M. Endy Yulianto
PSDIII Teknik Kimia Universitas Diponegoro Semarang

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN PEREKONOMIAN INDUSTRI MINYAK GANDAPURA (GAULTHERIA FRAGANTISSIMA) DENGAN MENERAPKAN MESIN EKSTRAKTOR INAKTIVASI ENZIM GAULTHERASE

Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu industri penghasil minyak gandapura yang ada di Wonosobo adalah Kelompok Tani Rukun yang berlokasi di Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Usaha minyak gondopuro ini dikelola oleh Kelompok Tani Rukun yang para pekerjanya merupakan warga daerah setempat. Akan tetapi, kendala utama yang dihadapi kelompok-kelompok tani penyuling minyak gandapura saat ini, adalah bahwa minyak gandapura tidak lagi kompetitif dipasaran mengingat Cina sudah bisa memproduksi minyak gandapura (metil salisilat) sintetis. Oleh karenanya, perlu pengembangan diversifikasi produk dari tanaman gandapura. Diversifikasi produk dari gandapura pada dasarnya bisa berupa produksi gaultherin. Produk gaultherin memiliki nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan minyak gandapura (untuk 15 ml minyak gondopuro seharga 22 dolar, sedangkan 10 mg gaultherin seharga 690 dolar). Akan tetapi, produksi gaultherin dari tanaman gandapura di Indonesia, sampai saat ini belum dikomersialkan. Oleh karenanya, penerapan teknologi ekstraksi gaultherin dari daun gondopuro, diharapkan akan menggairahkan petani bersama-sama pemerintah daerah untuk budidaya tanaman gondopuro. Kegiatan IbM tentang produksi senyawa aktif gaultherin dari daun gandapura melalui penerapan teknologi ekstraksi akan dilaksanakan oleh tim dari Perguruan Tinggi bersama Kelompok Tani Rukun, meliputi: perancangan dan pabrikasi mesin ekstraktor skala komersial, uji kinerja mesin ekstraktor skala komersial dan studi produktivitas, penyuluhan dan pelatihan yang ditujukan untuk Kelompok Tani Rukun tentang pengoperasian alat ekstraktor guna produksi gaultherin dari daun gondopuro. Setelah diadakan penyuluhan yang dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan gaultherin dari gondopuro,  beberapa pekerja dari kelompok tani rukun menyatakan ketertarikan dan mengajukan diri untuk mencoba mengekstrak daun gondopuro. Oleh karenanya, pengembangan diversifikasi produk tanaman gandapura akan meningkatkan nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan minyak gandapura. Kata kunci: industri mikro minyak gondopuro

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS INDUSTRI CINCAU MELALUI PENERAPAN ALAT PEMERAS MEKANIS

Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UKM / UD / Home Industri Cincau Jun-Jun merupakan industri penghasil cincau yang terletak di Desa Plantaran, Kaliwungu, Kabupaten Kendal dengan kapasitas produksinya hanya mencapai 468 kg (26 blok). UKM Cincau Jun-Jun merupakan industri cincau satu-satunya di wilayah Kendal, Semarang dan sekitarnya yang masih bertahan memproduksi cincau. Apabila tidak dilestarikan lama-kelamaan keberadaan cincau tersebut akan semakin langka. Produksi Cincau ini masih sangat sangat terbatas kualitas dan kuantitasnya, hal ini disebabkan karena masih sederhananya proses dan peralatan, minimalnya sumber daya manusia, serta permodalan yang terbatas dan dikelola secara konvensional. Permasalahan utama terhambatnya produktivitas UKM ini adalah pada proses produksi yang masih sangat sederhana, khususnya pada proses pengambilan ekstrak bahan baku. UKM tersebut hanya menggunakan saringan sederhana tanpa ada upaya pemerasan bahan baku. Sehingga untuk memisahkan ekstrak dan ampas, bahan yang sudah direbus hanya disaring begitu saja. Tidak mungkin bahan diperas secara manual dengan menggunakan tangan karena bahan tersebut dalam keadaan panas. Oleh karena itu ekstrak yang dihasilkan tidak maksimal karena sebagian ekstrak masih terkandung dalam ampas yang kemudian dibuang. Untuk mengatasi masalah tersebut, UKM memerlukan suatu alat pemeras mekanis dengan desain dan kondisi proses yang disesuaikan dengan keadaan UKM. Melalui alat pemeras mekanis tersebut, peningkatan produktivitas mencapai 6.8% per batch produksi. Selain itu dengan alat tersebut waktu pemisahan ekstrak menjadi 20 menit lebih cepat dibanding dengan pemisahan secara manual. Dengan adanya alat tersebut proses pengambilan ekstrak menjadi efisien dan optimal sehingga dapat meningkatkan produktivitas yang akan berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan pemilik dan karyawan, serta memperluas lapangan pekerjaan dan memperluas pemasaran. Kata Kunci: Produktivita, Cincau, Pemeras

PENERAPAN ALAT FOTO PASTEURISASI-UV UNTUK MENINGKATKAN MUTU PRODUKSI SELAI DAN JAM BUAH JAMBU METE DI DESA GAPURA GAYAM, TUKLUK, NGADIROJO, WONOGIRI

Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama  ini  petani  buah  jambu  mete  hanya  menggunakan  mete  untuk  dijual  dan  diolah  menjadi kacang  mete.  Sedangkan  buahnya  tidak  dimanfaatkan  dengan  optimal  karena  rasa  buah  mete yang  sepet  dilidah  dan  dapat  menyebabkan  gatal.  Di  daerah  Wonogiri  terdapat  UKM  yang mengembangkan  produksi  selai  dan  jam.  Kendala  yang  dihadapi  oleh  UKM  ini  adalah  alat pasteurisasinya  dimana  masih  menggunakan  alat  pasteurisasi  konvesional.  Tujuannya  untuk mengembangkan  paket  teknologi  produksi  bersih  terutama  dengan  alat  fotopasteurisasi-uv dalam produksi selai dan jam di Wonogiri. Diharapkan dengan alat ini proses pasteurisasi dapat berlangsung  dengan  1  tahap  yang  akan  meingkatkan  kapasitas  produksi.  Selain  itu  diharapkan produk yang dihasilkan akan lebih higienis dan juga tahan lama dan mampu mengurangi biaya selama proses produksi berlangsung. Sehingga buah jambu mete dapat segera diproses menjadi selai  dan  jam  agar  tidak  mengalami  penumpukan  bahan  baku.  Alat  fotopasteurisasi-uv  ini merupakan modifikasi alat pasteurisasi dengan menggunakan tambahan sinar ultra violet untuk membunuh  bakteri.  Alat  ini  dilengkapi  dengan  termostat  suhu,  pengaduk  serta  timer  dan  juga lampu  ultra  violet.  Dengan  demikian  akan  lebih  memudahkan  proses  pasteurisasi  saat  proses produksi selai dan jam dari buah jambu mete.   Kata kunci : buah mete, alat fotopasteurisasi-uv, selai dan jam

PEMODELAN DAN SIMULASI PROSES PENGERINGAN CHIPS MOCAF

METANA Vol 8, No 02 (2012): Volume 8 No.02 Desember 2012
Publisher : METANA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.601 KB)

Abstract

This study was to propose the use of a simple heat and mass transfer based model to predict the evolutions of the moisture content and temperature of cassava chip undergoing superheated steam drying (SSD). Cassava chip has been chosen as the product to be simulated because of its various uses in the food especially as modified cassava flour (mocaf). Recently, superheated steam drying (SSD) has received much attention as an alternative drying technique for heat-sensitive biomaterials. There are a very limited number of works that report attempts to model this drying process, although there are a number of works that report studies of this drying technique experimentally. The results showed that the drying of the product is affected by the drying steam temperature and the product characteristics. The model was found to be able to predict the heat and mass transfer behavior. Keywords: Cassava chip, mocaf, superheated steam drying

PEMODELAN DAN SIMULASI PROSES PENGERINGAN CHIPS MOCAF

METANA Vol 8, No 02 (2012): Volume 8 No.02 Desember 2012
Publisher : METANA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.601 KB)

Abstract

This study was to propose the use of a simple heat and mass transfer based model to predict the evolutions of the moisture content and temperature of cassava chip undergoing superheated steam drying (SSD). Cassava chip has been chosen as the product to be simulated because of its various uses in the food especially as modified cassava flour (mocaf). Recently, superheated steam drying (SSD) has received much attention as an alternative drying technique for heat-sensitive biomaterials. There are a very limited number of works that report attempts to model this drying process, although there are a number of works that report studies of this drying technique experimentally. The results showed that the drying of the product is affected by the drying steam temperature and the product characteristics. The model was found to be able to predict the heat and mass transfer behavior. Keywords: Cassava chip, mocaf, superheated steam drying