Istar Yuliadi
Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Jln. Ir. Sutami No.36A Kentingan Surakarta 57126

Published : 30 Documents
Articles

Found 30 Documents
Search

Ekspresi interleukin-2 dan interleukin-10 pada kanker serviks uteri dengan positif HPV Prayitno, Adi; Darmawan, Ruben; Yuliadi, Istar
Jurnal Kedokteran Yarsi Vol 12, No 1 (2004): Jurnal Kedokteran Yarsi
Publisher : Jurnal Kedokteran Yarsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTNow the pathogenesis of cervical cancer is pointed to lzuman papilloma virus (HPV). The immunity against cancer many unknown. Interleukin-2 (IL-2) act as growth and differentiation factor for natural killer (NK) cells. Interleukine-10 (IL-10) is a unique because it can be press and stimulate the immune response. The objective of this experiment is to known the expression of IL-2 and IL-10 in cervical cancer with HPV positive. DNA was isolated from nineteen samplescervical cancer tissues frozen section. Diagnose related with HPV made by PCR method. Paraffin block of the tissues cervical cancer with HPV infection was cut in throughly cleaned cryotome and place in glass plate that covered with polyelysine.The imnzunohistocheinistry is done with monoclonal antibody anti IL-2 and IL-10 with TSA -indirect method. Seventeen samples diagnosed HPV positive. The Result of this experiment show that expression of IL-2 and IL-10 in cervicalcancer with HPV positive are in mild category (30-70%). The experiment that related with cervical cancer immunology is very suggested.KEYWORDS IL-2, IL-10, Cervical cancer, HPV
KEEFEKTIFAN PELATIHAN KEBERMAKNAAN HIDUP TERHADAP PENURUNAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI PANTI WREDHA DHARMA BAKTI SURAKARTA Edwin Trisnapati, I Kadek; Yuliadi, Istar; Priyatama, Aditya Nanda
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT THE EFFECTIVENESS OF THE MEANING OF LIFE TRAINING TO DECREASE THE LEVEL OF  DEPRESSION  OF THE  ELDERLY PEOPLE  IN DHARMA BAKTI SURAKARTA NURSING HOME I Kadek Edwin Trisnapati Universitas Sebelas Maret Surakarta   Most problem that held to the elderly people was depression. The highest incident of depression happened to the erlderly people living in nursing home. Depression can be defined as a period of human feeling function distortion that was sad and depressed accompanied with various symptoms. A skill that will be expected able to decrease the level of depression of the elderly people by inventing the meaning of life. The meaning of life can be defined as something that was considered as an important and a valuable thing, and gave a special value for someone. This research purposed to know about the effectiveness of the meaning of life training in decreasing the level of depression of the elderly people in Dharma Bakti Surakarta Nursing Home. The meaning of life training can be defined as short term education process using systematic and organized procedure to help someone to achieve and to fill the purpose of life, so that someone will be able to decrease the level of depression into the more qualified and happier life. The subjects in this research consist of 10 elderly people. The design of this research was experimental design called pretest-posttest control group design with each groups that was the experimental group and  the control group consist of 5 people. The experimental group was given the meaning of life training three times meeting by using methods such as presentation and discussion, case study, role play, simulation and game, and exercise. The data collection methods was done by using the book of training and Geriatric Depression Scale (GDS). The data was analyzed by using nonparametric statistic technique such as 2 sample Independent Kolmogorov-Smirnov test and Wilcoxon test with computerized help SPSS version 16.0 for MS Windows program. Based on the result of 2 Independent Sample Kolmogorov-Smirnov test earned z-value 1,581 and probability (p) 0,013 (p<0,05). In addition, the result of Wilcoxon test earned z-value -2,060 and probability (p) 0,039 (p<0,05). The result showed that the meaning of life training is effective to decrease the  level of depression of the  elderly people in Dharma Bakti Surakarta Nursing Home. Keywords: the meaning of life training, the level of depression of elderly people in  Dharma Bakti Surakarta Nursing Home
Hubungan Antara Figur Kelekatan Orangtua dan Kontrol Diri dengan Perilaku Seksual Remaja SMA Negeri 11 Yogyakarta Intan Puspitadesi, Dewi; Yuliadi, Istar; Adi Nugroho, Arista
