Articles

Found 14 Documents
Search

PERANAN RUMAH SINGGAH GIRLAN NUSANTARA KABUPATEN SLEMAN DA- LAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK JALANAN Aman, Aman; Yuliana, Lia
HUMANIORA Vol 18, No 2: Oktober 2013
Publisher : HUMANIORA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan Rumah Singgah Girlan Nusantara Kabupaten Sleman dalam me- mecahkan dan menangani permasalahan anak jalanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah anak jalanan yang berada di bawah naungan Rumah Singgah Girlan Nusantara Sleman. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validi- tas data menggunakan teknik triangulasi sumber, teori, dan metode. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif dengan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Singgah Girlan Nusantara Sleman memiliki peranan penting dalam pembinaan anak jalanan. Pada dasarnya anak jalanan memiliki ber- bagai potensi karakter positif seperti sikap religius, toleransi, disiplin, kerja keras, semangat, tanggung jawab, semangat kebangsaan, dan karakter-karakter positif lain- nya. Jika mereka tidak diarahkan dengan baik, karakter-karakter negatif merekalah yang akan mendominasi terlebih dengan adanya pengaruh lingkungan. Untuk itu, Rumah Singgah Girlan Nusantara Sleman dengan berbagai divisinya menyeleng- garakan program-program strategis seperti pendidikan dan pelatihan, pelayanan sosial, kesehatan, bantuan hukum, dan lain sebagainya
Sistem Penilaian Otentik dalam Implementasi Kurikulum 2013 Yuliana, Lia
WUNY Majalah WUNY XVI Nomor 3, September 2014
Publisher : WUNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan nasional, pemerintah telah melakukan berbagai upaya seperti halnya pengembangan dan penyempurnaan kurikulum, pengembangan materi pembelajaran, perbaikan sistem evaluasi,  pengadaan buku dan alat-alat pelajaran, perbaikan sarana prasarana pendidikan, peningkatan kompetensi guru, serta peningkatan mutu pimpinan sekolah (Depdiknas, 2001: 3). Namun demikian, upaya tersebut belum menunjukkan hasil sebagaimana yang diharapkan. Kualitas pendidikan dipengaruhi beberapa faktor, seperti: guru, siswa, pengelola sekolah (Kepala Sekolah, karyawan dan Dewan/Komite Sekolah), lingkungan (orangtua, masyarakat, sekolah), kualitas pembelajaran, dan kurikulum.
KETRAMPILAN BERTANYA GURU DALAM MENGELOLA PROSES BELAJAR MENGAJAR YULIANA, LIA
FONDASIA Vol 2, No 10 (2010): FONDASIA
Publisher : LABORATORIUM JURUSAN FSP FIP UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan bertanya adalah keterampilan yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan belajar mengajar, karena metode apapun, tujuan pengajaran apapun yang ingin dicapai clan bagaimana keadaan siswa yang dihadapi, maka bertanya kepada siswa mcrupakan hal yang tidak dapat ditinggalkan. Mengajukan pertanyaan kepada siswa tidaklah mudah, perlu adanya latihan sehingga guru dapat menguasai dan melaksanakan keterampilan bertanya pada situasi yang tepat. Mcmberi pertanyaan secara efektif dan efisien akan dapat menimbulkan perubahan tingkah laku, baik pada guru maupun dari siswa. Perubahan terjadi ketika guru yang sebelumnya selalu aktif memberi informasi justru menjadi guru yang banyak mcngundang interaksi siswa, sedangkan dari siswa yang sebelumnya secara pasif mendengarkan keterangan guru akan bcrubah menjadi banyak berpartisipasi dalam bertanya, menjawab pertanyaan dan mengemukakan pendapat. Hal ini akan menimbulkan adanya cara belajar siswa aktif yang berkadar tinggi. Untuk lebih memudahkan guru dalam menggunakan keterampilan bertanya, hendaknya seorang guru mengetahui kegunaan dari penggunaan keterampilan bertanya. Dengan demikian siswa menjadi aktif dalam proses belajar mengajar clan hal tersebut akan berdampak positif pada prestasi belajar siswa.
MANAJEMEN SEKOLAH UNTUK MENCAPAI SEKOLAH UNGGUL YANG MENYENANGKAN: STUDI KASUS DI SMAN 1 SLEMAN YOGYAKARTA Raharjo, Sabar Budi; Yuliana, Lia
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to find out the implementation of fun school at SMA Negeri 1 Sleman (a public senior secondary school) in Yogyakarta. The method of this research was descriptive qualitative with case study approach. The technique used in collecting data was by field study, documentation, and interview. The source of the data was the headmaster, teachers, and students. The data validity used triangulation technique, while the data analysis used interactive data through some step, that is, data collection, data reduction, data presentation, and verification or drawing the conclusion. The result shows that SMA Negeri 1 Sleman is one of fun schools in the aspect of headmaster’s leadership, educator support and education manpower, school environment, infrastructure, learning activity, excellent service, and class climate. The school management focuses on aspects that lead it to be a favorite, high-rank, and fun school. This research concludes that headmaster’s leadership is the main indicator to construct the fun best school. ABSTRAKPenelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui penyelenggaraan sekolah yang menyenangkan di SMA Negeri I Pakem Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Sumber data diperoleh dari kepala sekolah, guru, dan siswa. Validitas data menggunakan teknik triangulasi, dan analisis data menggunakan analisis interaktif melalui langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Menengah Atas Negeri I Pakem Sleman merupakan sekolah yang menyenangkan baik dari segi kepemimpinan kepala sekolah, dukungan pendidik dan tenaga kependidikan, lingkungan sekolah, sarana dan prasarana, kegiatan pembelajaran, layanan prima, dan iklim kelas. Pengelolaan sekolah terfokus pada hal-hal tersebut yang mengkondisikan Sekolah Menengah Atas Negeri I Pakem menjadi sekolah favorit, unggulan, dan menyenangkan. Kajian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah merupakan indikator yang paling utama dalam mewujudkan sekolah unggul yang menyenangkan.
FAKTOR-­FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMATIAN BAYI PREMATUR DI INDONESIA Rizqiani, Ratu Fani; Yuliana, Lia
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prematur merupakan penyebab utama kematian pada bayi usia kurang dari satu tahun. Indonesia merupakan negara kelima dengan jumlah bayi prematur terbanyak di dunia. Berbeda dengan bayi cukup bulan, pada bayi premature terdapat ketidak matangan sistem organ tubuh yang menyebabkan bayi prematur berisiko tinggi mengalami berbagai masalah kesehatan hingga kematian. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kematian bayi prematur di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder dari Riskesdas 2013. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan inferensia berupa regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) dengan taraf signifikansi 5 persen, tipe wilayah, tipe kelahiran, usia kehamilan, dan komplikasi persalinan secara signifikan memengaruhi kematian bayi prematur; 2) Bayi prematur dari ibu yang tinggal di perkotaan, lahir kembar, lahir dengan usia kehamilan kurang dari 32 minggu, dan lahir dari ibu yang mengalami komplikasi persalinan memiliki kecenderungan yang lebih tinggi untuk mengalami kematian; 3) Dalam upaya menurunkan angka kematian bayi, Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan memberikan kemudahan kepada ibu hamil dalam mengakses pelayanan kesehatan.
Peran Komite Sekolah dalam Mewujudkan Sekolah Efektif Yuliana, Lia
WUNY UNY Majalah WUNY XVIII Nomor 2, Mei 2016
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah adalah lembaga pendidikan yang menyelenggarakan jenjang pendidikan formal yang terdiri atas pendidikan dasar,pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi, (UU No. 20 Tahun 2003).Peran penting stakeholders yaitu untuk mendukung program sekolah. Salah satu stakeholeders yang dapat mengembangkan sekolah yaitukomite sekolah. Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yangberanggotakan orang tua/wali peserta didik, komunitas sekolah, sertatokoh masyarakat yang peduli pendidikan. (PP. No.17 Tahun 2010). Keberadaan komite sekolah mempunyai peran strategis karenadukungan dari masyarakat yang ada dalam komite sekolah akanmensukseskan program-program yang direncanakan sekolah, sebagaiwadah atau organisasi diharapkan dapat mengembangkan sekolah salahsatunya dalam mewujudkan sekolah efektif.
PENERAPAN REGRESI DATA PANEL PADA ANALISIS PENGARUH INFRASTRUKTUR TERHADAP PRODUKTIFITAS EKONOMI PROVINSI-PROVINSI DI LUAR PULAU JAWA TAHUN 2010-2014 Sitorus, Yosephine Magdalena; Yuliana, Lia
MEDIA STATISTIKA Vol 11, No 1 (2018): Media Statistika
Publisher : Departemen Statistika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/medstat.11.1.1-15

Abstract

There is inequality between the economic growth of provinces in Java and outside of Java. The total area of Java  is only 6,77% from total area of Indonesia but the Growth Domestic Product (GDP) based on constant price in 2014, Java contributed 57,8% of the GDP total Indonesia. One cause that made this disparity is the development of infrastructure in outside Java is still weak. The development of infrastructure is a basic element for increasing total output production that later will increase the economic growth. However, there are so many problems that occur in developing the infrastructure in outside of Java. This study aimed to analyze the condition of infrastructure provinces outside Java in 2010-2014. The data used is the secondary data for 27 provinces outside of Java 2010-2014 from BPS. The analytical method used is panel data regression with fixed effect model and Seemingly Unrelated Regression (SUR) Model. Based on the results, the infrastructure that affects economic productivity significantly and positively is road infrastructure, health, and budget. Infrastructure that affects economic productivity significantly and negatively is the educational infrastructure. Water and electricity infrastructure did not significantly affect economic productivity.Keywords: Infrastructure, Economic productivity, Panel Data Regression, Fixed Effect Model
AKUNTABILITAS LEMBAGA PENDIDIKAN TENAGA KEPENDIDIKAN SEBAGAI PENGHASIL GURU Dl INDONESIA Yuliana, Lia
Jurnal Manajemen Pendidikan vol 4, No 1 (2008): April
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The accountability of LPTK as a teacher place creator is one part of its mission and commitment which is aimed to develop education program quality. Although some of that has been changed into university, there is still an effort to produce better qualified teachers, besides producing other professionals.Facing the information and technology era in which fully competitive and collaboration, both recently and future teachers, must hold complete competences such as teaching optimally, mastering field of study, and handling on technology. In addition, they also must have a leadership competence in their attitude and behavior that bring them to be models for their students and communities.Producing qualified teachers is not a simply to be handled by LPTK. There are some internal challenges which need the support of stakeholders with government and community inside. Qualified teacher only can be created by qualified LPTK. Therefore, along with concrete connected party support, internal repairing continually will play an important role in this issue that begins with the student recruitment, teaching and learning, until output quality control. Those should be held by repairing the management institution, teaching atmosphere, and coordination of community as the user of LPTK. Key word: Accountability, LPTK,  Teacher
PERANAN KEPALASEKOLAH SEBAGAI SUPERVISOR DALAM KEMATANGAN PROFESIONAL GURU Yuliana, Lia
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2007): October
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teecher is an important component because teacher determines the quality of education so that education and the teacher guidance in all level of education both inside and outside need to be increased and held completely to create a high quality teacher. Besides that, that professional maturity of teacher need to increased continuously. The propessional maturity of teacher is the ability of teacher who has a high responsibility in her/his job. By educational activity, teaching and learning processes, and profession development. A school principal is an educator, a manager, an administrator, and a supervisor. The role of school as a supervison in professional maturity of teacher is done by various efforts.such as: 1) Create the condition of instituonal which is conducive, 2) Give an opportunity and a change to all potencies of teacher, 3) Optimizing the role of leadership, 4) Implementation of clinical supervision. Key words: School principal as supervisor, professional maturity of teacher.
VARIABEL-VARIABEL YANG MEMENGARUHI KESEDIAAN MEMBAYAR (WILLINGNESS TO PAY) MASYARAKAT BIDARACINA JATINEGARA JAKARTA TIMUR Ladiyance, Selfia; Yuliana, Lia
Jurnal Ilmiah Widya Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Ilmiah Widya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran sungai memberikan dampak negatif terhadap kegunaan air sebagai penunjang keperluan domestik, kesehatan lingkungan dan aktivitas ekonomi. Kerugian ekonomi akibat pencemaran sungai berkaitan dengan nilai jasa lingkungan/valuasi ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menghitung besarnya nilai Willingness To Pay (WTP) dan total nilai WTP; (2) menganalisis variabel-variabel yang mempengaruhi kesediaan membayar masyarakat Kelurahan Bidaracina. Analisis yang digunakan adalah Contingent Valuation Method (CVM) dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perkiraan nilai WTP adalah Rp 4.325,00 per bulan dan nilai total WTP adalah Rp 1.935.576,92 per bulan; (2) Variabel-variabel yang berpengaruh terhadap kesediaan membayar masyarakat Kelurahan Bidaracina adalah pengetahuan pencemaran sungai, status kepemilikan rumah, pendidikan terakhir dan pendapatan rumah tangga. Saran yang dapat diberikan: (1) perkiraan nilai WTP dapat digunakan untuk kegiatan pelestarian Sungai Ciliwung. (2) perlu peningkatan kegiatan penyuluhan dan penyebaran informasi mengenai pencemaran Sungai Ciliwung.