Yulimarni Yulimarni
Prodi Seni Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

SUNTIANG GADANG DALAM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT PADANGPARIAMAN Yulimarni, Yulimarni; Yuliarni, Yuliarni
Ekspresi Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.465 KB)

Abstract

ABSTRAKSuntiang gadang merupakan hiasan kepala pengantin perempuan di Minangkabau, khususnya di Kabupaten Padangpariaman. Secara visual suntianggadang memiliki tampilan yang sangat menarik, selain terpancar dari warnanya juga didukung oleh keberagaman hiasan yang tertata di dalamnya. Ragam hias tersebut diambil dari bentuk alam yang dikelompokkan ke dalam bentuk motif tumbuhan dan motif binatang. Keberagaman hiasan yang terdapat pada suntiang tidak saja bertujuan untuk memberi keindahan dan kecantikan bagi orangnya, juga terkandung pesan-pesan moral yang ditujukan untuk kedua mempelai dan akan menjadi panutan dalam hidup rumah tangga. Kata Kunci: Suntiang gadang,Bentuk, Makna, Ornamen ABSTRACTSuntiang gadang is a bridalhead dress in Minangkabau, especially in the Padangpariaman district. Visually, suntiang gadang has a very attractive appearance, apart from the color emitted is also supported by the diversity of ornaments that are arranged there in. The ornaments are taken from natural forms that are grouped into the form of plant and animal motifs. The diversity of decoration found in suntiang is not only aimed to provide beauty, but also contains moral messages aimed at both families and as  a role model in the house hold. Keywords: Suntiang gadang, Form, Meaning, Ornament
KAIN PERCA SEBAGAI MEDIA KREASI PKK DI NAGARI SUNGAI ABANG KECAMATAN LUBUK ALUNG Yulimarni, Yulimarni; Rahmanita, Nofi
Batoboh Vol 3, No 2 (2018): BATOBOH : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.411 KB) | DOI: 10.26887/bt.v3i2.524

Abstract

PKK merupakan penggerak dalam membangun, membina dan membentuk keluarga guna mewujudkan kesejahteraan keluarga. Untuk mencapai keluarga bahagia perlu didukung dengan pendidikan dan ketrampilan sesuai dengan program kerja PKK. Kegiatan pengabdian dilakukan bertujuan untuk mendukung program PKK dengan memberikan pelatihan ketrampilan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan apresiasi ibu PKK terhadap produk kain perca, sesuai dengan tema pengabdian “Kain Perca sebagai Media Kreasi PKK Nagari Sungai Abang”.Memanfaatkan kain perca, para penggerak PKK dapat membuat dan menghasilkan produk kriya yang kreatif dan inovatif, yang memiliki nilai jual dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan kesejahteraan keluarga. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui metode ceramah penyuluhan, demontrasi dan praktek atau pelatihan. Hasil dari kegiatan ini adalah bertambahnya pengetahuan ibu PKK tentang manfaat kain perca dan terampil dalam mengolah kain perca sehingga peserta dapat membuat dan menghasilkan produk berupa tas mukena, taplakmeja, sarung bantal kursi dan lain sebagainya.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ULAKAN TAPAKIS MELALUI PENGEMBANGAN DESAIN PRODUK ANYAMAN PANDAN Yulika, Febri; yulimarni, yulimarni; Rahmanita, Nofi
Batoboh Vol 2, No 2 (2017): Batoboh -Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1955.282 KB) | DOI: 10.26887/bt.v2i2.350

Abstract

Nagari Ulakan Kabupaten Padang Pariaman memiliki potensi alam, berupa tumbuhan pandan. Masyarakat setempat memanfaatkan tumbuhan pandan tersebut sebagai bahan baku pembuatan anyaman. Keahlian menganyam berlangsung secara turun temurun yang diproduksi dalam bentuk tikar. Tikar yang dihasilkan masyarakat nagari Ulakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk acara keagamaan, kematian maupun acara perkawinan. Namun produk anyaman pandan tersebut tidak begitu berkembang, sehingga produk yang dihasilkan tidak dapat menjangkau segmen pasar yang luas. Sehubungan dengan hal itu dilakukan kegiatan pelatihan pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengembangan desain produk anyaman Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi. Melalui kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas produk anyaman pandan masyarakat Nagari Ulakan melalui metode pengembangan desain produk anyaman sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat
BENTUK ORNAMEN MASJID KERAMAT LEMPUR KERINCI Alipuddin, Alipuddin; Yulimarni, Yulimarni
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 2 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1569.519 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v19i2.144

