Articles

Found 22 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN PENGUASAAN KOSA KATA BARU PADA ANAK POS PAUD MUTIARA SEMARANG MELALUI METODE GLENN DOMAN

PAUDIA Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian.  “Analisis Kemampuan Penguasaan Kosa Kata Baru pada Anak Pos PAUD Mutiara Semarang melalui Metode Glenn Doman”.  Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini IKIP PGRI Semarang.  Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui metode pengajaran yang paling tepat diterapkan untuk mengajarkan kemampuan membaca pada anak usia dini, dan (2) untuk mengetahui penerapan metode Glenn Doman untuk mengajarkan kosa kata baru bagi anak usia dini di Pos PAUD Mutiara Semarang. Penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian jenis kualitatif yang difokuskan pada satu fenomena saja yang akan ditelaah secara mendalam.  Populasi dari penelitian ini adalah sejumlah 67 orang anak murid Pos PAUD Mutiara Semarang, terbagi dalam 2 kelompok: PAUD Kecil (24 anak) dan PAUD Besar (43 anak).  Yang menjadi sampel penelitian adalah anak di kelompok PAUD besar.  Karena jumlah populasinya yang kurang dari 100 orang, maka keseluruhan populasi di kelompok PAUD besar akan dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini. Berdasarkan proses penelitian yang dilalui, ditemukan fakta-fakta untuk menjawab permasalahan yang diajukan dalam Rumusan Masalah sebagai berikut: 1) mengetahui metode pengajaran yang paling tepat diterapkan untuk mengajarkan kemampuan membaca pada anak usia dini adalah Metode Glenn Doman, dan (2) penerapan metode Glenn Doman untuk mengajarkan kosa kata baru bagi anak usia dini di Pos PAUD Mutiara Semarang menghasilkan data bahwa pada Tahap I diperoleh rata pencapaian sebesar 61,4 %,  62,3 % pada Tahap II, dan 66,5 % pada Tahap III.  Peneliti menyarankan beberapa hal, yaitu: 1). galilah lebih dalam dan lebih banyak lagi macam metode pembelajaran untuk anak usia dini, dan 2). Kepada peneliti selanjutnya diharapkan dapat mencobakan Metode Glenn Doman tersebut pada anak TK, sehingga keempat tahapnya dapat diterapkan secara maksimal.   Kata kunci: metode Glenn Doman, Pos PAUD non-Formal Mutiara Kalicari Semarang

Perbandingan Rata-rata Keefektifan antara Kamus Elektronik dan Buku Kamus Dwi Bahasa (Indonesia - Inggris) dalam Mendukung Penguasaan Kosa Kata Bahasa Inggris Mahasiswa IKIP PGRI Semarang

MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 23, No 4 (2009): Majalah Ilmiah Lontar
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Indonesia yang sejak lama bermimpi untuk dapat duduk sejajar dengan negara-negara maju lain di dunia, kini semakin menggiatkan pembelajaran Bahasa Inggris.  Jenjang pembelajaran Bahasa Inggris pun kini sudah dikenalkan sejak di tingkat PAUD. Kedudukan Bahasa Inggris yang menjadi bahasa asing (kini bahkan telah menjadi bahasa kedua) di Indonesia memaksa warganya untuk menguasai sebanyak mungkin kosakata supaya dapat berkomunikasi dengan lancar.  Alat bantu yang digunakan untuk mendukung usaha ini adalah kamus yang kian hari kian berkembang ragamnya. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah 1) mengetahui keunggulan dan kelemahan kamus elektronik dan buku kamus  dwi bahasa, 2) mengetahui prosentase perbandingan hasil belajar antara siswa yang menggunakan kamus elektronik dan buku kamus, dan 3) mengetahui jenis kamus yang lebih efektif dalam mendukung penguasaan kosa kata Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian gabungan (kualitatif dan kuantitatif) random class yang dirancang sebagai penelitian studi kasus.  Subjek penelitian dalam kasus ini adalah mahasiswa semester 2 IKIP PGRI Semarang angkatan 2007-2008 yang sedang menempuh mata kuliah Lexical I berjumlah 816 mahasiswa.  Kamus elektronik dwi bahasa (IndonesianInggris) dari berbagai merk dagang dan buku kamus dwi bahasa (IndonesianInggris) adalah objek dari penelitian ini.   Keunggulan kamus elektronik antara lain lebih mudah dalam penggunaan, namun kamus elektronik relatif lebih tinggi harganya dibanding jenis kamus lain.  Sedangkan keunggulan buku kamus antara lain selain harganya relatif lebih rendah, di sana banyak terdapat contoh kalimat sebagai penerapan dari suatu kata sehingga memudahkan pembelajar dalam membedakan makna dan fungsi masing-masing kata.  Namun kekurangannya kamus jenis ini sulit dibawa karena ketebalan dan ukurannya.  Prosentase rata-rata keefektifan dari hasil tes menggunakan dua jenis kamus berbeda ini adalah 52,3 untuk kamus elektronik, dan 63,1 untuk buku kamus.  Dari hasil penelitian tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa buku kamus lebih efektif.  Sebagai penutup, penulis memberikan beberapa saran, yaitu pihak-pihak yang terkait dengan dunia pendidikan, khususnya yang berkenaan dengan pemelajaran Bahasa Asing supaya cermat dalam memilih kamus yang lebih efektif dipakai para pemelajar, yaitu buku kamus dwi bahasa, pilihlah yang memuat contoh kalimat lebih banyak serta berisi pengetahuan umum yang dapat menambah wawasan pemelajar, dan lakukan perawatan terhadap buku kamus yang telah dimiliki supaya dapat lama digunakan. Kata kunci: bahasa asing, buku kamus, kamus elektronik, keefektifan

Compatibility between Menstrual Pictogram Assessment and Haemoglobin Assessment in Abnormal Uterine Bleeding

Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume 6 No. 3 July 2018
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.475 KB)

Abstract

Objective: To determine the amount of wasted blood and diagnosedAUB and determine amount of decrease in haemoglobinlevels by adjusting the examination of menstrual pictogramwith haemoglobin.Methods: Diagnostic test was conducted in the DepartmentObstetrics and Gynecology Dr. Mohammad Hoesin/Faculty ofMedicine Universitas Sriwijaya Palembang, start from January 2015through January 2017. Sample was obtained from 39 patients withabnormal uterine bleeding who meet the inclusion and exclusioncriteria. Frequency and distribution of data are described in tablesand cross analyze (cut-off point) to find cut points differencemenstrual pictogram and a decrease in haemoglobin levels usingROC curve. Accuracy is measured by the value of Kappa. Dataanalysis using SPSS version 21.Results: From 39 samples that obtained, majority characteristicsage > 35 years (59%), ideal BMI (59%) and multiparous(48.7%). From statistical analysis, there was significanceassociation between haemoglobin measurement toolsand menstrual pictogram (p = 0.063). Both measuring deviceshave compatibility in predicting the type of AUB (p = 0.047),with the degree of conformity is weak (Kappa = 0.232).Conclusion: Accuracy of menstrual pictogram examination andhaemoglobin has a weak degree of conformity, so menstrualpictogram examination can’t be used to determine a decrease inhaemoglobin levels. Menstrual pictogram menstruation only usedas an evaluation of therapeutic response.[Indones J Obstet Gynecol 2018; 6-3: 172-178]Keywords: abnormal uterine bleeding, haemoglobin, menstrual pictogram

Induksi Tetraploid Tunas Pucuk Jeruk Siam Simadu (Citrus nobilis Lour) Menggunakan Kolkisin secara In Vitro

Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 42, No 2 (2014): Jurnal agronomi indonesia
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.263 KB)

