Ferdinan Yulianda
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Bogor

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

DISTRIBUSI KARANG DAN IKAN KARANG DI KAWASAN REEF BALL TELUK BUYAT KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Manembu, Indri; Adrianto, Luky; Bengen, Dietriech G; Yulianda, Ferdinan
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.013 KB)

Abstract

Penempatan reef ball di perairan Teluk Buyat dan sekitarnya telah dilakukan pada tahun 1999 oleh PT. Newmont Minahasa Raya. Tujuan penempatan reef ball untuk membangun habitat berbagai biota yang berasosiasi dengan karang sehingga dapat meningkatkan populasi ikan ekonomis penting. Kehadiran ikan karang pada reef ball sangat penting secara ekologis dan ekonomis. Penurunan kualitas terumbu berarti hilangnya nilai ekonomi barang dan jasa, serta hilangnya jaminan makanan dan pekerjaan untuk masyarakat pesisir, yang umumnya hidup dalam kemiskinan. Secara keseluruan, komposisi spesies ikan yang ditemukan di reef ball terdiri dari 19 famili, 34 genus, 50 spesies dan 290 individu, yang tertinggi dihuni oleh jenis dari famili Mullidae. Seiring dengan bertambahnya waktu dan usia reef ball, beberapa spesies terlihat sudah menetap seperti Lutjanus kasmira, dan beberapa spesies dari famili Acanthuridae. Keberadaan reef ball membantu terbentuknya ekosistem terumbu karang yang baru dan meningkatkan kesuburan perairan, sehingga lebih meningkatkan keberadaan komposisi ikan karang, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan nelayan dari hasil tangkapan ikan karang.Kata kunci: Reef ball, karang batu, ikan karang Distribution of Coral Reefs and Fish in Buyat Bay Area Reef Ball Southeast Minahasa Regency The placement of reef ball in Buyat Bay and surrounding areas have been carried out since 1999 by PT. Newmont Minahasa Raya. The goal of this placement was to build a habitat for many biota associated with reef thus may improve economically important fish populations. The presence of reef fish on the reef ball is indispensable ecologically and economically. Furthermore, the degradation of reefs might cause the disappearance of economic value of goods and services, as well as the disappearance of food security and employment for coastal communities, who generally live in poverty. Overall, the composition of fish species found in the reef ball consists of 19 families, 34 genera, 50 species and 290 individuals, the highest inhabited by species of the family Mullidae. As time went by and the increase of reef ball age, some species seem have settled down such as Lutjanus kasmira, and several species of the Acanthuridae family. In addition, the presence of reef ball helps the formation of a new coral reef ecosystem and increase the fertility of waters, therefore enhancing the presence of reef fish composition, which might increases the income of fishermen. Keywords: Reef ball, coral reef, reef fish  
KAJIAN SISTEM PEMBELAJARAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN SISTEM PENJAMINAN MUTU Wahyujaya, Wahyujaya; Koesmaryono, Yonny; Yulianda, Ferdinan
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 45, No 1: Mei 2015
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan permasalahan dan merumuskan strategi meningkatkanmutu proses pembelajaran dengan mendeskripsikan sistem pembelajaran yang sudah dilaksanakan danjuga menganalisis aspek internal dan eksternal. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Datadikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi (gabungan). Data dianalisisdengan tiga tahapan, yaitu analisis deskriptif kulitatif, analisis faktor strategis internal dan eksternal(IFAS-EFAS) dan perumusan strategi  dengan  matriks SWOT.  Hasil penelitian menunjukkan adanyapermasalahan pada manajemen sumber daya manusia, sarana prasarana, keuangan dan efektifi tassistem unit penjaminan mutu. Faktor strategik eksternal mempunyai potensi lebih besar dari faktorstrategik internal. Berdasarkan analisis matrik SWOT, strategi yang dirumuskan adalah melakukanpeningkatan pengetahuan dan kesadaran pimpinan struktural fakultas tentang manajemen efektifdan sistem penjaminan mutu internal serta sosialisasi kepada dosen maupun pegawai. Selanjutnyamemanfaatkan peluang eksternal secara maksimal dalam meningkatkan tata kelola pendidikan tinggiuntuk menunjang kemajuan sistem pembelajaran
KAJIAN SISTEM PEMBELAJARAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN SISTEM PENJAMINAN MUTU Wahyujaya, Wahyujaya; Koesmaryono, Yonny; Yulianda, Ferdinan
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 45, No 1: Mei 2015
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan permasalahan dan merumuskan strategi meningkatkanmutu proses pembelajaran dengan mendeskripsikan sistem pembelajaran yang sudah dilaksanakan danjuga menganalisis aspek internal dan eksternal. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Datadikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi (gabungan). Data dianalisisdengan tiga tahapan, yaitu analisis deskriptif kulitatif, analisis faktor strategis internal dan eksternal(IFAS-EFAS) dan perumusan strategi  dengan  matriks SWOT.  Hasil penelitian menunjukkan adanyapermasalahan pada manajemen sumber daya manusia, sarana prasarana, keuangan dan efektifi tassistem unit penjaminan mutu. Faktor strategik eksternal mempunyai potensi lebih besar dari faktorstrategik internal. Berdasarkan analisis matrik SWOT, strategi yang dirumuskan adalah melakukanpeningkatan pengetahuan dan kesadaran pimpinan struktural fakultas tentang manajemen efektifdan sistem penjaminan mutu internal serta sosialisasi kepada dosen maupun pegawai. Selanjutnyamemanfaatkan peluang eksternal secara maksimal dalam meningkatkan tata kelola pendidikan tinggiuntuk menunjang kemajuan sistem pembelajaran
Produksi Serasah Mangrove dan Kontribusinya terhadap Perairan Pesisir Kabupaten Sinjai Haris, Abdul; Damar, Ario; Bengen, Dietiech G.; Yulianda, Ferdinan
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 1, No 1 (2012): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil analisis produksi serasah, laju dekomposisi dan unsur hara yang terdapat pada serasah mangrove yang meliputi: daun, buah, bunga, dan ranting. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tongke Tongke dan Kelurahan Samataring Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai pada bulan Juli sampai Desember 2011. Metode yang digunakan untuk menghitung produksi serasah dipasang penampung serasah (litter trap) pada tiga lokasi yaitu ekosistem mangrove Tongke Tongke, Samatring dan tambak silvofishery sebanyak 15 buah yang berukuran 1x1x0,5 m yang terbuat dari waring hitam. Laju dekomposisi dilakukan pengamatan pada lima lokasi yang terbagi 15 stasiun yaitu: rasio 100 mangrove 3 stasiun, rasio 60% mangrove: 40% tambak 3 stasiun, rasio 30% mangrove: 70% tambak 3 stasiun, rasio 20% mangrove: 80% tambak 3 stasiun, dan rasio 10% mangrove : 90% tambak 3 stasiun. Kandungan unsur hara diambil sampel serasah mangrove dari daun, buah, bunga dan ranting sebanyak 30 gram, kemudian dianalisis di Laboratorium gizi Balai sereal Maros. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) produksi serasah kering pada tiga lokasi pengamtan diperoleh nilai rata rata sebesar 26.270 kg ha-1 th-1 , (2) laju dekomposisi pada lima lokasi pengamtan diperoleh nilai rata rata sebesar 0,24% hari-1, sehingga untuk sampel 30 gram diperlukan waktu terurai 124 hari, dan (3) kandungan unsure hara yang terdapat pada serasah berdasarkan jenis diperoleh masing masing; bahan organik sebesar 1.741.2 kg ha-1 th-1 , nitrogen 552.0 kg ha-1 th-1 , posfor 12.6 kg ha-1 th-1 , dan kalium 122.6 kg ha-1 th-1..Kata kunci: produksi serasah, laju dekomposisi dan kandungan unsur hara.