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 1, No 4 (2013): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Correlation Between Figure Attachment Parenting And Self Control Toward Adolescents Sexual Behaviour in SMAN 11 Yogyakarta   Dewi Intan Puspitadesi, Istar Yuliadi, Arista Adi Nugroho Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret       ABSTRAK   Fenomena perilaku seksual pada remaja semakin meningkat dari tahun ke tahun, seperti maraknya pergaulan bebas. Kematangan organ seksual dan aktifnya hormon seksual menyebabkan timbul dorongan seksual yang dinyatakan dalam bentuk perilaku seksual. Perilaku seksual terjadi karena kurangnya kedekatan orangtua dengan anak, sehingga tingkat pengendalian diri dalam diri anak menjadi rendah. Kedekatan yang aman dengan anak, mampu memfasilitasi kesejahteraan bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara figur kelekatan orangtua dan kontrol diri dengan perilaku seksual remaja di SMAN 11 Yogyakarta. Populasi penelitian adalah remaja SMAN 11 Yogyakarta kelas X dan XI Tahun Pelajaran 2011-2012, dengan sampel penelitian sebanyak 116 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria sampel adalah pria dan wanita dan pernah atau sedang menjalin relasi heteroseksual. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan tiga skala, yaitu skala figur kelekatan orangtua, skala kontrol diri, dan skala perilaku seksual. Pada awalnya, analisis  data menggunakan Analisis Regresi Dua Prediktor akan tetapi karena data variabel perilaku seksual tidak normal maka analisis yang digunakan diubah menjadi Regresi Logistik Ordinal atau Analisis Ordinal. Hasil uji simultan penelitian ini menggunakan statistik Likelihood Ratio  menunjukkan nilai X2 = 7,738 (X2hitung > X2tabel) dan p = 0,021(p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara figur kelekatan orangtua dan kontrol diri dengan perilaku seksual remaja SMA N 11 Yogyakarta. Kontribusi figur kelekatan orangtua dan kontrol diri terhadap perilaku seksual berdasarkan analisis Cox and Snells Square adalah sebesar 15,5 %. Faktor lain yang mempengaruhi adalah pengaruh dari media seperti film atau gambar porno, pengaruh teman sebaya, dan gaya hidup remaja.   Kata kunci: figur kelekatan orangtua, kontrol diri, perilaku seksual remaja
Hubungan antara Penerimaan Diri dan Dukungan Suami dengan Kecemasan Wanita dalam Menghadapi di Kecamatan Jebres, Surakarta Kaheksi, Idea Estetik; Yuliadi, Istar; Andayani, Tri Rejeki
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara Penerimaan Diri dan Dukungan Suami dengan Kecemasan Wanita dalam Menghadapi di Kecamatan Jebres, Surakarta     The Relationship between Self Acceptance and Husband’s Support Toward Women’s Anxiety in Undergoing Menopause in Jebres, Surakarta     Idea Estetik Kaheksi, Istar Yuliadi, Tri Rejeki Andayani Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret       ABSTRAK   Salah satu masalah yang terjadi dalam kehidupan wanita adalah menopause. Fenomena wanita yang menghadapi menopause, baik di dunia maupun di Indonesia, meningkat dari tahun ke tahun. Walaupun jumlah wanita menopause yang mengalami kecemasan sangat tinggi, sesungguhnya kecemasan dalam menghadapi menopause dapat diatasi apabila wanita memiliki penerimaan diri dan mendapat dukungan dari suami. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan simultan antara penerimaan diri dan dukungan suami dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause, serta hubungan parsial masing-masing variabel bebas (penerimaan diri dan dukungan suami) dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause). Populasi dalam penelitian ini adalah wanita yang sedang menghadapi menopause di Kecamatan Jebres, Surakarta dengan jumlah sampel 100 orang yaitu 50 orang untuk uji coba dan 50 orang lainnya untuk penelitian, dengan menggunakan purposive quota incidental sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah Skala Kecemasan Wanita dalam Menghadapi Menopause dengan validitas 0,371-0,566 serta reliabilitas 0,768, Skala Penerimaan Diri dengan validitas 0,353-0,561 serta reliabilitas 0,816 dan Skala Dukungan Suami dengan validitas 0,326-0,695 serta reliabilitas 0,876. Peneliti menggunakan teknik analisis Regresi Logistik Ordinal. Hasil uji simultan menggunakan statistik Likelihood Ratio (LR) dengan nilai X2=18,419 (X2hitung>X2tabel) dan p=0,000 (p<0,05), berarti terdapat hubungan yang signifikan antara penerimaan diri dan dukungan suami dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause. Kontribusi penerimaan diri dan dukungan suami dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause dengan análisis Cox and Snell’s R Square adalah sebesar 22%. Hasil uji parsial menggunakan uji Wald. Uji Wald antara penerimaan diri dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause sebesar p=0,000 (<0,05), berarti terdapat hubungan yang signifikan antara penerimaan diri dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause. Uji Wald antara dukungan suami dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause sebesar p=0,033 (<0,05), berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause. Kata kunci: penerimaan diri, dukungan suami, kecemasan wanita dalam menghadapi menopause.
Hubungan antara Religiusitas dan Dukungan Sosial dengan Keterampilan Manajemen Konflik Pengurus Persekutuan Mahasiswa Kristen UNS Ardelia, Vina; Yuliadi, Istar; Arif Karyanta, Nugraha
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 2, No 3 Des (2013): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Hubungan antara Religiusitas dan Dukungan Sosial dengan Keterampilan Manajemen Konflik Pengurus Persekutuan Mahasiswa Kristen UNS     Relationship Between Religiosity and Social Support with Conflict Management Skills of Persekutuan Mahasiswa Kristen UNS’s Administrator   Vina Ardelia, Istar Yuliadi, Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret       ABSTRAK     Banyaknya konflik yang berujung pada kekerasan menunjukkan kurangnya keterampilan manajemen konflik. Tingkat religiusitas dan dukungan sosial yang memadai diperlukan untuk membangun keterampilan manajemen konflik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. hubungan antara religiusitas dan dukungan sosial dengan keterampilan manajemen konflik, 2. hubungan antara religiusitas dengan keterampilan manajemen konflik, dan 3. hubungan antara dukungan sosial dengan keterampilan manajemen konflik pengurus Persekutuan Mahasiswa Kristen UNS. Populasi penelitian adalah pengurus Persekutuan Mahasiswa Kristen UNS periode 2012-2013, dengan sampel penelitian sebanyak 100 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik quota incidental sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan tiga skala, yaitu skala keterampilan manajemen konflik (validitas = 0,210-0,648; reliabilitas = 0,761), skala religiusitas (validitas = 0,222-0,769; reliabilitas = 0,845), dan skala dukungan sosial (validitas = 0,282-0,738; reliabilitas = 0,868). Analisis statistik menggunakan regresi linear berganda, dengan Fhitung= 14,556 > Ftabel= 3,090 dan p =0,00 < p= 0,05, R=0,480. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara religiusitas dan dukungan sosial dengan keterampilan manajemen konflik pengurus Persekutuan Mahasiswa Kristen UNS. Secara parsial, terdapat hubungan antara religiusitas dengan keterampilan manajemen konflik dengan thitung = 3,720 > ttabel = 1,985, dan rx1y = 0,353 serta terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan keterampilan manajemen konflik dengan thitung = 2,267 > ttabel = 1,985, dan rx2y = 0,224. Kesimpulannya yaitu: 1. terdapat hubungan positif antara religiusitas dan dukungan sosial dengan keterampilan manajemen konflik, 2. terdapat hubungan positif antara religiusitas dengan keterampilan manajemen konflik, dan 3. terdapat hubungan positif antara dukungan sosial dengan keterampilan manajemen konflik. Variabel religiusitas memberikan sumbangan efektif sebesar 15,51% terhadap keterampilan manajemen konflik. Adapun variabel dukungan sosial memberikan sumbangan terhadap keterampilan manajemen konflik sebesar 7,54% dan 76,95% dijelaskan oleh variabel-variabel lain seperti budaya, kepribadian dan jenis kelamin.   Kata kunci: religiusitas, dukungan sosial, keterampilan manajemen konflik, mahasiswa
Perbedaan Perilaku Seksual Mahasiswa Laki-Laki Uns Yang Tinggal Di Kos Dan Tidak Tinggal Di Kos Ditinjau Dari Interaksi Dengan Teman Sebaya Handayani, Sri; Hardjajani, Tuti; Yuliadi, Istar
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 2, No 4 Des (2013): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan Perilaku Seksual Mahasiswa Laki-laki UNS yang Tinggal di Kos dan Tidak Tinggal di Kos Ditinjau dari Interaksi dengan Teman Sebaya       DifferenceIn Sexual Behavior On Uns Male College Students  Residing In Boarding House And Not Residing In Boarding House Viewed From Interaction With Peers     Sri Handayani, Tuti Hardjajani, Istar Yuliadi Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebalasMaret       ABSTRAK   Mahasiswa sebagai seorang remaja akhir dan juga dewasa awal mengalami peningkatan minat terhadap perubahan perilaku seksual akibat