Articles

Found 30 Documents
Search

KONTAMINASI Staphylococcus aureus PADA IKAN ASAP DI TINGKAT PRODUSEN DAN PENJUAL DI SEMARANG

JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2, No 2 (2005): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA
Publisher : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Kehadiran bakteri patogen di dalam ikan asap dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Salah satu bakteri yang dicurigai terdapat di dalam ikan asap adalah Staphylococcus aureus. Tujuan : menggambarkan kualitas bakteriologis ikan asap di Semarang dan praktik higiene pada produsen don penjual. Metode : Metode yangdigunakan adalah survei cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ikan asap yang didapat dari produsen ikan serta penjual ikan masing-masing sebanyak 10 dan 22 ikan asap. Responden penelitian sebanyak 69 orang yang ditentukan berdasarkan total produsen dan penjual. Data dikumpulkan dengan wawancara dan pemeriksaanlaboratorium, kemuclian dianalisis secara deskriptif. Hasil : Kualitas bakteriologi ditingkat produsen masih dalam kondisi aman karena adanya proses pengasapan. Di tingkat pedagang kontaminasi Staphylococcus aureus 14,4% di atas batas maksimum, Sedangkan di tingkat penjual terdapat 40% sampel yang mengandung total bakteri di atas batas maksimum. Praktik higiene produsen dan penjual lebih dari 50% termasuk dalam kriteria kurang. Namun secara deskriptif tidak terlihat jelas keterkaitan antara praktik dan kandungan mikrobiologinya. Simpulan : ikan laut merupakan bahan pangan yang potensial menimbulkan permasalahan keracunan makanan meskipun setelah melalui proses pengasapan. Perlu penerapan praktik-praktik higiene dalam proses pembuatannnya hingga pemasarannyo.Kata kunci : ikan asap, Staphylococcus aureus

Keefektifan ekstrak daun kecubung (Datura metel L.) dalam menghambat penetasan dan siklus hidup Aedes aegypti L.

Jurnal Entomologi Indonesia Vol 15, No 1 (2018): March
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.865 KB)

Abstract

Kecubung (Datura metel L.) merupakan jenis tanaman perdu yang mempunyai batang kayu, keras, dan tebal. Daun kecubung mengandung senyawa kimia alkaloid, saponin, flavonoida, dan fenol. Dilihat dari kandungan kimianya daun kecubung memiliki potensi sebagai insektisida nabati yang dapat menggantikan penggunaan insektisida sintetik. Penggunaan insektisida sintetik dalam mengendalikan populasi Aedes aegypti L. telah menimbulkan dampak negatif, diantaranya adalah polusi lingkungan, masalah kesehatan masyarakat, dan resistensi vektor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan ekstrak daun kecubung dalam menghambat penetasan telur dan  siklus hidup Ae. aegypti. Jenis penelitian ini adalah true experiment dengan 4 kali pengulangan dan perlakuan 6 konsentrasi, yaitu 125, 250, 500, 750, 1.000, dan 1.250 ppm. Subyek penelitian adalah telur Ae. aegypti fertil. Setiap unit perlakuan ditempatkan 25 telur sehingga jumlah total telur yang dibutuhkan adalah 800 butir telur nyamuk. Metode yang digunakan untuk ekstraksi adalah maserasi. Hasil analisis probit menunjukkan aktivitas insektisida ekstrak daun kecubung dengan nilai LC50 sebesar 199,340 ppm dan nilai LC90 sebesar 749,080 ppm. Hasil uji ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata jumlah telur yang tidak menetas akibat paparan ekstrak daun kecubung (P = 0,001). Persentase kegagalan penetasan telur Ae. aegypti paling rendah pada konsentrasi 125 ppm, yaitu sebesar 41% dan yang paling tinggi pada konsentrasi 1250 ppm, yaitu sebesar 98%. Daya hidup larva, pupa, dan nyamuk paling tinggi pada konsentrasi 125 ppm, yaitu masing-masing sebesar 49,18%; 55,17%, dan 43,75%. Sebagai kesimpulan, ekstrak daun kecubung memiliki potensi sebagai insektisida nabati terhadap telur Ae. aegypti.

PENGUKURAN GATRA SOSIAL BUDAYA DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 15, No 1 (2011)
Publisher : Graduate School, Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan fenomena sosial budaya secara empirik. Metode yang digunakan adalah survai data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan Fokus Group Discussion (FGD) sumber data adalah pejabat pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para pemuda di Provinsi NTT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gatra sosial budaya dapat memperkuat ketahanan nasional masyarakat NTT untuk berpacu bersama daerah lainnya di Indonesia. Di propinsi NTT, gatra “Sosial Budaya” termasuk kategori cukup tangguh, gatra “Kerukunan Sosial” dan “Perilaku Sosial” sangat tangguh, gatra “Pendidikan” dan “Kesehatan” termasuk dalam kategori kurang tangguh, “Penya-kit Sosial” dan “Ketertiban Sosial” termasuk dalam kategori tangguh, Indikator “Keluarga” dan “Pemberdayaan Perem-puan” dalam kategori cukup tangguh.Kata kunci: Pengukuran, Gatra Sosial Budaya, Nusa Tenggara Timur (NTT)______________________________________________________________ MEASUREMENT OF SOCIOCULTURAL DIMENSIONS IN THE PROVINCE OF EAST NUSA TENGGARAAbstract This study aimed to investigate socioclutural conditions and phenomena empirically. The data were collected through observations, interviews, and Focus Group Discussion (FGD). The data sources included government officials, traditional leaders, religious figures, community leaders, and youth in the Province of East Nusa Tenggara (ENT). The findings show that sociocultural dimensions are capable of strengthening the national endurance of the ENT society to go along together with other provinces in Indonesia. In the province of ENT, the sociocultural dimensions are moderately strong, the dimensions of social cohesion and behaviors are very strong, the dimensions of education and health are not strong, the dimensions of social pathology and order are strong, and the indicators of family and women’s empowerment are moderately strong.Keywords:  measurement, sociocultural dimensions, East Nusa Tenggara (ENT) SimakBaca secara fonetik

Gambaran Pelaksanaan Rumah Pemotongan Hewan Babi (Studi Kasus di Rumah Pemotongan Hewan Kota Semarang)

Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Pemotongan Hewan adalah bangunan yang memenuhi persyaratan teknis dan hygiene untuk memotong hewan bagi masyarakat sehingga dapat menjadi titik kritis pertama penentuan keamanan produk daging yang dijual. Kementerian pertanian mengungkapkan bahwa RPH yang telah memenuhi standar penyembelihan sesuai dengan standar operasional prosedur hanya berkisar 41,42% dari jumlah  RPH yang tersebar di seluruh Indonesia tahun 2010. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan cross sectional dimana variabel penelitian ini merupakan standar operasional prosedur rumah pemotongan hewan babi dengan tujuan untuk memberikan gambaran pelaksanaan operasional RPH Babi Kota Semarang yang sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah dipersyaratkan. Dan dari penelitian ini ditemukan ada beberapa persyaratan berdasarkan SNI No 01-6159-1999 dan berdasarkan peraturan menteri pertanian No 13/permentan/OT.140/2000, Standar operasional prosedur berdasarkan peraturan daerah (Keputusan Dewan No 48 tahun 2000) serta berdasarkan standar operasional prosedur RPH babi yang tidak terpenuhi dan tidak dilaksanakan dimana salah satunya adalah tidak dilakukannya pemeriksaan antemortem dan postmortem sehingga tidak memperoleh nomor kontrol veteriner dari dokter hewan RPH. Dalam hal ini pengawasan yang rutin dan berkala dari dinas peternakan merupakan hal penting yang harus dilakukan untuk memperbaiki pelaksanaan standar operasional prosedur di RPH babi Kota Semarang ini