Abstract

ABSTRACT Seedless fruit is one of the criteria necessary to improve the quality of Simadu tangerine. The most effective method to obtain seedless triploid cultivars is hybridisation between tetraploid and diploid parents. Simadu tangerine is diploid plant. Tetraploid Simadu tangerine can be obtained with doubling chromosome using colchicines. The aim of this research was to obtain tetraploid Simadu tangerine shoot which would serve as parent to produced seedless Simadu tangerine. Shoot-tips of Simadu tangerine without leaves were treated with colchicines at four different concentrations (0%, 0.1%, 0.2%, and 0.3%) for 3 hours.  The results showed that the high concentration reduced survival rate. The colchicine treatments reduced growth of shoot-tip of Simadu Tangerine. The leaves of colchicines treated shoots were thicker than control. Leaves from control (0% colchicine) and 0.1% colchicine treated shoots had 8.67 and 18.25 chloroplasts per pair of guard cells. Leaves from 0.1% colchicine treated shoots had lower stomatal density than those of the control (0% colchicine) shoots. Leaves from 0.1% colchicine treated shoots had larger stomatal sizes than those of the control (0% colchicine) shoots. Therefore, it appeared that 0.1% colchicine treatment resulted in tetraploid Simadu Tangerine Shoot.  Keywords: chloroplasts, doubling chromosomes, and stomatal size

ANALISIS DANGLING MODIFIER PADA HASIL PENELITIAN DAN DISKUSI YANG DITULIS OLEH MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS UNIVERSITAS PGRI SEMARANG TAHUN AKADEMIK 2013/2014

Media Penelitian Pendidikan Vol 9, No 2 DESEMBER (2015): MPP
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of the study are 1) to describe how dangling modifiers are used by the students in writing Research Findings and Discussion and 2) to give a solusion of the dangling modifiers produced by them.  This study is descriptive qualitative research. The object of the study is the Final Projects, especially Research Findings and Discussion Chapter written by the English Education Department Students of University of PGRI Semarang in the academic year 2013/2014. The total number of the sample is 30 Final Projects, and purposive sampling is used in getting the sample. In collecting the data, the writers used non interactive method that is in the form of documentation. There are three components used in analyzing the data—reducing the data, presenting the data, and drawing conclusion. The result of this study shows that the writers found 39 sentences of the 22 Research Findings and Discussion indicated dangling modifier. There was no dangling modifier in 8 Research Findings and Discussion. The sentences indicated dangling modifier started with present participle, past participle, to infinitive, dan prepositional phrase. The dangling modifiers are because the inroductory phrases of the sentences did not refer to the subjects of the main clauses. In other words, the subjects of the main clauses did not match with the introductory phrases of the sentences or the parts ofmain clausewere in the form of expletive construction orpassive construction; as a result, thesubjects were not clear. In solving the problems of the dangling modifiers, the writers changed the subjects of the main clauses, so these matched with both the introductory phrases (modifiers) and the main clauses or added subordinating conjunctions and subjects (doer of action) on the introductory phrases, so these phrases became complete introductory clauses(adverbial clause). Then it is suggested for the advisors to improve the quality in guiding the students to write Research Findings and Discussion both in techniques to write them and/or the structures of the sentences, so the students can minimize the errors in writing sentences, especially dangling modifier.   Keywords: analysis,dangling modifier, Reserach Findings and Discussion

ANALISIS DANGLING MODIFIER PADA HASIL PENELITIAN DAN DISKUSI YANG DITULIS OLEH MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS UNIVERSITAS PGRI SEMARANG TAHUN AKADEMIK 2013/2014

