p-Index From 2014 - 2019
2.169
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Interaksi Online
Much. Yulianto
Unknown Affiliation

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Isi Twitter Politikus Indonesia Menjelang Pemilu 2014

Interaksi Online Vol 2, No 7 (2014): WISUDA AGUSTUS
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Twitter adalah salah satu media sosial yang banyak digunakan saat inidengan angka pengguna yang terus meningkat dari tahun ke tahun, termasuk diIndonesia. Twitter dipercaya telah membawa bentuk baru dalam duniakomunikasi, termasuk komunikasi politik. Di Indonesia dan beberapa negaralainnya, penggunaan Twitter oleh politikus telah menjadi hal yang lumrah.Politikus mulai mengadopsi dan menggunakan Twitter sebagai cara baru dalamberinteraksi dengan audiens, terutama menjelang dan semasa kampanye pemilihanumum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola politikus Indonesia dalammenggunakan Twitter dan topik apa yang mereka bicarakan di dunia Twittersebelum masa kampanye berlangsung.Penelitian ini mengacu pada konsep penggunaan Twitter oleh politikusdari Tamara Small dan Graham et al. Analisis isi dilakukan terhadap 2.174 tweetyang dikeluarkan oleh politikus Indonesia selama 3 bulan menjelang pemilihanumum di tahun 2014, yaitu September, Oktober, dan November 2013. Ujireliabilitas data dilakukan dengan uji korelasi di antara tiga coder.Hasil penelitian menunjukkan pola politikus Indonesia dalammenggunakan twitter sebagai media berkomunikasi dengan audiens sebelum masakampanye. Politikus Indonesia telah intensif menggunakan Twitter sebelum masakampanye berlangsung. Dimana rata-rata tweet yang dikeluarkan oleh politikusadalah berkisar dari angka 15 - 441 tweet tiap bulannya. Twitter digunakan untukmenjalin hubungan atau berinteraksi dengan audiens melalui fitur Retweet danReply yang telah disediakan. 50% tweet yang dikeluarkan oleh politikusberbentuk Retweet. Politikus Indonesia pun lebih banyak mengeluarkan tweetyang memberikan gambaran mengenai pandangan dan ide politikus terhadapsuatu isu tertentu (position taking) sebanyak 48% tweet. Disamping itu, politikusjuga menginformasikn hal personal seperti berita mengenai keluarga mereka dankegiatan politikus itu sendiri (updating) sebanyak 35%. Mengenai topik yangterkait dengan isu politik dan kampanye hanya sedikit dibicarakan oleh politikusIndonesia di twitter. Topik berupa Sapaan dikeluarkan oleh politikus Indonesiasebanyak 22%. Hal tersebut tampaknya dipengaruhi oleh masa kampanye yangmasih jauh dan belum berlangsung di tahun 2014. Twitter dalam hal ini digunakanoleh politikus Indonesia sebagai sarana menjalin hubungan serta berinteraksi,menyampaikan pendapat, menginformasikan kegiatan dan hal personal kepadaaudiens.Kata kunci: Penggunaan sosial media, Twitter, komunikasi politik, analisis isi

KEBERADAAN PROGRAM SIARAN LOKAL DI TELEVISI BERJARINGAN (STUDI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MEDIA TERHADAP PROTV)

Interaksi Online Vol 2, No 8 (2014): Wisuda Oktober
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Swasta, Peraturan Menteri Kominfo Nomor 43 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Melalui Sistem Stasiun Jaringan oleh Lembaga Penyiaran Swasta Jasa Penyiaran Televisi dan juga Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) merupakan kebijakan media yang memuat mengenai Sistem Siaran Jaringan (SSJ). Undang-undang penyiaran tersebut mengamanatkan bahwa televisi swasta yang mengudara secara nasional wajib mendirikan badan hukum baru, melepas stasiun relai, melepas saham secara bertahap serta pancaran siaran tidak boleh dilakukan dengan pancaran siaran relai. Sistem Stasiun Jaringan adalah tata kerja yang mengatur relai siaran secara tetap antarlembaga penyiaran. Salah satu televisi lokal di Semarang yang bergabung dengan Sistem Stasiun Jaringan yaitu PROTV yang berjaringan dengan SINDO TV. Kebijakan ini lahir dengan semangat diversity of content (keberagaman isi) dan diversity of ownership (keberagaman pemilik), yang menjelaskan bahwa semakin beragam isi siaran dan semakin beragam distribusi kepemilikan media maka ranah penyiaran akan semakin demokratis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui praktik kebijakan sistem stasiun jaringan dan keberadaan program siaran lokal di PROTV.Hasil penelitian yang didapatkan adalah implementasi sistem stasiun jaringan di PROTV sebagai anggota jaringan SINDOTV belum berjalan dengan ideal. Faktor kepemilikan menyebabkan adanya dominasi kekuasaan dari pemilik modal melalui berbagai keputusan yang memengaruhi keberadaan program siaran lokal. Terjadi pengurangan slot time bagi program siaran lokal dan pergeseran prime time program siaran lokal di PROTV. Kata kunci: sistem stasiun jaringan, program siaran lokal, keberagaman

