Nina Yuliana
Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UNTIRTA Jl. Raya Jakarta KM. 4 Pakupatan Serang - Banten HP : 081219913501 , email : yuliananina@rocketmail.com

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMUNGUTAN ULANG BAHAN SASARAN Tl-203 MELALUI PEMBENTUKAN Tl-203(OH)3 DAN 2Tl-2O3

Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 4, No 1,2 (2001): JURNAL PRR 2001
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3714.803 KB)

Abstract

PEMUNGUTAN ULANG BAHAN SASARAN 203Tl MELALUI PEMBENTUKAN 203Tl(OH)3 DAN 203Tl2O3. Bahan sasaran 203Tl pengkayaan Tlnggi dipergunakan sebagai target pada produksi radioisotop medis 201Tl melalui reaksi inTl 203Tl(p,3n) 20lPb –> 201Tl. Karena 203Tl pengkayaan Tlnggi sangat mahal dan Tldak selalu mudah didapatkan, maka diperlukan teknologi pemungutan ulang 203Tl dari limbah proses radioisotop 201Tl. Teknik pemungutan ulang yang menghasilkan bentuk akhir 203Tl2O3 padat menjadi pilihan karena 203Tl2O3 mempunyai kestabilan yang baik dan merupakan bahan dasar penyiapan sasaran. Rendemen pemungutan ulang juga mudah ditentukan karena hasil akhir berupa zat padat yang mudah diTlmbang. Proses pemungutan ulang mencakup 4 tahapan penTlng yaitu pemisahan 203Tl sebagai 203Tl(I) dari matriks limbah, oksidasi 203Tl(I) menjadi 203Tl(III) menggunakan Br2 dalam CHCl3, pengendapan 203Tl(III) sebagai 203Tl(OH)3 dan pengubahan 203Tl(OH)3 menjadi 203Tl2O3. Rendemen pemungutan ulang ditentukan dengan membandingkan berat 203Tl2O3 yang diperoleh terhadap kandungan 203Tl dalam limbah yang ditentukan terlebih dahulu dengan spektrofotometri UV pada panjang gelombang 214 nm. Pada proses simulasi menggunakan Tl alam didapatkan rata-rata rendemen pemungutan ulang sebesar (80,65 ± 1,05) % berdasarkan pada total Tl yang digunakan dalam simulasi limbah proses 201Tl. Penerapan proses pemungutan ulang dari campuran limbah pra-iradiasi dan limbah pasca-iradiasi menghasilkan rendemen pemungutan ulang 203Tl sebesar 81,02 %. CHEMICAL RECOVERY OF 203Tl TARGET THROUGH PRECIPITATION OF 203Tl(OH)3 AND CONVERSION TO 203Tl2O3. High-enriched 203Tl is preferably used as target material for production of 201Tl medical radioisotope through nuclear reaction of 203Tl(p,3n) 20lPb –> 201Tl. Because of the high cost and limited availability of high-enriched 203Tl, a chemical recovery, of 203Tl from 201Tl processing waste is necessary. Method of chemical recovery giving final product as 203Tl2O3 is chosen due to reasons that 203Tl2O3 is stable and suitable for target preparation and the efficiency of the recovery can be easily determined. The chemical recovery covers the separation of 203Tl as 203Tl(I) from the waste matrices, oxidation of 203Tl(I), precipitation of the oxidized 203Tl as its hydroxide and conversion of the hydroxide to 203Tl2O3. The yield of the recovery was determined by comparing the weight of the resulting 203Tl2O3 to the initial 203Tl content that was previously measured by means of UV-spectrophotometry at a wavelength of 214 nm.From simulation processes using natural thallium, instead of enriched 203Tl, an average-recovery yield was found to be (80.65 ± 1.05)% based on the initial thallium used. The recovery of 203Tl from a mixture of pre and post irradiation wastes of 201Tl has been carried out giving a recovery yield of 81.02 %.

PENGARUH BERAT BASAH BAHAN BAKU DAN LAMA PENYULINGAN TERHADAP RENDEMEN PADA PROSES DESTILASI UAP SEREH DAPUR

eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The distillation process in general is simple. The process will degrade the quality of the oil produced. This is because the method of destillation or longtime of destillation does not fulfilling the standards. It is necessary methods do research to obtain quality oil that fulfilling standards. This study aims to determine the effect of weight of raw materials and long refining the yield of lemongrass oil. This research method uses steam distillation systems. The results showed that the wet weight and length of the refining effect on the yield of lemongrass oil is to the base of the steam at 4 hours after dripping on the different variables obtained mass 5 kg is obtained 18.5 ml, 30.8 ml of 10 kg was obtained, and 15 kg gained 40.8 ml while at the end of the rod to the mass of 5 kg was obtained 4 ml, 10 kg kg obtained 12.3 ml, 18.75 ml and 15 kg was obtained. The results of the study at 6 hours after the drip at the base of the stem is a mass of 5 kg gained 7.7 ml, mass of 10 kg gained 26.5 ml, 15 kg and the mass of 40 ml obtained at the end of the rod while the mass of 5 kg obtained 7,5 ml, 10 kg mass is obtained 7 ml, and a mass of 15 kg obtained 21.5 ml. The optimal longtime of destillation at the base of the stem 4 hours while the rod tip takes longer time is 6 hours. Keywords: essential oil, lemongrass oil, steam destillation ABSTRAK Proses destilasi pada umumnya dilakukan secara sederhana. Proses tersebut bisa menurunkan kualitas minyak yang dihasilkan. Hal ini disebabkan karena cara penyulingannya ataupun lama penyulingannya tidak memenuhi standar. Untuk itu diperlukan metode dengan melakukan penelitian untuk mendapatkan kualitas minyak yang memenuhi standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berat basah bahan baku dan lama penyulingan terhadap rendemen minyak sereh. Metode penelitian ini menggunakan sistem destilasi uap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat basah dan lama penyulingan berpengaruh terhadap rendemen minyak sereh yaitu untuk bagian pangkal batang pada waktu 4 jam setelah menetes pada variabel massa yang berbeda didapatkan massa 5 kg diperoleh 18,5 ml, 10 kg diperoleh 30,8 ml, dan 15 kg diperoleh 40,8 ml sedangkan pada bagian ujung batang untuk massa 5 kg diperoleh 4 ml, 10 kg diperoleh 12,3 ml, dan 15 kg diperoleh 18,75 ml. Hasil penelitian pada waktu 6 jam setelah menetes pada bagian pangkal batang yaitu massa 5 kg didapatkan 7,7 ml , massa 10 kg didapatkan 26,5 ml, dan massa 15 kg didapatkan 40 ml sedangkan pada bagian ujung batang pada massa 5 kg didapatkan 7,5 ml, massa 10 kg didapatkan 7 ml, dan massa 15 kg didapatkan 21,5 ml. Lama penyulingan optimal pada bagian pangkal batang 4 jam sedangkan bagian ujung batang membutuhkan waktu lebih lama yaitu 6 jam. Kata kunci : minyak atsiri, minyak sereh, destilasi uap

Pra Rancang Bangun Pupuk Biochar Dari Sekam Padi Dengan Kapasitas 1.100 Ton/Tahun Menggunakan Alat Utama Reaktor Pirolisis

eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.674 KB)

Abstract

ABSTRAK Pupuk biochar adalah pupuk terbuat dari arang hasil proses pirolisis (proses terjadinya dekomposisi kimia atau pemecahan stuktur kimia bahan organik) dengan suhu sekitar 300-5000C dalam kondisi tanpa atau sedikit oksigen yang kaya akan nitrogen. Pengkayaan nitrogen pada biochar direndam menggunakan asam nitrat (HNO3). Manfaat biochar adalah dapat meningkatkan hasil produksi tanaman dan sebagai pupuk alami untuk memperbaiki kondisi tanah . Namun, kandungan nitrogen pada biochar hilang atau berkurang pada saat proses pirolisis disebabkan oleh proses penguapan. Tanaman yang kekurangan nitrogen dapat mengakibatkan hasil produksi menurun, pertumbuhan tanaman kerdil dan daunnya menguning. Limbah sekam padi sangat melimpah dan berpotensial untuk dikembangkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk biochar. Perencanaan pra rancang bangun Pupuk Biochar dari sekam padi ini menggunakan sistem slow pyrolysis dimana sekam padi dipanaskan pada temperatur 400 °C pada tekanan 1 atm selama 2 jam. Rancang bangun ini akan didirikan pada tahun 2019 dengan kapasitas 1.100 ton/tahun di Kabupaten , Kalimantan Barat. Berdasarkan analisa ekonomi, pabrik pupuk biochar ini layak didirikan dilihat dari aspek ekonomi sebagai berikut : ROIAT(%) : 39%, POT(tahun) : 2,234: BEP (%) : 49%, IRR(%) : 36,8. Kata kunci: pupuk biochar, nitrogen, reaktor, asam nitrat dan pirolisis lambat. ABSTRACT Biochar fertilizer is fertilizer made of from charcoal the result of pyrolysis process (the process of chemical decomposition or solving the chemical structure of organic matter) with temperature 300-5000C in condition without or a little oxygen rich in nitrogen. Nitrogen enrichment on biochar soaked use acid nitrate (HNO3). Benefits biochar is could improve results production plant and as fertilizer natural for fix condition soil. However, the nitrogen content on biochar lost or reduced on during pyrolysis process caused by the evaporation process . Plant that lack nitrogen can lead to decreased produk, dwarf plant growth and leaves yellowing . Rice husk waste is abundant and has the potential to be developed as raw material for biochar fertilizer. Planning pre-design of biochar fertilizer from rice husk using slow pyrolysis system where rice husk is heated at temperature of 400°C at pressure 1 atm for 2 hours. This design will be established in 2019 with a capacity of 1100 tons/year in the District, West Kalimantan . Based on analysis economic, this biochar fertilizer factory is worthy to be established seen from aspect economy as the following : ROIAT (%): 39%, POT (year): 2,234: BEP (%): 49%, IRR (%): 36.8. Keywords : Fertilizer Biochar, Nitrogen, Reactor, Nitric Acid and Slow-Pyrolisis.