Media Penelitian Pendidikan Vol 9, No 2 DESEMBER (2015): MPP
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of the study are 1) to describe how dangling modifiers are used by the students in writing Research Findings and Discussion and 2) to give a solusion of the dangling modifiers produced by them.  This study is descriptive qualitative research. The object of the study is the Final Projects, especially Research Findings and Discussion Chapter written by the English Education Department Students of University of PGRI Semarang in the academic year 2013/2014. The total number of the sample is 30 Final Projects, and purposive sampling is used in getting the sample. In collecting the data, the writers used non interactive method that is in the form of documentation. There are three components used in analyzing the data—reducing the data, presenting the data, and drawing conclusion. The result of this study shows that the writers found 39 sentences of the 22 Research Findings and Discussion indicated dangling modifier. There was no dangling modifier in 8 Research Findings and Discussion. The sentences indicated dangling modifier started with present participle, past participle, to infinitive, dan prepositional phrase. The dangling modifiers are because the inroductory phrases of the sentences did not refer to the subjects of the main clauses. In other words, the subjects of the main clauses did not match with the introductory phrases of the sentences or the parts ofmain clausewere in the form of expletive construction orpassive construction; as a result, thesubjects were not clear. In solving the problems of the dangling modifiers, the writers changed the subjects of the main clauses, so these matched with both the introductory phrases (modifiers) and the main clauses or added subordinating conjunctions and subjects (doer of action) on the introductory phrases, so these phrases became complete introductory clauses(adverbial clause). Then it is suggested for the advisors to improve the quality in guiding the students to write Research Findings and Discussion both in techniques to write them and/or the structures of the sentences, so the students can minimize the errors in writing sentences, especially dangling modifier.   Keywords: analysis,dangling modifier, Reserach Findings and Discussion

ANALISIS KEMAMPUAN PENGUASAAN KOSA KATA BARU PADA ANAK POS PAUD MUTIARA SEMARANG MELALUI METODE GLENN DOMAN

PAUDIA Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian.  “Analisis Kemampuan Penguasaan Kosa Kata Baru pada Anak Pos PAUD Mutiara Semarang melalui Metode Glenn Doman”.  Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini IKIP PGRI Semarang.  Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui metode pengajaran yang paling tepat diterapkan untuk mengajarkan kemampuan membaca pada anak usia dini, dan (2) untuk mengetahui penerapan metode Glenn Doman untuk mengajarkan kosa kata baru bagi anak usia dini di Pos PAUD Mutiara Semarang. Penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian jenis kualitatif yang difokuskan pada satu fenomena saja yang akan ditelaah secara mendalam.  Populasi dari penelitian ini adalah sejumlah 67 orang anak murid Pos PAUD Mutiara Semarang, terbagi dalam 2 kelompok: PAUD Kecil (24 anak) dan PAUD Besar (43 anak).  Yang menjadi sampel penelitian adalah anak di kelompok PAUD besar.  Karena jumlah populasinya yang kurang dari 100 orang, maka keseluruhan populasi di kelompok PAUD besar akan dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini. Berdasarkan proses penelitian yang dilalui, ditemukan fakta-fakta untuk menjawab permasalahan yang diajukan dalam Rumusan Masalah sebagai berikut: 1) mengetahui metode pengajaran yang paling tepat diterapkan untuk mengajarkan kemampuan membaca pada anak usia dini adalah Metode Glenn Doman, dan (2) penerapan metode Glenn Doman untuk mengajarkan kosa kata baru bagi anak usia dini di Pos PAUD Mutiara Semarang menghasilkan data bahwa pada Tahap I diperoleh rata pencapaian sebesar 61,4 %,  62,3 % pada Tahap II, dan 66,5 % pada Tahap III.  Peneliti menyarankan beberapa hal, yaitu: 1). galilah lebih dalam dan lebih banyak lagi macam metode pembelajaran untuk anak usia dini, dan 2). Kepada peneliti selanjutnya diharapkan dapat mencobakan Metode Glenn Doman tersebut pada anak TK, sehingga keempat tahapnya dapat diterapkan secara maksimal.   Kata kunci: metode Glenn Doman, Pos PAUD non-Formal Mutiara Kalicari Semarang

EARLY BIRD SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SD

E-DIMAS Vol 1, No 2/September (2010): E-DIMAS
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Early Bird is a current product applied in Elementary School as a media of English teaching. It implies the progress of teaching learning process which enhances students’ ability in understanding English vocabularies and teacher’s creativity. This media has been acknowledged to Elementary English teachers who join in Gubug English Teachers’ Association, Grobogan. This media can help the English teachers create an alternative media based on the mechanism of Early Bird. It means that Early Bird cannot only be used as a media, but also can inspire the teachers to create an alternative media in teaching English in the Elementary school.Key words: Early Bird, alternative media, English teaching