Abstract

Bentuk ornamen yang diterapkan di Masjid Keramat Lempur sebagai penggubahan bentuk-bentuk figuratif sehingga menjadi tersamarkan ini dipandang sebagai upaya jalan keluar untuk menghindari larangan menggambarkan makhluk hidup dan dianggap pula sebagai strategi adaptasi penyebarluasan agama Islam pada waktu itu. Ornamen yang diterapkan pada umumnya berbentuk tumbuh-tumbuhan, geometris. Ornamen diterapkan pada bagian  luar maupun bagian dalam masjid, meliputi  hiasan pada tiang, dinding, alang, papan pengunci sudut, mimbar, dan tempat azan. Di samping itu, ornamen tersebut terlihat adanya pengaruh ornamen yang terdapat pada benda prasejarah. Ornamen tersebut ditata atau disusun berdasarkan prinsip komposisi, meliputi: pertimbangan keseimbangan, keserasian, irama, kesatuan, proporsi, dan disusun secara vertikal maupun horizontal. Menggunakan data kualitatif, penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Ornamen tidak hanya semata-mata sebagai penghias melainkan juga mengandung maksud-maksud simbolis.
SUNTIANG GADANG DALAM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT PADANGPARIAMAN Yulimarni, Yulimarni; Yuliarni, Yuliarni
Ekspresi Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.136 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v16i2.82

Abstract

Suntiang gadang merupakan hiasan kepala pengantin perempuan diMinangkabau, khususnya di Kabupaten Padangpariaman. Secara visualsuntianggadang memiliki tampilan yang sangat menarik, selain terpancar dariwarnanya juga didukung oleh keberagaman hiasan yang tertata di dalamnya.Ragam hias tersebut diambil dari bentuk alam yang dikelompokkan ke dalambentuk motif tumbuhan dan motif binatang. Keberagaman hiasan yang terdapatpada suntiang tidak saja bertujuan untuk memberi keindahan dan kecantikan bagiorangnya, juga terkandung pesan-pesan moral yang ditujukan untuk keduamempelai dan akan menjadi panutan dalam hidup rumah tangga
PELAMINAN ADAT MASYARAKAT MINANGKABAU (KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI) Rahmanita, Nofi; Yulimarni, Yulimarni
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 5, No 1 (2016): MEI 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v5i1.2376

Abstract

Aisle as a form of decorative artwork has particular unique and characteristics, contains the values associated with the livelihood of Minangkabau society. Its ppresence is very important for the sustainability of Minangkabau society cultural values preservation. Therefore, it should be revisited, how the structure and function of the aisle and how the changes shape and function of the aisle today. The visual form of aisle has been less or more affected by current development. It happens solely to fulfill the aesthetic needs of community support , like the proverbial Minang said, ”condong salero ka nan lamak, condong mato ka nan rancak” the taste prefer to the delicious one, the eye sight prefer to the beautiful one. This effect can be seen from the use of materials and techniques used for wedding decoration. Kata Kunci: Form, Structure, Aisle.   Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mencari tahu mengenai usaha Batik Topo, terutama produk kain batik yang dihasilkannya. Produk kain batik yang dihasilkan meliputi motif dan proses pembuatannya. Bagaimana motif-motif batik yang dibuat oleh Batik Topo. Apa dan bagaimana proses pembuatan kain-kain batiknya selama ini. Tujuan penelitian ini sangatlah jelas untuk mengetahui lebih mendalam dan terperinci mengenai segala hal yang diproduksi oleh Batik Topo, dalam hal ini kaitannya dengan produk kain batiknya. Penelitian mengenai usaha Batik Topo ini tentunya membutuhkan metode penelitian. Metode penelitian untuk memecahkan permasalahan dalam penelitian menggunakan beberapa metode dari disiplin ilmu yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode multidisiplin. Beberapa metode dari disiplin ilmu yang berbeda di antaranya, yaitu: estetika; sejarah; dan antropologi. Sedangkan metode pencarian data dilakukan dengan cara, yaitu: observasi; wawancara; dokumentasi; dan pustaka. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa usaha Batik Topo membuat kain batik dengan cara cap dan tulis, sehingga produknya disebut batik cap dan tulis. Pembuatan kain batik dengan cara demikian ikut mendukung pelestarian batik tradisional. Kain batik tradisional dengan pembuatan secara cap maupun ditulis menggunakan canting telah diakui sebagai world heritage. Keywords: batik topo, batik, batik cap, batik tulis, world heritage.