Articles

Found 17 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN UMUM RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN INFORMASI OBAT DI INSTALASI FARMASI BALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT (BKPM) MAGELANG PERIODE FEBRUARI 2016 Fatmawati, Afif Tia; Yuliastuti, Fitriana; Hapsari, Widarika Santi
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v4i1.2585

Abstract

Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperoleh setelah pasien  membandingkannya  dengan apa yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien umum rawat jalan terhadap kualitas pelayanan informasi obat di instalasi farmasi Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Magelang periode Februari 2016.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengambilan sampel dengan Purposive Sampling. Data dikumpulkan dari 50 responden melalui pengisian kuesioner pada bulan Februari 2016.Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kehandalan, ketanggapan, keyakinan, empati, dan fasilitas berwujud. Data yang diperoleh diolah dengan program Microsoft Excel dan dianalisis dengan membandingkan persepsi kenyataan dengan harapan yang digambarkan dalam Diagram Kartesius. Berdasarkan dari hasil penelitian mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebesar 54%, berdasarkan usia yang terbanyak 21 – 35 tahun dengan persentase sebesar 46%, berdasarkan pendidikan terakhir mayoritas perguruan tinggi/ akademi sebesar  46%, sedangkan berdasarkan pekerjaannya mayoritas bekerja pegawai negeri sipil  dengan persentase sebesar 30%, kemudian mayoritas rata – rata penghasilan lebih dari Rp 3.000.000,00 dengan persentase sebesar 56%, hubungan dengan pasien mayoritas untuk diri sendiri dengan persentase sebesar 66% dan frekuensi kedatangan ke apotek mayoritas lebih dari 5 kali sebesar 64%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh variabel independen yaitu kualitas pelayanan meliputi kehandalan, ketanggapan, keyakinan, empati, dan fasilitas berwujud terhadap variabel dependen yaitu kepuasan pasien.Pasien merasa puas dengan pelayanan informasi obat di Instalasi farmasi Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Magelang.
Analisis Perencanaan Obat Dengan Metode ABC di Instalasi Farmasi Rsud Muntilan Periode Tahun 2013 Krisnaningtyas, Hesti; Yuliastuti, Fitriana; Mega Kusuma, Tiara
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 1 No 1 (2015): Vol. I, No 1, September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran proses perencanaan obat di Instalasi Farmasi RSUD Muntilan dengan menggunakan metode ABC. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif terhadap data sekunder yang berupa data item obat, jumlah pemakaian obat dan estimasi biaya di Instalasi Farmasi RSUD Muntilan periode bulan Oktober-Desember tahun 2013. Dengan menggunakan metode ABC, hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk daftar obat Askes diperoleh 52 item obat termasuk kelas A, 70 item obat termasuk kelas B, 150 item obat termasuk kelas C, dari total 272 item obat. Sedangkan untuk obat Jamkesmas diperoleh 14 item obat termasuk kelas A, 14 item obat termasuk kelas B, 154 item obat termasuk kelas C, dari total 182 item obat. Penetapan kebutuhan obat menggunakan analisa ABC dapat dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek dalam perencanaan obat di rumah sakit yaitu standarisasi obat atau formularium, anggaran, pemakaian periode sebelumnya, stok akhir dan kapasitas gudang, lead time dan stok pengaman, jumlah kunjungan dan pola penyakit dan standar terapi.
POLA PENGOBATAN HIPERTENSI PADA PASIEN LANSIA DI PUSKESMAS WINDUSARI KABUPATEN MAGELANG Lutfiyati, Heni; Yuliastuti, Fitriana; Khotimah, Arrum
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 3 No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v3i2.1726

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pola peresepan pasien hipertensi pada pasien lanjut usia. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan metode deskriptif dan pengambilan data secara retrospektif .Subyek penelitian adalah resep pasien hipertensi lanjut usia di Puskesmas Sawangan kabupaten Magelang periode desember 2015 sampai maret 2016.. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah resep dan rekam medis pasien hipertensi lansia di Puskesmas Sawangan. Hasil penelitian  dengan menggunakan sampel sebanyak 189 sampel, berdasarkan jenis kelamin, perempuan 59.79% dan laki-laki 40.21%. Berdasarkan umur 72.49% usia 60-74 tahun,  23.28%  usia 75 -84 tahun dan 4.23% usia > 85 tahun. Total resep pasien hipertensi lansia adalah 189 resep dengan jumlah item obat hipertensi 255 obat dan obat non hipertensi 353 obat. Rata – rata item per lembar resep pada pasien hipertensi lansia 3.22 item per lembar resep.  Peresepan tunggal lebih banyak dari pada kombinasi yaitu sebesar 76.72%. Obat anti hipertensi paling banyak diresepkan  adalah golongan ACEI 61.81%,. Golongan ACEI  diresepkan paling banyak adalah captopril sebanyak 79.31%.  Kombinasi obat antihipertensi yang paling banyak diresepkan adalah kombinasi ACEI dan diuretik sebanyak 84.10%.