Perbandingan Rata-rata Keefektifan antara Kamus Elektronik dan Buku Kamus Dwi Bahasa (Indonesia - Inggris) dalam Mendukung Penguasaan Kosa Kata Bahasa Inggris Mahasiswa IKIP PGRI Semarang

MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 23, No 4 (2009): Majalah Ilmiah Lontar
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Indonesia yang sejak lama bermimpi untuk dapat duduk sejajar dengan negara-negara maju lain di dunia, kini semakin menggiatkan pembelajaran Bahasa Inggris.  Jenjang pembelajaran Bahasa Inggris pun kini sudah dikenalkan sejak di tingkat PAUD. Kedudukan Bahasa Inggris yang menjadi bahasa asing (kini bahkan telah menjadi bahasa kedua) di Indonesia memaksa warganya untuk menguasai sebanyak mungkin kosakata supaya dapat berkomunikasi dengan lancar.  Alat bantu yang digunakan untuk mendukung usaha ini adalah kamus yang kian hari kian berkembang ragamnya. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah 1) mengetahui keunggulan dan kelemahan kamus elektronik dan buku kamus  dwi bahasa, 2) mengetahui prosentase perbandingan hasil belajar antara siswa yang menggunakan kamus elektronik dan buku kamus, dan 3) mengetahui jenis kamus yang lebih efektif dalam mendukung penguasaan kosa kata Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian gabungan (kualitatif dan kuantitatif) random class yang dirancang sebagai penelitian studi kasus.  Subjek penelitian dalam kasus ini adalah mahasiswa semester 2 IKIP PGRI Semarang angkatan 2007-2008 yang sedang menempuh mata kuliah Lexical I berjumlah 816 mahasiswa.  Kamus elektronik dwi bahasa (IndonesianInggris) dari berbagai merk dagang dan buku kamus dwi bahasa (IndonesianInggris) adalah objek dari penelitian ini.   Keunggulan kamus elektronik antara lain lebih mudah dalam penggunaan, namun kamus elektronik relatif lebih tinggi harganya dibanding jenis kamus lain.  Sedangkan keunggulan buku kamus antara lain selain harganya relatif lebih rendah, di sana banyak terdapat contoh kalimat sebagai penerapan dari suatu kata sehingga memudahkan pembelajar dalam membedakan makna dan fungsi masing-masing kata.  Namun kekurangannya kamus jenis ini sulit dibawa karena ketebalan dan ukurannya.  Prosentase rata-rata keefektifan dari hasil tes menggunakan dua jenis kamus berbeda ini adalah 52,3 untuk kamus elektronik, dan 63,1 untuk buku kamus.  Dari hasil penelitian tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa buku kamus lebih efektif.  Sebagai penutup, penulis memberikan beberapa saran, yaitu pihak-pihak yang terkait dengan dunia pendidikan, khususnya yang berkenaan dengan pemelajaran Bahasa Asing supaya cermat dalam memilih kamus yang lebih efektif dipakai para pemelajar, yaitu buku kamus dwi bahasa, pilihlah yang memuat contoh kalimat lebih banyak serta berisi pengetahuan umum yang dapat menambah wawasan pemelajar, dan lakukan perawatan terhadap buku kamus yang telah dimiliki supaya dapat lama digunakan. Kata kunci: bahasa asing, buku kamus, kamus elektronik, keefektifan

TEACHING ENGLISH VOCABULARY TO ELEMENTARY SCHOOL-AGED CHILDREN THROUGH A MODIFIED HOP-SCOTCH GAME NAMED PORTEK (PORTABLE ENGKLEK)

English Education Journal Vol 2 No 2 (2012)
Publisher : English Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract