Mohammad Endy Yulianto
Jurusan Teknik Kimia PSD III Teknik, UNDIP Semarang Jl. Prof Sudarto SH, Pedalangan Tembalang, Semarang 50239

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

REDUKSI DIOSCORIN DARI UMBI GADUNG MELALUI EKSTRAKSI GELOMBANG MIKRO Hartati, Indah; Yulianto, Mohammad Endy; Handayani, Dwi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL Vol 1, No 1 (2010): Bio Molekuler, Analis Kesehatan, Keperawatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Tanaman  gadung  adalah  tanaman  umbi-umbian  yang  termasuk  kedalam  golongan sumber pangan dan belum banyak dikenal oleh masyarakat luas. Gadung (Dioscore hispida dennst) mengandung  karbohidrat  yang  cukup  tinggi. Oleh karenanya,  gadung  sering  dimanfaaatkan sebagai bahan  dasar  pembuatan  kerupuk. Pemanfaatan gadung yang terbatas sebagai bahan baku keripik maupun kerupuk, diharapkan lebih lanjut dapat digunakan sebagai sumber pati (tepung) mengingat kandungan karbohidrat relatif cukup tinggi. Namun demikian, pemanfaatan umbi gadung terkendala akan kandungan senyawa toksik berupa senyawa alkaloid (dioscorin) yang dapat menimbulkan keracunan pada manusia. Oleh karenanya, alternatif yang diusulkan adalah ekstraksi dioscorin dengan memanfaatkan gelombang mikro (Microwave Assited Extraction atau MAE) guna mendapatkan tepung gadung yang dapat dimanfaatkan sebagai produk pangan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pH dan waktu ektraksi pada proses ekstraksi dioscorin dari umbi gadung dengan menggunakan ekstraksi gelombang mikro serta menganalisa karakteristik tepung gadung hasil ekstraksi. Pengukuran data percobaan dengan variabel proses ekstraksi meliputi: waktu ekstraksi (10 - 70 menit) dan pH (4-8). Rasio solid-liquid yang digunakan adalah 1:3, dimana berat tepung gadung yang digunakan adalah sebesar 200 gr dan pelarut etanol 95% sebanyak  600 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pH yang rendah, dioscorin yang terekstrak semakin tinggi. Pada pH 4, dioscorin yang terekstrak  mencapai 71,36%. Semakin lama waktu ekstraksi, dioscorin yang terekstrak semakin tinggi. Pada waktu ekstraksi lebih besar dari 40 menit, kadar dioscorin yang terekstrak cenderung konstan. Kata Kunci: dioscorin; gadung; gelombang mikro
STUDI AWAL REKAYASA PROSES PRODUKSI TEH HIJAU BERKATEKIN TINGGI MELALUI TEKNOLOGI STEAMING Yulianto, Mohammad Endy; Senen, Senen; Ariwibowo, Didik
METANA Volume 4 Nomor 1 Juni 2007
Publisher : METANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Tea is a nalural healty, beverage because of catechin content which is a bioactive matter that can retard cancel growth, heart desease, blood and nerves, making healthy for mouth, teeth and some other infection. Therefore, high catechin in tea would be needed. To Obtain high catechin contend it must eliminate enzymatically oxidation process of polyphenol during tea manufacturing. Thus, it was created a process and processing system which sustain the process. The basic design was inactivation of polyphenol oxidase enzyme by steaming. It wishes a high catechin green tea product that can either be directly as a beverage or as a catechin powder for dietary food and functional food or medicine. The variables of this study, were percentage of steam, tea leaves feeding and humidity. The investigated parameters were temperature, catechin content, moisture content, and humidity as time function. The result was that at 900C yielded high catechin. The study shows that at 70%  humidity  yielded higher catechin and lower moisture content.   Keywords : Green tea; Steaming
STUDI AWAL PEMBUATAN ASAM LEMAK SECARA ENZIMATIK DARI BUAH SEGAR KELAPA SAWIT Yulianto, Mohammad Endy; Broto, RTD Wisnu; Pudjihastuti, Isti
METANA Vol 1, No 2 (2004): Volume 1, Nomor 2, Desember Tahun 2004
Publisher : METANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1681.018 KB)

Abstract

Abstract Vegetable oil is one of plantation commodity, having advantages either as food or olechemical. One of the connecting bridges between vegetable oil and oleochemical industry is the conversion of vegetable oil to fatty acid. The supply of fatty acid in indonesia by import. Beside the promising market in global trading indonesia has the superiority in raw material supply for fatty acid  production. In indonesia, the most raw materials used for producing fatty acid naturally include crude palm oil (CPO), palm kertnel oil (PKO), and coconut oil (CNO). Fatty acid production by enzymatic from palmfruit can be reduce investation and operation cost. The objective of this research is finding a new way of product fatty acid by direct separation from palm fruit.  The research is information of process condition in fatty acid production by enzymatic from palm fruit, by quality of fatty acid is used in cosmetics, plastic, tyre, PVC, stabilizer, paint and soap industries. The variables studied in this process include temperature, pH, and water consentration. Yield of fatty acid is analysed for quality and quantity. The quality analysis include water consentration, acid number, iod number and perokside number. The quantity analysis is used titration or chromatografi gas. The research shows that the enzyme lipase action increases by temperature increase, and optimum temperatureof lipase from palm fruit for hydrolysis reaction is 35o C. If used buffer pH of reaction, fatty acid production can be increase. Beside that, water consentration increases by fatty acid production increase to. Keywords : fatty acid, enzyme, palm fruit
PENGEMBANGAN PROSES ENZIMATIS GELOMBANG MIKRO UNTUK PRODUKSI ASAM LEMAK DARI BUAH SAWIT SECARA IN SITU Yulianto, Mohammad Endy; Abidin, Zainal; S, FS Nugraheni; Paramita, Vita
METANA Volume 06, Nomor 2, Tahun 2010
Publisher : METANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.375 KB)

Abstract

Abstract Vegetable oil is one of plantation commodity and used as food source and oleochemical. One of the connection between vegetable industry and oleochemical industry is the conversion of vegetable oil into fatty acid. Indonesia is one of major producer of Crude Palm Oil (CPO), Palm Kernel Oil (PKO) and Cocos Nucifera Oil (CNO), but Indonesia is also import fatty acid in the application of paint, plastics, cosmetics, detergent and soap industry. These facts show a pityfull condition of vegetable oil industry. Therefore, it is neccesary to take an effort in order to fulfill our domestic demand of fatty acid. Up to now, the fatty acid is produce by converting CPO into fatty acid, which provide high cost production due to the expensive process of CPO production. An alternative process was proposed by cutting the two stages of fatty acid production into one stage. This stage covered the direct enzymatics production of fatty acid from fresh fruit of palm oil. The lipase of palm oil is inactivated in a microwave based-enzymatics hydrolysis bioeractor. The research objectives was developing the fatty acid production through microwave biochemical process by activate the lipase enzyme of the fresh fruit of palm oil. The parameters examined were including pH, ratio of water-fruit, and the milling of the palm oil as time function. The lipase activity as a result of microwave tunning up process was increasing along with the increasing of the reaction temperature. Without the addition of buffer, the acidity of the system decreased along with the production of fatty acid. Along with the increasing of the water concentration, the fatty acid produced was also increased.   Key Words: fatty acid, lipase, microwave
REDUKSI DIOSCORIN DARI UMBI GADUNG MELALUI EKSTRAKSI GELOMBANG MIKRO Hartati, Indah; Yulianto, Mohammad Endy
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2010: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL-HASIL PENELITIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Tanaman gadung adalah tanaman umbi-umbian yang termasuk kedalam golongan sumber pangandan belum banyak dikenal oleh masyarakat luas. Gadung (Dioscore hispida dennst) mengandungkarbohidrat yang cukup tinggi. Oleh karenanya, gadung sering dimanfaaatkan sebagai bahan dasarpembuatan kerupuk. Pemanfaatan gadung yang terbatas sebagai bahan baku keripik maupun kerupuk,diharapkan lebih lanjut dapat digunakan sebagai sumber pati (tepung) mengingat kandungan karbohidratrelatif cukup tinggi. Namun demikian, pemanfaatan umbi gadung terkendala akan kandungan senyawatoksik berupa senyawa alkaloid (dioscorin) yang dapat menimbulkan keracunan pada manusia. Olehkarenanya, alternatif yang diusulkan adalah ekstraksi dioscorin dengan memanfaatkan gelombang mikro(Microwave Assited Extraction atau MAE) guna mendapatkan tepung gadung yang dapat dimanfaatkansebagai produk pangan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pH dan waktu ektraksi pada prosesekstraksi dioscorin dari umbi gadung dengan menggunakan ekstraksi gelombang mikro serta menganalisakarakteristik tepung gadung hasil ekstraksi. Pengukuran data percobaan dengan variabel proses ekstraksimeliputi: waktu ekstraksi (10 - 70 menit) dan pH (4-8). Rasio solid-liquid yang digunakan adalah 1:3,dimana berat tepung gadung yang digunakan adalah sebesar 200 gr dan pelarut etanol 95% sebanyak 600ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pH yang rendah, dioscorin yang terekstrak semakin tinggi.Pada pH 4, dioscorin yang terekstrak mencapai 71,36%. Semakin lama waktu ekstraksi, dioscorin yangterekstrak semakin tinggi. Pada waktu ekstraksi lebih besar dari 40 menit, kadar dioscorin yang terekstrakcenderung konstan.Kata Kunci: dioscorin; gadung; gelombang mikro
PENGEMBANGAN BIOEKSTRAKTOR INAKTIVASI ENZIM GAULTHERASE UNTUK PRODUKSI GAULTHERIN DARI GANDAPURA (GAULTHERIA FRAGANTISSIMA) Yulianto, Mohammad Endy; Hartati, Indah; Lestari, Endah; Tama, Tandang Patria; Hardianti, Devita
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gandapura terkenal sebagai penghasil minyak atsiri. Komponen Gandapura yang bernilai ekonomis tinggi adalah salisilatnya. Sebagian besar dari salisilat total bersifat aktif dan biasa disebut gaultherin. Gaultherin merupakan konjugasi dari metil salisilat dan disakarida. Gaultherin memiliki banyak kegunaan di bidang farmasi yaitu dapat mencegah kanker, inflammatory, cardiopulmonary dan sebagai natural aspirin yang baik.Akan tetapi untuk memproduksi gaultherin dari gandapura tidaklah mudah. Produksi gaultherin dapat dilakukan dengan proses ekstraksi. Namun, selama proses ekstraksi jaringan tanaman gandapura akan rusak dan menyebabakan reaksi hidrolisa yang dikatalisis oleh enzim gaultherase yang terdapat pada tanaman itu sendiri. Reaksi ini akan menyebabakan komponen dari gaultherin yaitu metil salisilat terlepas. Cara untuk mengekstrak gaultherin pada kondisi yang relatif baik adalah  dengan  menggunakan pelarut alcohol (alcoholic solvent extraction). Oleh karenanya,  pada penelitian ini digunakan alat bioekstraktor. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi etanol terhadap produksi gaultherin dari gandapura dengan proses inaktivasi enzim gaultherase melalui ekstraksi dengan pelarut alkohol. Variabel tetap yang digunakan meliputi: rasio pelarut-umpan, pH, kecepatan putar pengaduk, kecepatan putar pisau pencacah, waktu ekstraksi  dan suhu peengering. Sedangkan variable berubah yang digunakan adalah jenis drying agent berupa kalsium klorida dan konsentrasi etanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perolehan gaultherin untuk kondisi yang relatif baik tercapai pada konsentrasi etanol sebesar 90%. Kata kunci: Gaultherin, Gaulterase, Alkohol, Bioekstraktor
Ekstraksi Hidrotermal Senyawa Paradol dari Jahe Kusumo, Priyono; Yulianto, Mohammad Endy; Alamsyah, Andi Nur
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" 2017: PROSIDING SNTKK
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ginger contains a variety of active constituents. The active constituents of ginger are very diverse and varied.The diversity of the active constituents of ginger can depend on the type of ginger, ginger planting locationand circumstances of ginger (fresh or dried). One of the ginger active constituents that reported having somepharmacological activities is paradol. Several extraction methods have been carried out to obtain the activecompound of ginger, paradol. Hydrothermal extraction has gaining many interests from the researches due tothe unique properties of subcritical water used in the hydrothermal process. This research objective was tostudy the effect of extraction parameter process i.e. reaction temperature (1300C and 1400C) and time (10-40minutes). Hydrothermal extraction process carried out at a fix pressure of 2 bar. The research showed that thehydrothermal extraction process carried out at a fix pressure of 2 bar, a temperature of 1300C and extractiontime of 20 minutes was able to produce extracts with paradol content of 19%. The hydrothermal extractionprocess carried out at a temperature of 1300C, a pressure of 2 bar for 10 minutes can produce extractscontaining paradol of 16%, while the hydrothermal extraction process carried out at a temperature of 1300C,a pressure of 2 bar for 30 minutes is only able to produce extracts containing paradol of 6%.
Produksi Asam Lemak dari Dedak Melalui Proses Hidrolisis Enzimatis Secara In Situ Hartati, Indah ; Arifan, Fahmi ; Yulianto, Mohammad Endy
Jurnal Rekayasa Proses Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.1899