Analisis Perencanaan Obat BPJS Dengan Metode Konsumsi di Instalasi Farmasi RSUD Tidar Kota Magelang Periode Juni-Agustus 2014 Murtafiah, Lailatul; Yuliastuti, Fitriana; Wahyu Hidayat, Imron
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 1 No 2 (2016): Vol. I, No 2, Februari 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan merupakan serangkaian kegiatan yang salah satu prosesnya adalah perencanaan. Perencanan adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk menyusun kebutuhan obat yang tepat dan sesuai kebutuhan untuk mencegah terjadinya kekurangan ataupun kelebihan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran proses perencanaan obat di Instalasi Farmasi RSUD Tidar Kota Magelang dengan menggunakan metode konsumsi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif terhadap laporan jumlahpemakaian dan sisa obat BPJS di InstalasiFarmasi RSUD Tidar Kota MagelangPeriodeJuni- Agustus 2014. Dengan menggunakan metode konsumsi, hasil penelitian menunjukkan bahwa 166 item pengadaan dan 48 item tidak diadakan. Buffer stock yang digunakan adalah 30%, sedangkan lead time 7 hari. Pemakaian rata-rata terbesar adalah RL sebanyak 16.321 plabot. Perbandingan dengan perencanaan RSUD Tidar Kota Magelang 61% sesuai dengan perencanaan dan 39% tidak sesuai dengan perencanaanpenelitian. Penetapan kebutuhan obat menggunakan analisa konsumsi dapat dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek dalam perencanaan obat di rumah sakit yaitu standarisasi obat atau formularium, anggaran, pemakaian periode sebelumnya, stok akhir dan kapasitas gudang, lead time dan stok pengaman, jumlah kunjungan dan pola penyakit dan standar terapi
Evaluasi Pelayanan Apotek Berdasarkan Indikator Pelayanan Prima Di Kota Magelang Periode 2016 Yuliastuti, Fitriana; Lutfiyati, Heni
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 2 No 1 (2016): Vol. II, No 1, September 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan standar pelayanan kefarmasian di apotek berdasarkan Indikator Pelayanan Prima di Kota Magelang periode 2016. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, pengambilan data menggunakan metode Cross Sectionals Survey . Responden dalam penelitian ini adalah apoteker yang bersedia mengisi koesioner yang merupakan instrument penelitian ini. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan atau mendiskripsikan karakteristik setiap variable penelitian.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Standar Pelayanan Kefarmasian di apotek berdasarkan Indikator prima sudah dilaksanakan dengan baik oleh apoteker- apoteker di Kota Magelang dengan jumlah score 84,7.
Penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Kota Magelang Latifah, Elmiawati; Pribadi, Prasojo; Yuliastuti, Fitriana
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 2 No 1 (2016): Vol. II, No 1, September 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan standar pelayanan kefarmasian di Apotek Kota Magelang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah apotek di Kota Magelang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bertujuan menggambarkan atau mendeskripsikan pelaksanaan pelayanan kefarmasian di Kota Magelang.  Data penelitian diperoleh dari kuesioner kemudian dilakukan observasi pada 15 apotek di Kota Magelang. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa 54% Apotek memiliki lebih dari 1 apoteker, 80% apotek memiliki lebih dari 1 tenaga teknis kefarmasian, 26% memiliki lebih dari 2 tenaga non kefarmasian, 80% apoteker datang setiap hari ke apotek (6 jam/ hari), 60% Apoteker pernah mengikuti pelatihan kefarmasian, 53% apotek melakukan pemeriksaan resep, 80% Apoteker dan 20% Tenaga Teknis Kefarmasian melakukan dispensing,73% apotek melaksanakan Pelayanan Informasi Obat (PIO) dengan lengkap, 60% apotek melakukan pencatatan dengan lengkap, 76% melakukan pengarsipan dengan lengkap dan 100% apotek melakukan pelaporan narkotika dan psikotropika secara reguler setiap bulan. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan penerapan standar pelayanan kefarmasian di Apotek Kota Magelang.