TERPAAN PEMBERITAAN MEDIA MASSA DAN TINGKAT KEPERCAYAAN MASYARAKAT PADA KOMPETENSI JOKOWI SEBAGAI PEMIMPIN TERHADAP MINAT MASYARAKAT MEMILIH JOKOWI SEBAGAI CAPRES

Interaksi Online Vol 2, No 8 (2014): Wisuda Oktober
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberitaan mengenai Joko Widodo seringkali menjadi headline pada media massa nasional, baik media cetak, online dan televisi. Pemberitaan menjadi semakin bervariatif ketika secara resmi Joko Widodo dicalonkan sebagai capres pada pemilu 2014 yang diusung oleh partai PDI-P. Tidak hanya sejumlah keberhasilan yang dicapai selama menjadi pemimpin, namun sejumlah isu seperti konsistensi, korupsi hingga SARA terkait Jokowi mulai diangkat dan dikritisi oleh banyak pihak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tipe eksplanatori, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh terpaan pemberitaan media massa dan tingkat kepercayaan masyarakat pada kompetensi Jokowi sebagai pemimpin terhadap minat masyarakat memilih Jokowi sebagai capres. Teori yang digunakan adalah teori Dependensi Efek Komunikasi Massa. Jumlah populasi sebanyak 36.711 penduduk yang berada di kelurahan Sendangmulyo, Semarang. Penelitian ini menggunakan teknik multistage random sampling diambil sampel sebanyak 100 orang. Data primer dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik dan regresi linier sederhana dengan bantuan program SPPS.Perhitungan statistik menunjukkan bahwa signifikansi level terpaan pemberitaan media massa terhadap tingkat kepercayaan masyarakat pada kompetensi Jokowi sebagai pemimpin melebihi batas toleransi yaitu 0,075. Sementara, persamaan regresi linier sederhana antara tingkat kepercayaan masyarakat pada kompetensi Jokowi sebagai pemimpin terhadap minat masyarakat memilih Jokowi sebagai capres adalah Y = -0,501+0,021Z dengan nilai signifikansi 0.000. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa terpaan pemberitaan media massa tidak berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan masyarakat pada kompetensi Jokowi sebagai pemimpin, namun tingkat kepercayaan masyarakat pada kompetensi Jokowi berpengaruh positif terhadap minat masyarakat memilih Jokowi sebagai capres.Media massa hendaknya melakukan tugas sesuai dengan fungsinya yaitu fungsi sebagai media informasi, pendidikan, dan kontrol sosial dan melaksanakan praktik jurnalisme yang bertanggung jawab. Hal ini bertujuan untuk membangun masyarakat yang kritis dalam memperoleh dan mengolah informasi bagi keberlangsungan sistem demokrasi yang lebih baik.Kata kunci : Terpaan Pemberitaan, Tingkat Kepercayaan, Minat Memilih, Kompetensi Jokowi.

