera Barat dan Bengkulu; 4). Karakteristik perjalanan wisata penduduk di Provinsi Jambi adalah perjalanan wisata keluarga, sehingga dari karakteristiknya terlihat bahwa relatif dominannya anak-anak dan orang tua dalam melakukan perjalanan wisata. Sebaliknya, relatif sedikitnya penduduk pada usia puncak produksi (20 – 39 tahun) yang melakukan perjalanan wisata; 5) Faktor-faktor sosial ekonomi yang berpengaruh nyata terhadap perjalanan wisata penduduk di Provinsi Jambi adalah umur, pendidikan dan status dalam keluarga. Selain itu, terdapat perbedaan probabilita perjalanan penduduk untuk wisata antara kabupaten/kota di Provinsi Jambi.

Analysis cluster of palm processing industry in Indonesia

Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol 5 No 4 (2018): Journal of Perspectives on Financing and Regional Development
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purposes of this research are:  1) to analyze profile of palm processing cluster from upstream up to downstream in various regions in Indonesia; 2) to analyze strength, weakness, threats, and opportunity in palm processing industry, moreover to identify the role of existing various institutions in palm processing industry cluster in steering palm processing industry development; 3) to formulate the policy of palm processing cluster to encourage agricultural development. Data used in this research is secondary data that obtained from related institutions. Data is analyzed descriptively and quantitatively, utilizing frequency of distribution’s table, crosstable, and SWOT analysis. The result of this research concludes that Indonesia has big potential to palm processing industry, particularly in upstream industry. This thing can be seen from wide of area and palm production, which are owned. From the region side, majority wide of the area and palm production in Sumatera, from wide of area’s viewpoint is approximately 63.26% in Sumatera region, from production’s viewpoint is approximately 68.71%. In the meantime, from the downstream product, palm-processing industry in Indonesia is still limited. Less or more 100 products derived from palm in Indonesia, are only able producing 23 kinds of derived products, meanwhile in Malaysia almost reaching out 70 varieties.

Partnership model for small industry in cluster perspective in encouraging regional development (case study on some small industries in Jambi City)

Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol 6 No 2 (2018): Journal of Perspectives on Financing and Regional Development
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze: 1) the profile of the small industry clusters in Jambi City, those are batik industry cluster, tofu/tempeh industry cluster and furniture industry cluster; 2) the collaboration/partnership between various business actors and other parties in small industry cluster in Jambi City works; 3) an effective partnership models for small industry clusters. This research is a collective case study (survey and case study). The analysis was carried out on the profile of the small industry cluster and the partnership between various industrial groups in the small industry cluster. The results of the study showed that Jambi City has potential for the development of small industries. It can be seen from the development of business and employment in small industries. Based on the partnership between industry groups, in Batik industry cluster and tofu/tempe industry cluster, it showed the existence of upstream partnership to the source of raw materials, downstream partnership to the consumers, and partnership with supporting industries. In terms of pattern, the partnerships are directed towards traditional partnerships which are based on trust. Meanwhile in the furniture industry cluster, there is no partnership at all, both upstream and downstream, as well as partnership with the supporting industries. However, the partnerships have not been effective. For this reason, it is necessary to build a partnership in small industry cluster that pays attention to the principle of mutual benefit, equality, legality, empowerment, and social capital.

Daya saing sektor pertanian dalam mendorong pembangunan pertanian di Provinsi Jambi

Jurnal Paradigma Ekonomika Vol 13 No 2 (2018): Jurnal Paradigma Ekonomika
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat daya saing Provinsi Jambi untuk sektor pertanian dan kebijakan yang diperlukan untuk peningkatan daya saing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara makro Provinsi Jambi relatif memiliki daya saing yang cukup tinggi untuk sektor pertanian, terlihat dari koefisien LQ sektor pertanian yang lebih besar dari satu, terutama untuk bidang perkebunan dan hortikultura. Kemudian secara mikro beberapa komoditi yang secara potensial memiliki daya saing yang relatif tinggi diantaranya komoditi kedelai,kentang, cabai, kopi dan kelapa terutama jika kita lihat dari sisi tingkat produktivitas, sementara karet dan kelapa sawit terutama dilihat dari sisi luas lahan dan tingkat produksi. Selanjutnya berdasarkan analisa SWOT untuk sektor pertanian, terlihat sektor pertanian memiliki potensi dan peluang untuk dikembangkan dimasa yang akan datang, yang memiliki hambatan dan ancaman untuk pengembangan untuk sektor pertanian tersebut. Dalam rangka peningkatan daya saing sektor pertanian untuk Provinsi Jambi dilakukan berbagai kebijakan diantaranya melalui peningkatan dari segi kemampuan petani, kelembagaan, produktivitas, produksi dan pendekatan klaster.