This Author published in this journals
All Journal Vektora
B. Yuliadi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Vektora

DISTRIBUSI SPASIAL LEPTOSPIROSIS DI WILAYAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2002-2012

Vektora : Jurnal Vektor dan Reservoir Penyakit Vol 5, No 2 Okt (2013)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leptospirosis    masih    menjadi    masalah    di    Provinsi    Jawa    Tengah. Studi    ini    bertujuan    mengetahui    pola    distribusisecara    deskriptif    dengan    pendekatan    Sistem    Informasi    Geografis    (SIG).    Analisis    yang    digunakan    adalahanalisis    statistik    deskriptif    untuk    membuat    beberapa    asumsi    pengelompokan    sebaran    leptospirosis    berdasar    identifikasi    wilayah    geografis.    Kasus    leptospirosis    di    Provinsi    Jawa    Tengah    tersebar    di    pesisir    pantai    utara(Kota    Semarang,    Kab.    Demak,    Pati    dan    Jepara)    relatif    mengelompok    dan    bagian    selatan    (Kab.    Wonogiri,Klaten,    Boyolali,    Purworejo,    Banyumas    dan    Cilacap)    sebaran    leptospirosis    meluas    dan    sporadis.    Hubunganketinggian    tempat    dengan    keberadaan    kasus    terlihat    pada    distribusi    kasus    leptospirosis    tertinggi    berada    didaerah    dengan    ketinggian    0-100    mDpl    dan    100-500    mDpl.Kata    Kunci:    Leptospirosis,    distribusi,    Jawa    Tengah.

DISTRIBUSI DANF AKTOR RESIKO LINGKUNGAN PENULARAN LEPTOSPIROSIS DI KABUPATEN DEMAK, JAWA TENGAH

Vektora : Jurnal Vektor dan Reservoir Penyakit Vol 2, No 2 Okt (2010)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The studyofdistribution and risk factorsofleptospirosis was conductedin Bonang Sub district,Demak Regency in May - July 2006. This study aimed to discover the distribution and risk factorsofleptospirosis incidence using cross sectional approach. The leptospirosis cases were determinedbyperipherbloodtest using leptotek lateral flow, while leptotek dri-dotwasusedto test rodent blood.Thedistributionsofcases andleptospires reservoirwereanalyzedby amappingprogramGISand thecharacteristic ofleptospirosis cases were identified using questionnaire. The result showed thatleptospirosis cases spread randomly along Tuntang Lama River and cored in Bonang sub district(Tridonorejo and Gebang villages). The distance betweenleptospires buffer zone and river was about< 50 meters (21 cases), 50 - 100 meters (8cases) and 100 meters(4 cases). The leptospirosisincidence more prevalent in man (74,8%) than woman (25,2%>). The leptospirosis cases were 15 yearsold or more (87,4%), their occupationwere farmer orfisherman (52,6%), housewife(36,2%) andseller (20%). Their house were easy enteredby rats 74,6% (RR; 23,6-33,2).Thepeoplewho gotleptospires common using water from the river for their daily activities 83,2% (RR; 15,4-17,6) andthey have not any cattle 82,5%)(RR; 1,6-4,7). During the survey was found 57 rats, such asRattustanezumi 36 rats,Norwayrats, R. norvegicus21 rats and theinsectivore Suncusmurinus15 rats. Inaddition,R.tanezumi andR. norvegicuswere foundinfected byleptospires and they wereestimatedasleptospirosisreservoir.Keywords:leptospirosis, DemakRegency,epidemiology,reservoir.AbstrakStudidistribusi dan faktor risiko lingkungan leptospirosis telah dilakukandi KecamatanBonang,KabupatenDemak,padabulanMei- Juli2006.Tujuanpenelitianadalahmengetahuipenyebarandanfaktor risiko lingkungan kejadian leptospirosis di daerah penelitian. Penelitian menggunakanrancangan cross sectional. Penentuan kasus leptospirosis dengan pemeriksaan darah tepimenggunakanleptotek latteral flow, sedangkanuntuktikus menggunakanleptotek dridot.Distribusikasusdan reservoir leptospirosis dianalisisdenganpemanfaatanprogrampemetaan. Karakteristikkasus leptospirosis dikajidenganmenggunakankuesionerterstruktur. Hasilpenelitianmenunjukanbahwaleptospirosis tersebar secara random di sepanjangtepi sungai TuntangLamadanterfokus diKecamatanBonang (DesaTridonoredjo,danGebang).Buffer Zonekasus leptospirosis dansungaiberjarak < 50 m (21 kasus), 50 - 100 m (8 kasus) dan > 100 m (4 kasus). Kasus leptospirosis berjeniskelamin laki-laki (74,8%) lebih banyak daripada perempuan (25,2%). Kelompokumur kasusleptospirosis >15tahun (87,4%), pekerjaan petani/nelayan 52,6%, ibu rumah tangga 36,2% danpedagang 20%. Kasus leptospirosis pada umumnya rumah tidak rapat tikus 74,6% (23,6 - 33,2) danmemanfaatkan air sungai di depan rumahnya83,2%>(RR ; 15,4 - 17,6), dan tidak mempunyai hewanternak 82,5% (RR; 1,6 - 4,7). Selama survei ditemukan 57 ekor tikus, meliputi tikus rumah Rattustanezumi sebanyak 36 ekor, tikus gotR. norvegicus2ekor, dan cecurutSuncusmurinus(cecurut rumah) sebanyak 15 ekor.R.tanezumi (6,82% dari 36 ekor tikus) dan tikus gotR. norvegicus(3,6%>dari21ekortikus)terinfeksibakteriLeptospira.Katakunci;leptospirosis, Demak,Epidemiologi,Reservoir