Twitter sebagai Media Pertunjukan Diri Figur Publik melalui Tweet dengan Tema Isu Pemilihan Presiden 2014 (Analisis Semiotika Akun Twitter @AHMADDHANIPRAST dan @GlennFredly)

Interaksi Online Vol 2, No 8 (2014): Wisuda Oktober
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Twitter merupakan media sosial yang berfungsi sebagai media komunikasi dan informasi. Kemudahan yang diberikan Twitter membuat fungsi Twitter digunakan sebagai ajang pertunjukan diri dari para penggunanya untuk menginformasikan hal-hal yang bersifat umum hingga pribadi. Figur publik atau selebritis adalah tokoh yang paling banyak memiliki followers atau pengikut dalam akun Twitter. Hal ini memberi kesempatan pada para figur publik untuk menunjukkan diri mereka. Pada tahun 2014, banyak dari beberapa figur publik yang berusaha menunjukkan diri sebagai orang yang peduli dengan masalah politik dengan memposting tweet bertema isu pemilihan presiden (Pilpres) 2014. Beberapa dari mereka adalah musisi Ahmad Dhani (@AHMADDHANIPRAST) dan Glenn Freedly (@GlennFredly). Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pertunjukan diri pemilik akun Twitter @GlennFredly dan @AHMADDHANIPRAST melalui isu-isu politik tentang pemilihan presiden 2014 yang mereka posting. Peneliti menggunakan paradigma konstruktivistis dan tradisi semiotika untuk mengkaji dan mendeskripsikan teks tweet bertema isu Pilpres 2014 dari akun Twitter @AHMADDHANIPRAST dan @GlennFredly. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Interaksi Sosial, Teori Dramaturgi, Teori Stratifikasi Sosial.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akun Twitter @AHMADDHANIPRAST dan @GlennFredly melakukan pertunjukan diri di Twitter sebagai orang yang peduli dengan isu Pilpres 2014 yang sedang berkembang. Dhani menunjukkan diri sebagai orang yang mendukung pasangan Prabowo-Hatta dengan memposting tweet isu Pilpres 2014 seperti pelanggaran HAM yang melibatkan Prabowo, Jokowi yang dinilai sebagai capres boneka, hingga ketegasan sebagai kriteria pemimpin yang baik. Sedangkan @GlennFredly menunjukkan diri sebagai orang yang mendukung pasangan Jokowi-JK dengan memposting tweet isu Pilpres 2014 seperti kekuasaan ditahun 1998, rapor merah kepemimpian SBY dengan latar belakang militer yang mempunyai sifat tegas, hingga seragam Nazi yang dipakai Ahmad Dhani dalam video klip dukungan untuk Prabowo-Hatta.Keyword: Twitter, Politik, Pertunjukan Diri

Kuis Kebangsaan sebagai Propaganda Politik

Interaksi Online Vol 2, No 8 (2014): Wisuda Oktober
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Propaganda dapat berarti menyampaikan pesan yang benar atau pun yang menyesatkan, dimana umumnya isi propaganda hanya menyampaikan fakta-faktapilihan yang dapat menghasilkan pengaruh tertentu untuk mengubah pemikiran kognitif kelompok sasaran untuk kepentingan tertentu. Propaganda diatur melalui simbol-simbol signifikan. Program acara Kuis Kebangsaan ini merupakan salahsatu bentuk nyata propaganda melalui simbol-simbol, dengan menampilkan simbol-simbol yang barkaitan dengan pasangan calon presiden dan wakil presiden dari Partai Hanura, yaitu Wiranto dan Hary Tanoesudibjo.Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan propaganda politik yang digunakan dalam program Kuis Kebangsaan pada stasiun RCTI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika model John Fiskemelalui tahapan analisis sintagmatik dan paradigmatik dengan tiga level, yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Strategi propaganda program acara kuis ini adalah dengan menggunakan topeng pendidikan. Dalam program acara mencantumkan simbol-simbol WIN-HT pada dekorasi, editing, dan password. Narasumber yang hadir pun juga merupakan calon legislatif Partai Hanura. Setiap warna yang digunakan selalu diusahakan berkaitan dengan Hanura, yaitu kuning. Program acara ini juga menunjukkan propaganda secara ideologi. Pertama populisme, yaitu usaha-usaha dari pemimpin untuk “merakyat” melalui penggambaran sosok Wiranto dan Hary Tanoesudibjo yang terkesan nasionalis dan herois. Kedua dumbing down melalui penanyangan kuis pendidikan yang dikemas sebagai edutainment. Terakhir adalah demokrasi media. Dengan adanya kapitalisme media, maka pemilik media yang ikut dalam politik, dapat dengan mudah mengendalikan sisi politik melalui medianya. Berbagai teknik propaganda pun telah diterapkan dalam Kuis Kebangsaan.Propaganda politik yang ada di program acara Kuis Kebangsaan adalah propaganda yang tersusun dengan baik. Namun propaganda ini gagal dengan adanya sikap yang sudah ada dan tren sosial di masyarakat. Kata kunci : propaganda, politik, kuis