faktor-faktor perubahan fisik selama periode pubertas. Perubahan ini membuat remaja selalu berusaha mencari tahu lebih banyak informasi-informasi berkaitan hal tersebut dengan berbagai cara termasuk menjalin interaksi dengan teman-teman sebayanya. Interaksi dengan teman sebaya ini tidak hanya membawa pengaruh yang baik bagi perkembangan psikososial individu, namun juga berpeluang untuk membawa pengaruh buruk yang nantinya akan berpengaruh terhadap perilaku seksual yang dilakukan oleh remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku seksual mahasiswa laki-laki UNS yang tinggal di kos dan tidak tinggal di kos ditinjau dari interaksi dengan teman sebaya. Metode dalam penelitian ini mengggunakan pendekatan kuantitatif komparatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa laki-laki berusia 18-21 yang berkuliah di Universitas Sebelas Maret dengan jumlah 60 mahasiswa kos dan 60 mahasiswa tidak kos. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Alat pengumpul data menggunakan skala perilaku seksual dan skala interaksi dengan teman sebaya. Analisis data menggunakan teknik Anova Dua Jalur. Dari hasil uji anova dua jalur untuk perilaku seksual ditinjau dari interaksi dengan teman sebaya pada mahasiswa laki-laki UNS yang tinggal di kos dan tidak tinggal di kos, diperoleh F hitung > F tabel (3,240 > 3,07) dengan p<0,05 (0,043< 0,05).  Hal ini berarti hipotesis diterima,  perilaku seksual pada mahasiswa laki-laki yang tinggal di kos dan tidak tinggal di kos memiliki perbedaan jika ditinjau dari interaksi dengan teman sebaya.  Semakin rendah interaksi dengan teman sebaya, maka perilaku seksual mahasiswa laki-laki baik yang tinggal di kos maupun tidak tinggal di kos akan semakin tinggi. Sebaliknya semakin tinggi interaksi dengan teman sebaya, maka perilaku seksual mahasiswa laki-laki UNS baik yang tinggal di kos maupun tidak tinggal di kos akan semakin rendah.   Kata Kunci:perilaku seksual, interaksi dengan teman sebaya, mahasiswa
Perbedaan Derajad Disfungsi Ereksi Pria Dewasa Awal Ditinjau Dari Tingkat Stres Di Kelurahan Jagalan Surakarta Ferry Wibowo, Agus; Yuliadi, Istar; Arif Karyanta, Nugraha
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 2, No 4 Des (2013): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan Derajad Disfungsi Ereksi Pria Dewasa Awal Ditinjau Dari Tingkat Stres Di Kelurahan Jagalan Surakarta     Differences Of Erectile Dysfunction Degree Viewed From Level Of Stress In Early Adult Male In Jagalan Subdistrict, Surakarta     Agus Ferry Wibowo, Istar Yuliadi, Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret       ABSTRAK   Kasus disfungsi ereksi pada pria dewasa awal saat ini semakin meningkat. Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan untuk mencapai dan mempertahankan ereksi penis untuk mencapai kepuasan seksual yang optimal. Disfungsi ereksi yang dialami pria disebabkan oleh  stres dalam kehidupan sehari-hari. Derajad disfungsi ereksi yang diderita pria berbeda satu dengan yang lain. Stres mempunyai tingkatan yang berbeda dan hal tersebut berpengaruh terhadap derajad disfungsi ereksi yang ditimbulkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan derajad disfungsi ereksi pria dewasa awal ditinjau dari tingkat stres di Kelurahan Jagalan. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah pria dewasa awal yang telah menikah di Kelurahan Jagalan dengan jumlah 60 orang. Teknik pengambilan sampel dengan purposive incidental quota sampling. Derajad disfungsi ereksi diukur dengan IIEF-5 (International Index of Erectile Function-5) dengan nilai cronbach alfa sebesar 0.707 dan dengan rentang validitas (R hitung) 0,574 – 0,738 diatas nilai r tabel sedangkan tingkat stres diukur dengan skala DHSS (Daily Hassles and Stress Scale) dengan nilai cronbach alfa sebesar 0.950 dan dengan validitas (R hitung) 0,318 – 0,790 diatas nilai r tabel. Analisis data menggunakan teknik analisis One Way Anova. Hasil uji One way Anova untuk derajad disfungsi ereksi ditinjau dari tingkat stres, diperoleh  F hitung > F tabel (3,579 > 2,769) dengan p-value < 0,05 (0,019<0,05). Hal ini berarti hipotesis alternatif diterima, terdapat perbedaan derajad disfungsi ereksi yang signifikan ditinjau dari tingkat stres pada pria dewasa awal. Hasil analisis deskriptif menunjukkan adanya perbedaan rata-rata derajad disfungsi ereksi ditinjau dari tingkat stres. Perbedaan tersebut terlihat nyata pada tingkat stres sangat rendah yang menghasilkan subyek yang mempunyai kemampuan ereksi normal.   Kata kunci : derajad disfungsi ereksi, tingkat stres, pria dewasa awal  
Hubungan antara Dukungan Keluarga dan Konsep Diri terhadap Kestabilan Emosi pada Remaja yang Mengalami Sindrom Pra Menstruasi di SMA Negeri 3 Akselerasi Surakarta Paramita Putri, Rediska; Lilik, Salmah; Yuliadi, Istar
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 2, No 5 Mar (2014): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara Dukungan Keluarga dan Konsep Diri terhadap Kestabilan Emosi pada Remaja yang Mengalami Sindrom Pra Menstruasi di SMA Negeri 3 Akselerasi Surakarta     THE CORRELATION BETWEEN FAMILY SUPPORT AND SELF CONCEPT TOWARD EMOTIONAL STABILITY IN TEENAGER’S PREMENSTRUAL SYNDROME AT ACCELERATION STUDENT SMA NEGERI 3 SURAKARTA     Rediska Paramita Putri, Salmah Lilik, Istar Yuliadi Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret       ABSTRAK   Latar Belakang : Remaja mengalami perubahan suasana hati yang begitu cepat. Perubahan suasana hati yang begitu cepat dikenal juga dengan istilah ketidakstabilan emosi. Ketidakstabilan emosi dapat menyebabkan permasalahan relasional dan menurunnya prestasi belajar. Ketidakstabilan emosi merupakan salah satu gejala sindrom pra menstruasi yang dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. Sindrom pra menstruasi adalah gejala-gejala fisik maupun psikis yang dirasakan 7 hari sebelum datangnya menstruasi. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui: 1. Hubungan antara dukungan keluarga dan konsep diri dengan kestabilan emosi pada remaja yang mengalami dsindrom pra menstruasi di SMA Negeri 3 Akselerasi Surakarta; 2. Hubungan antara dukungan keluarga dengan kestabilan emosi pada remaja yang mengalami sindrom pra menstruasi di SMA Negeri 3 Akselerasi Surakarta; 3. Hubungan antara konsep diri dengan kestabilan emosi pada remaja yang mengalami sindrom pra menstruasi di SMA Negeri 3 Akselerasi Surakarta. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang dilakukan pada seluruh siswi SMA Negeri 3 Akselerasi Surakarta. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Shortened Premenstrual Asessment Form, Skala Kestabilan Emosi, Skala Dukungan Keluarga, dan Skala Konsep Diri. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil Penelitian : Pada penelitian ini 55 siswi SMA Negeri 3 Akselerasi mengalami sindrom pra menstruasi dari 57 siswi yang menjadi subyek penelitian. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda diperoleh F hitung 10,576 > F tabel 2,79. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan konsep diri dengan kestabilan emosi pada remaja yang mengalami sindrom pra menstruasi di SMA Negeri 3 Akselerasi Surakarta. Secara parsial menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kestabilan emosi pada remaja yang mengalami sindrom pra menstruasi di SMA Negeri 3 Akselerasi Surakarta dengan standardized coefficients beta sebesar 0,402 dengan p = 0,003 (p<0,05) namun sumbangan sebesar 0,5%; serta terdapat hubungan positif yang signifikan antara konsep diri dengan kestabilan emosi pada remaja yang mengalami sindrom pra menstruasi di SMA Negeri 3 Akselerasi Surakarta dengan standardized coefficients beta sebesar 0,550 dengan p = 0,000 (p<0,05) dengan nilai sumbangan sebesar 29%. Kata kunci: Dukungan Keluarga, Konsep Diri, Kestabilan Emosi
Perbedaan Tingkat Kecemasan Siswa Kelas IX Yang Tinggal Bersama Orang Tua Kandung dengan Siswa Yang Tinggal Terpisah dalam Menghadapi Ujian Nasional di Kecamatan Kerjo, Karanganyar Putri Permata Risadayu, Nindya; Yuliadi, Istar; Sri Hidayati, Rosalia
Nexus Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2012): Nexus Pendidikan Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.273 KB)

Abstract

Background: Anxiety is the worrying, nervous, fear, and sense of unpeace that is usually associated with danger. National examination as well as living status with biological parents can cause anxiety among 9th grade students. Students who do not live with their biological parents may feel more anxious due to lack of support and direct supervision from parents. This research aims to determine whether level of anxiety differs between 9th grade students who live with their biological parents and those who live apart in facing the national examination in Kerjo Sub-district, Karanganyar. Methods: This was an analytic observational research using cross-sectional approach. Subjects were 9th grade students of SMP Muhammadiyah 5 Kerjo, MTs Muhammadiyah 3 Kerjo, and SMP Negeri 2 Kerjo who either live together with and who live apart from their biological parents. Subjects were initially sampled purposively and later randomly selected based on inclusion and exclusion criteria. Subjects were asked to fill in (1) curriculum vitae form, (2) L-MMPI questionnaire to determine subjects’ honesty in filling out the questionnaire, (3) T-MAS questionnaire to measure the anxiety scores. Data were analyzed using Chi square (χ2) test. Results: Of 34 students living with their biological parents, 28 (82,4%) were anxious. Similarly, 29 (85,3%) of 34 students living apart were also found to be anxious. Statistical analysis for comparison between the two groups showed a χ2 value of 0,108 (p = 0,742). Conclusions: There were no differences of anxiety level between 9th grade students who live with their biological parents and those who live apart in facing the National Examination in Kerjo Sub-district, Karanganyar. Keywords: Students living with biological parents, students living apart from biological parents, anxiety, the national examination.
Hubungan Bimbingan Belajar di Luar Sekolah dengan Tingkat Kecemasan Siswa-Siswi Kelas XII SMA Negeri 8 Solo dalam Menghadapi Ujian Nasional Tahun 2012 Roselind, Francine; Yuliadi, Istar; Hanim, Diffah
Nexus Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2013): Nexus Pendidikan Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.277 KB)

Abstract

Background: High school students at final year commonly experience anxiety when preparing the National Examination. Many students will eventually take more intensive additional courses offered by other institutions outside their schools as part of efforts to anticipate disappointing results of the examination. This study aimed to seek the rela-tionship between attendance for intensive external course with anxiety degree among final year students of SMA Negeri 8 Solo preparing the 2012 National Examination. Methods: This cross-sectional study was conducted in March 2012 at SMA N 8 Solo. The 12th grade students were purposively sampled based on certain criteria. Subjects were asked to give informed consent and to complete a biodata form and T-MAS questionnaire which were administered 15 minutes before the classes dismissed. Data were analyzed using t-independent test. Results: This study showed that the anxiety scores of students taking and not taking external course differed significantly (t = -33,4; p<0,001). Students not attending an intensive external course were more anxious than their counterparts. Conclusions: Attendance for an intensive external course was related to anxiety among the 12th grade students of SMA N 8 Solo preparing the National Examination. Keywords: external course attendance, anxiety, high school national examination