Pelaksanaan Konseling Oleh Apoteker Di Apotek Kecamatan Temanggung Lutfiyati, Heni; Yuliastuti, Fitriana; Septie Dianita, Puspita
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 2 No 1 (2016): Vol. II, No 1, September 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan konseling oleh apoteker di apotek Kecamatan Temanggung. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Responden dalam penelitian ini adalah apoteker di Kecamatan Temanggung yang telah melaksanakan konseling pasien dan bersedia mengisi kuesioner yang merupakan instrumen penelitian ini. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bertujuan menggambarkan atau mendiskripsikan pelaksanaan konseling di apotek kecamatan Temanggung.  Data penelitian diperoleh dari kuesioner yang disebarkan kepada apoteker pengelola apotek di kecamatan Temanggung. Dari 12 apoteker pengelola apotek di kecamatan Temanggung hanya 9 apoteker yang bersedia dijadikan sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100,00% apoteker melaksanakan konseling kepada pasien, 100,00% pemberian konseling penting, 100,00% beralasan untuk meningkatkan kepatuhan pasien, 55,56% melaksanakan konseling 5-10 menit, 100,00% apoteker tertarik melakukan konseling, 55,56% mengalami hambatan, 20,00% hambatan yang dialami yaitu kurangnya pengetahuan, 88,89%% pasien menanyakan besaran dosis, waktu penggunaan obat dan lama penggunaan obat, 100,00% menggunakan sumber informasi obat, 66,67% searching internet dalam pemberian konseling, 11,11% melakukan pendokumentasian, 11,11% membuat catatan pengobatan untuk pelanggan, 100,00% berharap kepatuhan pasien meningkat sehingga terapi dapat tercapai. Kesimpulan pelaksanaan konseling oleh apoteker di apotek Kecamatan Temanggung 88,89% tergolong baik
Evaluasi Pelayanan Apotek Berdasarkan Indikator Pelayanan Prima Di Kota Magelang Periode 2016 Yuliastuti, Fitriana; Lutfiyati, Heni
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 2 No 1 (2016): Vol. II, No 1, September 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan standar pelayanan kefarmasian di apotek berdasarkan Indikator Pelayanan Prima di Kota Magelang periode 2016. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, pengambilan data menggunakan metode Cross Sectionals Survey . Responden dalam penelitian ini adalah apoteker yang bersedia mengisi koesioner yang merupakan instrument penelitian ini. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan atau mendiskripsikan karakteristik setiap variable penelitian.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Standar Pelayanan Kefarmasian di apotek berdasarkan Indikator prima sudah dilaksanakan dengan baik oleh apoteker- apoteker di Kota Magelang dengan jumlah score 84,7.
POLA PENGOBATAN HIPERTENSI PADA PASIEN LANSIA DI PUSKESMAS WINDUSARI KABUPATEN MAGELANG Lutfiyati, Heni; Yuliastuti, Fitriana; Khotimah, Arrum
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 3 No 2 (2017): Vol. III, No 2, November 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pola peresepan pasien hipertensi pada pasien lanjut usia. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan metode deskriptif dan pengambilan data secara retrospektif .Subyek penelitian adalah resep pasien hipertensi lanjut usia di Puskesmas Sawangan kabupaten Magelang periode desember 2015 sampai maret 2016.. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah resep dan rekam medis pasien hipertensi lansia di Puskesmas Sawangan. Hasil penelitian  dengan menggunakan sampel sebanyak 189 sampel, berdasarkan jenis kelamin, perempuan 59.79% dan laki-laki 40.21%. Berdasarkan umur 72.49% usia 60-74 tahun,  23.28%  usia 75 -84 tahun dan 4.23% usia > 85 tahun. Total resep pasien hipertensi lansia adalah 189 resep dengan jumlah item obat hipertensi 255 obat dan obat non hipertensi 353 obat. Rata – rata item per lembar resep pada pasien hipertensi lansia 3.22 item per lembar resep.  Peresepan tunggal lebih banyak dari pada kombinasi yaitu sebesar 76.72%. Obat anti hipertensi paling banyak diresepkan  adalah golongan ACEI 61.81%,. Golongan ACEI  diresepkan paling banyak adalah captopril sebanyak 79.31%.  Kombinasi obat antihipertensi yang paling banyak diresepkan adalah kombinasi ACEI dan diuretik sebanyak 84.10%.
Pelaksanaan Konseling Oleh Apoteker Di Apotek Kecamatan Temanggung Lutfiyati, Heni; Yuliastuti, Fitriana; Septie Dianita, Puspita
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 2 No 1 (2016): Vol. II, No 1, September 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan konseling oleh apoteker di apotek Kecamatan Temanggung. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Responden dalam penelitian ini adalah apoteker di Kecamatan Temanggung yang telah melaksanakan konseling pasien dan bersedia mengisi kuesioner yang merupakan instrumen penelitian ini. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bertujuan menggambarkan atau mendiskripsikan pelaksanaan konseling di apotek kecamatan Temanggung.  Data penelitian diperoleh dari kuesioner yang disebarkan kepada apoteker pengelola apotek di kecamatan Temanggung. Dari 12 apoteker pengelola apotek di kecamatan Temanggung hanya 9 apoteker yang bersedia dijadikan sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100,00% apoteker melaksanakan konseling kepada pasien, 100,00% pemberian konseling penting, 100,00% beralasan untuk meningkatkan kepatuhan pasien, 55,56% melaksanakan konseling 5-10 menit, 100,00% apoteker tertarik melakukan konseling, 55,56% mengalami hambatan, 20,00% hambatan yang dialami yaitu kurangnya pengetahuan, 88,89%% pasien menanyakan besaran dosis, waktu penggunaan obat dan lama penggunaan obat, 100,00% menggunakan sumber informasi obat, 66,67% searching internet dalam pemberian konseling, 11,11% melakukan pendokumentasian, 11,11% membuat catatan pengobatan untuk pelanggan, 100,00% berharap kepatuhan pasien meningkat sehingga terapi dapat tercapai. Kesimpulan pelaksanaan konseling oleh apoteker di apotek Kecamatan Temanggung 88,89% tergolong baik