PENERIMAAN KHALAYAK TERHADAP ACARA MEWUJUDKAN MIMPI INDONESIA

Interaksi Online Vol 2, No 8 (2014): Wisuda Oktober
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menuju Pemilu 2014 banyak tokoh politik di Indonesia yang menampilkan diri melalui media massa khususnya televisi. Berbagai progam acara di televisi dimanfaatkan sebagai alat untuk menarik simpati dan menciptakan citra positif dari khalayak, salah satunya adalah progam acara reality show. Reality show Mewujudkan Mimpi Indonesia menampilkan sosok Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo dengan aksi dan peran-peran yang berbeda dan tidak biasa mereka lakukan, demi mewujudkan impian masyarakat Indonesia, sehingga membuat acara tersebut menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan khalayak tentang acara Mewujudkan Mimpi Indonesia. Penelitian ini menggunakan model encoding-decoding Stuart Hall yang digunakan untuk menjelaskan proses pemaknaan khalayak terhadap tayangan Mewujudkan Mimpi Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian dengan tipe deskriptif yang bersifat kualitatif dan menggunakan pendekatan analisis resepsi. Analisis resepsi memandang khalayak sebagi penghasil makna ( producers of meaning) yang aktif dalam mempersepsi pesan dan memproduksi makna, tidak hanya sekedar menjadi individu pasif yang menerima begitu saja makna yang diproduksi oleh media massa.Penelitian dilakukan menggunakan wawancara mendalam (depth nterview) kepada lima orang informan yang merupakan pemirsa dari acara reality show Mewujudkan Mimpi Indonesia. Informan yang dipilih memiliki latar belakang yang berbeda, baik usia, jender, pendidikan maupun status sosial. Hasil penelitian akan membagi khalayak ke dalam tiga tipe dan posisi pemaknaan. Yaitu kelompok dominat reading, khalayak memaknai tayangan Mewujudkan Mimpi Indonesia sesuai dengan preferred reading (makna dominan). Kelompok negotiated reading, memaknai tayangan ini dari dua sisi, yaitu menganggap bahwa tayangan ini tidak etis jika digunakan sebagai alat propaganda politik dan menganggap tayangan ini sebagai tayangan yang memotivasi serta memberikan inspirasi kepada penontonnya. Sedangkan kelompok oppositional reading, adalah khalayak yang memiliki pemaknaan yang berbeda sama sekali dengan makna dominan. Khalayak oppositional memaknai bahwa tayangan Mewjudkan Mimpi Indonesia adalah tayangan yang membodohi publik, karena dimanfaatkan sebagai alat propaganda politik oleh elit politik tertentu.Kata kunci : analisis resepsi, reality show, propaganda politik

Studi Deskriptif Diseminasi Informasi Pesan Kebencanaan di Kelompok Masyarakat Kawasan Rawan Bencana Desa Umbulharjo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta

Interaksi Online Vol 3, No 9 (2015): Wisuda Januari
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi merupakan suatu elemen penting dalam pelaksanaan mitigasi bencana. Penanganan bencana yang menghendaki kecepatan & ketepatan dalam membantu korban, mendorong berbagai kelompok masyarakat ikut andil dalam memberikan bantuan. Namun disayangkan, pola pemberian bantuan kurangdipahami, akibat minimnya informasi penanganan bencana yang terintegratif dari Pemerintah, dinas terkait, & masyarakat agar pesan dapat sampai & dipahami dengan baik sehingga pada akhirnya dapat menekan tingkat jumlah korban bencana. Penelitian ini merupakan penelitia n deskriptif kuantitatif dengan mengambil lokasi penelitian di Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Sampling di lakukan di Dusun Pentingsari, Gambretan, Gondang, Pangukrejo & Pelemsari. Teknik sampling yang digunakan adalah Stratified Random Sampling. Penelititan kuantitatif dengan format deskriptif bertujuan untuk menjelaskan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi, atau berbagai variabel yang timbul di masyarakat ya ng menjadi objek penelitian berdasarkan apa yang terjadi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan diseminasi/penyebaran informasi pesan kebencanaan di kelompok masyarakatkawasan rawan bencana (KRB) Desa Umbulharjo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) Informasi pesan kebencanaan yang tersebar di Desa Umbulharjo sudah dapat dipahami&diikuti responden dengan baik. 2) Kemampuan tenaga penyuluh menyampaikan informasi pesan kebencanaan ke masyarakat Desa Umbulharjo sudah kredibel&kompeten. 3) Media saluran pesan kebencanaan yang dominan dimanfaatkan di Desa Umbulharjo yaitu televisi&media luar ruang. 4) Ketertarikan masyarakat Desa Umbulharjo terhadap informasi pesan kebencanaan sudah tergolong tinggi. 5) Informasi pesan kebencanaan yang tersebar di Desa Umbulharjo sudah sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat setempat. Pemerintah&dinas terkait diharapkan dapat memaksimalkan potensi yang ada pada kelompok masyarakat agar penyebaran informasi pesan kebencanaan menjadi lebih efektif & efisien.Kata Kunci : Diseminasi Informasi, Pesan Kebencanaan, Kawasan Rawan Bencana, Kelompok Masyarakat

Pemaknaan Peran Perempuan di Parlemen(Analisis Semiotika dalam Berita Online Tempo.co dan Kompas.com)

Interaksi Online Vol 3, No 11 (2015): Wisuda Agustus
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berdasarkan pada tidak tercukupinya kuota 30% pada kebijakanaffirmative action. Kurangnya keterwakilan perempuan di kursi parlemendiakibatkan oleh rendahnya tingkat elektabilitas perempuan. Media sebagai saranainformasi dan edukasi memberitakan perempuan di parlemen dengan tidakseimbang. Pemberitaan tentang perempuan di parlemen tidak berkaitan dengankontribusi dan potensi perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat posisiperempuan yang ditampilkan melalui teks berita dari kedua portal berita tersebutdan menjelaskan ideologi dominan yang melatarbelakangi terjadinyapenggambaran perempuan tersebut.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang merujuk padaparadigma kritis. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori EkologiMedia, konsep cultural studies, dan konsep feminisme liberal. Teknik analisisyang digunakan adalah analisis semiotika Roland Barthes yang mengacu padalime kode pembacaan. Subjek penelitian yaitu sepuluh teks dari portal beritaonline Tempo.co dan Kompas.com.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam teks berita online tersebutpemberitaan perempuan tidak fokus pada hasil kontribusi perempuan pada saatmenjabat sebagai anggota parlemen. Berita perempuan di parlemen tidaktermasuk dalam berita headline atau berita utama. Pemberitaan tentangperempuan lebih banyak masuk dalam kategori berita hiburan. Kontribusi danpencapaian perempuan di parlemen hanya dibahas sekilas dalam berita, yangmenjadi fokus dalam pemberitaan yaitu kehidupan pribadi, penampilanperempuan, dll. Selain itu, bahasa yang digunakan dalam pemberitaan tersebutmenggunakan bahasa yang bermakna halus tetapi kesan yang timbul dalam beritajustru negatif. Terdapat modal ekonomi, modal sosial dan modal kultural dalampemberitaan peran perempuan di parlemen. Modal yang paling sering munculdalam pemberitaan tersebut yaitu modal kultural, dimana penampilan dan statusperempuan menjadi syarat penting untuk menjadi anggota legislatif. Pemberitaanmenampilkan seolah-olah perempuan tidak mampu duduk di kursi parlemen tanpamodal-modal tersebut.