Abstract

Indonesia berpotensi sebagai penghasil asam lemak dari dedak padi yang jumlahnya melimpah. Dedak padi mengandung enzim lipase yang dapat mengkatalisis proses hidrolisis trigliserida pada dedak padi menjadi asam lemak. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses hidrolisis trigliserida pada dedak padi dengan mengaktifkan enzim lipase. Studi produktivitas dilakukan dengan mengkaji pengaruh penambahan buffer phosphat terhadap pembentukan asam lemak. Studi produktivitas dilakukan dengan membandingkan perolehan asam lemak dengan atau tanpa penggunaan buffer pada proses hidrolisis. Parameter yang diteliti meliputi: volume buffer (0–25% terhadap volume air), rasio dedak-air (1:1–1:6 b/v), dan suhu reaksi (30–50°C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ion-ion pada larutan buffer mampu meningkatkan aktivitas dan stabilitas lipase. Penambahan buffer mampu meningkatkan perolehan asam lemak hingga 48%. Sementara perolehan asam lemak tertinggi dicapai pada hidrolisis dengan kondisi operasi volume buffer 5%, suhu reaksi 50°C dan rasio air dedak 1:5, dengan bilangan asamnya 2,63 mgek NaOH/g dedak Kata Kunci: asam lemak, dedak padi, lipase, hidrolisis, enzimatis Indonesia has potential to produce fatty acid from rice bran which is abundantly available as a side product of rice field activities. Rice bran contains lipase enzyme which is a catalyst for hydrolysis of triglycerides largely found in rice bran. The present work aimed to investigate the hydrolysis process of triglyceride from rice bran by activated lipase enzyme. Effect of the presence of phosphate compounds as buffer on fatty acid production was studied. The amount of fatty acid produced during hydrolysis with the use of buffer was compared to that without buffer. The parameters studied in the present work were volume of buffer (0% to 25% of water volume), rice bran-water ratio (1:1 to 1:6 w/v) and reaction temperature (30°C – 50°C). Experimental results showed that ions in the buffer solution could increase the activity and stability of lipase enzyme. The addition of buffer was found to increase fatty acid yield up to 48%. The highest fatty acid results ware obtained at the operation condition at which buffer volume of 5%, reaction temperature of 50°C and rice bran-water ratio of 1:5 where the acid number was 2.63 mgek NaOH/g rice bran. Keywords: fatty acid, rice bran, lipase, hydrolysis, enzymatic