Identification Of Termites In Lawang Sewu Heritage Building Semarang City

Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Termites are known as wood destroying insects and most important building construction wood and other lignocellulosic materials have been reported in almost all of Indonesia. Lawang Sewu is a heritage building where wood components used in the building is teak wood, which is resistant to termite attack. However,preliminary survey results mark the presence of termites in one corner of the building showed a wanderer termite burrows. The purpose of this study is to identify the species of termite that has been obtained in the research and describe the environmental conditions, including temperature and humidity as well as describing the condition of the building. This research is a descriptive study using survey method and cross sectional approach. The population in this study was all termites in the area Lawang Sewu building. The samples in this study were sampled using a total sampling building and termite sampling using accidental sampling technique. From the results of this research note that was found termite species Macrotermes gilvus Hagen major and minor soldiers and Coptotermes curvignathus Holmgren. The temperature ranges between 28.9°C-33°C, relative humidity ranged between 41.6%-89.7%. While the condition of the building there is damage where such damage can lead to termite entry into the building and attack, there are B,D and E building. Therefore, there needs to be a cleansing of wood, trees that have died and other materials contain lignocellulotic which directly related to land, repairing buildings damaged and need an immediately evaluate for termite treatment that has been done

KAJIAN IMPLEMENTASI TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI SEBAGAI FENOMENA PENDIDIKAN TINGGI DI INDONESIA

MAJALAH ILMIAH WIDYA 2012
Publisher : MAJALAH ILMIAH WIDYA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.164 KB)

Abstract

Tri Dharma Perguruan Tinggi has three activities namely: (1) Educational field aims to intellectual life of the nation, and culturaltransmission, (2) Research which is to carry out of the new discoveries in science and culture, and (3) the field of dedication tocommunity which is to carry out the service to the community in speeding the process of improving the welfare and progress of thesociety. The objective of this paper is to discuss the implementation the Tri Dharma perguruan Tinggi in order to give input andthought to the government, educational institutions and other stakeholders, as their consideration to take strategic policies for betterand perfect development. The method used is survey through observation at several private universities in Jakarta, interviews to somecollege personnel equipped with several related references. The data was collected from December 2010 until February 2011. It canbe concluded that several obstacles factors in the implementation of the Tri Dharma College are: (1) the lack of higher school facilitiesand infrastructures; (2) the performance of educator and educational which has not been optimum (3) the improper higher schoolmanagement system; and (4) the quality of higher school graduate has not been optimum.

Panda Sansevieria (Pengharum Ruangan Anti Debu dan Asap Rokok Dengan Sistem Penetralisir Sirkulasi Udara)

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebiasaan merokok sudah membudaya di Indonesia. Dampak buruk merokok terhadap tubuh jelas sering sekali dibicarakan, namun penelusuran efek ketergantungan merokok tetap sulit dihentikan. Pencemaran udara oleh asap rokok semacam itu  bukan suatu hal baru bagi masyarakat, terutama yang tinggal di perkotaan. Menghadapi realita seperti itu, membuat kita berusaha menawarkan solusi  menghadapi  permasalahan  tersebut  yaitu  salah  satunya  adalah menggunakan ekstrak tanaman lidah mertua (Sansevieria). Dari hasil berbagai penelitian menunjukan bahwa lidah mertua menyimpan banyak manfaat bagi kehidupan. Sansevieria   merupakan   salah   satu   tanaman   istimewa   yang   mempunyai kemampuan sebagai penyerap racun di udara, diantaranya karbon monoksida, nikotin, benzena, formaldehid, trikhloroetilen dan dioksin. Tanaman ini dapat dirancang menjadi suatu bahan pengharum ruangan dengan menyintesa ekstrak dari tanaman Sansevieria. Peneliti menganalisa bahwa lidah mertua mengandung bahan aktif pregnan glikosid, yang berfungsi mengurai polutan menjadi asam organik, gula, dan asam amino. Selain itu, diketahui bahwa lidah mertua mampu menyerap radiasi dari berbagai peralatan elektronik yang ada di dalam ruangan. Dengan desain pengharum yang efektif menyerap  zat berbahaya asap  rokok, pengharum Sansevieria ini sebaiknya di tempatkan di setiap sudut tempat agar memberi nilai lebih dan daya tarik masyarakat supaya lebih peduli untuk kawasan bebas rokok dan mewujudkan lingkungan yang sehat.

Pengolahan Sayur Wortel Menjadi Cemilan Sehat Chocotel (Chocolate Wortel) Kaya Gizi Non-Kolesterol

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini sering ditemui permasalahan tentang kesehatan yang menyerang orang-orang berusia muda. Penyakit kolesterol, hipertensi, gagal ginjal yang banyak ditemui memiliki banyak penyebab, salah satunya adalah kurangnya konsumsi sayur dan buah. Tidak sedikit orang yang tidak suka sayur bahkan mereka enggan memakan sayur. Tentunya kesehatan akan terganggu, tidak optimal, dan rentan terserang penyakit. Wortel dan cokelat sangat baik untuk tubuh. Salah satu usaha yang dilakukan adalah mencampurkan wortel tersebut ke dalam cokelat. Dengan adanya pencampuran tersebut maka akan terbentuk sebuah cokelat baru yang memiliki kandungan gizi dan rasa yang lebih bervariasi. Produk cokelat wortel akan mempunyai kelebihan dibanding cokelat biasa yang sudah beredar dipasaran terutama dalam hal kandungan nutrisi maupun rasa. Peluang usaha cokelat wortel sangat besar mengingat bahan utamanya yaitu cokelat dan wortel yang mudah diperoleh dan dibuat. Pembuatan cokelat wortel merupakan salah satu cara bagi mahasiswa untuk menggali keterampilan, semangat dan jiwa kewirausahaan. Proses pembuatan cokelat wortel relatif mudah sehingga usaha ini sangat mungkin dilakukan dan dikembangkan mahasiswa serta masyarakat.

KONTAMINASI Staphylococcus aureus PADA IKAN ASAP DI TINGKAT PRODUSEN DAN PENJUAL DI SEMARANG

JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Volume 2. No. 2. Tahun 2005
Publisher : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Kehadiran bakteri patogen di dalam ikan asap dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Salah satu bakteri yang dicurigai terdapat di dalam ikan asap adalah Staphylococcus aureus. Tujuan : menggambarkan kualitas bakteriologis ikan asap di Semarang dan praktik higiene pada produsen don penjual. Metode : Metode yangdigunakan adalah survei cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ikan asap yang didapat dari produsen ikan serta penjual ikan masing-masing sebanyak 10 dan 22 ikan asap. Responden penelitian sebanyak 69 orang yang ditentukan berdasarkan total produsen dan penjual. Data dikumpulkan dengan wawancara dan pemeriksaanlaboratorium, kemuclian dianalisis secara deskriptif. Hasil : Kualitas bakteriologi ditingkat produsen masih dalam kondisi aman karena adanya proses pengasapan. Di tingkat pedagang kontaminasi Staphylococcus aureus 14,4% di atas batas maksimum, Sedangkan di tingkat penjual terdapat 40% sampel yang mengandung total bakteri di atas batas maksimum. Praktik higiene produsen dan penjual lebih dari 50% termasuk dalam kriteria kurang. Namun secara deskriptif tidak terlihat jelas keterkaitan antara praktik dan kandungan mikrobiologinya. Simpulan : ikan laut merupakan bahan pangan yang potensial menimbulkan permasalahan keracunan makanan meskipun setelah melalui proses pengasapan. Perlu penerapan praktik-praktik higiene dalam proses pembuatannnya hingga pemasarannyo.Kata kunci : ikan asap, Staphylococcus aureus

Keanekaragaman Jenis Rayap Tanah dan Dampak Serangan Pada Bangunan Rumah di Perumahan Kawasan Mijen Kota Semarang

Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Termite attacks on buildings construction in Indonesia has become a major problem since the beginning until now, so that termites are known as pests. The residential development has after the habitats of termites that an impact on the narrowing of the environmental termites and reduce termite food source. So this led to the increasing of a termite attack. This research was conducted at kawasan Mijen Kota Semarang. The objectives of this research are to identify the type of subterranean termites and to know the impact of subterranean termites attack on house building. This research is descriptive with survey method and cross sectional approach. The samples in this study are building houses using purposive sampling and taking termite using accidental sampling technique. The result of this study showed that the termite species Macrotermes gilvus Hagen soldiers (71%) and Coptotermes curvignathus Holmgren (29%). The type of a house component that usually suffered a lot of damage is the door frame with the intensity (minimum damage). Therefore, it is necessary to attempt an anti-termite treatment for houses, to repair the damage building components immediately, to clean the wood, the trees that have died or other lignoselulosa material which related to the soil.