Strategi Public Relations Majlis Tafsir Al-Qur’an dalam Pengelolaan Krisis Dampak Isi Siaran Dakwah Islam pada Komunitas Masyarakat Blora

Interaksi Online Vol 3, No 11 (2015): Wisuda Agustus
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan pandangan mengenai Islam sering kali terjadi antar organisasi – organisasi Islam. Tidak dipungkiri perbedaan pandangan dalam keyakinan yang sama pun dapat menimbulkan konflik. Konflik dalam Islam yang dipicu dengan perbedaan pandangan pernah dialami oleh Majlis Tafsir Al-Qur’an di desa Kamolan Blora pada tahun 2012. Konflik disebabkan beberapa faktor diantaranya isi siaran dakwah yang cenderung keras dan berani, memuat perbedaan pandangan dalam ajaran Islam diantara kelompok – kelompok organisasi Islam yang lain. Akibat yang akan timbul apabila terjadi sebuah konflik yang menimpa organisasi ialah krisis yang dapat mengganggu kestabilan organisasi. Organisasi dapat dikatakan sedangan mengalami krisis ialah ketika terjadi peristiwa, rumor, atau informasi yang membawa pengaruh buruk terhadap reputasi, citra, dan kredibilitas dalam organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi public relations Majlis Tafsir Al-Qur’an dalam pengelolaan krisis isi siaran dakwah Islam pada komunitas masyarakat Blora. Pendekatan metodelogi yang digunakan dalam penelitian ini termasuk kategori kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Pendekatan manajemen krisis yang dilakukan melalui beberapa tahapan diantaranya analisis situasi, penetapan tujuan, identifikasi khalayak, strategi dan taktik yang digunakan, serta evaluasi. Dalam prosesnya, perencanaan komunikasi pengelolaan krisis tidak dilakukan secara spesifik. Dalam penyelesaiannya, Majlis Tafsir Al-Qur’an melakukan beberapa pendekatan diantara pendekatan hukum, personal, serta media relations. Sebagai respon organisasi pasca krisis Majlis Tafsir Al-Qur’an secara inisiatif melakukan program – program CSR. Berhasil atau tidaknya sebuah kegiatan komunikasi sangat ditentukan melalui kegiatan evaluasi. Majlis Tafsir Al-Qur’an belum melakukan kegiatan – kegiatan komunikasi secara maksimal. Sebagai lembaga yang besar, perlu untuk memiliki tim PR serta tim manajemen yang mampu menjalankan fungsi dan peran PR dalam organisasi yaitu sebagai pembangun opini, persepsi, citra baik bagi organisasi dalam prinsip – prinsip hubungan yang harmonis, baik internal relations maupun external relations.

Bingkai Media Terhadap Pemberitaan Capres Jokowi Pada Pilpres 2014

Interaksi Online Vol 3, No 9 (2015): Wisuda Januari
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu peran media massa adalah memberikan informasi kepada masyarakat. Pada momen pemilihan presiden 2014, media massa merupakan sumber informasi utama masyarakat untuk mengenal para kandidat calon presiden yang akan mereka pilih. Namun, adanya faktor kepentingan tertentu menyebabkan media massa menjadi tidak obyektif dan tidak berimbang dalam memberitakan suatu realitas yang berkaitan dengan sosok para kandidat. Penelitian ini mencoba mengetahui bagaimana seorang calon presiden dikonstruksi oleh media yaitu capres Jokowi pada media online Kompas.com dan Detik.com. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruksionis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan analisis framing yang diperkenalkan Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki untuk melihat bagaimana Kompas.comdan Detik.com membingkai pemberitaan mengenai capres Jokowi menjelang pemilihan presiden 2014 periode waktu 4 Juni – 5 Juli 2014.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberitaan yang disajikan oleh Kompas.com mengenai sosok capres Jokowi secara tidak langsung berpihak kepada pihak Jokowi. Struktur sintaksis dan retoris Kompas.com didominasi oleh berita-berita positif yang menggambarkan bahwa Jokowi adalah kandidat yang sederhana, merakyat, agamis, dan layak terpilih sebagai presiden. Dalam memberitakan kekurangan Jokowi, Kompas.com terkesan hati-hati dan memakai narasumber yang kurang kredibel. Sedangkan Detik.com tampak masih berusaha menjadi media yang netral dan menjunjung cover both sides. Jokowi digambarkan oleh Detik.com sebagai capres yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Meski demikian, pemberitaan positif tentang Jokowi masih mendominasi oleh Detik.com. Keberpihakan Kompas.com dengan selalu memberitakan kebaikan Jokowi kemungkinan dipengaruhi adanya kepentingan politik PDI Perjuangan sebagai parpol pengusung Jokowi dan berafiliasi dengan Kompas.Kata kunci: Jokowi, pemilu, pilpres.